Galexsa

Galexsa
Arya


__ADS_3

Namun sudah hampir tiga jam mereka menunggu, tetapi zajila tidak tampak sama sekali batang hidungnya, membuat kedua orang itu kelelahan sendiri.


"Kayanya jila ngerjain kita deh mah"


"iya kayaknya"


"Gimana kalu kita hubungi papa mah, aduin Ama papah kalu anak kesayangan nya itu belum pulang sampai sekarang, biar papah marah Ama tuh bocah"


"Benar kamu sayang" intan kini menghubungi suaminya memberitahu bawah anak kesayangan dirinya terluka gara-gara zajila dan sekarang zajila tidak pulang ke rumah setelah menyakiti anaknya.


Lantas hal itu membuat orang yang ada di luar kota itu marah bercampur khawatir kepada anaknya.


Kini Dito menghubungi pihak sekolah menanyakan keberadaan jila apakah masih ada di sana atau tidak, karena ia tau biasanya anak itu akan pulang telat untuk mengurus OSIS atau sebagai nya.


Tetapi pihak sekolah menyatakan bahwa anaknya sudah pulang sejak jam enam belas, itu berarti jila pulang tepat waktu tapi kenapa sampai delapan belum pulang juga.


Sudah beberapa kali Dito menghubungi anaknya namun panggil itu selalu tidak terjawab, Hinga terpaksa Dito menghubungi beberapa temannya anaknya namun mereka tidak ada yang tau di mana keberadaan jila.


"Galang" gumamnya


karena terlalu panik ia sampai lupa tentang sahabat anaknya itu, sahabat yang sejak kecil sering berkunjung ke rumah dirinya namun sudah beberapa bulan ini sahabat anaknya itu jarang berkunjung.


Kini Dito langsung menghubungi Galang menanyakan apakah anak semata wayangnya itu ada di sana atau tidak. Dito mengela napas secara lega ketika mengetahui anaknya itu ada di sana dalam ke adaan baik-baik saja.


Ya, Dito terlalu khawatir ketika mendengar dari pihaknya sekolah bahwa anaknya pingsan di lapangan bahkan anaknya itu datang terlambat ke sekolahan dalam keadaan berantakan.


"kenapa bisa sampai pingsan" gumamnya.


Sedangkan di sisi lain Alex kini sedang berada di apartemen melihat keadaan Arya yang sudah di anggap adiknya.


Kini ingatan Alex tentang Gestarz mulai pulih kembali meski tidak sepenuhnya, ada beberapa ingatan yang terpotong bahkan tidak jelas. Ingatan itu kembali mulai dari awal terbentuknya Gasatrz Hinga pada saat pertama kali bertemu dengan Arya.


...flashback...

__ADS_1


Alex kini tengah bersiap untuk melakukan balap liarnya, semua jalan kini sudah di block, namun pada saat pertengahan balapan ada seorang anak kecil yang menyebrang sembari membawa beberapa barang bawaan.


karena ia tidak terlalu memperhatikan jalan ia menabrak anak itu hingga terpental ke samping jalan. lantas Alex berhenti saat mendengar ada suara yang cukup keras dari belakang.


Ia sungguh terkejut ketika melihat anak pria yang kira kira berumur lima belas tahun itu sudah tak sadarkan diri, bayak darah yang keluar dari tubuhnya hingga baju yang anak itu pake sudah berubah terpenuhi oleh darah.


ia kini membawa anak itu ke rumah sakit dengan hati yang was-was ia berdoa kepada Tuhannya agar anak yang tadi ia tabrak dapat selamat.


sudah hampir dua Minggu anak kecil koma di rumah sakit dan dokter menyatakan sedikit kemungkinan anak itu bisa melewati masa kerisi nya, karena memang dari luka-luka yang cukup parah dan pasien kekurangan darah yang cukup bayak membuat dokter itu menyarankan agar semuanya di pasrahkan pada Tuhan karena hanya keajaiban dari Tuhan lah yang dapat membantu mereka.


dengan keajaiban dari Tuhan kini pasien itu sudah sadar dari komanya setelah melewati masa kritis selama satu bulan. Sungguh Alex merasa sangat lega ketika mendengar kabar orang yang dia tabrak kini sudah bangun dari tidur panjang.


