
"percuma lu bicara panjang lebar ke mereka, mereka gak bakal memihak ke kita, malah mulut lu dong yang bakal berbusah.biarin mereka mau ngatain gue apa, mau menghina gue apa,yang penting gue tetap pada pendirian gue, biarin mereka mau ngomongin gue nanti juga mulutnya capek sendi"
"toh nanti juga hari ini akan berlalu, semua kejadian akan menjadi kenangan, dan semua masalah akan hilang, jadi lu gak usah mikirin mereka yang ngatain gue nanti juga mereka diem sendiri kalu sudah cape mulutnya"
"tapi mulut mereka gak cape-cape Jil" ucap ani
"inikan baru satu hari, inget masalah besar aja bisa reda cuma ada masalah kecil yang terus berdatangan. Bahkan masalah besar bisa terlupakan seiring waktu dan di gantikan dengan masalah lain"
"sabar Ani ini cuma masalah kecil, tenang aja masalah ini akan tergantikan oleh masalah lain, tinggal tunggu waktunya"
"lu mah Jil, lu enak bisa kaya gitu tapi gue? gue kesel Ama mereka yang selalu menghina sahabat gue" seru ani
"ingat kita di dunia ini hanya memiliki tiga hari, kemarin, hari ini, dan masa depan"
"so yang lalu biarlah berlalu, hari ini juga akan menjadi masa lalu, jadi yang kita punya haya masa depan. sekarang kita hanya perlu pokus ke masa depan yang akan datang. jadi lu gak usah mikirin yang lalu dan yang sudah terjadi percuma lu mikirin itu gak bakal bisa di putar kembali dan di ulang lagi" ucap jila
" iya, lu emang sahabat gue Zil ini zajila yang dulu gue kenal" ucap Ani sembari terkekeh kemudian mereka ke ruang kelas karena masuk sudah terdengar
zajila, Galang, dan Ani merupakan sahabat,Ani mengenal zajila ketika ia memasuki sekolah menengah keatas ia tau bahwa Galang merupakan sahabat kecil zajila,dari situ Ani mulai dekat dengan mereka dan persahabatan tiga orang pun terbentuk, mereka memutuskan untuk selalu bersama Hinga ketika mereka lulus mereka bersepakat untuk satu sekolah dan satu kelas.
terlihat seorang guru memasuki ruangan kelas itu, ia mulai menaruh bukunya di atas meja dan mendudukan diri di kursi. sak berselang lama guru itu mengabsen menyebutkan satu persatu nama murin di kelas itu hingga tiba pada nama yang sering membuat guru itu pusing dengan masalah yang selalu murid itu lakukan.
"Galexsa"
"dia sakit Bu" ucap salah satu murid
"sakit apa, tumben dia sakit"
"kata sepupunya dia koma bu di rumah sakit J__"
zajila yang mendengar berita itu pun lantas terkejut, ia tidak menyangka Alex yang kemarin temui dalam keadaan baik-baik saja kini tengah koma di rumah sakit"
"sejak kapa?" tanya jila
__ADS_1
"katanya sih dari semalem"
" ya sudah nanti kita jenguk dia" ucap guru itu yang memang sudah seharusnya seperti itu karena ia merupakan wali kelasnya.
Sura bel istirahat kini bergema di sekolah itu membuat para murid merhamburan keluar menuju kantin termasuk jazila Ani dan Galang mereka bertiga kini sedang duduk di kantin menunggu pesanan.
"Jil liat tu" ucap Ani
"apaan"
"itu.. loh cowo yang lagi berdiri itu" jila yang mengikuti arah mata sahabatnya itu pun langsung menemukan apa yang di tunjuk sahabatnya.
"kenapa?"
"ikss lu tuh, ya sapa tau bisa gantiin Afran di hati lu" ucap Ani terkekeh, Ani sengaja berbicara seperti itu dan sering vmendekatkan jia dengan pria lain agar zajila dapat melupakan cinta pertamanya.
