Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
10


__ADS_3

Menjelang malam ketika mereka sedang menonton TV di ruang keluarga, Tiba - tiba ayahnya jatuh pingsan. Rio yang melihat kejadian itu sangat Panik. Diapun langsung berteriak Histeris memanggilnya ayahnya.


Rio benar - benar kaget dan Syok seakan tidak percaya ayahnya tiba - tiba pingsan tanpa sebab. Karena ayahnya selama ini sehat dan baik - baik saja. Tidak ada yang salah dengan ayahnya, itu yang membuat banyak pertanyaan di benak Rio.


Dalam kepanikan tersebut, Rio dan ibunya Langsung membawa ayahnya kerumah sakit. Rio tidak ingin sesuatu yang lebih buruk terjadi pada ayahnya sehingga Dia langsung berinisiatif membawa pak Minggus ke Rumah sakit.


Dirumah sakit, ternyata mereka sudah di tunggu oleh Dokter yang selama ini menangani pak Minggus selama Dia sakit. Karena dalam perjalanan tadi, Bunda Rida sudah terlebih dahulu menghubungi dokter tersebut.


Pak Minggus langsung di bawah ke ruang UGD untuk menerima pertolongan pertama. Beberapa Perawat tampak sangat sibuk menyiapkan peralatan kebutuhan untuk pertolongan pertama pak Minggus di Rumah Sakit.


Dokter kelihatan sangat panik begitu juga dengan para perawat yang merawat pak Minggus. Di sela - sela merewat pak Minggus, Dokter menghampiri Bunda Rida sambil berkata


"bagaimana Anda membiarkan kejadian seperti ini terjadi" kata dokter sedikit mengeluh pada Bunda Rida


"saya juga tidak menyangka ini bakalan terjadi dok" sahut Bunda Rida yang masih saja menangis


"ini sangat berbahaya. Kami hanya membantu sebisa kami. Selanjutnya, Hanya Tuhan yang bisa menentukan" Sahut dokter Sambil berlalu


Mendengar obrolan dokter bersama ibunya tadi membuat Rio semakin cemas dan risau. Dia seakan tidak percaya dengan semua yang terjadi saat ini. Karena selama ini ayahnya terlihat sehat dan baik - baik saja.


Rio sangat terpukul Melihat ayahnya yang masih tidak sadarkan Diri melalui kaca jendelah Rumah Sakit. Ia benar - benar bingung karena tadi siang Dia masih melihat Ayahnya baik - baik saja bahkan masih sempat bercanda dengan dirinya.


Rio benar - benar tidak tau apa yang harus dia perbuat sehingga dia hanya bisa berdiri terpaku di pintu sambil melihat beberapa perawat yang menangani ayahnya.


Rio tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada ayahnnya. Dia benar - benar belum Siap kehilangan Ayah yang selama ini menjadi sosok yang selalu ada untuk dirinya.

__ADS_1


Selang beberapa saat kemudian, Pak Mimin dan Istrinya serta beberapa pekerja di perkebunan mereka menyusul Kerumah sakit Menjenguk Pak Minggus karena mereka benar - benar kwatir dengan keadaan pak Minggus.


Disana, Mereka mulai mendekati Bunda Rida dan Menghiburnya yang sejak tadi menangis. Melihat Mereka berkumpul dan Menghibur Bunda Rida Barulah Rio tersadar, kalau dari tadi ibunya terus menangis tanpa Henti.


Semua yang di lihat Rio saat ini benar - benar membuatnya semakin bingung. Dia benar - benar tidak tau, apa gerangan yang sedang terjadi Apalagi melihat ibunya yang sudah dari tadi terus menangis. itu semakin membuatnya pusing dan bingung.


Dokter yang merawat ayahnya hanya keluar masuk Ruangan tersebut tanpa berkata sepata katapun. Hanya Menatap mereka sekilas dengan tatapan kosong lalu terus masuk ke ruang dimana ayahnya di rawat. Melihat itu semua membuat banyak pertanyaan yang ada di benaknya yang tidak mungkin bisa jawab oleh Rio sendiri.


Semua pertanyaan di benak Rio tersebut membuat dia begitu Frustasi di tambah lagi melihat ibunya yang masih terus menangis membuatnya ingin berteriak sekeras mungkin di rumah sakit itu. Namun semua itu Rio tahan sambil menanti kesempatan untuk dia bisa menanyakan tentang semuanya itu kepada ibunya maupun pak Mimin.


Rio Benar - benar ingin tau apa yang sedang terjadi pada ayahnya. apa ada yang mereka sembunyikan sewaktu Dia masih di Jakarta. Memikirkan itu semua membuat tubuhnya menjadi lemas sehingga Dia mulai terduduk disitu sambil berharap ayahnya akan baik - baik saja.


Sudah hampir sejam di dalam ruang perawatan Rumah sakit tersebut, Ayahnya masih pingsan tidak sadarkan diri. Hal itu semakin membuat Rio cemas. Dia hanya berdoa kepada Tuhan, Semoga ayahnya baik - baik saja dan bisa cepat sadar dari pingsannya.


Banyak keluarga yang mengetahui ayahnya di rawat di rumah sakit mulai berdatangan menengok ayahnya dirumah sakit tersebut. Mereka langsung menghampiri bunda Rida dan Menghiburnya yang sedari tadi terus menangis tanpa Henti.


