GARIS TUJUH BELAS

GARIS TUJUH BELAS
Warna Baru-1


__ADS_3

Aini


Hidup tidak hanya tentang satu nama. Tidak hanya tentang satu masalah. Bila hari ini kamupunya masalah bukan berarti esok takkan ada masalah. Waktu tidak pernah berhenti menjelaskan betapa berartinya hidup dengan masalah. Karenanya, kamu punya banyak cara menakhlukkan dunia.


Pagi ini Aldo menjemputku untuk berangkat bersama ke sekolah. Aku sudah fresh dan ceria. Tapi dia tetap bersikeras untuk pergi kesekolah bersamaku. Bisa kulihat beberapa temanku di depan gerbang yang sudah berjalan memasuki perkarangan sekolah. Beberapa masih bercanda gurau di halaman dan beberapa sudah di kelas menunggu bel masuk berbunyi.


“Aini, apa kabar?”, ucap Bintang dengan senyum khas miliknya setelah melihatku muncul di ujung pintu kelas.


“Selamat pagi Bintang”, ucapku cerita.


“Eh, udah sehat kamu?”, tanya Artha yang tengah duduk di samping Bintang.


“Sudah dong. Nih aku udah semangat gini”


“Kamu sakit apasih?”, ucap Bintang khawatir.


“Hanya butuh istirahat saja”, jelasku.


“Nih, pake catatanku. Aku mencatat dengan sangat lengkaploh yaaa. Demi kamu. Demi kamu biar gak ke tinggalan”, kata Artha dengan bersemangat.


“Yey, thankyou Artha”


“Sorry ya, kita gak ada yang bisa datang jenguk kamu semalam. Tugas kelompok banyak banget. Kamusih enak dirumah istirahat”, ucap Bintang.


“Iya tenang aja guys. Lagian aku gak kenapa-kenapa kok”


“Syukurlah”, jawab Artha dan Bintang bersamaan.

__ADS_1


^^^^


Ketika jam istirahat berlangsung, aku sudah mempersiapkan diriku untuk menjumpai Anggara. Sudah lama aku tak melihatnya. Ada rasa kehilangan saat dia sama sekali tak menghubungiku ketika aku di rumah selama dua hari karena sakit. Sepertinya dia menyesal mengungkapkan hal itu padaku, sehingga dia sama sekali tak berani menanyakan apapun dari keadaanku. Aldo bilang kemarin dia ketemu sama Gara. Kuharap tak terjadi masalah apapun dengan mereka.


Kulihat Gara sedang duduk di kursi depan kelasnya bersama beberapa temannya. Dia terlihat terkejut saat melihatku sedang berjalan kearahnya. Aku tersenyum dan menghampirinya.


“Boleh ngomong sebentar Ga?”, ucapku.


“Siapa tu Ga? Cewek mu?”, ucap salah satu temannya.


“Yaudah hayuk kesana aja”, ucap Gara mengabaikan teman-temannya.


Aku hanya tersenyum kepada teman-temannya dan berpamitan untuk meninggalkan mereka. Kami mencari kursi kosong diarea halaman sekolah. Di sudut taman bunga kulihat ada kursi yang kosong dan cukup tenang tanpa banyak anak lain berlalu lalang disekitar situ.


“Kamu sudah sehat?”, tanya Gara padaku.


“Gara, maaf ya”, kataku perlahan.


“Buat apa? Kan aku yang salah”, balasnya masih memalingkan wajahnya dariku.


“Aku kesal kamu buat surat diam-diam gitu”


“Aku emang gak bisa mengutarakannya dengan mudah Ni”


“Gara, sebenarnya aku juga suka sama kamu”


Sontak wajah Gara terkejut dan memandangku dengan seksama. Pandangannya membuat jantungku tak bisa santai seperti sebelumnya. Aliran darahku seolah melesat kesegala penjuru tubuh. Dia masih menungguku melanjutkan perkataanku tanpa respon apapun darinya.

__ADS_1


“Aku bingung harus bilang apa sama kamu. Lagian kamu gak ada minta aku buat balas apa-apa dari kata-katamu sebelumnya”, ucapku jujur atas kegundahanku.


Kulihat garis senyumnya yang bahkan hampir tertawa. Dia mengacak rambutku secara asal dengan lembut.


“Jadi kamu sakit karena kamu gak tau aku nembak kamu atau cuma iseng ya?”


“Hem”


“Emang aku gak terlihat serius?”


“Entahlah”


“Yaampun Aini, aku juga gak semudah itu loh ya berani bilang suka sama kamu”


“Terus?”


“Ya aku yang salah sih emang. Cuma bilang suka doang hahaha”


“Isss”


“Maaf ya Aini Tamaro. Haruskah kuulangi kata-kataku?”


“Enggak! Gak mau dengar”, ucapku jutek.


Dia mengelus rambutku dan berkata, “Aku sayang sama kamu. Kamu mau gak jadi pacarku?”


Semua tampak sangat tak kupercaya. Aku sudah tahu harus berkata apa. Aku sudah mempersiapkan jawabanku sebelumnya. Dan aku sudah yakin. Bahwa kami akan mencoba warna baru mulai saat ini.

__ADS_1


Jangan takut. Masa kisah cinta remaja kita belum tentu abadi. Tapi setidaknya, mencoba belajar mengenal orang lain itu takkan menjadi masalah.


__ADS_2