
Aini
Sekolah adalah tempat yang sangat menyenangkan bagi beberapa orang. Di sekolah kita menemukan banyak hal. Tak hanya sekedar pengetahuan ilmu saja, tapi juga pengetahuan tentang bersosial antar sesama manusia. Disini. Aku juga mendapat banyak hal yang sangat mengagumkan.
*
“Ainiii!”
Artha setengah berlari datang menghampiri ku.
“Ada apa ta?”
“Kamu harus tau, aku ada kabar gembira nih buat kamu”
Artha sangat bersemangat mengatakannya padaku.
“Kabar gembira? Kabar gembira apaan?”
“Hari ini ada tournament Basket. Kita bakal di ajak Aldo buat nonton deh kayaknya”
“Terus kabar gembiranya dimana?”, Kataku ogah-ogahan.
__ADS_1
“Kita bakal izin gak belajar lah”
“Emang tournament nya jam berapaan? Bukannya kita ada Ulangan Fisika hari ini?”
“Jam 9 loh Aini, masih sempatlah kita Ujian dulu nanti”.
Aku tak menanggapai lagi perkataan Artha. Aku hanya diam dan memasuki kelas dengan tampang yang bingung. Sepertinya ada yang aneh deh dari kelas ini. Kok sepi banget ya? Ini jam berapa sih? Apa aku kecepatan datangnya ya? Tapii enggak kok, ini jam biasa aku datang.
“Artha, kamu tau gak yang lain pada kemana?”
“Enggak tuh, aku juga bingung kok kelas kita sepi gini yah”, Tiba-tiba Didit datang menghampiri aku dan Artha.
“Aini” Didit berbicara tersenggak-senggak.
“Kamu harus nenangin Aldo”
“Ha? Aldo? Kenapa dia?”, Aku bingung dan setengah berteriak kepada Didit.
“Udah deh, cepat yuk... ikut aku. Kita harus cepat nih sebelum guru-guru pada datang”
“Emang ada apaan sih dit?”, Kali ini Atha yang bertanya pada Didit.
__ADS_1
“Aldo berantem sama Anggara anak Basket itu. Udah yuk cepat”, Aku dan Artha mengikuti Didit setengah berlari.
Aku melihat Aldo sedang marah-marah di depan seorang cowok yang dibilang Didit tadi. Aku tak mengenali cowok itu. Tapi yang ku lihat, cowok itu juga sedang marah sama Aldo. Aku menerobos semua keramaian, dan jadilah aku sekarang berada tepat di samping Aldo. Aku menggenggam tangan Aldo.
“Aldo, kamu kenapa sih? Udah deh yuk, gak usah ribut-ribut gini ah”, Aku melihat cowok itu terdiam dan menatapku.
Aku balas menatap cowok itu dan tersenyum.
“Maafin temen aku yah. Kalian gak mesti ribut-ribut gini kan? Aldo, udah yuk”
“Kamu apaan sih ni? Kenapa kamu malah minta maaf ke dia? Jelas-jelas bukan aku yang salah Ainii!”, Aldo malah jadi marah-marah gak jelas sama aku.
“Aldo, gak penting siapa yang salah. Udah ayuk”.
Aku menarik tangan Aldo dan mengajaknya untuk pergi dari kerumunan itu. Aku berbalik dan tersenyum kepada cowok tadi lalu berkata.
“sekali lagi maaf yah”
cowok itu hanya memandang ku dengan pandangan aneh. Aku tak bisa mengerti arti dari pandangan cowok itu.
Siapasih dia. Kok aneh banget ngeliatin aku? Emangnha ada yang aneh dari tampangku ya? Apa aku salah pakai baju hari ini? Ahh.... enggak kok. Apaansih tuh orang.
__ADS_1
*
Aldo hanya diam tak berbicara apa-apa kepadaku. Dia memang mengikutiku jalan ke kelasnya, tapi aku tau pasti kalau dia masih kesal sama cowok tadi. Aku memang tak menggetahui apa yang sedang terjadi, tapi kalau semangkin lama mereka bertengkar seperti tadi, yang ada mereka akan di panggil ke ruang guru. Aku tak mau itu terjadi lagi kepada Aldo.