
Bukan tanpa alasan dia tak suka dengan zajila, karena memang zajila sering menghukum dirinya meskipun dia tak salah, mungkin salah, salah ada di antara dua orang yang sedang ribut, jadi dia juga ikut terkena hukum. Pikir Al
"Malampir siapa?"
"Zajila lah, yang dulu pernah no--" ucap Nikol yang mulai kesal pada Alex, karena pertanyaan ya itu aneh seolah olah menandakan tak mengerti.
"Ih apaan si" ucapnya kesal karena ucapanya terhenti ketika tangan temannya itu membungkam mulutnya.
"Bisa jaga mulut lu gak, dia itu masih baru sembuh jangaan buat dia kesal"lirih Al di telinga temannya.
"Pernah apa?" tanya Alex penasaran
"Maksud Nikol, ketos yang galak itu yang pernah mengukum kita" ucap Ardi yang mengerti atas tindakan Al kepada temannya
"Oh"
...flashback off...
"Apa"
"Kantin yuk"
"Gue lagi belajar" ucapnya singkat
"Belajar!" ucap nikol
"Sejak kapan lu rajin belajar" lanjutnya
ya, bagaimana gak aneh Alex yang gak pernah sama sekali belajar tiba-tiba belajar membuat orang yang mengenalnya heran.
"Kesambet apa lu, jadi rajin" seru salah satu dari mereka
"Iya,heran gue Ama lu"
"Iya-iya, yuk kantin" ucap Alexei singkat karena jengah atas pertanyaan temannya itu.
Sesampainya di kantin mereka duduk di korsi paling tengah, tempat yang selalu orang itu duduki. semua murid yang ada di sana menatap mereka lebih tepatnya pada Alex yang sangat tampan.
"Hebat lu Lex bisa bikin semua siswi natap lu" ucap nikol yang terkenal pleyboy, sembari menepuk bahu temannya itu.
"Kayanya mereka tergila-gila deh melihat ke tampanan bos kita" ucap Al sembari terkekeh
"Ha ha ha" suara kekehan itu terdengar dari mereka berempat
Mereka terkekeh ketika melihat bosnya itu yang hanya diam saja ketika di sapa para penggemarnya bahkan Alex terlihat risih ketika salah satu dari mereka mendekat kepadanya.
__ADS_1
Sedang Alex tak sama sekali mengubiskan mereka.
"Eh Aldi tu" bisik..... yang masih bisa terdengar oleh Alex.
Alex kini mengatakan penglihatan nya mengikuti arah mata para temannya.terlihat Aldi yang tengah berjalan menuju kursi yang paling pojok yang tengah di duduki dua orang gadis.
"Sabar Lex" ucap nikol
"Dia pasti nyesel nolak lu"
"Dan tenang aja gue punya kenalan yang lebih cantik dari jila, nanti gue kenalin Ama lu"
"Jila" gumam Alex.
kenapa temannya itu selalu menyebut nama zajila, ketua OSIS yang galak. pikir alex
Sedangkan di sudut ruang sana seorang gadis tengah berbincang sembari sekali-kali melirik Alex.
"Jil, lu denger gue gak sih"
"Ah, apa?"
" Lu tuh kenapa sih, dari tadi gue ngomong gak di dengerin,males gue sama lu" ucap Ani yang kesal pada sahabatnya.
"Maaf Ni, dah jangan marah lagi cepet mau ngomong apa?"
Seorang pria kini mendekati mereka menghilangkan sunyi di sana, membuat kedua orang itu saling menatap satu sama lain.
"Jil, tuh" ucap Ani sembari memberi isyarat dengan matanya bahwa Aldi Aken menuju ke arah mereka.
Pangilan Ani membuat jila ikut mengarahkan pandangannya mengikuti mata sahabatnya itu, ia pun bernapas panjang ketika mengetahui apa yang di maksud sahabatnya.
"Pergi yuk" ajak jila pada Ani karena dirinya sedang males ada di dekat pacarnya.
