Galexsa

Galexsa
sebagai topik pembicaraan


__ADS_3

Tia hanya bisa terkekeh kecil di Sanah, melihat orang yang sangat ia cintai itu membela orang lain.tiapun kembali menarik lengan jila dan menjambak rambut itu


Hinga membuat situasi di ruangan itu menjadi panas kembali,


suasana pun kini tak terkendali saat kedua gadis itu yang tadinya menjambak rambut kini saling memukul,dan mencakar. bahkan Tia yang tidak terima pacarnya itu membela jila tidak segan-segan mencakar lengan zajila,hingga bekas cakaran itu terlihat jelas di sana sampai-sampai sedikit mengeluarkan darah.


"Ahh se*** lu" ucap jila yang tak terima lengannya terluka, cukup ibu dan adik tirinya saja yang melukainya tidak dengan orang lain, dia tidak mau dirinya tersiksa dan terlihat lemah tak berdaya di hadapan orang lain cukup di hadapan ibu dan adik tirinya itu iya begitu serta tak melawan hanya demi kebahagiaan papahnya.


"Dasar lu genit" teriak Tia yang merasa sakit di lehernya karena cakaran jila.


"Cih lu bilang gue genit, asal lu tau yah gue kesini karena di ajak ketemuan Ama pacar lu itu" ucap Tia


"JAGA YAH MULUT LU, pacar gue gak kaya gitu"


"KALU LU GAK PERCAYA TANYA AJA AMA AFRAN" teriak jila yang merasa rambutnya hendak lepas dari kepalanya. Tia pun melepaskan tarikan rambut itu dan ia menajamkan matanya ke Afran. Afran yang mendapat tatapan itu hanya bisa menggelengkan ia tak menutupi semua kebohongan nya


"Bang*** lu" ucap Tia lalu lekas pergi dengan api yang masih berkobar-kobar


"Tia tunggu,aku bisa jelasin" teriak Afran sambil mengejar pacarnya itu yang sudah pergi jauh.tanpa sadar pertengkaran mereka berdua sendiri tadi ada yang merekam nya.


Alex yang melihat mereka berdua langsung mengarahkan pandangannya kepada jila, ia menatap jila dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Afran" lirih Alex sembari tersenyum miris kemudian pergi meninggalkan jila. jila hanya bisa mematung.


"kenapa kaya gini" batinnya sembari melangkah kan kakinya keluar dari kafe.


Pertemuan yang tadinya untuk menerima permintaan maaf Afran kini menjadi gagal,semua rencana zajila dan Afran menjadi luntur seketika, yang tadinya mereka niatkan pertemuan ini sembari membahas beberapa rencana kegiatan yang akan di adakan di sekolah menjadi tertunda.


...----------------🍃...


"Zajila sini sayang" ucap intan yang melihat anak tirinya itu baru pulang.


"Ada apa mah" ucap jila yang heran mendengar perkataan intan yang lembut. iapun memutar badannya dan melangkahkan ke ruang keluarga.


"Pantas aja mamah ini lembut ternyata ada papah,sejak kapan papah pulang?bukankan papah pulangnya nanti dua Minggu lagi! kenapa papah tiba-tiba pulang?" batin jila


"Jila papah sudah bilang bukan kalu kamu akan papah nikahkan dengan anak rekan kerja papah" jila pun menganggukkan kepalanya


"Mereka menginginkan pernikahan ini cepat terjad, jadi pernikahan kamu akan terjadi bulan April"


deg

__ADS_1


Jila tak menyangka pernikahan nya akan terjadi dua bulan lagi, bukankah itu waktu yang cukup dekat.


"Tapi pah, bukankah papah bilang setelah jila Lulus sekolah, kenapa jadi bulan depan? jila gak mau pah,jila mau lulus sekolah dulu" ucap jila yang keberatan dengan pernikahan ini.


"Jila papah tidak bisa menolak permintaan pak Wihan, jadi kamu turuti saja perkataan papah" ucap alto


"Tapi pah jil___"


"Tidak ada penolakan" ucap alto lalu berkelas pergi jauh dari sana.


