Galexsa

Galexsa
awal pertemuan


__ADS_3

"Pak apakah murid yang anak saya pukul masih bisa di selamatkan?" tanya aida,dia mengkhawatirkan murid itu akan mati di tangan anaknya


"Kami kurang tau Bu, hanya saja yang kami dengar Galang perlu melakukan donor darah,namun persediaan darah A di rumah sakit habis"


"Pak maaf kan anak saya,saya akan bertanggung jawab atas tindakan anak saya,saya akan mencarikan donor yang cocok untuk murid itu" ucap aida yakin..


Permasalah sering muncul di keluarga itu oleh galexsa, mulai dari pembunuhan, penganiayaan, dan kasus kriminal lainnya yang di lakukan galexsa di negaranya yang dulu, bahkan galexsa hendak masuk penjara namun semua itu tersingkirkan karena kekayaan keluarganya. oleh sebab itu juga,salah satu alasan tersembunyi mengapa keluarga galexsa pindah ke negara Indonesia.


Aida dan Wihan berharap dengan pindahan keluarga itu ke sini bisa merubah sikap galexsa. mereka mengira karena pertemanan dan lingkungan lah yang mengakibatkan anaknya seperti itu bahkan anaknya tertular penyakit Gey ketika galexsa menginjak kelas delapan SMP


Namun penyakit Gey itu sedikit sirna dari pikiran orang tua galexsa, ketika mereka mengetahui anaknya itu menyatakan cinta pada seorang gadis di sekolah itu menggunakan speaker sekolah.mulai dari situlah wihan mencari tau tentang zajila dari beberapa anak buahnya. hingga perjodohan itu di tetapkan ketika wihan telah mengetahui semuanya tentang keluarga zajila kecuali perlakuan intan dan saudara tirinya kepada zajila.


Keputusan orang tua galexsa semangkin matang ketika anak buahnya itu memberi tau bahwa Alex perbelukan dan berciuman dengan zajila ketika di toko buku. bahkan wihan berencana perjodohan ini bisa cepat terjadi, mereka berharap zajila dapat menyembuhkan penyakitnya anaknya itu dan dapat merubah sikap anaknya.


Masih ingat gak ciuman pertama zajila?


dan zajila di jodohkan oleh papah nya?


Yah galexsa suka maen tangan dan sering melakukan kekerasan namun semua itu terhenti ketika dia bertemu dengan zajila. Entah karena ia terlalu sibuk mengejar cinta zajila sehingga lupa akan kebiasaan nya yang dulu,atau karena ia ingin berubah.


...flashback...


...( POV galexsa)...


Hari ini cukup mendung, hujan seperti akan segera turun, aku berjalan mengelilingi kota mengenali semua tempat tinggal ku yang baru ini.


Aku melihat ada seekor kucing yang mendekati ku, ia terus berjalan ke arah ku, sungguh aku kesal akan hal itu

__ADS_1


"mau apa kucing sialan itu" batin ku


lekas itu aku pun menaiki motor ku, namun kucing itu terus membuntuti ku. Kegilaan ku mulai datang, aku berencana menabrak kucing itu secara perlahan-lahan hingga ia mati. Jelas hal itu membuat aku bahagia membayangkan nya saja mampu membuat tersenyum apalagi langsung melakukannya. kia aku mulai melajukan motorku ke depan dan mundur ke belakang secara cepat.


Yah sesuai dengan dugaan ku kucing itu akan terluka, di sana terlihat kucing itu yang tak bisa berjalan dengan kakinya yang berdarah, sungguh aku ingin mengulanginya kembali sampai kucing itu mati.


Namun seorang gadis menghampiri kucing itu, ia mengendong kucing itu dan membawanya entah ke mana, aku yang melihatkan hal itu menjadi geram pada gadis itu, bisa bisanya dia membawa mangsa ku


Aku terus membuntuti gadis itu, Hinga gadis itu berhenti di sebuah apotek ia masuk ke dalamnya. Aku pun hanya bisa menunggu dari luar,tak lama gadis yang terlihat lebih muda dari ku itu keluar dengan membawa kucing tadi dengan keadaan jauh lebih baik,


terlihat perban terdapat di kaki kucing itu.


Gadis itu terus berjalan hingga dia berhenti di suatu taman kemudian duduk,ia berbicara pada kucing sialan itu.


