Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
42


__ADS_3

Malam harinya, Ria mengajak mereka semua berkunjung ke pusat kota. Disana sedang di adakan pasar malam dan juga Sirkuit tahunan yang kebetulan jadwalnya bertepatan dengan kedatangan mereka.


Biasanya setiap tahun jika sirkuit itu datang, pasti banyak pengunjung yang akan mengunjunginya sekedar menikmati semua game serta pertunjukan yang tersedia di pasar malam sehingga bibi Ria ingin mengunjungi pasar malam itu sekaligus bernostalgia dengan masa remajanya dulu.


Sewaktu masih Remaja dulu, Ria dan Dovan kakanya sering mengunjungi pasar malam itu untuk bersantai menikmati semua permainan juga pertunjukan yang ada di sana.


Mereka semua berangkat ke pasar malam di temani Pak Bagas. Pak Frengki dan Bu Hanna tidak ikut serta dalam rombongan. mereka ingin beristrahat karena keletihan juga kondisi Bu Hanna yang benar - benar belum fit sepenuhnya.


Pasar malam itu ternyata cukup ramai serta banyak pengunjungnya. Banyak juga permainan yang ada di sana sehingga mereka mencoba permainan itu satu persatu ada juga yang menonton aksi pertunjukan yang di adakan oleh sirkuit itu.


Susan, Minggas dan juga Bibi Ria mencoba beberapa makanan yang di jajahkan di pasar malam ketika perut mereka sudah mulai terasa lapar.


Meskipun Susan selalu berjalan bersama bibi Ria dan Minggas namun pandangannya selalu tertuju pada Rio. Bibi Ria beberapa kali menangkap pandangan itu sehingga langsung menggoda Susan


"sebesar itu kah rasa sayangmu padanya, Nak ?" goda Bibi Ria mengagetkan Susan


"hmmm... bibi. bisa aja bercandanya" jawab Susan dengan Manja pada Ria


"habisnya sejak tadi kamu selalu memperhatikan Rio" Sahut Bibi Ria


"hingga saat ini aku masih tidak menyangka Dia masih menerimaku setelah Dia ku tinggal pergi hampir 3 tahun lamanya bi. sekarang malah aku yang sangat kwatir kehilangan dirinya lagi bi" sahut Susan malu - malu pada Bibi Ria


"gk usah terlalu cemas nak. Rio anak yang baik, Dia juga sangat menyayangimu. kamu juga cewek pertama yang Dia kenalkan langsung pada kami berdua Nak" Nasehat Ria pada Susan

__ADS_1


"iya bi. aku terlalu takut untuk kehilangan Dia lagi bi" jujur Susan pada Ria


"gk usah terlalu mengkwatirkannya. Rio anak yang cukup dewasa. kamu hanya perlu selalu berada di sisinya dan berusahala untuk menjadi sandaran hatinya, Puji Tuhan Dia gk bakalan ninggalin kamu" Nasehat bibi Ria padanya


"iya bi, terima kasih. aku akan selalu mengingat nasehat bibi serta melaksanakannya bi" Jawab Susan


melihat Susan, Ria dan Minggas yang sedang jajan menarik perhatian Hans, Rio dan juga Randi sehingga mereka juga ikut bergabung mencicipi makan yang sedang di makan Susan dan yang lainnya.


Mereka langsung bergabung bersama Skuad cewek yang di pimpin oleh Bunda Rida untuk ikut Jajan bersama merela sehingga menghentikan Curhat Antara Susan dan Ria.


Mereka mencicipi jajanan itu sambil bercerita mengenai mana permainan yang paling bagus. Setelah puas mencoba Jajanan yang di jajahkan, mereka kembali berhamburan ke pasar malam untuk menikmati permainan yang tadi di sarankan kepada mereka semua.


Mereka semua sangat seru dan menikmati semua permainan yang mereka coba hingga tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 00.27. Ria yang menyadari itu langsung mengajak mereka semua untuk segera pulang karena Dia ingin mengajak mereka berkunjung ke tempat Wisata Alam yang ada di kota mereka keesokan harinya.


Semua langsung menuruti apa yang di Sampaikan Ria. mereka semua masih ingin menikmati tempat wisata lainnya di kota ini sebelum mereka kembali ke Jakarta. Mereka ingin menggunakan momentum ini sebaik mungkin. Hans mengambil cuti dari kantor hanya 10 hari sehingga mereka tidak mempunyai banyak waktu di kota asal Ria bibinya.


Susan juga perlahan - lahan sudah mulai tidak canggung dengan Rio. Dia kini sudah hampir sepenuhnya seperti dulu lagi karena perlakuan Rio padanya. Hans dan Ria juga selalu menasehati mereka berdua agar selalu mendukung satu dengan yang lainnya.


