
"Alex" ucap jila lirih namun masih dapat di dengar oleh papahnya
hemm
Dito ber dehem mendengar jawaban anak nya, jadi sekarang ia tau bahwa anak kesayangan nya itu sudah menyukai seorang lelaki.
"Alex anak nya pak wihan?"
"Iya pah" ucap jila malu-malu, sungguh rasanya ia ingin keluar saja dari mobil karena saking malunya.
Kini mereka telah sampai di depan gerbang sekolah namun terlihat gerbang itu sudah tertutup, lantas jila langsung menghela napasnya ia kini tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Pah jila masuk dulu ya" ucap jila sembari menyalimi tangan papahnya
"Ya, hati-hati belajar yang pintar" ucap Dito sembari mengelus kepala anaknya. Jila hanya bisa terdiam akan hal itu, sungguh ini sangat mengejutkan bagi dirinya, perilaku papah yang dulu, sewaktu masih bersama mamah kandungan nya kini kembali lagi.
Tanpa sadar jila meneteskan air mata, terharu akan sikap papahnya yang selama ini tak pernah ia dapatkan sejak berpisah dengan mamah. Lantas ia langsung memeluk papahnya dengan erat mencurahkan semua rasa rindu akan kasih sayang papahnya.
"Kihs.. kihs.." tangis jila dalam pelukan sang papah,. Dito hanya biasa mengelus pundak sang anak mencoba menenangkannya
"Papah aku rindu" ucap jila yang masih dalam pelukan.
"Aku rindu papah seperti ini, aku rindu papah bersikap baik pada ku, aku rindu kasih sayang papah, aku ribdu pelukan papah, aku rindu perhatian papah" air bening kini keluar dari mata Dito, ia sadar selama ini dirinya tak lagi bersikap baik apada anaknya, ia selalu cuek bahkan acuh dan jangan lupa ia terkadang berkata kasar pada jila bila orang itu tak patuh akan ucapannya.
"Maaf kan papah" yang di balas dengan anggukan oleh sang Anak.
"Papah mulai sekarang akan kasih waktu untuk Kalian, papah akan selalu ada untuk kalian"
"Janji ya pah" ucap jila sembari mendongak kan kepalanya menatap ke atas melihat muka papahnya itu.
__ADS_1
"Janji" ucap Dito sembari menautkan jari kelingking ya ke kelingking tangan anaknya.
setelah itu jila langsung melepas pelukannya dan turun dari mobil bergegas masuk ke area sekolah setelah gerbang itu di buka oleh pak satpam.
Setelah berselang lama berbicara dengan guru piket dan menyepakati perjanjian, kini sang empu berlari menuju kelas dengan tergesa-gesa, ada sedikit rasa takut di hati nya ketika melihat guru sudah ada di kelasnya.
"Ah, mampus lu Jil" batin jila merutuki dirinya sendiri. Jila kini langsung masuk dan menghadap ke pak guru lantas pak guru itu langsung menghentikan ucapannya ketika melihat mantan ketos itu terlambat.
"Kamu kerjakan LKS ulangan harian bab 5" ucap pak guru langsung to do poin. jila mengangguk, ia tau inilah sekunsi bila terlambat waktu pelajaran bahasa Inggris.
Bel istirahat kini berbunyi, semua kegiatan belajar mengajar di hentikan, semua murid dan guru kini keluar kelas menuju rapat istirahatnya masing-masing.
Di kantin kini terlihat Zajila dan Ani sedang menikmati makanannya, sesekali air bening itu keluar dari kelopak mata si empu ketika mengingat sahabatnya kecilnya kini sudah pergi.
"Sabar Jil.." ucap Ani yang yang tau akan ke sedih an jila karena bagaimanapun Galang tetap sahabat yang sangat dekat dan selalu ada buat jila.. ah bukan hanya jila buat dirinya juga Galang selalu ada.. ada pada saat susah dan bahagia kadang juga Galang yang selalu mendengarkan semua ceritanya, bahkan pundak pria itu yang menjadi sandaran di saat kesedihan.
raut wajah yang sendu kini tambah sendu ketika mengikuti arah mata Ani.
Bukankah dia selalu menjaga jarak dengan para wanita tapii... kenapa dengan Gita tidak.
batin Jila ketika melihat incaran ya itu duduk bareng dengan saudara tirinya.
"Ehh Jil, saudara tiri lu udah tau bahwa Galang calon suami lu?" tanya Ani yang melihat Gita begitu aktif di dekat Alex bahkan wanita itu yang selalu berbicara namun Alex hanya terdiam.
"Kayanya belum.. soalnya pas Alex ke rumah, dia gak ada" balas jila jujur. sungguh sekarang hatinya sangat panas, ingin rasanya jila meneriaki kedua orang itu yang tengah bermesra-mesraan di hadapannya.
"aaaa" ucap gita pada Alex, Alex langsung tersenyum akan hal itu apalagi melihat orang yang ada di depan sana yang seperti sudah bertanduk.
Alex membuka mulutnya menerima suapan dari adik kelas yang selalu mengejar dia, sebenarnya Alex malas duduk dengan wanita ini, ingin rasanya ia melempar wanita ini ke sumur agar tak lagi ada di dekatnya, tapi bukankah ini kesempatan yang bagus untuk membalas perbuatan jila kepadanya dulu. ya meskipun tidak sebanding, tapi setidaknya ia dapat membuat luka di hati orang itu.
__ADS_1
setelah Gita menyuapkan makanan itu pada si empu dia langsung menyendokan lagi mie itu dan memasukkan ke mulutnya, tanpa rasa jijik ataupun malu kapada orang lain yang tengah melihat ke arah dirinya karena makan satu mangkok bahkan satu sendok.
"Lagi?" ucap gita yang melihat pujaan hatinya haya terdiam semabri menatap ke depan, tau apa yang di lihat Alex sendari tadi, Gita langsung menyodorkan makanan itu di depan Alex, tanpa ada penolakan Alex langsung membuka mulut dan menerima suapan itu.
Sedang para murid di mana hanya bisa menatap mereka, bisikan-bisikan juga kian mulai terdengar oleh si empu.
"Cocok ya"
"Iya Alex ganteng, pinter, pendiam dan Gita aktif lagi baik"
"Beruntung Gita bisa makan satu mangkok dengan Alex"
"Ihh gue iri"
"bukannya Alex itu calon suami nya jila ya"
"tapi kenapa Ama Gita mesra-mesraan nya"
"kenapa lagi jila diem aja, melihat hal itu"
"kalu gue jadi jila gue udah tampar, jambak tuh si Gita meski dia adik kandung gue"
"apa lagi si Gita cuma adik tirinya, uh... udah gue hajar tuh orang habis-habisan an, bisa-bisanya geh tuh anak mendekati calon kakak iparnya sendiri.. gak tau malu apanya"
"lebih cocok Alex Ama Gita sih..dari pada Ama jila diakan sangar"
ya beberapa murid sudah tau tentang pernikahan itu dari Mulu ke mulut mereka mendapatkan informasi nya, di Antara mereka ada yang mendukung dan ada yang tidak, tapi hal itu tak jila masalahkan, karena dia tak membutuhkan persetujuan mereka, setuju atau tidak dia akan tetap menikah dengan Alex bila sudah jodoh nya.
tapi bagaimana pun jila memiliki perasaan, ia tetap merasa sakit mendengar ucapan-ucapan orang-orang yang tak menyukai nya apalagi mendengar orang-orang yang mencocokkan Alex dengan adik tirinya
__ADS_1