
" baik lah anak-anak,hari ini hadir semua?" tanya guru di depan sana
"enggak Bu"
"kenapa gak di tulis di agenda ini, harusnya kalian tulis biar ketahuan" ucap guru itu memperingati
"Oky siapa sekarang yang gak hadir?"
"zajila Bu" ucap Ani
"kenapa dia"
"saya kurang tau Bu"
"ada lagi?" para anak murid menggeleng sebagai jawaban ya
"di sini sekretaris nya siapa?"
"Rida"
"Rida sini" ucap guru itu yang di ikuti anggukan Rida
"kamu rangkum ini,dan tulis di papan tulis"
"baik Bu"
"Baik anak anak hari ini ibu ada urusan jadi kalian tulis rangkuman yang Rida tulis di depan, dan ingat jangan berisik,bila ada yang ingin ke kantin ibu bolehkah tapi satu satu"
"iya Bu" cuap seluruh murid sembari bersorak ria.
"km di kelas ini siapa?"
"galexsa Bu"seru murid sembari menunjuk siswa yang tengah duduk di belakang. satu alis guru itu terangkat ia merasa Heran bisa bisanya anak bar-bar menjadi km.
"galexsa kamu jaga kelas ini jangan sampai ada yang ribut apalagih berkelahi bila itu terjadi ibu akan hukum kamu" Alex haya mengangguk mengerti, ia hari ini sangat males bersuara mungkin karena zajila tidak sekolah.
"kalian jangan ribut kasih Ama km kalian" ucap guru itu sebelum pergi.
Bu guru pergi dari kelas itu,para murid sekarang tengah sibuk dengan urusan ya masing-masing,ada yang menulis, bercanda, kejar-kejaran dan ada yang maen game. kebisingan terdengar jelas di kelas itu, yang membuat kepala Alex pusing.
__ADS_1
"ehh kalian semua mendingan diem deh dari pada ribut nyusahin gue doang" ucap Alex yang melihat teman-teman ya itu ribut.murid-murid itu tak menguburkan perkataan Alex mereka tetap saja ribut dan becanda. Alex yang kesal pun langsung menggerebek meja, sontak hal itu langsung membuat pra murid diam.
"kalian tuh maunya apa sih, di suruh dim gak mau diam" ucap Alex membuat kan matanya
"gue tuh maunya lu di hukum" ucap salah satu murid di kelas itu. Alex langsung mengarahkan pandangannya ke murid yang ada depan.
"dah sih lu Alex jangan sok sok an kaya gini biasanya juga lu kan yang buat ribut terus di hukum,lu kan paling senang kalu di hukum apa lagi yang menghukum ketu OSIS" lanjut nya
ucapan itu berhasil membuat Alex mengeraskan rahangnya, ia begitu tersinggung akan perkataan nya.
" kami tuh niatnya baik di sini,bantu lu agar di hukum,kan itu hobby lu di hukum?"
"lagian juga lu sering tuh di hukum jadi pastinya pernah ngerasain dong semuah hukuman di sekolah ini dari yang besar dahulu pastinya"ejek Galang
" karena lu sering di hukum pastinya kebal dong dari hukum-hukuman, pasti lah hukuman dari Bu Erni gak seberapa buat lu kan lu dah terbiasa", hina Galang
" bruk,bruk bruk" beberapa tinjuan tepat di wajah murid itu, Hantaman demi hantaman terus Alex layangkan. namun murid itu tak ada niatan untuk membalas atau meronta sedikit pun ia membiarkan Alex melakukan sepuas nya.
kini murid itu telah babak belur di hajar Alex, mukanya kini telah bengkak, terdapat darah di sudut bibirnya,hidungnya kian bercucuran darah namun meskipun begitu Alex tetap menghajar murid itu membabi-buta.
