
Pesan singkat dari Rio pada Susan terkirim ke Hp Susan di saat Susan lagi mandi sehingga Dia tidak menyadarinya. Hal itulah yang membuat Susan terlambat membaca pesan dari Rio.
Dia baru membaca Pesan dari Rio setelah Dia selesai berganti pakaiannya. Susan sangat kaget ketika membaca pesan Rio tersebut. apalagi mengenai Pak Mimin yang akan mengawasinya, itu membuat Susan sangat kesal karena dengan begitu maka Dia tidak akan bebas lagi.
akan tetapi di sisi lain, Dia juga sangat senang karena ternyata Rio masih sangat peduli padanya meskipun Dia sudah pernah meninggalkan Rio tanpa alasan yang jelas yang menyebabkan luka hati yang cukup dalam buat Rio dan juga dirinya.
Susan langsung menelpon Rio hendak memprotes tindakan Rio tersebut padanya, Namun nomor yang di hubungi tidak aktif sehingga membuat Susan menggurutui Rio katanya 'huhh... dasar tukang ngatur. Dari dulu sampai sekarang, masih juga tetap sama. aku bukan lagi seorang bayi' gerutu Susan pada Rio setelah gagal menghubunginya.
Susan lalu mengirim pesan singkat pada Rio 'Setelah di Hotel kabari aku. aku pengen menelpon kamu. jangan lupa untuk itu' isi pesan singkat Susan pada Rio.
Sejak tadi Susan menunggu dengan cemas telfon atau pesan singkat dari Rio. Dia kwatir jika sesuatu yang buruk terjadi pada Rio saat dalam perjalanan. Hal itu membuatnya sedikit tidak tenang sehingga Susan memilih untuk pergi menemui ibunya dan bercerita dengan ibunya untuk menghilangkan rasa cemasnya itu.
tiga Jam kemudian, Rio mengirim pesan Singkat ke telpon genggam milik Susan untuk mengabarkan bahwa Dia sudah di hotel sesuai pesan Susan tadi. Dia tidak ingin membuat Susan lama menunggu dengan perasaan Cemas.
'Aku sudah di hotel sekarang. aku baru saja tiba beberapa saat yang lalu. ada apa kamu menyuruhku menghubungimu ?' isi pesan singkat Rio sekalian bertanya pada Rio karena Dia sedikit penasaran dengan Susan yang tiba - tiba menyuruhnya mengabarkan pada Susan setelah tiba di hotel.
Mendapat pesan singkat dari Rio, Susan langsung menelpon Rio
"Hallo San" sapa Rio pada Susan
"kamu sudah tiba ?" tanya Susan pada Rio
"iya San. baru juga sampai. ada apa kamu menyuruhmu mengabariku setelah tiba di hotel ?" tanya Rio lagi pada Susan
"aku mau protes kak Rio ?" jelas Susan dengan Manja pada Rio
__ADS_1
"mau protes tentang apa ?" tanya Rio lagi pada Susan
"aku gk mau di awasi Pak Mimin. aku pengen bebas kak" rengek Susan pada Rio
"apa 2 tahun belum cukup bagimu untuk bebas. apa perlu aku menyuruh pak Mimin untuk mengantar jemputmu setiap hari ?" tanya Rio mulai kesal dengan protesan Rio tersebut
"kok kak Rio marah sama Susan ?" keluh Susan pada Rio
"kamu protesnya gk benar. Awas aja kalau macam - macam disitu, akan ku suruh Pak Mimin menyeretmu pulang" Ancam Rio pada Susan
"gk ko kak. aku gk bakalan macam - macam. aku di rumah aja. palingan aku berkunjung ke Rumah ibu terus nanti langsung balik ke rumahku" sahut Susan yang mulai takut dengan ancaman Rio itu
"ya udah. aku tutup telfonnya dulu ya. aku mau istrahat sebentar. nanti akan aku hubungi kamu lagi" sahut Rio pada Susan
Meskipun Rio sangat Sibuk di Jakarta, Namun Dia selalu menyisihkan waktu untuk menelpon Susan. Dia tidak ingin membuat Susan memcemaskan dirinya. Dia juga tidak ingin membuat Susan berpikir yang tidak - tidak dengannya di Jakarta.
Setiap kali mereka saling menelpon, Susan selalu mengeluh pada Rio karena Dia begitu kesepian dan kangen dengan Rio. Bahkan terkadang Dia menangis karena kangen dengan Rio. Rio hanya menjawab semua keluhan Susan itu dengan candaan sehingga membuat Susan terhibur dan tidak bersedih.
Rio juga memanfaafkan waktunya Di jakarta untuk Mencari tau keberadaan kedua sahabatnya, Harlan dan juga Andre. Namun Rio sulit bertemu dengan mereka karena mereka berdua sedang terlibat konflik antara keluarga mereka. Hal itu membuat Rio harus kembali menjadi penengah buat mereka berdua.
setelah di telusuri, ternyata masalah yang mereka hadapi cukup besar. Sehingga membuat Rio sedikit memutar otak untuk membantu kedua sahabatnya itu supaya kembali akur meskipun secara tidak langsung.
