
"Dasar kau jamet" Tia berteriak penuh amarah, dan tanpa basa basi menjambak rambut wanita di depannya itu sambil terus memaki.
Zajila yang mendapat serangan mendadak itu pun berusaha melepas tarikan dirambutnya yang terasa menyakitkan"Ehh lepasin gue, apa yang kau lakukan" teriak jila
"Dasar jablay,berani-beraninya lu ya ngedeketin pacar gue, dasar tukang nikung"teruak jila yang terus menarik rambut jila dan memakinya
"Apa maksud lu"zajila yang tidak terima yang terus di maki dengan julukan jamet,jablay, tukang nikung,munafik, yang terus di lontarkan Tia kepadanya,tanpa segan membalas jambakan rambut itu.
"Gak tau diri, munafik,gue benci Ama lu" lariak tia
"Lu pikir gue gak?bahkan gue lebih benci Ama lu"zajila yang memang sendari dulu sering menghadapi situasi seperti ini dengan siswa-siswi yang tidak terima dengan hukuma yang ia berikan.ia tak mau mengalah dan terus menarik rambut tia dengan kasar.bahkan dapat ia pastikan rambut teman nya dulu itu pasti sudah berakhir mengganas kan di tangganya.
"Ah... lepasin gue cabe" teriak Tia yang merasa rambutnya hampir lepas dari kepalanya.
Ruangan pun menjadi semangkin panas dan mencengangkan akibat dua orang gadis yang bertengger begitu brutal,Tia yang berulang kali memaki dan menarik rambut zajila,lantas membuat si empu itu melakukan serangannya iya menjambak rambut tia semangkin kengkin kencang.
"BERHENTI" ucap Afran yang pusing melihat pertengkaran kedua gadis itu, Afran pun menaiki lenganTia, hingga mereka berdua terpisah.
"Tia ini bukan seperti apa yang lu kira" ucap Afran berusaha meredakan amarahnya pacarnya itu
"Diem lu, gue gak butuh penjelasan lu"
"Dan lu jangan pernah deketin Afran lagi" ucap Tia
"Lu ngomong apa? lu nyuruh gue jangan dekati Afran? emang lu siapa? apa hak lu ke gue? hingga lu berani ngatur-ngatur hidup gue? gretak jila, jila tak menyangka sikap Tia begitu berbeda dengan yang dulu, padahal dulu Tia Sangat penakut dan dirinya lah yang akan melindungi tia bila ada laki-laki yang mengganggu temannya itu.
Dulu waktu pertemanan zajila dengan Tia cukup dekat, Tia begitu baik dan lembut cara bicara nya yang halus dan parasnya yang cantik membuat pria yang dekat dengan bisa menyukai nya, termasuk Afran pria itu jatuh hati pada Tia pada saat zajila mengenalkan mereka berdua.
__ADS_1
Perkenankan mereka semangkin hari-semangkin dekat, Hinga keduanya saling mengutarakan rasa, jila yang yang merasa hanya sebagai menghalangi dan pengnggu serta sakit hati bila berada di antara mereka lebih memilih menjaga jarak dengan keduanya, zajila tak mau temannya itu akan tau dengan perasaan ini dan dia juga tak mau menambahkan luka di hatinya.
Jila lebih memilih pertemanan dari pada percintaan meskipun itu merupakan cinta pertama dia rela melepaskan dan berhenti berjuang untuk menjaga pertemanan.
Namun dua bulan setelah Alex mengungkapkan perasaan kepada dirinya, tia berubah sikap kepada zajila, ia tak lagi mengirim pesan atau pun membalas pesan jila,bahkan ketika berpapasan pun Tia tak pernah menyapanya.
"Pokonya lu harus jahuin Afran"
"Cih, sebegitu kuatkah pesona ku hingga lu takut pacar mu itu menjadi milikku,lebih baik jaga pacar lu itu agar tak diambil orang?" ucap Tia lalu ia melangkah kan kaki nya hendak pergi, namun langkah nya terhenti ketika Tia menjambak kembali rambutnya
"Dasar jamet suka mencuri pacar orang" maki Tia.