"Galexsaaa" seru wanita paruh baya yang ada di ambang pintu
"ibu suruh apa? jagain anak-anak,tapi malah apa uang kamu lakukan? lanjutnya sembari mengalihkan pandangannya ke Galang yang tergeletak lemah
"galexsa, bisa bisanya kamu kaya gini, ibu heran sama kamu kenapa orang seperti kamu bisa jadi km di kelas ini" hardik Bu Erni
"Galang,Alex kalian berdua ikut saya"
di ruang beka terlihat pak Mansuri tengah selaku guru BK di sekolah itu tengah duduk duduk di bangku kebesarannya
"siapa yang mulai duluan"
"dia duluan pak yang mancing amarah saya" ucap alex
"lu duluan yang pukul muka gue"ucap laki laki itu
"lu tuh yang ngatain gue yang gak gak"
"apa yang gak gak bukannya itu nyata ya kalu lu itu seneng kalu di hukum" ucap laki aki itu sambil menyeka darah yang terus keluar dari hidungnya. ya meskipun murid itu babak belur dia masih bisa bertahan dan berdebat dengan alex
__ADS_1
"apa lu bilang" ucap Alex geram iya hendak m layangkan tinjuan lagi ke Galang namun itu semua terhenti karena teriakan Bu erni
"Setop.. jangan ribut di sini"seru Bu Erni yang ada di belakang mereka,sedangkan pak Mansuri tenang di tempat nya
"Bu itu Galang mau jatuh" ucap salah satu anak anggota OSIS yang ada di sana,ia melihat Galang oleng dan matanya terpejam,lantas Galex yang melihat temennya itu hendak jatuh langsung mencengkal korsi di sampingnya itu agar tidak jatuh ke belakang.
...****************...
"pasien dalam ke adaan kritis ia sekarang butuh donor darah,akibat pendarahan nya yang tak kunjung berhenti" ucap dokter menjelaskan
"dan imunitas tubuhnya tidak baik kami sarankan dia agar di rawat sampai pulih" ucapnya kepada kedua kedua guru.
"gimana anak saya pak dokter" ucap wanita paruh baya berlari menghampiri dokter itu.
"anak ibu dalam keadaan kritis, kami membutuhkan donor darah A dengan rhesus negatif,sedangkan persediaan di rumah sakit kami Setok darah A sudah habis"
"bruk" kamila terjatuh kelanti, tubuhnya lemas,
matanya berlinang ia merasa tabuh hancur mendengar keadaan anaknya tak lama Kamila pun tak sadar kan diri.
* * *
di sisi lain galexsa kini sedang di ruang BK menunggu orang tuanya datang, ia sekarang sudah siap mendengarkan jeritan mamahnya itu.
"permisi pak saya mamahnya Galexsa?" ucap wanita paruh baya kepada pak Mansuri selaku guru BK utama sekaligus guru kesiswaan.
"silahkan Bu duduk terlebih dahulu"
"saya selaku guru BK di sekolah terlebih dahulu meminta maaf, anak ibu yang bernama galexsa dia sudah melalukan kekerasan terhadap murid di sini" ucap pak Mansuri menjelaskan.
"hingga murid kami mengalami kritis di rumah sakit. sesuai dengan peraturan di sekolah ini kami selaku guru BK akan memberikan sanksi kepada Alex,dia kami sekor selama dua Minggu, dan dua Minggu selanjutnya Alex harus membersihkan semua WC yang ada di sekolah ini setiap pulang sekolah" mata aida membuat sempurna dia tak menyangka dengan anaknya akan melakukan hal yang sama di negri yang berbeda.
"itu masih hukuman pasal 1 di sekolah ini masih terdapat pasal 1a yang berlaku di sini.
dengan berat hati bila galexsa melakukan hal yang sama lagi kepada murid lainnya sekolah kami akan mengeluarkan galexsa"
"namun karena galexsa sering melakukan pelanggan di sekolah ini, kami akan menyerahkan hukuman pasal 1a kepada keluarga korban yang bersangkutan, bila keluarga korban memaafkan hukuman ini akan tetap berlaku namun bila keluarga korban meminta pertanggungjawaban semisal hukuman yang setimpal atau hukum yang lebih berat lagi dari itu dengan berat hati kami akan mengeluarkan Alex pada saat itu juga"
yah hukuman tetap berlaku kepada siapa pun hukum akan tetap berlaku.di asana tak memandang kaya,jabatan dan kedudukan, bila orang itu sudah melakukan pelanggan maka harus menerima hukuman.
__ADS_1