Galexsa

Galexsa
panas


__ADS_3


"apa kalian yakin tidak ada perasaan" batin yang melihat itu, Galang yang menengok ke belakang lantas melihat Ani yang sudah datang ia langsung menghampiri gadis yang tengah berdiri terdiam di tempat.


"Kenapa" Ani tak membalas ucapan itu ia sibuk dengan pikirannya sendiri.


Karena tidak dapat balasan kini Galang mengulang kata-kata nya kembali sembari melambaikan tangannya tepat di depan wajah gadis cantik di hadapannya


"Ah, apa?" ucap Ani yang sadar.


"Kenapa?"


"Ee, ini segera ganti" Ucap Ani seraya menyodorkan paper beg.


"Kau bilang pada Kaka mu untuk pacar mu?" ucap Galang sembari tersenyum mengoda


"Gak, aku langsung ambil tanpa bilang..karena Kaka ku juga gak ada di rumah" ucap nya kelas bergegas pergi.


"Ani" Ani menghentikan langkahnya kemudian menengok ke belakang.


"Makasih" ucap Galang semabri tersenyum dan di balas dengan senyum oleh Ani.


Karena cuaca sudah semangat gelap kini mereka sepakat untuk pulang, jila dengan Galang sedangkan Ani sendiri jalan kaki.


"Aku Anter ya" ucap galang pada Ani yang hendak pergi.


"Gak usah..lu Anter jila aja" ucapnya menolak, karena takut..takut hatinya semangkin jatuh dan akan semangkin sakit bila sadar akan kenyataan.


"Hati-hati" ucap Galang pada sahabatnya. Ani tak membalas ucapan itu ia terus saja maju tanpa menengok ke belakang.


Sedangkan tanpa mereka sadari sendari tadi ada orang yang memperhatikan mereka bertiga..dari jarak yang cukup jauh dengan mengunakan pakaian serba hitam, memakai kacamata hitam, masker hitam dan jangan lupa topi hitam, yang orang itu tak dapat di kenali.


Di tempat lain kini terlihat seorang pria yang masih terlihat muda tengah menatap langit yang di penuhi bintang dari balkon kamarnya.


Drett...


getar ponsel Alex dari saku celananya menandakan ada pesan yang terkirim di sana.


Ia kini langsung keluar rumah sehabis melihat pesan dari nomor orang suruhannya.

__ADS_1


"Halo kak..." ucap gita ketika mendapati telpon dari orang yang selama ini ia sukai


"ke kafe gerhana saya tunggu sekarang" ucap Alex sembari menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Karena kafe gerhana lumayan dekat dengan rumah Gita membuat gadis itu tidak datang terlambat bahkan gadis itu datang lebih awal dari pada Alex yang tadi mengubungi nya.


"Mau pesan apa ba" ucap pelayanan itu sembari menyodorkan buku menu masakannya.


Tanpa mengambil buku menu itu Gita kini menyebutkan makanan yang di pesan.


"Salad buah"


"kentang goreng"


"jus jambu dan jus alpukat"


Tak berselang lama kini Alex datang bertepatan dengan datangnya juga pesanan gadis itu. terlihat mata peria itu berkeliling mencari sesuatu.


"Bos, dia ada di lantai atas tepatnya di sebelah kanan dekat kaca" setelah membaca pesan itu Alex langsung menaiki tangga menuju lantai dua.


"Alex..mau kemana gue di sini" ucap Ani dengan sedikit berteriak agar orang itu mendengar.


"Ba, tolong bawa ke lantai dua..kami hendak makan di sana" ucap gita kepada pelayanan itu, lantas pelayan langsung mengangguk mengikuti perintahnya.


Setelah mendapat kan kursi yang cukup pas agar orang yang ada di sebelah Kakan sana dapat melihat dirinya, ia tetap duduk di sana dengan bangganya, meskipun dirinya mendapatkan itu dengan cara ketebalan dompetnya, ia tetap tak merasa sungkan ataupun malu karena mengusir orang yang sedang makan agar pindah ke lantai bawah tempat di mana Gita menduduki nya tadi dengan imbalan ia akan membayar semua pesanan orang itu.


