Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
44


__ADS_3

Perjudian yang di lakukan Rio pada perkebunannya cukup berhasil. Toko Rio cukup Ramai pengunjungnya sehingga dalam bebera bulan saja modal Rio sudah kembali. Bahkan Rio berencana untuk membuka tokoh di kota tetangganya. Rio ingin mengembangkan usaha yang di gelutinya saat ini.


Susan menolak dengan Halus niat Rio. Dia meminta agar Rio menundanya hingga mereka menikah. Susan tidak ingin berjauhan dengan Rio, Dia tidak ingin kesibukan Rio membuat hubungan mereka kembali renggang. Hingga saat ini Susan masih sangat takut kehilangan Rio lagi.


Rio yang memahami kecemasan Susan hanya menurut yang di katakan tunangannya. Rio kini sudah bersantai karena tokonya sudah berjalan sehingga Dia menjadi sopir pribadi buat Susan.


setiap hari Dia selalu mengantar Susan ke kampus setelah itu pergi ke tokonya atau mengecek perkebunan. Sore harinya dia akan kembali menjemput Susan di kampus.


Hari pernikahan Rio semakin dekat. Orang tua kedua calon mempelai mendatangi Gereja bersama kedua mempelai guna mendaftarkan Pernikahan Mereka di Gereja. Sudah saatnya bagi Rio untuk mengikat hubungan mereka secara Sah di Gereja.


Gereja menyambut baik kedatangan kedua mempelai serta kedua orang tua mereka masing - masing. Rio bersama keluarga meminta kepada gereja untuk membuat Misah secara khusus untuk pernikahan mereka dan Gereja menyetujui itu.


Tiga hari sebelum hari pemberkatan nikah, keluarga Hans datang dari Jakarta. Rio besama Susan dan pak Mimin menjemput mereka di bandara.


Pesta pernikahan Rio Diadakan cukup meriah. Di antara banyak tamu undangan yang hadir Ada juga disana Revan, Heru dan Dias yang merupakan sahabat masa kuliah Rio. Rio juga mengundang serta Bunga dan suaminya untuk datang ke pernikahan mereka. Semenjak Kencan Ganda, Mereka kini bersahabat bahkan sangat akrab. mereka selalu berkunjung satu sama lain untuk sekedar bertukar pikiran.


Rio membawa serta Bungan dan Suaminya untuk duduk bersama ketiga sahabatnya. Dia sudah menganggap Bungan sebagai saudarinya sehingga Dia tidak ingin membuat jarak antara mereka.


Revan, Dias dan Heru menerima kehadiran bungan dan suaminya di tengah mereka dengan baik. mereka bertiga sangat mempercayai Rio akan semua keputusan yang di ambilnya karena hingga saat ini, keputusan Rio tidak pernah merugikan mereka bertiga.


Awalnya canggung bagi bungan dan suaminya ketika bergabung bersama Dias, Revan dan Heru. namun setelah beberapa teguk miras yang Rio sugukan kepada mereka, hubungan mereka langsung mencair. mereka bercerita dengan akrab layaknya teman lama.

__ADS_1


Pesta pernikahan Rio cukup ramai. Bungah yang tengah Hamil besar selalu duduk di samping suaminya dan terkadang cubitan kecil selalu Dia lakukan pada suaminya agar mengurangi porsi minumnya.


Suaminya yang mendapati cubitan itu hanya mengelus kepala Bungah bahkan sesekali di ikuti dengan kecupan mesrah. Melihat hal itu membuat Rio semakin yakin kalau sahabatnya itu menikah dengan orang yang tepat. Pesta baru berakir pada Jam 2 dini hari.


Semua tamu Undangan bubar dan kembali kerumah atau penginapan mereka masing - masing. Rio menyuruh Pak Mimin menemani ketiga sahabatnya bersama pasangan mereka hingga ke penginapan karena kondisi mereka yang lagi mabok.


Malam pertama Pengantin baru di habiskan di rumah mempelai wanita karena Pesta pernikahan di adakan di rumah mempelai wanita. Keesokab harinya barulah Rio membawa Susan ke rumahnya.


Hanya ibunya dan Pak Mimin yang kembali ke rumah mereka sedangkan Rio dan Susan menginap di Rumah Susan malam itu. Itu sudah merupakan suatu kebiasaan di kota kecil Rio.


setelah menikah, Rio dan Susan Tinggal bersama ibunya di rumah peninggalan ayahnya. Rio ingin Dia dan istrinya tinggal bersama ibunya sehingga mereka bisa merawat ibunya hingga hari tuanya nanti sesuai janjinya kemarin.