Rio juga pergi mengunjungi Paman dan bibinya di rumah mereka, Di saat Dia tidak ada kegiatan. Rio sering mengunggah foto kegiatan mereka yang selalu di kelilingi oleh wanita Cantik sehingga membuat Susan Hampir mati cemburu di kota kecil mereka.
Hampir setiap Hari Dia menahan Rasa kesalnya dan juga terus menghubungi Rio yang sangat jauh darinya. Dia tidak ingin Rio bersenang - senang di jakarta dan melupakannya di kota kelahiran Rio.
__ADS_1
Pak Beni dan bu Marlin juga ikut mengingatkan Susan untuk terus menghubungi Rio agar Rio menjadi tidak betah tinggal di jakarta. Setelah sebulan lebih Rio belum juga pulang, Pak Beni dan bu Marlin ingin membeli tiket pada Susan untuk menyusul Rio ke Jakarta.
Susan menolak usulan konyol ayahnya itu karena masa pelatihan Rio 2,5 bulan sehingga tidak mungkin Dia pulang terlebih dahulu sebelum menghabiskan waktu pelatihan tersebut. Rio bukan orang yang seperti itu.
Bahkan Susan yang kini pusing menenangkan papi-maminya karena cemas dengan Rio yang belum juga kembali. sehingga terkadang Dia mengeluh pada Rio mengenai kecemasan Orang tuanya. Rio hanya menasehati Susan agar bersabar menghadapinya karena itu akan menjadi tugas mereka suatu saat nanti.
Susan hanya menjawab iya tanpa mengerti apa yang sedang di bicarakan Rio. Dia benar - benar tidak paham dengan maksud Rio. Dia juga tidak terlalu mempedulikan itu, yang Dia mau hanyalah ingin hidup bersama Rio dan sebisa mungkin melengkapi Rio.
Setelah habis waktu pelatihan, Rio belum juga pulang karena masih ingin bersantai di rumah paman dan bibinya di Jakarta sekaligus ingin membalas penyiksaan yang selama ini di lakukan Susan padanya.
Hal itu membuat Susan mulai marah sehingga Dia mulai mengancam Rio dengan berbagai ancaman, Namun tidak mampan buat Rio. Ancaman Susan selalu di tepis dengan baik oleh Rio karena masih ada pak Mimin disisinya dan siap membantunya.
Akan tetapi karena Rio tidak tahan dengan Susan yang Hampir setiap hari menangis saat menelpon dirinya, Rio akirnya menyuruh Susan untuk menyusulnya ke Jakarta. Dia Sudah kasihan dengan Susan sehingga memintanya untuk menyusulnya ke Jakarta.
Sekalian Rio ingin memperkenalkan Susan Calon istrinya kepada paman dan bibinya. Dia tidak ingin menunda lagi untuk memperkenalkan Susan pada pamannya. Karena Sudah waktunya juga bagi Dia untuk memperkenalkan Susan ssbagai calon istrinya untuk Keluarga pamannya di Jakarta.
Susan yang mendapat lampu hijau langsung menyusulnya ke Jakarta. Dia tidak ingin berpikir lagi, Dia sudah betekad untuk menyusul Rio ke jakarta. apalagi setelah Rio mengatakan Bahwa sekalian ingin memperkenalkan dirinya pada paman Rio disana membuat Susan semakin bersemangat untuk pergi ke jakarta.
Pak Beni dan Bu Marlin juga setuju dengan permintaan Rio sehingga mereka mengijinkan Susan menyusul Rio ke jakarta. namun pesan mereka kepada Susan adalah segera membawa pulang Rio secepatnya kembali ke kota kecil mereka.
Mereka tidak ingin Rio berlama - lama di Jakarta dan melupakan kota kecil mereka. Akan menjadi Sesuatu yang lucu jika Perkebunan mereka di tingga pergi oleh tuannya sehingga membuat perkebunan itu tak bertuan dan menjadi rebutan, itu akan menimbulkan beberapa kekacauan dan pak Beni, Bu Marlin serta beberapa orang lainnya sangat tidak ingin hal itu terjadi.
Hal itu karena mereka kwatir akan terkena dampak dari kekacauan itu. mereka sangat tidak menginginkan itu, mereka sangat tidak ingin kehidupan mereka yang tenang ini menjadi terganggu hanya karena suatu masalah yang seharusnya bisa mereka atasi dan tidak perlu terjadi.
Pak Beni dan Bu Marlin lalu mengantar Susan ke Bandara. Setelah Susan Naik Pesawat, Pak Beni langsung menghubungi Rio untuk segera pergi menjemputnya di Bandara karena pesawat yang di tumpangi Susan telah berangkat sekaligus berpesan kepada Rio untuk merawat Susan dan menjaganya di Jakarta.
__ADS_1