Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
39


__ADS_3

Keesokan paginya, Susan bangun sangat pagi dan masih mendapati Rio yang tertidur sambil memeluk Susan dengan cukup erat. Susan dengan pelan membangunkan Rio karena waktu sudah menunjukan pukul 05.00.


Susan tidak ingin mereka tรจlat karena kesiangan. Dia dengan pelan memukul pundak Rio hingga Rio terjaga dari tidurnya


"ada apa yank" tanya Rio karena kaget di bangunkan oleh Susan


"sudah hampir jam lima. kamu gk mau kan, kalau kita sampai di tunggu sama Paman dan bibi ?" sahut Susan pada Rio


"oh iya, hampir lupa aku. Ayo mandi sana, nanti aku nyusul atau kamu mau mandi bareng ?" goda Rio pada Susan


"gk... gk mau. aku lagi datang bulan. aku masih ingin membersikannya" jawab Susan yang kaget dan langsung menolak


"gk apa aku bantu bersiin biar saat di pake nanti gk banyak protesnya" goda Rio


"gk boleh sayang. nurut dikit, napa" sahut Susan dengan gemas sambil melepas pelukan dari Rio dan segera menuju kamar Mandi


Sehabis mandi Susan melihat Rio masih bermalas - malasan di atas tempat tidur sehingga Susan sedikit memaksa Rio untuk segera mandi. Dia sangat bersemangat untuk mengunjungi kota Kelahiran bibi Ria istrinya Hans.


Dengan kantuk dan malas-malasan, Rio berjalan menuju kamar Mandi untuk mandi. Dia juga tidak ingin membuat paman dan bibinya harus menunggu mereka di bawah dan menunda waktu keberangkatan mereka.


Mereka membawa 2 mobil untuk pergi ke kota kelahiran Ria bibinya. Hans membawa mobil yang sering di pakainya bersama Ria istrinya serta mobil yang Dia beli untuk Randy anak pertamanya karena jumlah mereka yang cukup banyak serta banyak juga barang bawaan yang mereka bawa sehingga mereka terpaksa harus menggunakan dua mobil.


Hans menyewa satu sopir untuk membantunya menyetir mengingat perjalanan mereka yang cukup jauh dan memakan waktu sehingga Dia tidak ingin keletihan dan bisa menyebabkan sesuatu yang buruk terjadi pada mereka.


Mobil Hans hanya di isi oleh dia dan istrinya serta Tomi anak bungsu mereka yang selama ini di masukan ke asrama karena tuntutan dari sekolahnya. karena itu, mereka mengajak 1 orang pembantu Rumah tangga mereka untuk ikut bersama mereka untuk menempati tempat duduk yang masih kosong di mobil milik Hans.


Sedangkan Rio, Susan, Randy dan Minggas menggunakan mobil Milik Randy. Di mobil milik Randy, Rio dan Randy akan bergantian menyetir mobil mengingat perjalanan yang cukup panjang dan memakan waktu tersebut.


Perjalanan menuju Rumah bibi Ria cukup memakan waktu dan menguras tenaga. Mereka juga harus menggunakan kapal penyebrangan untuk bisa pergi ke kota kelahiran Ria, bibinya.



Sudah hampir 12 jam perjalanan, Mereka belum juga tiba Di rumah bibinya. bahkan mereka sudah bergantian nyetir namun belum juga tengah perjalanan. ketika Susan bertanya pada Ria sewaktu mereka berhenti untuk makan kedua kalinya, Ria hanya berpesan pada mereka untuk bersabar dan menikmati perjalanannya.


Di pemberhentian kedua ini, Rio yang kembali menyetir mobil karena mereka sudah berganti sopir ketika berhenti Rumah Makan pertama tadi. Hans juga hanya berpesan kepada mereka untuk bersabar karena ini merupakan pertama kalinya Dia menggunakan perjalanan darat menuju Rumah besannya.


