Galexsa

Galexsa
terbongkar penolakan 1


__ADS_3

hari ini hari terakhir Alex di skors, begitu bahagia Alex ketika ia bisa bertemu lagi dengan zajila, ia akan memotong rambutnya agar terlihat rapih ketika masuk sekolah


di perjalanan cuaca cukup teduh menambah mud Alex yang baik, senyum terukir di mukanya ketika ia mengingat mengerjai zajila.


sudah lama gue gak ngerjain lu Jil, perasaan lu gimana ya, apa lu bahagia karena gak ada gue apa lu malah kehilangan? kalu aja lu tanya gue pas masuk sekolah besok tentang ke adaan gue dua Minggu ini gue bakal senang banget, gue kangen Ama lu Jil.


tapi mana mungkin lu tanya kaya gitu, lu kan benci Ama gue, di tambah lagi sahabat kecil lu itu masuk rumah sakit gara gara gue, gue gak tau reaksi lu pas gue udah masuk sekolah, moga-moga an lu gak ngediemin gue.


di tengah perjalanan Alex melihat Afran yang tengah masuk ke kafe, ia sedikit heran kenapa tidak ada Tia yang biasanya selalu Afran gandeng.


"mungkin Tia sibuk" batinnya karena tak mau berfikir negatif, apalagi setelah melihat Afran yang melangkah kan kakinya ke seorang gadis yang tengah menunggu.


ehh tunggu, ko gue kaya kenal ya sama cewe itu batin alex menghentikan langkahnya karena melihat gadis yang membelakangi dirinya, itu mirip dengan zajila.


gadis itu kini tengah berbincang dengan Afran, terlihat pembicaraan mereka sangat seru dari luar jendela,sampai sampai gadis itu tertawa dan menghadap ke arah jendela luar, lantas Alex langsung bersembunyi.


"zajila" batin alex


matanya kini membuat sempura iya tak menyangka jika zajila dengan Afran sedekat itu, padahal Alex tau jila tak pernah dekat dengan seorang peria selain sahabat kecilnya itu.


kini Alex masuk ke kafe itu dengan cara sembunyi-sembunyi, ia takut jila atau pun Afran melihat dirinya, ia melupakan niat awal dirinya keluar untuk ke salon memotong rambut. kian sudah menemukan korsi yang pas dengan dirinya,Alex pun duduk di korsi itu di bagian paling pojok ruangan.


"mau pesan apa mas?" tanya pelayan yang sudah lama menunggu orang itu yang sendari tadi hanya menutupi wajahnya dengan menu.


"semua masakan yang enak di sini" ucap Alex tak mau ambil pusing apalagi ia harus membaca menu itu,karena sekarang matanya Hanya tertuju pada dua insan yang sedang tertawa.


Alex pun merongkoh kantung celananya mengambil benda pipih yang sendari tadi tidak di mainkan


Tia lu dimana? lu sibuk? pesan pun terkirim bercentang dua tak lama pesan itu pun di balas.


gue di rumah, kenapa emang?


lu tau Afran di mana?


kalu ga salah dia pergi Ama temannya


siapa?


gak tau kata Afran sih Ama teman laki-lakinya

__ADS_1


bodoh lu bales alex


setelah mengirim foto kepada Tia Alex langsung mengakhiri chat an itu.kini Alex tau sekarang Afran bermain di belakang Tia, senyum licik tergambar di wajah nya.


mau mauan aja lu Jil di deketin Ama Afran yang udah punya pacar. batin alex


"ini mas pesanannya" ucap pelanyan yang menghidangkan beberapa makanan hingga meja itu persegi panjang itu terpenuhi


"mas apa mas sanggup makan semua ini?" tanya pelayan yang cukup heran, dengan pesanan Alex yang begitu banyak


"bukan urusan lu" ketus Alex, pelayan itu pun kemudian pergi meninggalkan meja itu, tak lama Alex pun menelepon seseorang untuk datang ke tempat.


tak berselang lama segerombolan orang menghampiri Alex dengan pakaian yang sama, dan motif tengkorak di belakang baju nya.


siapa mereka? tanya jila pada Afran ketika melihat kurang lebih 12 orang yang berpakaian hitam, masuk ke kafe mereka, Afran yang di tanya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"ko kaya Arya" batin jika ketika melihat salah satu dari orang itu, tapi dia tak yakin apakah itu adik nya atau bukan karena orang itu membelakangi dirinya.


