GARIS TUJUH BELAS

GARIS TUJUH BELAS
Gibah-2


__ADS_3

Aini


“Sebenarnya aku mau cerita banyak sama kamu Ni”, bisik Wella kepadaku.


“Oh ya? Kamu mau main kerumahku hari ini biar kita cerita?”, jawabku berbisik juga kepadanya.


“Kita dua aja ya? Gak usah ajak Artha, Bintang sama Rara. Aku malu”


“Oke”


Sebenarnya Wella orang yang jarang sekali ingin cerita kepadaku. Menurutku dia orang yang berbeda diantara teman-teman yang lain. Dia orang yang paling aktif dan paling banyak planing untuk kedepan. Dia juga orang yang kaku dan sulit mengutarakan perasaannya terhadap kami semua. Selagi ia ingin bercerita, sebaiknya aku harus menjadi teman cerita yang terbaik untuknya.


Sepulang sekolah aku dan Wella pulang bersama naik angkutan umum. Wella mengajakku untuk singgah membeli beberapa gorengan dan es doger di simpang gang rumahku. Dari simpang rumah ke dalam kami tempuh berjalan kaki sekitar 5 menit. Tak terlalu jauh, tapi cukup membuat keringat kami bercucuran karena teriknya matahari. Padahal tadi pagi hingga menjelang siang hujan mengguyur bumi dengan ampun. Tak disangka di jam segini malah matahari begitu teriknya.


Bunda dan Ayah sedang tak berada dirumah. Mereka mengunjungi kak Radit di Semarang. Maka rumah benar-benar kosong dan menjadikan kami lebih leluasa berada dirumah.


“Aku ngidupin Tv ya”, ucap Wella sembari mencari letak remote.


“Iya. Aku ke dapur dulu buat ambil piring dan gelas buat kita tempur”


“Rumah kamu itu emang selalu sepi begini ya?”


“Biasa ada Bunda. Tapi ini Bunda sama Ayah lagi di Semarang.”


“Ngapain?”


“Gak ada. Main aja ketempat kak Radit”


“Ohh”


Ketika aku tengah memindahkan makanan kami, tiba-tiba bel berbunyi. Wella bergerak dan membukakan pintu untukku.


“Assalamualaikum, maaf dek. Aini nya ada?”


“Oh ada Bu. Dia lagi di dapur. Ada perlu apa ya bu, biar saya panggilkan...”


“Tidak usah dek. Ini kasih aja buat Aini. Bilang aja dari Bu Tuti”

__ADS_1


“Oh iya bu. Makasih ya bu”


“Sama-sama dek”


Wella kembali menutup pintu dan duduk di ruang tamu menghampiriku yang tengah meminum es yang kami beli tadi.


“Siapa Well?”


“Siapa ya tadi. Ibu itu kasih pecal buat kamu. Bu Teti atau Bu Tuti ya”


“Bu Tuti, itu tetangga depan rumah. Yaudah sini kita makan sama-sama aja. Lumayan buat cemilan kan”


Kami memakan beberapa cemilan yanh tengah disiapkan sambil menonton Tv dan berbincang. Yaealah, banyak banget yang kami lakukan. Udah kayak iya banget deh.


“Manurut kamu aku bisa gak ya jadian sama Aldo?”, tanya Wella kepadaku.


“Kamu beneran suka dia ya?”


“Ya iyalah. Masa aku bercanda Ni. Tapi kamu sama Aldo emang cuma teman kan Ni?”


“Maksud aku kamu gak pernah ada perasaan apa-apa sama dia kan?”


“Kayaknya sih enggak. Dia udah kayak saudara aku sendiri Well”


“Dia pernah pacaran gaksih?”


“Pernah dulu. Sebelum masuk SMA sih. Dia naksir adik kelas”


“Terus kamu?”


“Kok nanya aku?”


“Iya kamu gak kenapa-kenapa kalau dia pacaran?”


“Ya gak apa-apa lah. Orang aku waktu itu naksir teman sekelas kami juga”


“Oh, aku kira kamu gak pernah suka sama orang lain”

__ADS_1


“Kamu pikir aku cewek apaan well? Haha aku bahkan pernah pacaran sekali. Tapi gak lama”


“Ohh gitu. Jadi Aldo?”


“Kenapa dia?”


“Ya dia pernah cerita gak kalau dia suka cewek?”


“Ya pernahlah”


“Baru-baru ini ada gak?”


“Gak ada sih. Aku gak tau juga dia udah move on dari mantannya itu atau belum ya Well”


“Mantannya siapa?”


“Mantan dia waktu SMP dulu. Waktu kelas X masih sering kontak mereka. Tapi sekarang udah gak pernah lagi. Mereka putus karna LDR”


“Emang tuh cewek kemana?”


“Lanjut SMA di Matauli”


“Wow, pintar dong tuh anak”


“Iya, udah cantik, pintar, jago musik, jago gambar juga”


“Dia bisa buka hati ke Aku gak ya Ni?”


“Dekatin aja terus. Manatau lama-kelamaan Aldo luluh. Terus kalian jadian deh. Lengkapdeh teman aku”


“Aku baru ini suka sama cowok Ni. Ini juga karena kayaknya aku terlalu dekat sama Aldo ngurus ini itu”


“Semoga cinta pertama kamu ini berhasil ya Well. Aku bantu sebisa ku deh. Nanti juga aku coba tanya ke Aldo. Manatau dia mau cerita sama aku”


“Thankyou Aini sayang”


“Sama-sama cantik”

__ADS_1


__ADS_2