
Dalam perjalanan dari bandara menuju ke rumah Hans, pamannya. Mereka disuguhi pemandangan yang menjengkelkan bagi Hans dan bunda Rida Namun tidak dengan Rio, Dia begitu kaget dan terpanah dengan segala sesuatu yang di temui mereka dalam perjalanan.
Semua yang dilihat Rio dalam perjalanan itu merupakan hal baru bagi Rio. Semuanya sangat mengagumkan serta di luar dugaan Rio. Ada begitu banyak mobil yang lalu lalang sehingga menimbulkan kemacetan yang sangat panjang. Tidak seperti kota kecil mereka yang sangat jarang terjadi seperti ini, bahkan jalanan terkadang kosong tanpa ada kendaraan yang melintasinya.
Begitu juga dengan bangunannya yang sangat tinggi serta di kiri - kanan jalan yang mereka lalui di penuhi dengan para penjual minuman. Rio semakin kaget ketika melihat jalan di atas rumah warga sehingga dia harus menengok kebawah untuk melihat perumahan.
Semua yang di lihat Rio dalam perjalanan tadi membuatnya sangat kagum dengan jakarta, termasuk dengan kemacetan yang tadi mereka temui. Itu merupakan hal baru baginya sehingga Dia sangat menikmatinya.
Rio begitu heran dan takjub dengan semua yang dilihatnya itu sehingga dia berbicara dalam hatinya 'bagaimana bisa mereka dapat mengerjakan semua ini. apa mereka tidak takut jatuh atau mungkin bangunan itu akan roboh dan menimpa mereka semua yang di dalamnya'.
Hampir 2 jam perjalanan, mereka tiba dirumah Hans pamannya. perjalanan yang jauh tersebut cukup menguras energi mereka sehingga mereka sangat kelelahan. Hans hanya menunjukan kamar yang akan di tempati Rio, setelah itu langsung pergi ke kamar mereka untuk beristrahat.
Sore harinya ketika Rio bangun, Dia mendapati paman dan bibinya sedang menonton tv di ruang keluarga sehingga Rio langsung ikut begabung bersama mereka. Disana Rio di suruh pamannya untuk pergi ke kamar Randy, karena mereka menyimpan video game milik Randy di kamarnya. Rio bisa bermain game bersama Randy di kamar Randy nantinya.
Namun Rio malah menanyakan Kamar mandi kepada Hans pamannya karena dia ingin Mandi. setelah Mandi barulah dia akan kekamar Randy untuk bermain game sehingga Hans langsung pergi menunjukan kamar Mandi pada Rio yang ternyata sudah tersedia di kamarnya.
Setelah Mandi, Rio langsung menuju kamar Randy untuk mengajak Randy bermain game. ternyata disana sudah ada Randy yang sedang menyetel Video game sehingga Rio langsung ikut begabung bersama Randy bermain game.
Karena di suguhi begitu banyak game membuat Rio menjadi nyaman di Jakarta dan melupakan kedua orangtuanya di kampung halaman mereka. bahkan setelah beberapa hari, Dia sudah tidak mempedulikan lagi kedua orang tuanya di rumah. Hampir setiap hari Rio menghabiskan waktu di kamar Randy untuk bermain game.
Mereka berdua sangat akur dan juga akrab. Hampir tidak ada pertengkaran di antara mereka berdua. Mereka selalu saling mengalah satu dengan yang lainnya. Ketika Hans dan Ria pergi bekerja, mereka berdua menunggu di rumah sambil bermain game bersama bi surti yang selalu menyuguhkan mereka makanan ringan sehingga membuat mereka semakin nyaman di saat bermain game.
Hans dan Ria sangat menyayangi Rio dan menganggap Rio merupakan putra mereka sehingga membuat Rio semakin betah di rumah Hans dan merasa Rumah Hans seperti rumahnya sendiri.