"huuu mungkin" ucap jila yang melihat pria yang cukup lumayan tampan dan juga rapih
"katanya dia anak baru di kelas IPS1"
"Oo doang?" ucap Ani yang tidak terima dengan balasan sahabatnya
"ya terus gue harus apa?"
"yah lu deketin dia lah, sanah"
"ogah gue laper" bales jila yang memang males meladeni keinginan sahabat anehnya itu. Ani yang mendengar jawaban jila tanpa segan segan menarik lengan jila ke arah laki laki itu.
"Ani lepasin gue"
"dah lu diem aja, turutin kata-kata gue, gue jamin yang kali ini gak salah" ucap Ani yang terus menarik jila membawanya, sesudah hampir dekat Ani mendorong tubuh jila kearah laki laki-laki itu, karena kehilangan keseimbangan bukan mendekat jila malah menghilangkan jarak di antara mereka.
jila kini menumbuk badan laki-laki itu, membuat minuman yang tengah di bawa jila jatuh ke baju siswa itu, sehingga peris itu marah pada jila.
__ADS_1
"Lu..." ucap laki-laki itu sembari berdiri membersihkan bajunya
"maaf gue gak sengaja"
"alah lu alasan aja, lu sengaja kan mau deketin anak baru, dasar cabe" ucap siswi yang lewat di antara mereka.
"bacot lu" ucap jila pada gadis itu.
"kalu gak tau apa-apa diem" sinis jila
sedangkan laki-laki yang tadi ditabrak jila, terus memperhatikan mereka berdua ada senyum samar di wajahnya.
"o lu orang yang menjadi bahan perbincangan di sekolah ini?"
"iya kenapa?"
" wihh keren lu yah bisa menjadi topik, bahkan keberadaan gue di sekolah ini gak di hiraukan cuma gara-gara masalah lu itu"
"keren? lu mau?"
siswa itu menyekerut kan dahinya tidak mengerti dengan perkataan siswi di depannya
"lu mau jadi topik?" perjelas jila
"kalu lu mau gampang, lu tinggal menyatakan suka ke gue di lapangan utama menggunakan toa, dan gue bakal terima cinta lu setelah itu lu dan gue akan menjadi topik utama deh" ucap jila.
bukan tanpa sebab jila berkata itu, dia ingin membungkam mulut orang-orang yang selalu mencemooh dirinya, yang selalu mengatakan cabai, genit, tukang nikung, jamet dan yang lainnya. dan dia yakin dengan caranya itu, sebab dulu saja pas Alex menyatakan cintanya menggunakan sepeker sekolahan menjadi topik utama di sekolah meskipun jila menolak cintanya, apalagi kalu zajila menerimanya mungkin topik itu tidak akan tergantikan sampai mereka lulus.
dan satu lagi alasan lagi kenapa jila seperti itu karena yah pasti untuk melupakan Afran,ya sapa tau dengan dirinya memiliki pacar bisa melupakan cinta pertamanya. Dan membuat Ani berhenti mengenalkan dan mencarikan cowok untuk dirinya, pascalnya orang yang selalu Ani dekatkan dengannya pasti orang yang seperti Alex yang selalu di hukum dan menjadi incaran guru BK. namun kali ini pilihan Ani cukup baik di lihat dari penampilan nya rapih dan wajahnya cukup tampan yah meski masih tampan Alex. itulah pemikiran jila atas sikapnya.
"Gila lu" ucap Aldi kemudian melangkah kainya menjauhi zajila, tidak lupa dengan senyum yang samar terukir di wajah.
"apa dia memberiku kode, ahh dasar gila bisa-bisanya dia menyuruh ku menyatakan cinta kenal saja belum" batin Aldi.
__ADS_1
selama ini belum ada yang berani menyuruhnya untuk mengatakan cinta, apalagi di tempat terbuka. Kalu ada yang menyukai dirinya sudah pasti perempuan itu yang menyatakan cintanya kepada Aldi, bukan seperti jila yang menyuruh dirinya untuk menyatakan cinta.
"dasar gadis aneh" gumam aldi sembari tersenyum.