"kamu kenapa" ucap Afran yang melihat jila terdiam, dengan matanya yang fokus melihat segerombolan orang tadi,


"kamu liat apa?" ucap Afran sembari menepuk pundak jila, yang berhasil membuat jila kaget


bukan kayanya Jil, mana mungkin Arya ikut-ikut an anak seperti itu dia masih kecil, baru kelas delapan apalagi Arya bersama mamah, yang pasti mamah melarang nya. batin jila zajila pun kini menyantap makanan itu lagi,sembari berbincang


Tampa mereka ketahui, di luar sana sudah ada seseorang yang melihat gerak gerik mereka, tangannya kini terkepal nan matanya memerah.


"makan lah sepuas kalian kalu kurang bisa nambah" ucap Alex kepada teman-temanya itu.


"tumben lu ngajak kita ke sini" ucap nikol yang heran, biasanya Alex memesan makanan dari restoran dan makan bersama anak motor nya itu di markas.


"iya, kenapa lu kesambet ya" timpal Ardi yang juga heran, namun pertanyaannya mereka tak di gubris oleh alex


"wih wih wih kayanya bos kita lagi bersembunyi deh" ucap ardi yang melihat mata Alex terpokus pada meja di depan sana.


Ardi tau Alex kini sedang menahan amarah karna melihat zajila orang yang sering di ganggu Alex bersama peria lain.bahkan peria itu mengelap sudut bibir jila ketika ada sisa makanan di bibirnya.


"bukan bersembunyi tapi lagi mengawasi" timpal nikol sambil tertawa ketika mengetahui ada zajila di sini


"sebentar lagi saingannya muncul nih" lanjutnya sembari terkekeh.

__ADS_1


"bukan singa lagi, udah setan yang muncul"timpal Ardi terkekeh sedangkan Gion dan Al hanya terdiam mereka sudah terbiasa dengan suasana seperti ini.


"Gion coba kamu samperin mereka" ucap Alex pada orang kepercayaan nya,lantas gion langsung bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju meja depan itu


"hello Jil" ucap Gion ketika sudah sampai


"hello juga" bales jila kaku karena melihat Gion berpakaian yang sama dengan gerombolan orang tadi.


"lu lagi apa di sini" ucap Afran yang melihat Gion hendak duduk di sebelah jila.


"mau makan lah"


"sana pergi lu ganggu tau gak" usir Afran yang terganggu dengan adanya Gion


"lu yang terganggu tapi jila gak tuh" ucap Gion sembari melihat jila, jila pun hanya bisa menggagalkan kepalanya.


"lu bareng orang-orang itu?" tanya jila sembari menunjuk segerombolan orang itu, Gion pun mengangguk kepalanya


"ada yang bernama Arya ga?"


"gak ada, adanya juga raya"


"oo" beo jila ia merasa bersyukur karena orang yang tadi ia liat ternyata salah


"Hay ketua OSIS" sapa Ardi yang mendekati mereka kemudian duduk


"Ardi" ucap jila, jila tak menyangka ardi juga ada di Sanah, bahkan mengunakan pakai an yang sama dengan Gion.


"lu sama Gion satu geng?" tanya jila yang di bales dengan anggukan kepala oleh kedua orang itu.


kok bisa? bukankah mereka selalu berantem di sekolah, dan tak pernah akur kenapa bisa satu geng batin jila, yah jila bisa mengenal mereka karena mereka sering di hukum karena berantem,entah masalah apa pun bisa membuat mereka berantem


"ko bisa?"


"bisa lah Kitakan bestie, nikol juga satu geng Ama kita" jawab ardi


siapa yang tak kenal nikol, seorang peria yang Playboy di sekolah ya,yang selalu membuat para wanita berkelahi merebut kan nikol hingga berujung di hukum.


"brak" meja itu pun di gerebek oleh seseorang yang sudah menahan emosi sejak tadi.

__ADS_1


"ti. ti Tia" ucap Afran gugup


__ADS_2