"Mah" ucap jila menatap sendu mamah tirinya itu


"Mah tolong bujuk papah yah, jila mohon,jila masih ingin sekolah mah" ucap jila bertekuk lutut di kaki mamah tirinya itu, tak sadar air mata kini jatuh membasahi pipinya.


"Cih dasar gak tau diri, kamu itu seharusnya senang pernikahan mu cepet terjadi, agar kamu bisa bebas dari cengkeraman dan amukan kami" ucap intan menendang jila kalau lekas pergi


"Saya harap kamu bisa cepat angkat kan kaki dari rumah ini" ucap intan di dalam hati.


...----------------🍃...


Di tempat lain terlihat seorang pria yang tengah kacau di dalam ruangan yang terpenuhi bau minuman, bayak pecahan botol minum di sana, bantal, guling kini berserakan di lantai. pria itu menangis di dalam kamar, ia melampiaskan semua kesedihan, kekesalan,dan kemarahan kepada minuman, tanpa sadar di luar pintu sana ada orang yang sedari tadi memanggil dirinya.


"Afran..


sebegitu cinta kah lu Jil Ama dia..


apa yang tidak aku punya darinya..


kenapa semua orang menyukai Afran..


mamih, jila semua orang yang aku sayang menyukai Afran" lirih Alex dalalam kamarnya


"AFRAN"


"Afran... Afran... Afran"


prang..


Alex meninju kaca yang ada di depannya untuk meluapkan semua emosinya, tak puas dengan itu ia melukai dirinya sendiri dengan membenturkan kepalanya ke tembok berharap semua kemarahan nya bisa cepat hilang namun bukan nya hilang malah ia semangkin marah ketika mengingat kata-kata zajila yang membencinya


Gue benci sama lu.

__ADS_1


jangan harap gue akan menerima cinta lu, selama lamanya gak bakal pernah gue cinta Ama lu. dan ingat jauhin gue jangan ganggu gue


Seperti itulah jawaban jila ketika Alex kedua kalinya menyatakan cinta kepada zajila.


"Gue kira lu nolak cinta gue karena benci Ama sikap gue, ternyata alasannya Afran! apa yang dia miliki sampai membuat lu suka Ama dia" monolog alex


Alex kembali melukai dirinya sendiri tanpa sadar ia melukai kepalanya dengan botol minuman, ia pun tumbang terjatuh kelantai tak sadarkan diri.banyak darah segar yang keluar bercucuran dari kepala dan juga tangannya.


Sedangkan di luar pintu sana terlihat wanita paruh baya yang sedang panik, ia berusaha menghubungi suami, sedangkan para pelayan laki laki berusaha membuka pintu kamar.


...----------------🏫...


Di sekolah berita tentang lu kemarin di kafe pun tersebar luas, bahkan sebagi topik untuk perbincangan.cemoohan,sindiran tak pernah luput dari pendengaran jila. bahkan ada yang terang-terangan menunjukkan rasa tak suka pada dirinya.


"Dasar jamet, di sekolah doang terlihat baik eh tapi di liar kaya ular"


"Bisa-bisanya gue dulu pilih dia jadi ketos nyesel gue kalu tau kaya gini"


"Munafik"


"Pantes aja Tia menjahuin dia orang munafik"


"Pacar temen sendiri aja di rebut apalagi pacar orang"


"Awas woy nanti pacar kita di rebut lagi Ama dia"


"Tukang nikung"


"kaya gak ada cowo lain, pacar orang mau di rebut"


Seperti itulah ocehan yang sering jila dengar.


namun jila tak pernah mengibaskan semuanya, dia tenang meski orang-orang membicarakan dirinya.


"Jila lu gak papa?" ucap Ani


"Alhamdulillah gue gak papah, emang kenapa?"


"Lu gak denger apa apa yang orang-orang bicarain mereka ngomong lu Jil"


"Biarin ajah, gak ada gunanya marah-marah ke mereka tidak akan merubah apapun cuma buang-buang tenaga"

__ADS_1


"Tapi Jil mereka itu__"


__ADS_2