GARIS TUJUH BELAS

GARIS TUJUH BELAS
Kejutan-2


__ADS_3

Aldo


Ada sebuah keributan di kelas Aini ketika istirahat siang ini. Aku melihat sekeliling yang pada penasaran dan berlari kesumber keributan.


Terdengar sorak-sorai dari semua anak di kelas tersebut. Sepertinya ada yang sedang ulang tahun. Eh tapi itu ulang tahun atau orang yang lagi nembak cewek ya? Kok meriah banget gitu. Aku mengintip dari sela-sela keramaian. Kulihat seorang cewek yang sedang tersipu malu di depan seorang lelaki yang tengah memberikan sebuah mawar kepadanya.


Yaelah, udah kayak sinetron aja. Nembak cewek sampe sebegitunya. Gak malu apa ya dia dengan yang lain. Nekat sekali.


“Ngapain kamu?”


Didit datang dan menghampiriku. Menyadarkanku bahwa aku telah bergabung dengan anak-anak kepo lainnya. Untung aja Didit manggil. Kalau engga mungkin aku sudah berada di dalam sana kali ya.


“Tadinya mau ketemu Aini, tapi rame banget”, kataku pada Didit.


“Itu, si ketua kelas mereka. Kayaknya lagi membak ceweknya. Gila pede banget dia ya”


“Ha, iya kan dit. Kok dia bisa gitu? Kalau ditolak gimana ya hahaha”


“Walah, model begitu mana mungkin di tolak”


“Cewek itu bakal luluh coy”


“Mantep. Emang ko pernah coba lek?


“Enggak sih hehehe”

__ADS_1


“Halah. Basi. Udah yuk kita ke kantin aja”


Aku dan Didit berjalan ke kantin dan bergabung dengan Jepri dan Bowok yang sudah sampai di kantin sebelumnya.


“Kamu gak jadi istirahat ketempat Aini?”, tanya Jepri padaku.


“Rame banget lek. Ada yang buat acara di kelas mereka”, ucapku.


“Oh ituu. Si Zul ketua kelas mereka coy. Dia buat kejutan untuk calon pacarnya”, ucap Bowok.


“Ko kenal wok?”, tanyaku.


“Ya kenal lah. Dia kan tetangga ku. Kemarin dia mint bantuin juga. Cuma aku sibuk terus”, balas Bowok.


“Cantik apa tuh cewek?”, tanya Didit.


“Niat banget tuh orang”, ucapku.


“Eh teringatnya kau kok gak datang ultah si Aini kemarin lek? Itu juga ultahmu kan? Aku kira kalian bakal ngerayain samaan”, kata Didit.


“Ada urusan”, jawabku males-malesan.


“Sok sibuk ko lek”, ujar Jepri sambil tertawa. Dia mencairkan suasana agar tak berlanjut ke topik pembicaraan itu.


“Eh geng, menurut kalian kado apa ya yang cocok dikasih buat cewek?”, kata Bowok membuka topik pembicaraan.

__ADS_1


“Cewek mu ultah juga? Ke tujuh belas juga?”, ujar Jepri.


“Ultahnya sih udah lewat. Tapi aku mau kasih kado buat dia”, kata Bowok.


“Annive?”, tanyaku.


“Enggak juga. Cuma kepengen ajasih. Emang harus ada perayaan ya baru boleh kasih hadiah?”


“Ya enggak sih. Cuma aneh aja”, ucap Didit.


“Iya, jadi kaya ko itu terlalu boros aja gitu untuk cewekmu”, kata Jepri.


“Dia gak pernah minta ini itu kok. Aku cuma mau kasih sesuatu yang spesial aja”, kata Bowok.


Sepertinya si Bowok ini terlalu menyukai kekasihnya, atau dia habis di hipnotis? Kok dia malah royal banget sama ceweknya yang baru aja dia kenal.


“Jangan sering-sering kasih hadiah deh bro. Ntar cewek mu malah jadi matre”, ucapku.


“Iya. Cewek itu kalau terlalu di manjain malah jadi makin minta terus bro. Bisa bangkrut kau nanti kalau royal ke dia”, timpal Jepri.


“Masa gitusih?”, jawab Bowok tak percaya.


“Iya ini beneran. Gak lagi bohong. Aku pernah begitu bro. Doi malah nagih hadiah terus jadinya. Males bangetkan”, ujar Jepri.


“Jangan mau jadi budak cinta ya bro. Pacaran sewajarnya aja”, ucapku.

__ADS_1


“Siapp siaappp laksanakan kapten”, ujar Bowok bersemangat.


Jangan sembarangan memberi. Terkadang yang diberi tak tahu balas budi. Mungkin awalnya dia bersyukur. Tapi jangan sampai membuatnya malah mengukur tingkat kasih sayangmu dari apa yang telah engkau beri. Sewajarnya saja. Jangan berlebihan.


__ADS_2