Hans Berniat Mendaftar Rio di sekolah faforit yang tidak jauh dari rumah dimana mereka tinggal sesuai janjinya pada pak minggus kakanya untuk menyekolahkan Rio di sekolah Faforit berhubung pendaftaran sekolah tersebut sudah di buka.
Meskipun Hans sedikit meragukan kemampuan yang di miliki Rio Karena sekolah tersebut tidak sembaramg menerima siswa, Namun Dia tetap mendaftarkan Rio disana sesuai janji Dia pada kakanya sewaktu Hendak Membawa Rio ke Jakarta.
Malamnya Hans menelpon Pak Minggus di rumah untuk menanyakan Kemampuan akademik Rio di sekolah, Dia tidak begitu tau dengan kemampuan akademik Rio selama bersekolah. Dia tidak ingin Rio gagal seleksi masuk sekolah tersebut.
Pak Minggus memastikan kepada Hans bahwa Rio anak yang cerdas dan juga pintar sehingga Dia bisa lolos tes tersebut. Dia hanya butuh penyesuaian diri terhadap lingkungan baru di Jakarta serta tesnya itu benar - benar murni untuk kecerdasan murid.
__ADS_1
Setelah Mendapat jawaban tersebut, Hans mulai yakin dengan Rio sehingga di saat makan malam dia mengutarakan niatnya untuk mendaftarkan Rio ke sekolah tersebut ketika mereka sedang makan malam
"Rio, paman berencana ingin mendaftarkanmu di sekolah yabg kemarin sempat paman tunjukan padamu saat kita lewati" Kata paman Hans pada Rio
"iya boleh paman" sahut Rio
Tapi itu sekolah faforit nak. kamu perlu menyiapkan diri karena nantinya akan ada tes seleksi nak" kata pamannya sedikit ragu akan kemampuan Rio
"iya. gk apa - apa paman. Rio siap mengikuti seleksi itu, Paman" sahut Rio penuh percaya diri
"iya Rio. bibi yakin kamu pasti bisa" sahut Ria menyemangati Rio
"iya bibi. kemarin ibu menyiapkan semua buku - bukuku di dalam tas sehingga aku hanya perlu membacanya lagi bi" sahut Rio pada bibinya
"iya nak. paman percaya kalau kamu bisa lolos" sahut pamannya
"terima kasih paman. aku janji tidak akan mengecewakan paman dan bibi serta papa-mama dirumah"sahut Rio
"iya paman, boleh" sahut Rio
"kamu sudah siap kan ?" tanya pamannya
"sudah paman" sahut Rio
"harus kuat dan berani, Rio" bibinya menyemangati Rio
"iya bi. aku pasti bisa" sahut Rio
"yeah.... kami semua mendukungmu" sahut bibinya
"terima kasih bi" sahut Rio
__ADS_1
Sehabis makan malam mereka langsung menuju ruang keluarga untuk menonton TV . namun Rio tidak berlama - lama menonton TV. Dia pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan diri karena besok mereka akan pergi mendaftarkan dia di sekolah yang di katakan pamannya tadi.
Keesokan harinya di saat jam istrahat, pamanya ijin pulang untuk mengantarkan Rio keponakannya mendaftar di sekolah barunya karena keponakannya masih baru di jakarta dan belum begitu mengenal lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. Mereka kesana cuma berdua karena Ria masih bekerja sedangkan randy tidak ingin ikut bersama mereka.
Ternyata sekolah yang hendak di daftarkan Hans untuk Rio sangat Mewah di lihat dari bangunannya, berbeda dengan sekolah Rio waktu di kota kecil mereka yang sangat kecil dan juga bangunannya masih semi permanen.
Di sekolah barunya ini, gedungnya bertingkat serta di ruang tunggu juga sudah di sediakan TV serta kursi yang mewah kepada tamu yang datang. semua fasilitas di dalamnya sudah menggunakan komputer, tidak seperti sekolahnya dulu yang masih manual.