"Ah lepasin gue, kalu lu kira gue kaya gitu, gue akan lakuin apa yang lu ucap itu, lepasin Ga?teriak jila yang terus berusaha melepas jambakan itu, namun tarikan itu tak kunjung lepas dari rambut nya bahkan semangkin kiat.
"Gue bakal rebut Afran dari lu" ucap jila yang sudah terpancing emosi.lantas ia membalas tarikan rambut itu.
"Lu yang lepas m****t"
"Pantas aja Afran gak suka Ama lu,orang lu kaya praman"
"Cih masih mending gue kaya preman dari pada lu kaya virus yang gak bisa hidup kalu gak ada inang nya"
"Lu bilang, gue virus?" teriak Tia yang tak terima dikatakan virus.
"Yah lu itu virus yang merusakkan kisah cinta pertama gue"
"Haha ternyata dugaan gue benar lu masih suka Ama pacar gue"ucpa Tia sembari terkekeh menahan sakit
__ADS_1
"Yah emang gue masih suka, lu mau apa?"karena sudah terkenadlikan oleh emosi jila tanpa sadar mengakui perasaan yang sudah lama ia tutupi
"Awas lu yah" ucap tia, yang lagi lagi menguatkan jambakannya.
Alex yang melihat kedua orang tersebut belum kelar bertengkar, beranjak dari duduknya. dia memutuskan untuk melerai pertengkaran itu, ia melangkahkan kakinya menghampiri mereka dan menarik zajila sehingga jila berada dalam pelukannya.
sedangkan Afran mencegah Tia menyerang zajila.
"Diem lu, lepasin gue" ucap Tia mengamuk,berusaha melepas cengkal an tangan Afran.
"Tia kamu salah paham" ucap Afran sembari menatap manik mata hitam itu penuh harap.
"Salah paham? lu bilang salah paham!" ucap Tia sembari terkekeh miris
"Di mananya yang salah paham? apa mata lu itu buta, dan telinga lu itu tuli sampei gak denger pengakuan jila tadi? dia itu mau menghancurkan hubungan kita af"ucap Tia menggebu-gebu, Sorot mata kebencian terpapar jelas di matanya menatap jila.
"Tia,jila gak kaya gitu, dia tadi cuma terpancing emosi"ucap Afran, Tia hanya bisa terkekeh, sekarang api yang sendari tadi sudah membara di dalam hatinya semangkin membara,iapun melayangkan tangannya ke wajah jila, namun gerakan itu terhenti ketika ada yang mencengkal nya.
"Jangan pernah lu sakit jila" ucap Alex penuh penekanan, iyapun melepaskan cengkalan itu dengan kasar membuat Tia terjatuh, binggul nya kini terasa sakit hingga ia sedikit sulit untuk berdiri
"Cih ternyata lu masih belain dia, padahal dia udah nolak lu beberapa kali dan lu tau apa alasannya?" ucap Tia sembari tersenyum miris.
"Apa maksud lu"
"Dasar b***h, dia itu nolak lu cuma karena Afran, dia belum ikhlas melihat orang yang ia cintai bersama yang lain, sampai-sampai dia sekarang masih jomblo,dia masih berharap pacar gue itu mencapai dia juga" seru Tia sembari menatap rendah jila. tanpa sadar Alex melonggarkan pelukan itu dan itu mempermudah jila untuk keluar dari dekapan ya, yang memang sendari tadi berusaha untuk keluar dari pelukan Alex.
"Plak" tamparan di pipi Tia berhasil membuat merah di sana, di tak menyangka pacarnya sendiri menampar dirinya
__ADS_1
"CUKUP Tia lu udah keterlaluan, lu bukan Tia yang gue kenal"