
dua Minggu telah berlalu di mana pasien yang sendari tadi tertidur kian telah terbangun dari tidur panjangnya. ia kini memperhatikan sekeliling ruangan yang terasa asing baginya
"Di mana aku?" ucapan heran dengan ruangan yang berbau obat itu, dan terlihat bayak selang yang melekat di tubuhnya.
"Orang tua ku mana" lirihnya heran karena tidak ada siapa pun di ruangan itu selain dirinya. tanpa sadar Air mata menetes di pipinya entah tau alah sebabnya. tak lama terlihat seorang wanita paruh baya yang masuk keruangan itu.
"Alex" ucap wanita itu sembari lari dan langsung memeluk anaknya.
"Alex apakah aku Alex? "siapa wanita ini kenapa memeluk ku batin Alex yang merasa risih dengan wanita itu
"Jangan sentuh aku" bentak nya merasa tidak nyaman dengan pelukan dari mamahnya. iapun merasa mulai mual di perutnya, membuat ia mendorong mamih nya agar menjauh dari tubuhnya.
"Galexsa kenapa kamu sayang" ucap aida merasa heran dengan tingkah anaknya.
"Siapa kamu pergi sana" usir Alex dengan penuh penekanan
"A**pa dia kembali seperti dulu" batin aida yang mengingat masa-masa keluarga nya tinggal di Korea. aida merasa panik dengan keadaan anaknya, dia takut penyakit yang pernah di derita anaknya dulu kembali kambuh. dengan langkah yang lebar dia keluar kamar untuk memanggil dokter.
Tak berselang lama dokter datang ke ruangan itu dengan diikuti beberapa perawat yang membawa alat medis untuk memeriksa keadaan pasiennya.
Beberapa saat kemudian dokter itupun keluar dari ruangan pasien, untuk menemui seseorang yang sendari tadi panik.
"Bagaimana keadaan anak saya dok, kenapa dia seperti itu?"
"Anak ibu mengalami amnesia, untuk pemulihan nya akan membuat waktu yang cukup lama karena cedera di kepalanya cukup parah" jelas dokter, ibu aida hanya bisa mengangguk mengerti
"Abah anak ibu pernah terkena Gey?"aida yang di tanya hanya bisa mengangguk kan kepalanya.
"Saya kurang pasti dengan ini tapi ketika kami periksa kemungkinan penyakit itu kambuh lagi"
__ADS_1
"Tapi dok kenapa bisa kambuh lagi?"
"Saya kurang tau Bu tapi ibu bisa tanyakan pada dokter ahlinya" ucap dokter sembari menuliskan alamat dokter yang ahli dalam bidang itu dan menyodorkan pada aida.
"Terimakasih dok" ucapnya. Dokter itu hanya bisa tersenyum dan melaju pergi
...----------------🌒...
Tiga hari telah berlalu sejak Alex sadar dari komanya,sejak saat itu Alex lebih bayak diam, ia selalu menjaga jarak dengan para perawat wanita yang datang untuk memeriksa dan membawakan makanan kepadanya.
ia kini merasa pengat di dalam ruangan, ia membutuhkan suasana alam yang tenang untuk menghilangkan kebosanan nya.
yah, meskipun bayak orang yang berdatangan menjenguk Alex ia tetap merasa kesepian mungkin itu karena ia lupa ingatan.
karena itulah Alex meminta kelur dari rumah sakit, ia ingin kembali melakukan aktivitas seperti remaja biasanya. namun pihak rumah sakit tak mengijinkan nya keluar karena memang kondisi Alex belum membaik.
kini datang hari yang Alex tunggu-tungu hari dimana ia sudah di perbolehkan untuk keluar dari rumah sakit, meskipun itu dengan cara memaksa, namun dokter mengijinkannya dengan sarat dia harus sering konsultasi.
ia kini melangkahkan kakinya menuju cermin untuk merapihkan diri,satu sudut bibir tertarik di wajahnya ketika melihat pantulan dirinya di cermin.