Rio benar - benar kaget dengan kondisi sekolahnya tersebut. Dia tidak menyangka bahwa sekolahnya akan semewah itu. Dia terus melihat ke sekeliling sekolah yang ingin di daftarkan Hans buat dirinya. Dia sangat kagum dengan semua yang ada di sekolahnya tersebut.
Rio sangat kagum dengan sekolahnya tersebut sehingga dia sangat berhasrat untuk bersekolah di sekolah tersebut. Dia tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan yang ada sehingga Dia berjanji dalam hati untuk mempersiapkan diri dengan baik demi bisa lulus tes nanti.
Hans membiarkan keponakanya melihat - lihat sekolah itu sementara dia sibuk mengisi formulir pendaftaran. Disaat hendak mengisi formulir identitas siswa baru, Hans langsung menyodorkannya pada Rio untuk mengisinya sendiri sekaligus dia ingin mengetes kemampuan Rio.
Dengan Cekatan Rio mengisi formulir tersebut tanpa sedikitpun keraguan. Dia sangat mengenal dirinya serta kedua orang tuanya sehingga dia langsung mengisi formulir yang di berikan Hans. Bahkan dia juga tau nama Hans, Rio hanya tidak tau nama lengkap bibinya sehingga dia harus bertanya pada Hans.
Setelah selesai mengisi formulir yang di berikan Hans, Dia langsung menyerahkannya kembali formulir itu pada Hans. Hans tersenyum puas setelah membaca formulir yang baru saja di isi Rio. Hurufnya sangat rapi untuk anak seumuran Dia sehingga membuat Hans mulai yakin akan kemampuan akademik Rio. Dia mulai yakin kalau Rio tidak akan mempermalukan dia dan istrinya Ria.
Hans langsung menyerahkan formulir yang diisi mereka tadi kepada petugas penerima siswa baru Serta syarat - syarat pendaftaran kepada petugas penerima siswa baru. Petugas lalu menyuruh mereka untuk menunggu sesaat karena dia harus mengecek lagi formulir pendaftaran yang baru saja mereka isi.
setelah petugas mengeceknya, Dia langsung menyodorkan sebuah amplop kepada Hans sembari mengingatkan Rio agar tidak lupa membawa lagi amplop tersebut di saat mengikuti tes. semua informasi sudah ada disitu sehingga mereka hanya perlu membacanya.
Sebelum pergi, petugas menyarankan kepada Calon Siswa Baru agar mempersiapkan diri dengan baik supaya bisa lolos seleksi nantinya karena seleksi kali ini lebih ketat, Mengingat banyak Calon Siswa Baru yang sudah mendaftar di sekolah tersebut.
Hans langsung buru - buru mengajak keponakannya pulang setelah pendaftaran karena dia harus kembali ke kantor untuk bekerja. Dia tidak ingin bos memarahinya karena Dia telat kembali ke kantor mereka. Hans tidak ingin itu terjadi, apalagi Hans sedang cecok sama manejer mereka.
Hans yang melihat keponakannya begitu ceria ketika dalam perjalanan pulang hanya menasehatinya agar mempersiapkan diri dengan baik sehingga Dia bisa lulus seleksi dan bersekolah di sekolah tersebut. Dia juga mengingatkan Rio untuk mempersiapkan diri dengan sungguh - sungguh karena tidak mudah masuk ke sekolah tersebut.
Rio hanya mengangguk ketika di tanya pamannya mengenai kesiapannya mengikuti tes masuk sekolah barunya karena dia begitu puas dengan sekolah pilihan pamannya itu.
Setelah Mengantar Rio kembali ke Rumah, Hans Langsung Kembali ke kantor untuk lanjut bekerja. Dia hanya ijin sebentar untuk mendaftar Rio di sekolah barunya dan harus kembali ke kantor karena pekerjaan yang sangat menumpuk di kantor sehingga dia harus menyelesaikannya.
__ADS_1
#Hallo Readers.... jangan Lupa like dan Vote'nya ya 🙂🙂😉😉😉