
Seperti biasanya zajila kini menyiapkan bekal untuk calon suaminya. Membawa bekal itu ke sekolah dengan senyum yang mekar, Tetapi senyum itu pasti akan luntur setelah ia memberikan bekal itu.
"Bisa Jil hari ini pasti Alex makan bekal lu" batin jila menguatkan diri karena sejak hari pertama ia memberikan bekal itu Alex selalu memberikan bekal itu pada orang lain dan itu tentu di hadapan dirinya.
"Alex..." ucap jila dengan nada ceria, ia berlarian menuju meja calon Suaminya itu, dengan senyum sumringah.
Sedangkan Alex hanya bisa menghela napas berat ketika melihat mantan ketos itu berlari kepadanya.
Ya zajila saat ini sudah tidak menjabat menjadi ketos lagi karena memang masanya sudah habis, dan sekarang ketua OSIS di gantikan oleh pemenang pemilihan tiga hari yang lalu yang di mana kelas 10 pemenangnya.
Tentu hal itu membuat zajila tambah Heppy karena sekarang ia tak usah menjaga sikap, penampilan, dan yang terpenting ia tak lagi mengurusi anak bandel.
Sekarang dirinya cuma harus pokus pada ujian sekolah dan mengejar cinta Alex. Karena zajila dengar pernikahan ini belum pasti terjadi karena itu tergantung pada Alex, bila orang itu mau menerima nya maka akan terjadi bila tidak maka di batalkan.
Sedangkan Zajila tau Alex tak lagi mencintai nya, sudah pasti pernikahan ini akan di batalkan namun sebelum itu terjadi dirinya harus berusaha dalam mendapatkan hati Alex agar hal pembatalan pernikahan tidak terjadi dan ia dapat membantu perusahaan papahnya yang sedang di ambang kebangkrutan.
Alex mengambil bekal itu dengan muka datar, ia kemudian membuka dan membawanya ke laut kelas. Menumpahkan semua isi kotak makan itu ke tong sampah.
Jila hanya bisa mematung melihat hal itu, kini air matanya sudah terbendung di kelopaknya, ia enggan untuk menurunkan air itu karena tak mau terlihat lemah.
Sakit?
Jangan di tanyakan lagi, bagaimana rasanya makanan yang telah kita buat secantik mungkin, dengan susah payah harus berakhir di tempat sampah bahkan kita harus melihat nya langsung dengan matanya telanjang sendiri.
Damn
satu tendangan berhasil melayang di tubuh Alex, kini orang itu terdorong ke lantai dengan ekspresi yang datar.
__ADS_1
"Anj**g lu, gak tau terima kasih, kalu ku gak suka balikin aja makannya jangan di buang" ucap Galang dengan nana tiga Okta dia kini mengeluapkan semua amarahnya yang sudah di pendam sejak lama. Di mana saat sahabatnya selalu memberikan bekal pada Alex namun Alex memberikan bekal itu pada orang lain.
Menurutnya Alex kini sudah kelewatan, kemarin-kemarin ia bisa menahan emosi nya karena Alex masih memiliki hati memberikannya pada orang lain meskipun terlihat muka sahabatnya yang sangat murung melihat hal itu. Tapi hari ini dia tidak kan tinggal dia mihat sikap Alex yang membuat sahabatnya berlinang air mata.
Galang terus menghajar cowok itu dengan sangat beringas dan tak ada rasa belas kasih meski telah terlibat wajah orang yang di Hajar lebam dan mengeluarkan darah.
Sedangkan Alex yang di Hajar ia tak membalas atau pun memlawan, ia hanya terdiam merelakan dirinya di hantam habis-habisan.
khis, khis khis
Kini tangisan jila sudah becar, air matanya kian bercucuran ke pipinya air mata yang sendari tadi memang sudah deras tambah Daras ketika melihat calon suami nya sudah tak sadar.
"galang sudah hentikan" seru jila sembari mendekat ke tempat kejadian, mengentikan sahabatnya untuk menyakiti Alex.
"khis khis khis"
"Bodoh lu Jil, dia udah nyakitin lu tapi lu tetap lindungi dia" seru Alex dengan emosi yang sangat memuncak, kini dirinya tidak menghantam si empu karena takut menyakiti jika yang tengah melindungi pria itu.
"Iya gue bodoh, kenpa gue bisa cinta Ama dia" ucap jila dalam tangisannya yang masih dalam posisi sama.
Tak berselang lama kini pak guru datang beberapa anak PMR yang tengah membawa tandu. mengangkat tubuh siswa itu dam membawanya ke rumah sakit.
"Galang kamu ikut saya" ucap pak guru dengan raut wajah datar. sedangkan Galang hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah kaki jenjang itu.
Tak berselang lama kini Galang kembali ke kelas dengan raut muka yang sedih.ia lantas langsung mengambil tasnya dan keluar dari kelas itu.
"Galang lu mau kemana?" ucap jila yang melihat sahabatnya keluar dengan membawa tas.
__ADS_1
"Kelas" bales Galang datar sembari berjalan cepat karena sebentar lagi bunyi bel masuk akan terdengar
"Ini kelas lu, kenapa lu keluar" ucapnya sembari berlari mengejar sahabatnya. Galang menghentikan langkahnya ketika lengan ya kini sudah di tahan oleh seseorang, ia lantas langsung membalikan badan dan terlihat si empu sudah di hadapannya.
"Lu gak di keluarin kan?" ucap jila sendu, kini ia merasa bersalah kepada Galang, andai saja ia tadi tidak berlinang air mata kini tidak mungkin sahabatnya akan keluar sekolah.
"Gak gue cuma di suruh pindah em.." kata-kata nya kini terhenti ketika hilang langsung memeluk dirinya sembari menangis, jangan lupa kata-kata maf sering keluar dari mulut gadis ini.
"Jil lu gak salah ko, jangan nangis.." ucap nya sembari mengusap rambut sahabatnya.
"Maaf..khis khis maaf" ucap jila dalam tangisannya.
"Gak papa, dah jangan nangis lagi udah ada Bu guru tuh yang mau ke kelas lu" jila langsung menghentikan tangisannya mengengadah kan kepalanya melihat ke atas, kemudian mengalihkan pandangannya ke samping mencari guru yang di maksud sahabatnya.
Terlihat guru yang tengah berjalan di koridor menuju kelas dirinya. " gue masuk dulu ya" ucap jila melepas pelukan itu dan langsung berlari menuju kelas. sekali-kali ia mengusap air matanya yang masih saja ingin turun.
Di sisi lain kini Alex sudah tersadar di umah sakit di temani beberapa teman satu geng nya dan anak PMR sedang kan para guru ada di luar ruangan karena sedang mengurus administrasi.
Tiba-tiba kepalanya kini terasa sakit dan berdenyut, Alex kini merintih kesakitan merasakan sakit yang sangat mendalam. sedangkan semua orang yang ada di ruangan itu merasa panik ketika melihat Alex yang memegangi kepalanya sembari berteriak histeris.
"Sakitt...."
"Sakitt..."
Ingatan itu kini bertebaran di pikirin Alex, di sana terlihat anak kucing yang terluka dan anak gadis yang menggambil kucing itu dan membawanya entah kemana.
Potong-potong ingatan kini bermunculan seperti film yang tengah di trailer kan, namun potong itu sulit di gangguan karena saling bertolak belakang, potongan yang satu dan yang lainnya berbeda-beda kejadian.
__ADS_1
Kini Alex tak sadarkan diri ketika sakit di kepala itu semangkin menjadi-jadi.