Galexsa

Galexsa
gita


__ADS_3

"Jilaa...." ucap seorang paruh baya di ruang tv.


"ya mamah" jawab jila dari dapur kemudian ia melangkah kan kakinya mendekat ke sumber suara. terlihat seseorang tengah bersantai di sofa sembari menikmati cemilan yang ada di pangkuan ya dan menonton film.


"Bikinkan mamah jus mangga"


"Iya mah" lalu melangkah pergih


"Tunggu" ucpanya seorang gadis dari belangkang,membuat zajila menghentikan langkahnya.


"Bikinkan saya teh susu, ingat jangan terlalu manis" ucap gita sambil berdecak pinggang yang di bales dengan anggukan oleh jila.


Tak lama kemudian minum itu pun sudah siap untuk di berikan kepada mamah tiri dan saudara tirinya. sebelum dua minuman itu sampai ke tangan mereka zajila terlebih dahulu menyicipinya agar tak melakukan kesalahan.


"Emm" beo jila sambil merasa-rasa minuman yang iya buat


"Kurang apa yah?" monolog ya


"Kayanya kurang manis deh" lanjut jila sambil memberikan saru sendok makan gula ke dalam jus itu. kemudian ia mencicipi ya kembali.


Serasa minuman buahnya sudah enak jila membawa minuman itu kepada seseorang yang tengah bersantai. ia melangkah mendekat dengan hati-hati agar minuman itu tidak tumpah. suguh telaten zajila memberikan minuman itu kepada pemiliknya, sesudah seperti pelayan saja yang melayani majikan ya.


"Ini mamah minumannya" ucap jila seraya tersenyum sambil menaruh minuman itu di meja. Gita yang melihat itu pun langsung memasang muka tak suka ya.


"Awas aja lu gue hancurkan seyum lu itu" ucap gita di dalam hati. yah Gita sangat iri dengan zajila karena jila memiliki seyum yang sangat manis dan wajah yang cukup cantik,di tambah lagi orang yang Gita cintai menyukai kaka tirinya itu yang membuat Gita tambah benci kepada zajila.


"Mana minuman gue" ucap gita keras,sambil menyodorkan tangannya


"Ini" bales jila seraya melangkahkan kakinya mendekat ke Gita. namun tak sengaja kakinya terselandung kaki mamahnya yang mengakibatkan teh susu panas itu tumpah ke tangan gita


"Awwwhh, dasar tth pembawa sial" ucap gita marah


"Mamah tangan aku sakit" adu gita, intan yang melihat itu pun langsung berduri dan menampar zajila.


"Plakk" tamparan tangan itu tepat di pipi jila sebelah kanan,jila tersungkur ke belakang, pipinya sekarang sudah merah dan matanya mulai berkaca-kaca.


"Jila kamu Kuta, kamu kuat jila kamu gak boleh nangis, kamu gak boleh lemah di hadapan mereka, kamu pasti bisa jila menghadapi ini semu" ucap jila di dalam jati menguatkan diri


"Lu..." ujap intan geram, terlihat raut mukanya yang sudah seperti banteng yang siap menghantam seseorang yang berpakaian merah.


"Dasar lu anak sialan, berani beraninya kau melukai anak ku" ucap intan lalu ia menyiram jila dengan teh susu yang tinggal setengah.


"Rasain lu mampus kan" ucap gita di dalam hati sambil sedikit tersenyum ketika melihat hal itu.

__ADS_1


Gita sengaja mendesak duduk di pinggir intan yang mengakibatkan intan menurunkan kakinya dari sofa,karena jila terlalu pokus pada minum yang ia bawa hingga ia tak sadar ada kaki seseorang di lantai sana, jila pun terus melangkah ke depan dengan tatapan pokus ke minuman agar tak tupah,namun nasi telah menjadi bubur ia terselandung dan menumpahkan minuman itu ke arah Gita.


sungguh panas sekarang yang jila rasanya di kepalanya, lututnya terasa sakit karena terbentur lantai, hatinya terasa ingin menjerit menaggis sekuat-kiatnya menumpahkan semua penderita an uang ia rasakan.


"ya Allah bila kau hidukan aku haya untuk merasakan penderitaan, kesakitan kenapa kau tak langsung saja matikan aku " ucap jajila di dalam hati.


zajila merasa hidupnya sekarang tak berarti, sejak papah jila menikah lagi dengan intan hidup jila berubah seratus persen, jila tak pernah lagi merasakan kasih sayang, kebahagiaan dan ketenangan, hidupnya sekarang penuh dengan derama senyuman untuk menutupi semua penderitaan.