"Keren" gumamnya lalu keluar kamar sembari menenteng tasnya.
"Galexsa" aida tercengang terdiam di tempat menatap kagum penampilan anaknya yang tidak seperti biasanya.
"Ganteng sekali anak Mamih" sumpah demi apapun aida tak menyangka akan perubahan anaknya. Amnesia yang di derita galexsa kini bisa merubah kepribadian anaknya, bahkan penyakit Gey itu datang lagi padanya.
galexsa yang mendapat pujian dari mamih nya itu memutar bola matanya males dia tau dirinya ganteng hanya saja kenapa bajunya yang dulu aneh semua.
ada yang sobek-sobek, lekton, warna mencolok, berpernak-pernik dan ada yang cutbray serta semacamnya, begitu lah outfit galexsa dulu, seperti anak jalan yang tak terurus.
__ADS_1
sampai-sampai dirinya harus membeli baju yang baru, karena tidak ada baju yang cocok dengan seleranya saat ini. semua baju yang menurutnya aneh itu dibuang entah kemana, termasuk baju sekolah, terutama celana yang bermodel cutbray entah mengapa dirinya dulu bisa berpakaian seperti itu pikirnya.
"Apakah itu pakaian ku" gumam Alex dia tak yakin dengan dirinya dulu, ia ragu dengan orang-orang yang menyatakan keluarga karena orang itu melihat dirinya Heran termasuk orang yang mengaku sebagai mamihnya.
yah semenjak ia sadar dari koma bayak orang yang mengunjungi menjenguk dirinya, herannya kenapa orang-orang itu selalu menyatakan dia berubah, bahkan dua hari setelah ia sadar dari koma ada segerombolan orang yang memakai baju yang sama datang menjenguk dirinya, orang itu aneh karen selalu memanggilnya bos.
bahkan yang membuat Alex geleng-geleng kepala, kenapa di kamar dirinya terdapat Poto wanita yang terpampang besar di depan Ding kasurnya, wanita yang terlihat biasa saja, tidak ada hal menarik di wanita itu, bahkan wanita itu terlihat garang pikir Alex.
"Alex sini sayang kenapa bengong"seru aida membuyarkan lamunan Alex.
"emm" gumam Alex menghilangkan kecanggungan.
"Sarapan dulu sayang, mamah udah masakin makanan kesukaan kamu" ucap aida.
Alex kini melangkah kemeja makan, menarik kursi itu agar bisa ia duduki. ia menatap semua makanan yang tertata rapih di sana, mata Alex tertuju pada satu menu yang menurutnya nikmat.
aida yang melihat anaknya termenung menatap rendang membuat ia tersenyum sembari mengambilkan lauk pauk itu dan nasi ke piring dan menyodorkan nya ke Alex.
"Maka sayang jangan cuma di lihatin". aida kini sangat bahagia melihat anaknya yang ikut serta makan bersama.
setelah sarapan Alex kini berpamitan untuk berangkat sekolah kepada kedua orang tuanya.
"Ini bekalnya jangan lupa di makan nya" ucap aida yang di bales dengan anggukan kepala oleh anaknya.
"Anak kita udah berubah pah"
"Iya" ucap wihan yang melihat anaknya pergi.
Alex ikut makan bersama dengan kedua orang itu sudah membuat mereka bahagia, karena memang Alex selama ini tak pernah makan bersama dengan orang tuanya, ia selalu beralasan terburu-buru untuk berangkat sekolah, bahkan bekal yang di siapkan Aida tak pernah Alex bawa, dengan alasan seperti anak TK.
__ADS_1
Hari ini Alex sengaja menggunakan mobil, dia tak mau lagi mengunakan motor berisik itu. yah mamihnya pernah bilang dia selalu mengunakan motor itu untuk berangkat sekolah.