Galexsa

Galexsa
Sayang


__ADS_3

Sedangkan Aldi yang melihat Alex hendak pergi menatap saingannya itu dengan remeh, dan tergambar jelas di wajahnya suatu kepuasan.


Ya, puas karena dapat membuat Alex cemburu.


"Eh, lu kalu gak ada kerjaan sana pergi bersihin got jangan di sini merusak suasana tau gak" ucap Ardi yang kesal melihat kedua orang itu, kekesalan pun bertambah ketika melihat sahabatnya melangkah dari tempat.


"Bersihin got?" ucapnya sembari memancingkan sebelah alisnya


"Lu aja kali" lanjutnya sembari menatap remeh Ardi.


"Ah, ngajak ribut nih anak" seru Aldi sembari berdiri bersiap menghantam orang di hadapannya itu.


"Siapa takut" ucap Aldi berancang-ancang untuk melayangkan satu tinjuan namun lengan itu terhenti ketika ada tangan yang mencegahnya.


"Sayang ayuk pergi, jangan ladenin orang itu" ucap jila manja supaya Aldi menghentikan aksi nya.


Deg


"Sayang" batin Aldi yang terkejut mendengar perkataan jila. Yah jila selama dua Minggu lebih ini tidak pernah memanggilnya sayang, apalagi sayang untuk panggilan aku kamu aja masih gue lu. pikir-nya


Refleks Aldi langsung mengagukan kepalanya dan langsung di tarik pergi oleh pacarnya. Sedangkan orang-orang yang berada di sana hanya bisa menatap kepergian mereka dengan raut muka terkejut.


Yah mereka terkejut dengan tingkah jila yang terlihat manja, tak abis pikir mereka, bisa-bisa nya zajila yang mereka kenal galak, keras kepala, tak mau kalah, berani, dan pemarah serta pendendam yang dimilikinya itu bisa bersikap manis.membuat semua orang yang melihatnya bergidik nyeri.


"Nek lampir itu kayaknya beneran suka deh Ama Aldi" ucap Al yang membuka suara membuyarkan pikiran para teman-temannya.


"Gue rasa ke gitu" sambung Niko


Sedangkan si empu yang baru balik dari kamar mandinya hanya bisa terdiam menatap punggung kecil yang semangkin menjauh.


"Apa yang menarik dari mu" batin Alex semari menatap kepergian zajila.


"K**enapa gue dulu menyukai orang seperti mu" lanjutnya ketika ia mengingat video yang di kirim oleh nomor yang tak dia kenal.


...flashback...

__ADS_1


Sudah seperti biasa pangilan alam akan datang pada waktunya, namu kali ini waktunya kurang tepat di mana si empu yang tegah bingung dengan pikirannya harus menyelesaikan semua yang sendiri tadi di tahannya


Alex kini berjalan pergi menuju kamar mandi, meninggalkan semua orang yang tengah menatap dirinya namun Alex tak menghiraukan semua itu dia terus pergi mengikuti apa kata hatinya.


Setelah selesai iapun beranjak pergi dari WC menuju ke tempat temannya berada,namun langkahnya terhenti ketika merasakan ada getaran dari saku celananya.


Menandakan ada notifikasi dari benda pipih miliknya. tertera nomor yang tidak dia kenal mengirim pesan padanya.


+62***


"mungkin kamu bingung dengan semuanya"


"tontonlah agar kamu mengerti"


Lalu terlihat di sana satu video yang durasinya cukup lama, lantas Alexpun tertarik untuk memencet video itu.


Beberapa saat kemudian Alex kini telah menonton video itu meskipun dengan kecepatan dua kali lipat lebih cepat dari video aslinya ia tetap memahami apa inti dari video itu dan ia sekarang mengetahui jawaban yang sendari tadi ia pikirkan


Ya, Alex sendari tadi bingung kenapa dirinya di tatap sengit oleh Aldi?, kenapa para temannya selalu mengatakan sabar pada dirinya?, dan kenapa para murid tadi yang ada di kantin terdengar berbisik-bisik membicarakan tentang dirinya?, namun semua pertanyaan itu kini sudah terjawab ketika ia selesai menonton video itu.