Ya, zajila dan Aldi kini telah resmi pacaran untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Zajila menginginkan rumor nya itu cepat hilang sedangkan Aldi ingin menjadi terkenal di sekolah barunya. Pikir zajila
Sebenarnya Aldi sengaja menyatakan cinta di lapangan utama setelah ia tau bahwa zajila merupakan gadis yang dulu Alex kejar. Dia ingin membuat Alex kalah darinya walupun Aldi lah yang selalu kalah dalam permainan balap motor,namun kali ini tidak, dalam percintaan dia tidak boleh kalah, dia akan merebut apa yang Alex inginkan, dengan begitu dirinya akan menang dari saingannya.
"Nanti gue beleum selesai" ucap Ani sembari terburu-buru menghabiskan mie ayamnya.
"Ihs, lama lu nanti diake kesini dulu" ucap jila yang mulai panik.
"Lu duluan aja nanti gue nyusul" usir Ani yang merasa keganggu oleh sahabatnya.
"Ya udah gue duluan" setelah menyatakan itu jila langsung lari dari arah pintu lain, supaya dia tak terlihat oleh Aldi. namun langkahnya terhenti ketika ada tangan yang menyengkal lengannya.
__ADS_1
"Mau kemana?" ucap Aldi sembari menarik lengan pacarnya.
"Aldi" lirih jila kaget melihat orang yang sendari kemarin ia hindari kini telah ada di hadapannya.
"Kenapa, mau menghindar lagi?"
"Gak"
"Ikut gue" serunya sembari menarik lengan jila agar mengikuti dirinya, menuju ke meja paling tengah.
"Hallo galexsa andrizan, udah lama ya gak ketemu" ucap Aldi kepada seseorang yang tengah menatap mereka berdua.
Tatapan yang tak bisa terbaca oleh orang yang melihatnya, namun terasa aura permusuhan di antara mereka. Bisikan-bisikan para murid kini mulai memenuhi kantin ketika melihat dua pria merebutkan satu wanita.
Ya, Alex yang dulu pernah mengejar zajila membuat para murid mengira ada persaingan yang panas di antara keduanya. sedangkan beberapa siswi yang melihat itu merasa iri terhadap zajila yang di sukai dua orang pria yang sama-sama tampan.
"Beruntung baget si jila ruh di sukai dua Cogan"
"Joba ajah kalu gue, gue pasti nyesel sih dah tolak Alex"
"Kalu gue sih gue bakal putusun Aldi dan akan memiliki alex"
"Tuh liat, Alex berubah kayanya gara-gara si jila Nerima cintanya si Aldi deh"
"Dari dulu Alex emang ganteng, si jilanya aja yang sok-sok an nolak"
"Menurut gue sih si jila tuh lebih cocok Ama Alex"
"Ihs, kalu gue di posisi jila ajah pasti gue seneng banget di rebutun kaya gitu"
"Gue juga pengen siapa sih yang gak mau di sukai Cogan"
Seperti itulah Bisikan-bisikan bara murid yang ada di kantin.
"Hallo an**Ng, bacot" seru ardi yang memang tidak suka dengan aldi
"Mau apa lu?" ucap Al yang sendari tadi dia kini mulai buka suara.
"Lu gak ada kerjaan ya, apa lu gak ada duit sampai-sampai ganggu in kita makan" lanjutnya sembari menatap tajam.
"Ckh" seru Aldi yang kesal dengan ucapan Al.
"Aldi pergi yuk" ajak jila yang mulai merasa tak enak dengan keadaan.
"Gak SAYANG kita di sini aja, aku mau liat orang yang dulu ngejar-ngejar pacar tercantikku ini" ucap Aldi sembari menatap manik mata jila dan mengandeng tangannya dengan erat. lantas berhasil membuat zajila membuat kan matanya.
__ADS_1
Sedangkan Alex yang tidak tau apa-apa menarik sebelah alisnya, merasa heran dengan semua orang yang menatap ke arah dirinya.
"Sabar bos" lirih Gion sembari mengusap pundak bos-nya, ketika Alex beranjak dari duduknya.