Galexsa

Galexsa
cinta


__ADS_3

Ya ingatan Alex mulai pulih namun hanya sebagai, ia juga tau bahwa dia dulu pernah menyukai ketos sampai-sampi ia mengejar-ngejar cintanya, tapi apa yang dia dapat bukannya mendapat balasan cinta malah mendapat caci makian yang selalu keluar dari mulut orang itu.


Meskipun ingatan itu mulai pulih, namun sampai sekarang dia masih belum tau kenapa dulu ia bisa mencintai gadis itu.


Alex hanya terdiam sembari memandang kotak makan mungil itu, ekspresi ya yang di datar membuat jila susah dalam memahami suasana hati Alex.


"Dia itu senang gak sih" batin jila yang kesal sendiri melihat ekspresi orang yang di beri makanan itu. Ya jila berharap Alex senang akan pemberian itu karena ia merasa Alex masih menyukai nya.


"Jila" teriak Ani girang. ya selama dua hari terakhir ini jila tidak masuk sekolah karena sakit, entah sakit apa dia juga tidak tau.


"Gue kangen" ucapnya sembari memeluk si empu. Suasana sekolah terasa sepi ketika sahabatnya ini tidak masuk, meski masih ada Galang yang selalu mengajak dirinya berbincang tapi rasanya beda ketika tidak ada jila di antara mereka. Ya jila bagaikan bunga yang memperindah taman, yang menjadi sosok utama memperindah, meperseru persahabatan mereka.


"Lu sakit apa sih, ampe dua hari gak masuk, sepi tau kalu gak ada lu" ucapnya sendu


"Cuma sakit gara-gara banyak pikiran" ucap jila.


"Lu mikirin apa? cerita Ama gue kalu banyak masalah jangan di Pendem sendiri jadinya kan lu sakit kalu begini" ucap Ani yang sedikit tau masalah jila dengan keluarga dari galang


"Mikirin OM-OM, TUMBAL BAYAR HUTANG" ucap jila sengaja meninggikan nada pada kata-kata akhirnya, ketika melihat Galang masuk kelas.


Kini Galang menghentikan langkahnya ketika tau kata-kata itu tertuju pada dirinya, ia mengalihkan pandangannya dan terlihat si empu sedang menatap dirinya sebal.


"Lu mikirin itu? ha ha ha" ucap Galang sembari tertawa, ia tak menyangka sahabatnya itu memikirkan ucapannya padahal itu hanya sebagai lelucon baginya"Terus gimana beneran om-om kan" lanjutnya menggoda kemarahan jila. Ya Galang senang sekali melihat jila marah karena dirinya, entah mengapa itu membuat suasana hatinya semangkin membaik.


Jila mendengus kesal, mendengar respon sahabatnya, bukanya meminta maaf tapi malah mengejeknya.


"Ck, pemikiran kuno lu itu salah, malah calon sumi gue MASIH MUDA GANTENG LAGI" seru jila, berhasil membuat si empu yang sedang menulis menghentikan kegiatan.

__ADS_1


Jila menutup mulutnya merutuki ucapannya yang ke bablasan, menyadari bahwa orang yang ia maksud ada di kelas. sungguh jila sangat malu ketika melihat Alex menatap dirinya.


" Calon Sumi, ganteng?" batin Alex


"Baru nyadar lu" seru Alex dengan tatapan sinis.


"Gak, maksud gue gak gitu"


"Terus apa? maksud lu gue jelek gitu dulu" Alex kini terus berjalan mendekat ke meja depan pintu itu, terlihat jila kini sudah gusar kebingungan.


Jila hanya bisa terdiam, dia kini kehabisan kata-kata ketika tatapan sengit terpacar sekali di raut wajah calon suaminya


"Gue tanya apa maksud kata-kata lu itu, Calon Sumi yang mana yang lu maksud ganteng selain gue, oh atau calon Sumi lu buayak gak gue doang? atau jangan-jangan lu sengaja berbicara seperti itu agar lu tau sahabat mu ini cemburu atau tidak" selidiki Alex.