"Mungkin itu alasanmu menerima cinta dia" batin Alex. ketika ia mengimbangi-imbangi kejadian itu dengan tanggal jadian jila dan Aldi yang cukup dekat waktunya.


...flashback off...


"Lu gak papa Lex" tanya Al yang khawatir dengan keadaan sahabatnya lantaran melihat wajah alex yang cukup murung.


"Gue gak papa" ucap Alex bohong, sebenarnya dirinya kurang enak badan sejak pagi apalagi di tambah kejadian tadi yang membuat kepalanya pusing dengan pertanyaan-pertanyaan sendiri.


"Lu mau kemana" tanya nikol yang melihat Alex mulai beranjak pergi, namun pertanyaannya itu tak di hiraukan oleh Alex malah Alex semangkin mempercepat jalannya menjauh dari tempat itu.


Membuat Nikol bingung sendiri dengan tingkah sahabatnya yang selalu menghindari dirinya.


"Dia kenapa sih" gumam nikol


"Marah kali Ama lu nik" ucap Aldi.

__ADS_1


"Marah! perasaan gue gak punya salah deh Ama tuh bocah"ucapnya dengan penuh keyakinan.


Di dalam kelas terlihat Aldi yang masih setia bersama jila. entah karna apa dia tak mau pergi dari jila, membuat jila kesal sendiri dengan ikatan pacaran ini.


"Aldi lu pergi Sono, gue cape tau di ikutin lu Mulu" ucap jila yang merasa tidak nyaman ada di dekat Aldi.


"Gak, gue akan jagain pacar gue dari cowok gila itu" ucapnya sembari menatap Alex yang baru masuk kelas.


"Jaga mulut lu ya" seru jila yang kesal dengan perkataan Aldi. entak karna apa jila gak suka Aldi berbicara seperti itu.


"Lu belain dia"


"Ckh, buat apa gue belain dia gak ada untungnya bagi gue" ucap jila berbohong.


...----------------...


Bunyi bel sekolah bergema di lingkungan itu, menandakan jam pelajaran telah selesai kini para murid sedang bersiap-siap untuk pulang.


"Jila yuk balik bareng" ucap Aldi ketika telah sampai di kelas pacarnya.


"Hah, apa?" ucap jila yang bingung. yah bingung karena sikap Aldi hari ini berbeda, yang tidak seperti biasanya.


"Balik bareng" ucapnya sembari menarik lengan jila.


"Gak, gue bisa balik sendiri" seru jila sembari berusaha melepas genggaman tangan itu, namun bukannya lepas malah genggaman itu semangkin. terpaksa jila mengikuti langkah itu sembari menghentak-hentakan kakinya.


Tanpa mereka sadari di sudut sana ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


Kini mereka berada di tengah perjalanan menuju rumah zajila, tiada pembicaraan dari keduanya yang terdengar hanya suara motor dan mobil dan suara angin yang berhembusan.


setelah tiga puluh menit mereka di perjalanan akhirnya mereka sampai pada tujuan, lantas jila langsung masuk gerbang rumah setelah mengucapkan terimakasih dan menawarkan Aldi untuk masuk terlebih dahulu, namun Aldi menolak nya dengan alasan lelah.


"Cklek"suara pintu rumah terbuka menampilkan keindahan ruangan itu, namun bagi jila itu biasa saja. bahkan menurut dia rumah itu jelek, tidak ada keindahan sama sekali karena di dalamnya hanya ada tangisan, dan kesakitan.


"Zajila" terdengar suara yang ngbas lagi tegas dari arah belakang, membuat si empu diam di tempat.

__ADS_1


"Papah" batin jila yang mengenali suara itu. kemudian iapun berbalik melihat papahnya yang sedang besedekap dada.


__ADS_2