
Aini
Pertemuan adalah jalan menuju cerita penuh khayal- FZ
*
“Pagi Aini”, kata Wella yang sudah sampai di kelas lebih awal dariku.
“Pagi Wella, tumben datang cepat”, aku mengejek Wella yang biasanya selalu datang terlambat.
“Duhhh, masa iya sih Sekertaris OSIS selalu datang terlambat”, kata Wella sambil tertawa kepadaku.
Wella pergi ke luar kelas sambil tetap tertawa. Aku meletakkan tas ku di atas meja dan duduk di bangku ku.
__ADS_1
Tiba-tiba aku melihat ada sebuah kotak di dalam laci meja ku. Ku ambil kotak itu dan ku lihat isinya. Isinya ada coklat dan surat. Kelihatannya sama seperti surat yang ku dapat waktu ulang tahunku kemarin. Aku membuka surat itu dan membacanya.
“Pagi Aini Tamaro. Have a nice day. Seceria apa kamu hari ini? Hm, pasti tetap ceria seperti biasanya kan? Kamu tau tidak. Aku selalu iri loh melihat Aldo. Sepertinya enak sekali ya jadi seperti Aldo. Aldo selalu ada di sisi kamu, sedangkan aku? Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Hm, tapi tidak apa-apa deh selagi kamu tetap tersenyum aku bahagia. Aku juga kadang mikir kalau kalian itu pacaran ya? Eh.. tapi kalau memang iya, berarti aku gak punya kesempatan dong dekat-dekat sama kamu. yaudah deh aku rela-relain aja kamu dekat sama Aldo. Have a nice day ya buat kamu Aini Tamaro. Semoga kamu suka sama coklatnya.
❖** Yoga*”*
Aku hanya tersenyum-senyum melihat surat itu. Hm, aku juga sebenarnya masih penasaran sih, siapa pengirim surat itu. Tapi, ya mau gimana lagi. Kayaknya nih orang emang gak berani ketemu atau ngomong sama aku langsung. Aku keluar kelas dan mencari Wella, siapa tau aja Wella tau siapa yang letak kotak ini di laci meja aku. Wella kan tadi datang lebih awal dari aku.
Aku melihat Wella yang sedang ngomong sama Aldo, kayaknya mereka ngomongin tentang OSIS deh. Duh, masa iya aku ganggu Wella.
Aldo hanya melihatku dengan bingung.
“Kamu tadi ada liat orang yang letak kotak di bawah meja aku gak Well?”
__ADS_1
“Enggak tuh. Emang kenapa?”, kata Wella.
“Oh, yauda deh. Gak ada apa-apa kok”
“Masa gak ada apa-apa kamu nanya sih ni?”, kali ini Aldo yang ngomong. Sepertinya dia terlihat sangat penasaran. Aku harus mencoba bersikap biasa saja, agar Aldo tidak tanya yang aneh-aneh nantinya kepadaku.
“Iya gak ada apa-apa loh Do. Udah yah, aku mau balik”
Aku pergi meninggalkan mereka yang dari tadi berbicara berdua.
Wella gak tau apa-apa soal kotak ini. Duh, siapa lagi yang harus ku tanya? Kalau aku mau ngelupain surat-surat ini pasti aku gak akan mungkin bisa. Bagaimanapun juga surat ini udah masuk dalam ingatanku.
Bel berbunyi dan Wella sekarang sudah berada di sampingku. Guru Biologi kami pun juga sudah masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
Bersikap ‘bodoh amat’ itu sangat sulit. Tak jarang aku malah selalu kepikiran atau bahkan benar-benar menggangguku. Banyak hal yang tak bisa terlupakan hanya karena kita ingin melupakan. Karena sesuatu yang sangat-sangat ingin dilupakan akan menjadi sesuatu yang sangat kita ingat di pikiran kita. Itu sugesti nyata yang pernah ada. Maka, jangan berlebihan. Biasa saja. Biasakan menjadi biasa saja agar terus terbiasa.