"Alex" gumam jila yang baru sadar bahwa Alex ada di sana bersama dengan adik tirinya.


"Halo Kaka" ucap gita menyapa Kaka tirinya yang ada di meja depannya. tak lupa senyum sinis ia tunjukan kepada gadis mantan ketos itu.


Jila tak membalas sapaan Gita karena menurutnya itu hanya basa-basi belaka yang memiliki maksud di balik ucapan.


Sedangkan Alex sangat bahagia ketika raut bete di wajah jila.


"Kalian lagi apa di sini"


"Kita lagi kencan" ucap Alex


"Iyakan sayang" lanjutnya sembari tersenyum menatap wajah adik kelasnya.

__ADS_1


Api yang sendari tadi sudah menyala kini semangkin menyala, mata jila kini membulat sempurna ketika mendengar kata-kata kencan dan sayang.


Gita mengangguk menjawab ucapan itu sembari memeluk lengan kekar itu sungguh hatinya sangat bahagia ketika orang yang ia cinta kini membuka hatinya.


Galang yang tau akan perasaan sahabatnya tanpa segan mengusap punggung jila, ia berharap dengan begini dapat sedikit meredakan amarah itu.


tapi bukannya mereda amarah itu semangkin bertambah ketika melihat Alex menyuapi adik tirinya. Namun meskipun begitu tak mungkin dirinya melabrak Gita karena di sini sangat ramai bila ia melakukan itu sungguh itu sangat memalukan.


"Oky aku ikuti permainan mu" batin jila sembari mengambil satu sendok besar makanan dan menyuapkan kepada orang yang ada di sampingnya.


"Aa..." ucap jila pada Galang. Galang mengikuti perintah sahabatnya itu, ia menerima makanan itu tanpa sungkan.


"Gimana enak?"


"Enak banget apalagi yang yuapin kamu" ucapl Galang jujur dengan begini ia dapat memberitahu perasaan nya pada jila, meskipun itu akan berhasil atau tidak


"uhk..uhkk" Alex terseak mendengar pembicaraan itu, sungguh Galang sangat pintar sekali menggombal, iya yakin bahwa galang memiliki perasaan pada sahabatnya.


"Kenapa kamu sayang" ucap gita sembari menyodorkan minuman. Alex hanya menjawab dengan gelengan kepala tetapi matanya terus saja menatap kedua orang di depan itu dengan tajam.


Jila yang tau Alex menatap begitu ia tak kalah juga menatap Alex dengan sengit.. sungguh ia sangat kesal pada Alex yang selalu menolak diri nya tapi tidak dengan gadis lain.


Acara saling pemanas- panas itu terus berlanjut selama mereka makan dan jila terus mengikuti tingkah Gita yang memeluk dan bertingkat Maja pada Alex ia lakukan kepada Galang. sedangkan Galang menerima itu tanpa beban bahkan ia membantu rencana jila dengan memanjakan gadis itu.


Sedangkan acara itu di lihat oleh ani yang harus saja datang di sana bersama kakaknya.


"Kamu kenapa?" tanya Arsa yang melihat adiknya hanya terdiam sembari menatap ke arah anak yang seusia adiknya.


"Ga" ucap Ani pelan


"Dimakan..katanya kamu mau makan di sini" ya Ani meminta kakanya untuk mengantar dia ke kafe ini karena ia ingin makan makanan di sini..tapi ia tak menduga akan melihat Galang dan jila yang tengah bermesraan begitupun dengan Alex dan Gita. ia kira Galang dan jila langsung pulang ke rumah masing-masing.





Fisual Galang

__ADS_1


usia 18 tahun terlahir dari keluarga kaya..namu. kekayaan nya tak sebanding dengan Ani apalagi Alex. sahabat jila sendari TK.


__ADS_2