"Allah tak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan ke sanggupannya" batin jila


"Maaf kan aku ya Allah" sadar jila akan perkataan ya


"Bangun lu, anak sialan" ucap intan yang melihat jila haya tertunduk di lantai


"Hari ini gak ada jatah makan buat lu, karena lu dah yaktin anak gue,kalu lu makan gue akan kasih hukuman yang berat buat lu". lanjut intan. jila tak membalas ucapan itu sedikit pun ia haya terus menunduk dan memegang lututnya yang terasa sakit seraya menguatkan dirinya dengan berulang ulang mengucap kalimat cinta dari tuhanya.


لا يكلف الله نفسأ إلا و سعها


laa yukallifuullohu napsan illa wus a Haa.


Allah tidak akan membebani seseorang di luar kemampuan nya (QS Al Baqarah 286)


...----------------...


"Galexs..." ucap wanita paruh baya yang sedang menyiapkan makanan


"Mamih mau apa sih,ini udah siang" bales Alex sembari melangkah kan kaki ya ke sumber suara


"Sarapan dulu,biar kamu pintar" ucap aida


"Alex sudah pintar mah"


"biar tambah pintar kaya Afran, dia itu setiap pagi tak pernah meninggalkan sarapan, terus selalu bawa bekel lagi ke sekolah" ucpanya


Afran Afran Afran ajah batin alex


"anak mamih itu Afran apa Alex sih?"


"kamu lah sayang"


"anak orang di sanjung-sanjung anak sendiri di jelekin" ucap Alex geram


"mamih gak menjelekkan kamu sayang" ucap aida

__ADS_1


"terus tadi apa, mamih bilang Afran selalu sarapan terus bawa bekel ke sekolah berarti Alex kebalikannya dong, mamah memang bener Alex itu anak yang nakal, suka bolos, selalu melanggar aturan, yang selalu buat orang tua susah tapi mamah bisa gak jangan selalu banding-bandiin Alex dengan Afran"


"Mamih haya ingin kamu kaya dia Alex"


"Mamih udah Alex bilang berapa kali sih,Alex sama Afran itu beda mah beda gak bakal sama,kami saling bertolak belakang, mana mungkin Alex jadi Afran yang sok baik itu" ucapnya kesal


"Huhhh" hembusan napas aida begitu terasa berat.


"Ini bawa bekel nya"ucap aida sambil menyodorkan kotak makan.


"Alex gak butuh itu" ucap Alex sambil melangkah pergi.


...----------------...


"Alex" ucap seorang gadis dari belakang.


"Apa" ucap Alex


"Nebeng boleh" ucapnya sambil menghampiri Alex


"Gak, udah Deket tanggung kamu jalan ajah"


alex memang sudah ada di depan gerbang sekolah ia sengaja menghentikan motornya arena ada Gita yang memanggil dia. Gita gadis itu sengaja duduk di taman depan sekolah untuk menunggu dan mendekati Alex.


"Ihhh Alex numpang yah, sebentar doang sampai parkiran" ucapnya merayu.


"Gak, gue males" ucap nya lalu menyalakan motor nya hendak menjalankan nya. namun Gita tak rela melepas Alex begitu saja, ia sekarang berlari ke depan dan menghadang motor Alex.


"Gue tabrak lu yah" ucap alex


"Alex ihh nebeng sebentar dong yah, kali ini aja" ucap gita, Galexsa tak menghiraukan perkataan itu dia terus berjalan maju hingga hampir cukup dekat dengan Gita, namun belum sempat Alex berbelok ke samping, Gita sudah terjatuh di hadapan motor Alex.


..."Lihat tuh Alex nabrak Gita"...


..."Iya, apa Alex gak kasian Ama Gita hingga ia kaya gitu"...


..."Lihat tuh Gita sampi terluka"...


..."Kasian banget sih Gita*"...


..."Ih Alex serem banget sih,dia gak punya belas kasih"...


..."Ganteng-ganteng tapi jahat"...

__ADS_1


Begitulah suara-suara murid yang melihat kejadian itu tanpa mengetahui hal yang sebenarnya.


"Naik" ucap Alex kesal. sungguh seyum terukir begitu lebar di wajah Gita, ia sekarang merasa telah menang dari Alex meskipun lututnya sedikit berdarah


__ADS_2