GARIS TUJUH BELAS

GARIS TUJUH BELAS
Tak Terduga-4


__ADS_3

ALDO


Berkali-kali aku memainkan ponselku hingga kebosanan ini tak kunjung usai. Hujan tak kian berakhir. Sejak pagi tadi hingga siang ini hujan masih menari-nari di bumi. Aku memandang deretan air yang jatuh di halaman rumahku. Si Mbok sedang membersihkan rumah dan Papa tampak menonton televisi di ruang tengah. Di saat hujan sepeti ini aku hanya bisa memandang halaman rumah tanpa bisa bermain kemanapun. Ku dengar suara Papa yang memanggilku berulang kali dari ruang tengah. Aku tak berniat menghampirinya. Tapi sepertinya aku lebih baik mengalah daripada harus menjadi anak durhaka terus-terusan.


“Apa pa?”, tanyaku setelah mendekatinya.


Aku duduk tepat di samping Papa. Mencoba menikmati film yang ada di televisi bersamanya.


“Ada yang mau Papa bilang sama kamu”, katanya.


“Apa itu?”


“Kamu kenapa diamin Papa? Kamu itu kalau ada apa-apa ngomong”


“Papa itu penipu!”


“Penipu gimana? Papa gak tau kamu kenapa dan tiba-tiba Papa pulang kamu gelap-gelapan begitu pas di tanya malah masuk kamar gak mau keluar. Kok kamu kayak anak cewek yang suka memberontak gitusih? Ngomong kalau ada yang salah”


“Jadi Papa sebenarnya kemana kemarin?”


“Ngejenguk Oppa kamu”


“Gak usah nipu deh Pa. Aldo aja kemarin satu harian sama Oppa sepulang sekolah”


“Loh, kamu gak Bimbel?”

__ADS_1


“Enggak!”


“Kenapa? Papa bayar mahal-mahal buat kamu belajar!”


“Papa kenapa malah bahas yang lain? Jawab dulu pertanyaanku!”


Kulihat Papa yang bingung ingin memulai pembicaraan denganku. Kami saling diam beberapa menit. Kubiarkan Papa mencari kata yang tepat untuk berbicara padaku siang itu. Aku sudah mempersiapkan kemungkinan yang akan dikatakan Papa. Kalaupun Papa jujur padaku, aku masih tidak akan bisa menerima hal tersebut. Aku harus mencari cara agar Papa dan wanita itu segera berpisah. Karena kalau memang wanita itu adalah Mamanya si Gara. Aku yakin, diapun tak menyetujui hubungan antara Mamanya dan Papaku.


“Aldo, kamu tahu kenapa kakakmu gak pernah pulang?”, tanya Papa secara tiba-tiba.


Apaan sih Papa kenapa coba malah bahas Kak Diaz coba.


“Kenapa Pa?”, tanyaku.


“Diaz merasa lebih tanang di sana. Dia merasa sakit kalau pulang ke rumah”, kata Papa berhati-hati kepadaku.


“Kamu gak ngerti Do. Kamu gak akan bisa ngerti kenapa Papa begini. Ini buat kebaikan kamu juga. Setelah kamu tamat sekolah, Papa janji kamu bebas memilih perguruan tinggi dimanapun”


“Supaya apa? Supaya Papa bebas disini mau kemana aja dan ngapain aja tanpa aku ganggu? Iya?”


“Bukan begitu Aldo!”


“Jadi apa? Kenapa Papa gak bahas mengenai wanita itu?”


Jelas sekali aku bisa melihat wajah Papa yang sangat terkejut karena ucapanku barusan. Apa ini. Apa Papa sama sekali tak berniat untuk memberitahukanku akan wanita itu. Apa Papa merasa aku tak perlu tahu tentang itu.

__ADS_1


“Kenapa Papa diam saja?”, ucapku secara kasar.


“Kamu tahu dari mana?”


“Apa sebegitu pentingnya aku tahu dari mana ya Pa? Papa pikir aku masih bayi?”


“Papa tidak tahu orang yang kamu maksud ini siapa. Tapi beberapa hari ini Papa sering mengunjungi rumah teman Papa di Letda Sujono”


“Teman bagaimana yang selalu berkunjung?”


PLAK!


Aku sangat terkejut. Papa menamparku saat itu juga. Membuatku semakin geram dan marah.


“Tampar Pa! tampar saja aku sepuas Papa!”


“Aldo! Dia itu teman kuliah Papa. Teman kuliah Mamamu juga! Apa yang salah dengan itu?”


“Ohh… jadi jalan-jalan berdua setiap hari itu tidak salah ya Pa? Berkunjung setiap saat itu juga tidak salah. Aku baru tau!”


“Anak kurang ajar kamu! Papa ada bisnis dengan dia. Astaga apa semua pekerjaan Papa harus Papa jelaskan padamu. Kamu mikir Papa sehina apa sih?”


Papa meninggalkanku di ruang tengah seorang diri. Ku lihat air muka Papa yang memerah akibat menahan amarah karenaku. Sesungguhnya aku benar-benar tak mengerti. Apa memang aku yang salah paham. Tapi kenapa si Gara sampe semarah itu padaku. Dia gila ya. Aku ahrus pastikan kembali degannya besok disekolah.


**

__ADS_1


Pastikan dulu sebelum bertindak. Jangan salah langkah. Karena satu langkahyang salah bisa merusak beberapa langkah berikutnya, hingga akhirnya kita harus kembali ke langkah awal lagi.


__ADS_2