
Aini Tamaro
“Selamat ulang tahun Aini”
“Halo Aini, happy birthday ya”
“Met milad Aini ku sayang”
__ADS_1
“Selamat ulang tahun ya Aini Tamaro”.
“Terimakasih untuk kado dan kehadiran kalian saat ini teman-teman. Aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih ya” Aku membalas pelukan dan salaman dari teman-temanku.
*
Tujuhbelas tahun. Sudah mencapai angka kedewasaan. Hari ini ulang tahunku yang ke-17 tahun. Betapa bahagianya aku hari ini. Semua teman sekolah dan teman-teman yang ku kenali ku undang dalam acara ulang tahunku pada sore hari ini. Bunda senang banget saat tau aku mau merayakan acara ulang tahun ku. Dari aku SMP dulu Bunda selalu saja mau merayakan ulang tahun ku, tapi aku malah menolaknya, aku lebih senang acara ulang tahun ku di rayakan di rumah bersama keluarga ku saja. Karna Bunda bilang di usia ku yang ke-17 tahun ini adalah ulang tahun yang terspesial, makanya aku mau merayakannya bersama teman-teman ku.
__ADS_1
Makasih ya kak Radit, love you so much my Brother. Aku juga dapat banyak kado dari teman-teman ku, Wella ngasih aku sepatu kets, Artha ngasi boneka, Didit ngasih kaos yang bener-bener lagi aku pengenin banget. Duhh, Didit memang sahabat yang ngetop banget deh. Tapi di antara beberapa kado yang banyak ini ada satu kado yang bener-bener buat aku penasaran dan bingung.
Sebuah kotak yang di bungkus dengan kertas kado berwarna biru muda dan dihiasi dengan pita berwarna merah muda. Isinya sekotak coklat, saputangan yang di bordir dengan namaku dan secarik kertas yang berisikan pesan singkat.
“Halo Aini Tamaro. Selamat ulang tahun ya. Happy sweet 17th Aini. Maaf sebelumnya, mungkin aku bukanlah salah satu tamu yang kamu undang dalam perayaan ulang tahunmu saat ini. Aku hanya menitipkan kado ku ini dengan salah seorang tamu mu. Aini, niatku mengirim kado ini hanyalah untuk memberi tahu kamu tentang isi hatiku yang sebenarnya. Aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan. Aku selalu mencoba menjagamu dari keramaian orang jahat. Mungkin kamu tak pernah menyadari hal itu. Aku menyukaimu Aini. Aku menyukai kepribadianmu dan tindakanmu. Aku mengagumimu. Mungkin aku salah jika aku berkata aku menyayangimu. Tapi kadang aku berfikir aku tidak salah. Karna aku tak pernah mau melihatmu terluka. Aku tak akan mengharapkan hal lebih darimu, aku tak akan bias mengharapkan kamu membalas perasaan ku ini. Tapi aku hanya ingin kamu tau masih ada orang yang menyayangimu. Masih ada orang yang kadang mengharapkanmu.
Terimakasih telah membaca isi hatiku saat ini, sekali lagi ku ucapkan Selamat ulang tahun Aini.
__ADS_1
By. Yoga”
Yoga? Siapa dia? Siapa pengirim surat ini? Aku tak pernah memiliki teman bernama Yoga. Penasaran menyelimuti hatiku. Ku ingat-ingat satu persatu teman yang ku kenal. Tapi jelas tak ada yang bernama Yoga. Ku lipat surat itu kembali dan ku masukkan kedalam kotak tadi. Ku ambil coklat yang ada di dalamnya dan ku simpan kotak yang sekarang berisi surat beserta saputangan itu di dalam lemariku.