Susan sama sekali tidak keberatan dengan itu. Dia malah senang karena ada orang tua yang menemani mereka di masa pernikahan mereka yang masih baru Karena mereka bisa di nasehati dan juga di tuntun olehnya.


Susan banyak mendengar nasehat dari keluarganya, jika pernikahan itu paling berbahaya dan rawan di saat awal menikah. setelah itu maka semua akan berjalan dengan baik sehingga dia sangat kwatir jika mereka harus tinggal sendirian berdua.


Dari awal sejak mereka berkenalan, Rio juga suda mengatakan pada Susan kalau kelak setelah mereka menikah, Mereka akan tingga bersama ibunya di rumah ini dan merawatnya ibunya hingga hari tua nanti bersama – sama.


Hal itulah yang membuat Susan tidak kaget ketika mendengar kalau mereka akan tingga bersama Bunda Rida. Begitu juga dengan kedua orang tua Susan. Mereka tidak keberatan dengan semua itu. Mereka sudah melepaskan semua tanggungg jawab mereka pada Susan dan menyerahkannya kepada Rio sebagai Suaminya.


Bunda Rida juga sama sekali tidak keberatan dengan itu. Sejak dulu Dia malah sangat mengharapkan Rio untuk bisa tinggal bersamanya setelah Dia menikah nanti. Bunda Rida ingin anak semata wayangnya menempati Rumah yang ditinggalkan ayahnya pada mereka.

__ADS_1


Karena Rumah ini juga merupakan peninggalan kakek buyut Rio. Pak Minggus ayah Rio hanya sedikit merenovasinya untuk mengikuti perkembangan zaman sehingga layak untuk di tempati dan tidak ketinggalan zaman.


Hampir sebulan mereka menikah, Rio mengadakan pesta pernikahan yang Privat bersama sahabat – sahabatnya dengan berlibur selama 4 hari. Bali menjadi destinasi mereka untuk berlibur karena sekalian merayakan pesta privat yang di tawarkan Revan dulu.


Rio juga mengajak Serta Bunga dan Suaminya yang kini sudah menjadi bagian dari persahabatan mereka. Karena Usaha Rio berjalan cukup baik, Dia mengakomodasi 50% dari biaya perjalanan liburan mereka ini.


Karena itu merupakan tawaran dari Rio, ketiga sahabatnya tidak bisa menolak dan menyetujuinya meskipun anak Dias masih bayi, Istri Rivan lagi mengandung, Heru yang belum menikah dan juga Bungan yang tengah Hamil Tua. Semua itu tidak cukup menjadi alasan yang kuat buat menolak ajakan Rio sahabat terbaik mereka.


Mereka berlima beserta keluarga masing - masing pergi belibur kebali kecuali Heru yang pergi bersama kekasihnya karena dia belum ingin melangsungkan pernikahannya. Dia masih ingin menikmati masa lajangnya.


Mereka semua sangat menikmati liburan mereka kali ini. Disana mereka menghabiskan waktu bersama dengan mengelilingi beberapa destinasi wisata yang di tawarkan kepada mereka oleh pemandu wisata yang mereka sewa.


Sangat banyak tempat wisata yang mereka kunjungi, mulai dari wisata Alam hingga wisata Realigi. Semua tempat yang mereka kunjungi sangat indah dan mempsona, sehingga membuat mereka sangat bangga dan puas dengan liburan mereka.


Mereka benar – benar menikmati waktu liburan tersebut. meskipun mereka kini sudah berkeluarga, namun tinggal konyol mereka sewaktu kuliah masih terus berlanjut. Hampir tidak ada jaim di antars mereka berempat.


Istri – istri mereka sangat memahami watak mereka sehingga mereka membiarkan suami mereka bertingkah konyol seperti itu. Mereka tidak ingin mengganggu momen kebersamaan mereka ini dengan Jaim seperti ketika bersama yang lainnya.


Setelah menghabiskan 4 hari bersama di bali, mereka semua kembali kota kecil mereka bersama – sama menggunakan pesawat. karena mereka berempat berasal dari pulau yang sama Cuma kotanya saja yang berbeda – beda.


Mereka semua sangat puas dengan liburan mereka kali ini. Semua sangat senang dan bahagia ketika pulang. Tampak senyum dan ceria terpancar dari wajah mereka ketika dalam perjalanan pulang ke pulau mereka.

__ADS_1


__ADS_2