"Meong"


"Meong"


"meong" aku pun tertawa mendengar balesan kucing itu, dia hanya bisa mengeong.


"kamu lapar?"


"meong"


"kamu tunggu di sini yah aku mau beli sate dulu di sana" aku melihat gadis itu menunjuk penjual sate di sebrang jalan.


"meong"

__ADS_1


"Kucing pintar, tunggu ya kamu jangan ke mana-mana"


"Dasar gadis gila bisa bisanya dia berbicara dengan kucing" monolog ku


Tak lama kemudian gadis beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan jauh dari taman.aku yang melihat itu pun melangkah kan kaki ku ke korsi,aku berniat untuk melanjutkan hal tadi yang sempat terganggu oleh gadis aneh itu.aku menggendong kucing itu melangkah pergi jauh dari tempat itu,namun suara perempuan menghentikan langkahku


"HEYY kamu yang membawa kucing ku"


"BERHENTI" ucap gadis itu, akupun berhenti dan memutar badanku terlihat gadis aneh itu membulatkan matanya ke arah ku, dan ia membawa kayu di tangan kanannya.


"DASAR PENCURI" jerit gadis itu ke arah ku. ku lihat wajah gadis itu dengan jelas, seketika badanku membeku,kaki ku sulit untuk di gerakan, aku rasa tubuhku telah mati.


Ketika gadis itu sudah dekat di hadapan ku, tubuhku pun semangkin kaku. lantas tak lama gadis itu memukul ku dengan kayu.


"Kembalikan kucing ku"


"Kamu mau bawa kemana kucing ku, pencuri"jerit gadis itu,dia terus saja memukuli ku. Aku tak merasakan sakit di tubuh ku, haya saja aku merasakan jantung ku berdetak lebih cepat.


Aku terus menatap manik mata gadis itu yang melotot ke pada ku, aku rasa gadis itu sungguh imut. Tak lama gadis itu hendak mengambil kucing dari gendongan ku,namun aku mengeratkan cekalan tangan ku pada kucing itu, tak sengaja tangan kita bersentuhan sedikit lama,hal itu membuat badanku gemetar,


Selama ini aku tak pernah bersentuhan dengan wanita, untuk dekat kaya gini saja jarang apalagi sampai kulit ku bersentuhan.


yah hal itu karena diriku sering maen dengan pria membuatku merasa nyaman bila dekat bersama pria, dan dengan sadar aku menjaga jarak dengan wanita entah mengapa aku merasa tidak nyaman berada berdekatan dengan wanita, aku merasa jijik dengan wanita bahkan perutku akan terasa mual bila bersentuhan dengan wanita hal itu tak terkecuali kan pada mamih ku.


Namun hal itu tidak terjadi pada saat ini,aku tak merasa mual, dan jijik pada wanita di depan ku. Bahkan hatiku ingin terus menatap wajah wanita itu ada di depanku.


Karena gadis ini terus berusaha mengambil kucing dari gendongan ku, aku mengangkat kucing itu ke atas agar gadis kesusahan mengambil kucingnya dan dia akan memohon kepada ku untuk mengembalikan nya, namun dugaan ku salah gadis itu terus saja berusaha mengambilnya hingga tak sadar dia memegang pinggang ku menjadi kan menjadikan itu sebagai tumpuan nya, tak lama kemudian tubuh kita terjatuh.

__ADS_1


Sungguh badan ku terasa panas, keringat mulai bercucuran dari badan ku, jantungku? jangan tanya lagi, jantungku berdetak sangat cepat dari sebelumnya, bahkan rasanya jantungku ingin keluar dari tubuh ku, gemetar terasa begitu kuat di badan ku, mataku terus saja menatap manik matanya tak lama dia juga menatap ku, sekarang Pandangan kita terkunci kan satu sama lain, aku tak tau apa yang dia pikirkan namun kami cukup lama saling terdiam, tak selang lama dia mengalihkan pandangannya dari ku kemudian ia berdiri, tak lama aku pun ikut berdiri dan merapihkan pakaian ku.


"Ahh sial gara gara kamu kucing ku kabur" umpat gadis itu, sembari menampakan mimik mukanya yang hendak memakan ku, sungguh sangat cantik ia seperti itu. Aku pun melangkah mendekat kan tubuhku padanya menyesakan sedikit jarak di antara kita memperhatikan raut bibirnya yang memancus, sungguh aku ingin melahap bibir itu.


__ADS_2