
Aldo
Sarapan pagi seperti apa ini. Di meja makan yang besar ini hanya ada aku, apa Papa masih belum pulang juga ya. Hm, padahal semalam aku udah janji sama Aini. Duhh, bakal lecek nih wajahku kalau kayak gini caranya. Ahhh masa iya aku berantem sama Aini lagi pagi ini? Wah bakal geger semua nih kawan sekelas ku. Tanpa sadar Blackberry ku bergetar dan…Yap! Papa menghubungiku pagi-pagi? Wahh ada angin apa nih ya. Aneh!
“Ya pa?”, kataku dengan ogah-ogahan.
“Halo, Aldo? Lagi dimana kamu?”
“Di meja makan Pa sarapan. Papa masih di Bangkok?”
“Iya, besok malam baru Papa bisa pulang. Kamu udah terima kado ulang tahun kamu?”
“Ha? Maksud Papa?”
Kado? Jadi Papa Udah nyiapin kado buat aku?
“Loh? Jadi Bibik belum bilang ke kamu ya? Papa udah siapin kado buat kamu. Nanti sebelum pergi kesekolah kamu minta kado kamu sama Bibik dulu ya”
“Iya deh pa. Pa….?”, Aku memperlembut perkataanku.
__ADS_1
“Iya?”
“Makasih ya Pa”, Jawabku dengan sangat tulus.
“Iya iya udah dulu ya, papa mau rapat lagi ini”
“Iya pa”
Jadi Papa udah nyiapin kado? Tapi kok Papa gak ngucapin selamat atau apa gitu ya sama aku? Hoaaammm paling kado Papa kayak biasa. Cuma tambahan uang saku doang. Gak mutu banget sih Papa jadi orang tua. Gak tau apa anaknya kesepian?
“Bik.. Pesan dari Papa mana?”, Aku berkata dengan nada yang keras agar bisa di dengar oleh Bik Ina pembantu yang kerja dirumah ku.
“oke, makasih bik”
“Iya den”. Aku membuka kotak itu dan…. Ha? Serius gak salah liat nih? KUNCI MOBIL? Papa ngasih aku mobil? YANG BENER AJA NIH? Kak Diaz aja gak pernah di kasih Mobil, kok aku…?
Dan sekarang aku bawa mobil kesekolah? Ini serius apa mimpi sih? Papa abis ketiban pohon kelapa kali ya?
Ahh entah lah. Biar dia ngasih mobil pun tetap ajakan aku di tinggal dirumah sendiri.
__ADS_1
Dan kayaknya janji aku sama Aini bakal terwujud deh. Hahaha*‘it’s so good’*
Jadi ini yang namanya orangtua penuh dengan kejutan?
Menjadi seorang anak tanpa sosok Ibu itu benar-benar sulit. Tak jarang aku merindukan pelukan hangat dari Mama. Apa semua anak tanpa Ibu itu merasakan hal yang sama sepertiku? Atau hanga keluarga kami saja yang hancur seperti ini.
Ahh...
Aku tak mau mengada-ngada.
Diusiaku yang kian bertambah ini, aku masih berpikir kekanakan. Terkadang, kita tidak perlu bersikap dewasa hanya karena telah tunbuh dewasakan?
Aku tak mau menjadi orang yang tak berguna.
Mama, jika Mama tau keadaan Aldo yang sangat kacau begini, apakah Mama masih membiarkan Aldo kesepian di Bumi ini? Aldo ingin sekali bertemu dengan Mama. Kenapa Mama tidak pernah muncul bahkan hanya sekedar di alam mimpi? Mama benar-benar telah melupakanku atau bahkan telah sangat membenciku? Mama. Maaf. Aldo rindu Mama. Selalu.
Sampai saat dimana pembuktian bahwa aku bisa berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun. Saat itu aku akan memukul keras dengan berbagai kata di depan Papa. Papa harus tahu, bahwa dia telah menyia-nyiakan waktu berharganya bersamaku hanya karena perasaannya yang kacau. Apa dia pikir aku gak sekacau itu ya? Aneh. Orang tua bahkan melupakan sikap melindungi kepada anaknya disaat sedang kecewa.
Sadarlah, Pa. Kita harus tetap hidup bersama di Bumi tercinta ini.
__ADS_1