Galexsa

Galexsa
semangat


__ADS_3

" Gue terlalu jahat ya ni.. gue gak pantas mendapatkan apa yang gue mau.. gue jahat" ucap jila yang sadar akan perbuatan, kata-kata nya dulu pada Alex


"Ga Ko, lu baik Jil malah lu terlalu baik, lu pantas mendapatkan apa yang lu mau" ucap Ani menenangkan sahabatnya


"Tapi kenapa ni.. setiap yang gue mau gak pernah kesampaian, cinta pertama gue ke Afran kandas, kini cinta kedua gue ke Alex juga kandas.. Alex sekarang benci Ama gue ni...." ucap jila mengakui diri akan cinta nya.


"Mungkin itu belum waktunya, nanti juga kali sudah waktunya semuanya bakal terwujud. mesikpun.." Tidak seperti yang lu inginkan, meskipun bukan orang yang lu cinta yang bakal hadir ke hidup lu"


"Tapi kapan ni.. kapan waktu itu datang.." ucap jila yang semangkin terisak dalam tangis nya.


"Sabar... gue gak tau kapan itu akan datang, tapi gue yakin Waktu itu bakal datang ketika lu sudah mampu, dan kuat menangani nya"


"Gue capek ni.. gue capek" ucap jila yang lelah akan hidup yang selalu di marahi oleh mamah tiri di tambah kisah cinta yang hanya selalu sepihak.


"Lu harus semangat Jil, lu gak boleh nyerah, cape boleh, istirahat boleh tapi lu gak boelh berhenti, lu harus tetap semangat memperjuangkan apa yang ku inginkan"


"Tapi ni.. gue capek"


"Gue bakal dukung lu,gue selalu ada di belakang lu, kali lu capek lu bisa bersandar dulu di pundak gue" ucap Ani sembari memeluk sahabatnya.


jila hanya terdiam dalam dekapan itu, sesekali isakan tangisan masih terdengar di sana. Ia kini tau bagaimana rasanya orang yang kita cintai malah membenci kita.


"Lu harus semangat Jil, lu bisa " ucap Ani menguatkan sahabatnya, sembari mengelus punggung jila.


"Gue pasti bisa mendapatkan cinta Alex lagi, gue gak boleh menyerah kaya gini, Gue bisa." ucapnya jila yang kini api semangat nya mai berkobar.


"Itu baru sahabat gue" ucap Ani semabri melepaskan pelukannya itu.


"Sahabat gue yang selalu semangat" ucap Ani sembari tersenyum yang di bales dengan senyuman juga oleh jila.


"Gitu dong, kalu kaya gini kan lu keliatan cantik lagi imut" ucap Ani sembari mencubit pipi jila karena gemas


"Ish.. sakit" ucap jila memanyunkan bibir sembari mengusap pipinya. Sedangkan Ani hanya bisa tertawa melihat tingkah jila seperti anak kecil itu.


***


Bunyi jam pelajaran pertama kini di mulai, Ani dan jila kini kembali ke kelas, ke datangan mereka kian di sambut dengan tatapan aneh oleh seluruh isi kelas, tatapan seolah-olah menyatakan lu gak papa Jil, gue gak nyangka lu bakal di jodohkan Ama Alex, beruntung banget sih lu, terkecuali Alex dan Galang mereka berdua hanya terdiam dengan tatapan mata yang sulit terbaca.


tlak

__ADS_1


tlak


tlak


Terdengar suara sepatu yang nyaring menghilangkan kesunyian di kelas dua belas peminat IPA, membuat murid sadar siapa yang datang ke kelas mereka itu, mereka kini mulai menyiapkan alat tulis lalu berdoa.


"Pagi anak-anak" ucap guru itu, guru yang terkenal ramah, lagi Baik. bisa di bilang guru itu guru favorit para murid di sekolah, karena akan pengertian, memahami murid dan yang bikin murid betah di ajar oleh Bu dini adalah mudah di ajak bicara, apalagi bercerita.


