
"Andi gue duluan ya" ucap Ani pada seorang pria yang tengah asik menikmati sup buntut yang lezat di lidahnya.
Tanpa menunggu jawaban Andi kini Ani pergi ke lantai atas mencari tempat sholat yang ada di kafe itu, tapi matanya tanpa sengaja melihat sesuatu yang aneh.
"ko mirip ya" batin Ani ketika menatap seorang pelayan yang lumayan mirip dengan sahabatnya.
ah hanya kebetulan mirip kali
seusai melaksanakan Sholat, ani lantas langsung menuju ke lantai bawah menemui temannya, tetapi sesampainya di sana, ia Tek menemukan orang itu malah ia mendapat beberapa pesan di ponselnya.
Andi setres : Ani gue ke masjid dulu, lu tungguin gue di Sono.. gue mau sholat dulu. by sayang 😘....🤣🤣
Ani : setres lu...
Andi setres : Tungguin calon imam mu ini datang ya🤣
Ani :🤮
Tak berselang lama kini Andi datang sembari berbincang dengan seseorang pria yang sangat ia kenal, sungguh Ani sangat kesal kenapa harus bertemu dengan orang itu lagi.
Ko sama dia sih..
"Ayuk pulang" ucap Andi pada Ani yang hanya terdiam sembari menatap orang di sampingnya.
Tanpa banyak bicara Ani langsung menggandeng lengan Andi mengajak pria itu pergi dari sana.
Galang hanya bisa menatap punggung gadis kecil itu dalam, yang semangkin lama di tatap semakin menghilang, ia heran kenapa Ani akhir-akhir ini seperti sengaja menghindari dirinya.
Di tempat lain..kini jila sedang aktif-aktif nya mendekati Alex, ia tak mau menjauh meskipun itu hanya satu meter, jangan lupa tangganya tak luput menggandeng lengan pria yang ada di sampingnya.
"bisa lepas ga" jila menggeleng kan kepalanya mengatakan ia tak bisa jauh dari nya.
"Lepas" ucap Alex datar.
Karena jila tak mau melepaskan gandeng tangan itu, ia langsung berjalan cepat hingga membuat jila kesusahan mengimbangi nya.
"Alex jangan cepet-cepet jalannya"
__ADS_1
"Alex.."
"Gue juga bilang apa dari tadi..lepas, gue bilang lepas tapi kenapa tangan lu itu gak mau lepas" ucap Alex kesal.
"Alex Kenap sih lu marah-marah Mulu, masalah gandeng an tangan aja marah..padahal apa salahnya Kitakan udah pacaran..jadi gak masalah dong"
"Siapa yang bika kita pacaran"
"gue"
"itu menurut lu, tapi menurut gue gak" ucap Alex sembari melepas gandeng tangan itu secara paksa. lekas itu Alex langsung meninggalkan jila yang hanya terdiam, mematung di tempat.
di rumah...
meskipun Alex sudah mengatakan seperti itu, jila tetap berjuang...untuk mendapatkan cintanya, tekad jila terlalu kuat, karena iya yakin usaha tidak akan mengkhianati hasil, kalu gak percaya buktinya sekarang perjuangan Alex tak sia sia..sekarang juga dirinya mencintai Alex..tapi Alex tak menyukainya.
di sisi lain
kini Alex tengah merebahkan tubuhnya di sofa..ia kini sedang memikirkan bagaimana caranya membalas perbuatan jila dulu. Dengan kata-kata kasar orang itu tak bakal mempan dengan tindakan malah ia yang termakan emosi dan sekarang akibat tugas sekolah jila menganggap dirinya pacar.
"aragh..." prustasi Alex sembari mengacak-acak rambutnya.
kini Alex langsung membuka hpnnya, terlihat di sana nama seseorang yang aneh menurut nya
"my life? " batin Alex heran " kenapa bisa ada nama kontak seperti ini, apa benar aku yang menamai nya"
my life: Alex kamu dah tidur?
my life: seperti nya belum..emm Alex kamu sedang apa sekarang?
my life: Alex bales geh
Alex: siapa lu?
my life: aku pacar mu.
.
__ADS_1
.
my life: kamu ingat kan
my life: baru tadi sore loh kita jadian.
"oh dia, tapi kenapa harus my life, kenapa gak zajila aneh aja sih, di pelet kali gue dulu hingga nama kontak nya saja gue simpan kaya gini"
Alex: jangan ganggu, gue mau tidur.
dua pesan yang Alex kirim untuk pertama kali nya di kontak itu, karena memang sejak dulu Alex tak pernah menghubungi atau menchat pemilik nomor my life itu, karena cukup baginya untuk menjahili jila di sekolah saja selain itu ia tak melakukan nya.
Sebenarnya ia tau, dengan ia bersikap seperti itu dulu, jila bukan mencintai nya malah semangkin membencinya maka dari itu Alex tak pernah menggu jila lewat hp, karena menurutnya mengerjai jila secara langsung lebih seru dari pada melalui hp, yang hanya akan sia sia, karena melalui hp dirinya tak bisa melihat mimik wajah jila yang kesal di buatnya, ia tak bisa melihat jila tertawa sehabis di kerjainnya dan yang paling Alex sukai sejak dulu jila selalu mengejarnya ketika ia kerjai yang berujung keduanya akan saling kelelahan dan akan duduk bersama di taman.
"sebegitu cintailah gue Ama dia dulu, tapi apa? apa yang membuat gue jatuh cinta, apa dia memakai susuk dulu atau pelet hingga membuat gue begitu tergila-gila padanya"
my life: good Night my boyfriend.
Isi pesan terakhir dari zajila di tambah Poto imut mukanya yang membuat Alex gelengan-geleng kepala.
"imut"
hanya satu kata yang dapat Alex keluar kan dari mulutnya ketika melihat foto gadis itu.
namun kata-kata itu segera ia tepis oleh akal sehatnya, ego dan otaknya selalu menolak akan kata hatinya.
"Jelek lu jelek, tapi kenapa PD sekali kirim Poto ke gue" batin Alex tanpa sadar sendari tapi ia memandangi foto itu dengan tersenyum.
sadar atas kelakuannya nya Alex langsung beranjak dari duduknya, ia langsung acak-acakan rambut nya, ia prustasi kenapa dirinya terlalu terpikat oleh mata gadis yang bernama zajila itu.
"gila- gila, gue gak boleh kayak gini, gue harus segera memutuskan hubungan ini" ucap Alex dengan teguh namun hatinya berkata lain. ada sedikit rasa tak terima di sana ketika dirinya memutuskan itu. Tapi Alex mengabaikan perasaan itu.
Ya Alex masih enggan mengakui perasaannya, ia rasa ini hanya akan membuat dirinya buruk dan ia tak mau kembali seperti itu lagi. seperti dulu yang dirinya terlalu mencintai orang itu hingga membuat dirinya tak mempermasalahkan tentang dirinya sendiri.
Di tempat lain, tepatnya di sebuah taman Andi dan Ani kini sedang menikmati angin malam dengan suasana yang damai tanpa berdebat an, mereka sadar tak biasanya mereka seperti begini ini, berada di suasana canggung dan hanya berdua tanpa perbincangan.
__ADS_1
ya keduanya sibuk dengan pemikiran nya masing-masing, Andi sibuk memikirkan apa yang Ani katakan tadi dan Ani sibuk menebak perasaan temannya.
"Dia marah gak sih, apa seneng? tapi ko diam aja, marah kali ya dia"