
"Bukankah itu baju ku" ucap Arsa yang tau betul tentang baju dirinya..karena memang ada tanda khusus yang menandakan baju itu milik dia seorang, tidak akan ada yang punya dan tidak ada KW nya.
Karena baju itu dibuat pesan dan di buat langsung di perusahaan kursus milik keluarganya. Bahkan bahan, motif dan tanda kepemilikan baju itu dirinya sendiri yang membuat.
Ani yang tau maksud ucapan kakanya, ia langsung mengangguk an kepala Dan perlahan ia menjelaskan semua mengenai baju yang di pakai sahabatnya.
"Kau selalu begitu Ani.." ucap Arga kesal karena ini bukan pertama kalinya adiknya itu mengambil baju tanpa sepengetahuan dirinya.
"Maaf..tapi kan aku berbuat baik" ucap ani membela diri
"Seterah mu saja" ucap Arga sembari menonyor kening adiknya.
"aw Kaka sakit" ucap Ani kesal pada Kaka satu-satunya.
Galang yang terdengar suara yang sangat ia kenali langsung mencari pemilik suara itu..ia melihat Ani yang tengah makan bersama kakaknya.
****
Di sekolah
"Ani ke kantin yuk" Ajak jila dan galang. Ani hanya bisa mengangguk, mengiyaan ucapan sahabatnya itu. mereka duduk di korsi yang sering mereka tempati.
"Eh iya Lang, kenapa lu bisa di sini lagi" ucap Ani pada Galang.
"Lu harap gue pindah?" tanya Galang kesal karena sahabatnya tidak menginginkan kehadiran dirinya.
"Banget" ucap Ani tanpa dosa sembari memasuki makanan ke mulut nya.
"Dia gak di keluarin dari sekolah ini, hanya saja dia di skor dan pindah kelas"
"oo"
"O, doank" ucap Galang yang heran pada sahabatnya. Biasanya Ani akan menanyakan keberadaan nya, di mana kelas nya untuk mempermudah gadis itu menemuinya.
"Ani..kapan lu ambil LKS" ucap jila memindahkan topik
"Lusa kayaknya"
"Lu gal" ucap jila pada Galang. ya jila memanggil sahabat cowoknya dengan sebutan gal, sedangkan Ani memanggil nya lang.
"Gak tau, gue belum bilang soalnya"
"Ya udah gue bareng Ama lu ya" ucap jila pada Ani, yang menggukan kepala.
sudah beberapa menit mereka saling terdiam menikmati makanannya karena tak ada lagi yang harus di bicarakan, namun pada saat ini lah Ani membuka suara menanyakan apa yang ingin ia tanyakan sejak semalam.
"Jil"
__ADS_1
"Hem"
"Lu benaran suka gak sih Ama Alex"
"iya"
"lu juga suka Ama Galang?"
"Galang sahabat gue ni mana mungkin gue suka Ama dia"
"Lu Lang?"
"lu Kenap sih....nanyain itu Mulu dari kemarin?, kan gue udah bilang gue ama jila itu cuma sahabat"
"gak ada rasa sedikit pun?" ucap Ani semabri menatap intens Galang. Galang hanya terdiam dia tak bisa menjawab pertanyaan itu.
Karena Galang Hanay diam saja kini Ani tau jawabannya. Ia kemudian mengalihkan topik lagi.
"Kalian pada mau kemana sehabis lulus"
"Kuliah lah ya masa gak, ya ga Jil"
"gue gak tau, ekonomi keluarga gue sekarang sedang down, perusahaan papah hapir bangkrut hanya keluarga Alex yang bisa membantu keluarga gue"
"Tenang Jil gue yakin keluarga Alex membantu keluarga Lu, meskipun bukan lu yang jadi menantu nya"
"adik lu..adik lu yang akan gantiin lu, gue yakin itu, Alex nolak lu tapi dia gak bakal nolak Gita" ucapnya sembari menatap ke depan melihat Alex yang tengah duduk bersama adik sahabatnya.
"Dia bukan adik gue" ucap jila sebal melihat kedekatan Gita dengan Alex.