Jujur jila ingin mengakui bahwa Alex ganteng، tapi ego nya yang terlalu tinggi membuat i urung mengakui nya.


"Gue tau Jil, lu gak suka Ama gue dulu tapi jangan harap gue masih suka Ama lu, jadi kita batalin aja pernikahan aneh ini" putus Alex yang memang tak ingin menikah apalagi bersama jila orang yang ia benci.


Deg


batal


hatinya terasa tersesat mendengar hal itu, hati yang tadinya bahagia hendak menikah dengan orang yang kita cinta kini hancur begitu saja.


Apalagi mengingat kata-kata papahnya yang menyuruh dirinya untuk menerima pernikahan ini untuk memperbaiki perusahaan itu. bila batal pasti perusahaan papahnya akan bangkrut terus dimana dirinya dan keluarganya akan tinggal terlebih lagi pasti papah nya akan sangat marah kepadanya karena batalnya pernikahan ini.


"Lu pikir gue mau nikah Ama lu, GUE GAK MAU NIKAH AMA LU" teriak jila dengan air mata yang berbinang sembari berlari meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


ya, jila terlalu gengsi untuk mengungkapkan perasaan nya, apalagi sama seorang yang sudah kita tolak berulang kali.


"BAGUS KALU LU GAK MAU GUE JUGA GAK MAU NIKAH AMA MODEL KAYA LU" teriak Alex yang melihat jila semangkin jauh dari hadapan nya.


Sedangkan seisi ruangan itu hanya bisa melongo melihat kejadian itu, mereka tak menyangka jila dan alex kini di jodohkan terlebih lagi kedua belah pihak yang akan di nikahkan saling menolak.


Ani yang melihat itupun kini ia tau ternyata orang yang di maksud calon suami sahabatnya adalah Alex, orang yang dulu sering mengejar-ngejar cinta sahabat nya itu.


Ani pun Kini menyusul jila yang berlari, sedang Galang hanya terdiam di tempat ia terlalu terkejut mendengar pertanyaan itu. Ada rasa tak terima di hatinya ketika mengetahui calon sumi sahabatnya ternyata Alex.


"Jil lu gak papa kan" ucap Ani yang melihat sahabatnya menangis tersedu-sedu di ruang OSIS.


Jila menggeleng kepalanya dia masih enggan menceritakan semuanya pada Ani.


"Jil kalu lu suka lu kejar dia jangan nangis kaya gini, lu nangis gak bakal merubah apapun" lanjutnya, Ani tau sahabatnya itu sudah mulai menyukai Alex meskipun jila tak memberitahu dirinya ia tau sendiri karena gerak-gerik jila yang cukup aneh menurut ketika ada Alex.


"Kenpa ni, kenpa cinta ini datang ketika dia gak suka lagi Ama gue"


"Kenapa gue sesakit ini ketika Alex membenci gue" ucap jila dalam tangisan


"Kenapa gak dulu aja Ani gue suka Ama dia kenapa sekarang?"


"Sabar ya jila, gue yakin lu bisa nanganin masalah ini"


"Gue gak mau ni kaya gini, gue gak mau perasaan ini ada ni" ucap jila yang merasa sakit hati ketika perasaan ya tidak terbalas oleh Alex.


"Jil cinta itu emang datang tiba-tiba tidak bisa datang seingin kita, tapi gue yakin ko suatu saat Alex juga bakal cinta lagi Ama lu, lu cuma harus berusaha seperti Alex dulu ke lu" kini jila tersadar akan kelakuan nya dulu terhadap Alex, di tambah kata-kata yang tak pernah di pikir dulu sebelum keluar tentu hal itu akan membuat sakit hati orang yang mendengar nya.

__ADS_1


__ADS_2