Mereka juga di ajak Pak Frengki mengunjungi peternakan miliknya. ternyata lahan peternakan sapi milik Pak Frengki cukup Luas. disana juga tersedia beberapa kuda tunggangan milik Pak Frengki. Pak Frengki menyuruh Rio untuk mencoba beberapa kuda tunggangannya.


Semua sapi Pak Frengki di lepas begitu saja di Lahan sabana milik pak Frengki hingga sore hari barulah digiring menuju kandang mereka masing - masing. Hal itu membuat penghasilan Susu sapi dengan kualitas yang bagus.


Hans yang baru pertama kali di ajak Pak Frengki mengunjungi peternakan miliknya sangat kaget dan juga girang. Dia tidak menyangkah bahwa mertuanya ternyata mempunyai lahan yang sangat Luas serta jumlah hewan ternak yang cukup banyak.

__ADS_1


Dia selama ini hanya mendengar cerita dari Ria mengenai peternakan milik Pak Frengki sehingga Dia tidak terlalu mempercayainya. Dia menganggap jika Ria terlalu melebih - lebihkan peternakan milik ayahnya.


Tetapi setelah melihat sendiri, kini baru Dia mulai percaya jika mertuanya cukup kaya. Selama ini Hans hanya menilai kekayaan ayah mertuanya dari Rumah yang di tempati yang bergaya klasik modern sehingga menurutnya harta mertuanya tidak sebanyak itu.


Menurut pandangan Hans, orang kaya adalah orang yang mempunyai mobil sport mewah dan Rumah yang mewah berbeda jauh dengan Pak Frengki yang hanya memiliki dua mobil klasik di Rumahnya serta satu mobil toyota Alphard yang biasa Dia gunakan ketika bepergian mengikuti acara penting.


Pak Frengki tidak ingin mengganti Rumah yang mereka tempati saat ini dan hanya merenofasinya karena Rumah itu merupakan peninggalan kakek buyut Pak Frengki.


Pak Frengki tidak ingin kehilangan Estetika dari Rumah itu sehingga Dia memilih untuk merenovasi rumahnya menjadi lebih indah tanpa harus menghilangkan estetika Rumahnya itu. Sebenarnya Dia mampu membeli Rumah baru yang lebih mewah dari rumah itu, namun Dia tidak menginginkannya.


Pak Frengki juga merasa lebih senang dan nyaman tinggal di Rumah seperti itu. Tinggal di rumah seperti itu membuat Dia merasa lebih bebas dan tenang ketimbang tingga di rumah yang besar dan megah.


Pak Frengki juga memiliki pabrik pengolahan Susu Mentah sehingga Susu sapi yang di perah dari peternakan miliknya langsung di kelola di pabrik miliknya. Pabrik itu lokasinya bersampingan dengan peternakan sehingga mereka di ajak Pak Frengki untuk sekaligus mengunjungi Pabrik Susu miliknya.


Para pekerja Pak Frengki semuanya berjumlah 40 lebih. ada yang bekerja memelihara sapi, memeras susu sapi, Memproduksi susu sapi hingga mengantar ke konsumen. Melihat pekerja yang cukup banyak serta ayah mertua bisa menggaji mereka semua membuat Hans hanya bisa melongo dengan aset yang di miliki ayah mertuanya.


Kunjungan ke peternakan milik Pak Frengki merupakan Jalan - jalan terakir mereka di kota asal Ria. Keesokan harinya mereka harus balik lagi ke jakarta karena waktu Cuti Hans dan Ria hampir berakir.


Pak Frengki melepas kepulangan mereka dengan raut wajah yang sangat sedih. Selama beberapa hari mereka di Rumah Pak Frengki telah membawa Suasana baru yang sangat Hangat sehingga Pak Frengki seperti tidak ingin suasana yang hangat ini cepat berakir.


Namun tidak ada yang bisa mereka lakukan. Tuntutan kerja membuat mereka harus pergi namun Hans berjanji pada Pak Frengki untuk memboyong keluarganya ke rumah Pak Frengki Lagi jika mereka libur mengingat mereka berdua juga sudah cukup tua.


Perjalanan pulang mereka berjalan dengan Lancar tanpa hambatan yang berarti. Mereka tiba kembali di Jakarta dalam keadaan selamat tanpa kekurangan apapun kecuali rasa Rindu dan kenangan akan Kota asal Rio bibinya.

__ADS_1


Seminggu setelah mereka kembali Jakarta, Rio dan Susan membeli tiket untuk kembali ke kota kecil mereka. Hal itu karena Hampir setiap Hari bunda Rida selalu menelpon menanyakan kepada Rio mengenai kapan Dia dan Susan kembali ke kampung begitu juga dengan Pak Beni dan juga Bu Marlin yang terus menerus menghubungi Susan.


Dengan berat hati Hans melepaskan keponakannya kembali ke kota asal mereka. Dia bersama keluarga kecilnya mengantar Rio Ke bandara. jadwal keberangkatan Rio dan Susan kembali ke kampung di hari minggu sehingga mereka libur.


__ADS_2