"Pagi ibu" ucap para murid secara serempak.


"Gimana hari ini, siap belajar?" ucap dini dengan riang


"Gak Buu.." ucap murid jujur yang memang telah jengah belajar karena banyak tugas.


"Ibu.. kita cape Bu... tiap hari, tiap Minggu tugas, ulangan, Pr ajah." keluh salah satu siswi


"Terus hari ini maunya gimana..?


"Cerita Bu"


"Nyanyi aja Bu biar seru"


"Iya nyanyi bareng"


"Siapa yang mau ikut OSN?" ucapnya yang langsung di tolak oleh para murid


"Kenapa, padahal enak lo, kalu kita menang dapat hadiah, terus dapat bimbel gratis, menambah pengalaman, satrifikat yang kita dapat bisa buat daftar perguruan tinggi agar peluang keterima di kampus yang kita inginkan besar" ucap dini menjelaskan


"Gak mau Bu, cape belajar Mulu, udah mah di sekolah banyak tugas.. lagian kita mau persiapan buat ujian sekolah" ucap salah satu murid


"Ya sudah kalu gitu, tapi kaluada yang mau tau berminat mengikuti olimpiade MTK bilang ke ibu ya"


"Saya Bu" ucap Alex sembari mengangkat tangan. semua orang menatap dirinya tatapan penuh keyakinan bahwa Alex memang mampu mengikuti lomba itu, karena memang sejak Alex keluar dari rumah sakit.. semu mairid mengakui perubahan Alex.. hingga Alex di kenal siswa pintar di kelas itu.


"Ya sudah kamu Alex, ada lagi yang mau" ucap dini sembari mencatat nya.


"Zajila Bu mau katanya" ucap Ani


"Ih, lu apaan sih" ucap jila lirih sembari menyikut pinggang sahabatnya.

__ADS_1


"Sakit tau.." Lirih ani


"Kamu Jila.."


"Gak Bu.."


"Ia Bu jila mau ikut" ucap Ani yang langsung di cubit oleh si empu


"Lu gimana sih katanya gak mau menyerah, sekarang Alex ikut olimpiade lu juga harus ikut agar lu bisa dekat terus Ama dia" bisik Ani yang langsung membuat si empu diam


"Gimana jila kamu mau?" ucap dini sekali lagi, karena memang siswa yang mengikuti lomba tidak boleh asal pilih atau mengikuti karena terpaksa.


Jila menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan gurunya itu. Ia kini sudah terpengaruh oleh ucapnya sahabatnya.


"Semangat Jil untuk dapatkan hati Alex" bisik ani, alih-alih memberikan semangat buat lomba malah sahabatnya yang satu ini memberikan semangat untuk mengejar cinta Alex.


"Semangat" ucap jila sembari menggenggam tangannya.


"Oky ada lagi?" ucapnya.


"Saya Bu" ucap Galang yang tak mau kalah dengan Alex.


"Baik kalian bertiga pas jam istirahat datang ke ruangan saya kita akan adakan seleksi" ucap dini yang memang sebagai salah satu guru Matematika di sekolah itu.


"Seleksi" batin jila yang sudah was-was dengan kata-kata itu iya takut tidak lulus seleksi dan akan mempersulit dia untuk mendekati Alex.


"Ibu besok bisa ga.." ucap jila menawar karena memang dia harus terlebih dahulu mempersiapkan diri agar bisa lulus.


"Hari ini hari terakhir pendaftaran jadi tidak bisa esok,dan seleksi ini hanya mengambil tiga orang"


"Bu dari kelas sebelah ada?" tanya jila


"Ada Rahma, Sifa dan firman mereka ikut"


"Emang butuh berapa Bu.."


"Butuh lima orang tapi.. dua orang ibu udah dapat dari kelas sepuluh dan sebelas jadi sisanya tiga orang lagi ibu ambil dari kalian"


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2