"Ani lu mau kemana habis lulus?" tanya Galang
"Gak tau" ucap Ani malas
"katanya lu mau ke Amerika? buat ngejar cita-cita lu"
"Rencananya kaya gitu, kalu lu?"
"Kayanya gue bakal tetap di sini" ucapnya sembari melihat jila.
Kini waktu istirahat telah habis..semua murid kini memasuki kelasnya masing-masing. di kelas 12 MIPA 1 Terlihat guru yang sedang membuat kelompok kecil Maksim dua orangnya.
"Oky kalian lakukan observasi mengenai tempat bersejarah dan di kumpulan hasil nya Minggu depan" ucap guru itu lalu lekas pergi. memberikan waktu untuk pra murid berdiskusi mengenai tugas yang ia kasih.
"Nasib-nasib" ucap Ani sembari melirik Andi yang ada dibelakang.
"Sabar.." ucap jila yang tau sahabatnya itu tak mau satu kelompok dengan Andi.
__ADS_1
"Sabar..lu enak Ama calon lu" ucap Ani kesal
Jila kini mendekat ke meja Alex untuk mendiskusikan, sebenarnya ia cukup ragu untuk memulai pembicaraan namun bagaimana lagi bila dia diam saja maka tugas ini tak akan selesai.
"Alex" panggil jila yang sudah ada di dekat sang empu.
"Hem"
"Kita mau ke mana untuk melakukan observasi?" Alex kini menghentikan kegiatannya, ia menatap orang yang tengah duduk di sampingnya sebenarnya ia sedikit canggung atas apa yang telah terjadi tadi malam.
...flashback...
di depan kafe
Karena terlalu kesal menahan emosi kini Alex langsung menarik jila yang hendak mengendarai motor.
"Alex, lu apa apa am sih" ucap jila
"Ikut gue"
"ga, gue mau pulang" Alex langsung membawa jila ke dalam mobilnya sedangkan Galang mereka tinggal kan sendiri di sana.
Galang hanya bisa tersenyum tipis, ia tau ini bukan hak nya untuk mencegah Alex membawa jila, dia hanya sebagai sahabat sedang Alex sebagai calon Sumi sahabatnya.
di dalam mobil
Alex langsung mendekat pada gadis itu yang tengah meronta-ronta ingin keluar dari sana, dalam sekejap jila langsung terdiam melihat wajah tampan Alex dari dekat.
ada apa dengan dia...
"A..apa" ucap jila terbata karena gugup. jantung kini sudah tak karuan Ingan melompat dari tempat, apalagi pas melihat Alex yang terus mendekati menghilangkan jarak bahkan hidung mereka saling bersentuhan
jila langsung menutup matanya, menerima apa yang akan di lakukan calon Suaminya, ia pasrah karena memang terjebak dan tak bisa bergerak.
Alex yang mihat jila menutup matanya langsung tersenyum kemudian ia menyampaikan kepalanya memposisikan wajahnya dekat dengan telinga jila.
"Diam dan jangan melawan"
setelah berucap demikian Alex langsung mencium pipi putih itu secara sekilas dan berpindah ke bibir ranum itu dengan cepat kemudian ia memeluk jila dengan erat.
cukuplah begini..agar marah ku mereda... batin alex
Di rasa Amara dirinya sudah membaik Alex kini melepaskan pelukannya dan ia langsung mengemudi menjalankan mobil itu ke tempat tujuan.
jila yang merasa kecupan itu sudah berakhir ia langsung membuka matanya dan melihat Alex yang tengah pokus menatap jalan
Astaga apa yang lu pikirkan jila..batin jila yang tak terima Alex hanya mengecup nya seharusnya Alex...aragh..gak, gak boleh gak boleh kaya gitu.
__ADS_1
ya Alex berhasil mengambil ciuman pertama dan kedua jila, meski jila memiliki hubungan dengan Aldi tapi dirinya tak pernah melakukan itu..karena menurutnya dirinya hubungan dia dan aldi hanya sebagai seratus saja.