
Aini
Apa aku salah? Apa aku salah telah membiarkan Sahabat ku dari kecil mengalami kesedihan sendiri? Apakah aku sahabat yang jahat? Tapi, aku juga tak bisa memaksa Aldo untuk menceritakan tentang ulang tahunnya kepada ku. Aku tau pasti saat ini Aldo sedang sendiri di rumahnya. Aku tau persis perbedaan sikap Papa Aldo setelah kecelakaan yang di alami Tante Rita Mamanya Aldo. Aku tau pasti Papa Aldo sangat terpukul. Tapi bukannya Aldo juga terpukul? Harusnya Papa Aldo lebih memperhatikan Aldo. Bukannya malah menyibukkan diri agar bisa melupakan kecelakaan itu.
Aku tau persis persahabatan yang terjalin antara Tante Rita dan Bunda. Mereka bahkan sepakat membuat tanggal kelahiran anak mereka sama dan di rumah sakit yang sama. Karna itulah aku juga bersahabat akrab dengan Aldo, apa lagi dulu rumah Aldo tidak begitu jauh dari rumahku. Dulu Aldo masih tinggal di kompleks yang sama dengan ku. Andai saja saat itu Aldo tidak pindah, mungkin saat ini aku akan menemaninya dirumahnya. Aku juga ingin berbagi cerita ku bersamanya. Aku juga ingin menceritakan surat itu kepadanya. Tapi sepertinya aku harus menunggu sampai waktunya pas untuk aku bercerita banyak dengannya.
“Aini? Kok belum tidur?”, Tiba-tiba kak Radit muncul dari balik pintu kamarku.
“Kak Radit sendiri kenapa belum tidur? Bukannya kak Radit besok pagi udah balik ke Semarang?”
“Ih, malah balik nanyak lgi kamu. Kakak mau nanya sesuatu nih sama kamu”
“Apa kak?”
__ADS_1
“Hm, dari tadi kakak gak ada liat Aldo, apa kamu gak ada ngundang dia ya? Atau Aldo juga lagi ngerayain ulang tahunnya juga seperti kamu?”
“Kak… kakak pernah dapat kabar tentang kak Diaz gak?”
“Enggak, semenjak tamat SMA kakak gak pernah lagi berhubungan degan dia. Tapi yang kakak tau dia kuliah di Jogja kan?”
“Iya kak, kak Diaz kuliah di Jogja. Semenjak kak Diaz kuliah di Jogja Aldo sendirian mulu tuh dirumah, malah kadang Aini menghubungi Aldo biar dia gak kesepian. Jadi tadi Aini udah undang dia kak, tapi dianya malah gak enak badan. Jadi dia gak datang kak, dan Aini juga yakin kalo Aldo pasti lagi menyendiri nih, abis di hari ulang tahunnya Papa sama Kakaknya gak ada dirumah. Malah Aldo bilang mereka juga gak ada ngasi ucapan sama Aldo kak”
“Yaampun, kasihan sekali anak itu. Hm, kakak juga mau nanyak satu lagi nih”, Nada bicara kak Radit seperti menggoda.
“Apaan lagi kak?”, kataku judes.
“Kamu… Ummm… Kamu udah pacaran ya sama Aldo?”
__ADS_1
Kan benerkan, kak Radit mulai lagi deh ngerayu aku kayak gitu. Ihh… Dasar kak Radit!!!
“Ha! Apa kak? Ih kok kakak malah nanyak itu sih kak?”, Aku balas dengan manyun di wajahku.
“Abis dari acara dimulai tadi kakak sih udah bisa nebak pasti kamu lagi nyariin Aldo. Yaa, kakak kira kan….”, Kata-kata kak Radit terpotong, yah sudah bisa ku duga nih godaan kak Radit.
“Enggak kok kak. Kami cuma sahabatan loh kak”. “udah ahh, Aini mau tidur kak. Kakak keluar gih”.
Lebih baik aku mempercepat percakapan ini dari pada harus dengar godaan kak Radit terus-menerus.
“Iya deh iya. Huuhh padahal kakak kangen banget sama kamu”, Kak Radit mencubit pipi ku dengan gemas.
“Ihh sakittt tauuu kak!”
__ADS_1
Kak Radit hanya tersenyum dan pergi keluar dari kamar ku.