"apapun yang terjadi. kamu harus siap dan kuat menghadapinya, Nak" bisik pak Mimin pada Rio dengan cemas dan raut wajah yang sedih


Rio hanya mengangguk mendapati bisikan tersebut karena dia benar - benar bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini


"Bapak yakin kamu pasti bisa. Kamu adalah anak kebanggaan kedua orang tuamu, Rio" lanjut pak Mimin


"iya pak" sahut Rio dengan Lemas karena pikirannya benar - benar kacau saat ini


Setelah berbisik pada Rio, Pak Mimin langsung pergi bertanya pada dokter yang merawat Pak Minggus mengenai keadaan Pak Minggus. Namun dokter tidak berkata apapun, Dia hanya menggelengkan kepalanya pada Pak Mimin sambil berlalu pergi begitu saja meninggalkan Pak Mimin.

__ADS_1


Pak Mimin tidak bisa memaksa dokter berbicara lebih banyak sehingga dia kembali ke Rio untuk menemaninya. Karena Bunda Rida sudah di temani banyak keluarga yang berdatangan ke Rumah Sakit sewaktu mengetahui Pak Minggus di larikan ke Rumah Sakit.


Rio dan Pak Mimin hanya diam membisu tanpa bisa berkata apapun. Rio seperti orang linglung sehingga Dia tidak tau apa yang harus di bicarakan sama Pak Mimin. Dia hanya tersandar di tembok Rumah Sakit tersebut berharap ayahnya cepat sadar dari pingsannya dan bersama mereka kembali ke rumah.


Rio bahkan berjanji dalam hatinya untuk mengikuti semua keinginan ayahnya setelah mereka pulang dari rumah sakit nanti. Dia akan memperhatikan pola makan ayahnya, juga kesehatan ayahnya. sehingga tidak terjadi seperti ini lagi pada ayahnya.


Rio juga berjanji dalam Hati untuk tidak keluyuran bersama teman - temannya lagi dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama ayah dan ibunya. Dia benar - benar menyesal dengan semua yang sudah Dia lakukan selama ini.


Pak Mimin yang melihat Rio begitu terguncang melihat kondisi ayahnya saat ini hanya duduk diam di samping Rio. Dia tidak ingin mengganggu Rio. Dia takut Rio akan berpikir yang aneh - aneh dan melakukan sesuatu yang tidak di inginkan mereka di Rumah Sakit tersebut.


Keluarga terus berdatangan mengecek keadaan Pak Minggus. Hal itu karena cukup banyak keluarga Pak Minggus yang tinggal di kota kecil mereka tersebut di tambah lagi dengan kebesaran nama ayahnya, membuat banyak dari mereka yang sangat Respect dan menghormati ayahnya.


Rio sama sekali tidak mempedulikan kedatangan mereka. Rio hanya duduk terpaku bersandar di tembok tersebut seperti orang kebingungan. Dia benar - benar terpukul dengan kondisi ayahnya saat ini sehingga Dia tidak mempedulikan kedatangan mereka semua.


Hanya Pak Mimin yang sesekali pergi menghampiri dan menyapa mereka karena sudah meluangkan waktu untuk datang menengok Pak Minggus Di rumah sakit, Lalu kembali lagi menemani Rio. Tidak banyak yang pak Mimin ceritakan pada semua yang datang karena Dia sangat mencemaskan Rio.


Terdengar bisikan dari mereka semua yang datang jika Rio dituduh sebagai penyebab Pak Minggus jatuh sakit. Desas - desus tersebut semakin menyebar ke semua orang yang datang mengunjungi pak Minggus di Rumah Sakit sehingga semua yang datang ke rumah sakit mulai menyalahkan Rio atas kejadian yang menimpah ayahnya.


Rio tidak mempedulikan desas - desus yang beredar tersebut. begitu juga dengan Pak Mimin, Dia tidak berdaya menghalau gosip tersebut karena tersebar begitu cepat. Dia hanya pasrah berharap semuanya akan baik - baik saja nantinya.


Rio sangat yakin bahwa ayahnya akan baik - baik saja. karena selama ini, Ayahnya sehat - sehat saja sehingga Dia meyakinkan dirinya sendiri kalau ayahnya akan baik - baik saja dan mereka akan kembali kerumah bersama - sama.


Sebagian keluarga yang datang menjenguk ayahnya sudah kembali ke Rumah karena berbagai Alasan. Mereka hanya menitip pada yang tinggal disitu agar menginformasikan kepada mereka mengenai kondisi Pak Minggus.


Ada yang datang berpamitan pada Rio dan Pak Mimin, ada juga yang langsung pergi begitu saja setelah berpamitan pada Bunda Rida tanpa mempedulikan Rio. Mereka menyalahkan Rio atas apa yang menimpa Pak Minggus saat ini.

__ADS_1


Rio sama sekali tidak mempedulikan perlakuan keluarganya tersebut. bahkan Dia tidak menyadari Hal itu karena masih di selimuti dengan Rasa panik dan juga cemas akan keadaan Ayahnya yang masih pingsan di dalam sana.


#Hallo readers... jangan lupa vote dan like'nya ya 😊😊😉😉😉


__ADS_2