"siapa nama mu?"


"saya?" Alex hanya bisa menggagukan menjawab pertanyaan konyol itu menurutnya. terlihat anak itu tengah berpikir keras mengingat-ingat siapa dirinya namun ia tidak menemukannya.


"tidak tau, siapa saya?" ucap seperti orang polos yang tiadak mengetahui apapun, berhasil membuat Alex membuat kan matanya.


Kini Alex keluar dari ruangan pasien itu menuju ke ruang dokter untuk menanyakan apa sebenarnya yang terjadi pada anak itu.


Tak berselang lama iapun keluar dari ruangan dokter itu dengan raut muka yang sedih.


Iapun duduk di depan ruang pasien meratapi apa yang telah ia lakukan teihat jelas ada penyesalan di sana.


Tak berselang lama Alex kini memasuki ruangan rumah sakit itu, terlihat pasien yang tengah lahap makan.


"Nama mu Arya" ucap Alex yang tengah duduk di sofa sembari menatap orang yang ada di depan.


"Arya?"


"Ya, Arya nama mu Arya" ucap Alex sembari memperlihatkan wajah seriusnya.


Ya, Alex sengaja memberikan nama itu setelah Dokter memberikan sebuah kalung yang tertera huru R di sana. Ya kalung itu di temukan oleh salah satu suster yang pertama kali menanganinya, Suster itu menemukannya di salah satu kantong celana pasien itu, kalung itu jatuh ketika suster itu membawa Arya masuk ruang UGD.

__ADS_1


Sedangkan huruf A yang di gunakan untuk huruf depan Arya berasal dari nama panggilan dirinya. dia sengaja seperti itu sebagai tanda bahwa dirinya mulai sekarang menjadi kakanya.


...flashback off...


"Kak minum dulu" ucap Arya, namun Alex nanya terdiam, ia sedikit canggung berada di situ, namun gimana lagi ia harus menanyakan sesuatu kepada adiknya itu.


"Gimana keadaan mu, selam saya sakit?" Alex tau bawa semua kebutuhan Arya ia yang menangani, karena Arya tak mempunyai siapapun selain dirinya.


"Saya cukup baik kak ada bibi yang selalu membantu saya"


"Uang jajan apakah masih cukup" sudah hampir satu bulan Alex tidak memberikan adiknya itu uang jajan, ya karena dirinya sakit. ya bagaimana mau memberikan uang jajan mengingat saja ia tidak baisa.


"Masih kak" ucap Arya jujur. Semenjak ia mengetahui Kaka angkatnya itu masuk rumah sakit ia mulai menghemat bahkan Arya sampai berkerja sebagai menjaga toko untuk mencukupi kebutuhan nya.


"Kamu jaga toko?" Alex sebenarnya sudah tau jawabannya namun ia hanya ingin mendengar langsung dari adiknya, dan mengetes kejujurannya.


"Um.. ia kak, maaf"


ucapnya karena merasa tak enak pada Alex yang sejak dulu menghalang nya untuk berkerja.


Sedangkan Alex yang mendapat kata maaf hanya bisa terdiam, dia tak mengerti kenapa adiknya itu meminta maaf.


Tak lama dari itu setelah sedikit berbincang Alex berpamitan untuk pergi karena masih ada yang harus ia lakukan


belajar


ya apa lagi kalu bukan belajar sekarang dia sudah menjadi anak ambisi.


...----------------...


kini zajila tengah berjalan mencari angin segar, menikmati angin malam yang cukup membuatnya nyaman.


"Alex" panggil jila yang melihat motor teman sekelasnya itu melintas di depannya

__ADS_1


__ADS_2