Ini juga merupakan kedua kalinya Dia berkunjung ke Rumah Ria. kunjungan pertama mereka ke rumah besannya, Hans menggunakan pesawat sehingga perjalanan mereka tidak terlalu memakan waktu serta menguras tenaga seperti sekarang.


Susan yang sudah kelelahan karena perjalanan yang begitu jauh hanya tiduran di bangku depan, Sesekali Dia menatap Rio terus kembali tiduran lagi. akan tetapi Susan tidak benar - benar tidur karena Dia tidak tega membiarkan Rio sendirian yang terjaga sementara andy dan Minggas sudah tertidur karena kelelahan.


Sesekali Dia membelai Rambut Susan yang selalu setia menemaninya sejak tadi terus kembali fokus menyetir lagi. Melihat Susan yang sudah mulai Suntuk karena tidak ada aktifitas membuat Rio berinisiatif mendownload game di hp'nya terus di berikan pada Susan agar Susan tidak bosan menemaninya menyetir sambil bermain game.


Susan sangat senang ketika menerima telfon genggam milik Rio yang sudah ada game'nya. Dia langsung memainkan game tersebut dan mulai bersemangat lagi karena sudah aktifitas yang bisa Dia lakukan.

__ADS_1


Rio yang melihat Susan serius memainkan game yang baru saja di downloadnya di playstore membuat Dia bertanya pada Susan


"sejak kapan kamu suka main game ?" tanya Rio pada Susan yang sejak tadi sangat serius memainkan gemenya


"sejak tadi. karena ingin menemani pacarku menyetir mobil" sahut Susan yang terus menatap layar Hp milik Rio


"makasih yank, Sudah menemaniku" sahut Rio sambil membelai rambut Susan


"jangan di berantikan Rambut Susan yank" rengek Rio pada Susan


"yank.... Cium donk. aku butuh energi tambahan" goda Rio ketika mereka berhenti di lampu Merah


tanpa memberi aba - aba lagi, Susan langsung mencium Rio yang sedang melihat ke arahnya dengan mesrah.


"udah kan. hati - hati nyetirnya dan fokus. jangan memintanya lagi, aku malu sama dek Randy dan Minggas yang lagi tiduran di belakang kita" kata Susan setelah melepas ciumannya dari Rio


"makasih sayang. aku sayang kamu" Goda Rio sambil mwngecup kepala Susan


"iya sayang, aku juga" sahut Susan sambil kembali melihat ke layar kaca Telfon genggam milik Rio


Dia sangat kaget ketika melihat isi pesan kota masuk Rio yang ternyata kebanyakan dari cewe. bahkan kebanyakan dari mereka minta ketemuan sama Rio sekedar untuk bereunian. Susan menarik napas panjang ketika membaca isi pesan Rio tersebut. Dia juga mengecek semua foto mereka dan ternyata semua dari mereka sangat cantik dan anggun.


Rio yang melihat Susan sangat serius melihat ke layar kaca Rio serta tatapan kesal yang sudah sangat Rio ketahui langsung bertanya padanya


"kamu senang gk, kalau aku ikut kamu ke Sini" tanya Susan dengan Serius


"ya pastinya senanglah. di samperin pacar" jawab Rio yang fokus menyetir


"oh.... aku pikir kamu gk senang karena disini kamu di kelilingi cewek cantik dan seksi" sahut Susan yang sedikit kesal sambil melihat ke arah samping jendela mobil


'astaga.... mana aku lupa ngehapus semua kotak pesanku, lagi' gerutu Rio ketika mulai menyadari Susan yang sedang kesal padanya


"itu semua teman - teman SMPku dulu. mereka ngajak buat reunian, aku gk mungkin menolaknya San" Kata Rio pada Susan yang terus menatap ke Jendelah kaca


"pantas kamu sering keluyuran dan gk di rumah. mana semuanya cantik lagi" gerutu Susan pada Rio yang serius menyetir karena mendaki dan juga jalannya berkelok - kelok


"itu cuman teman yank. lagian setelah di sana, aku gk bakalan ketemu mereka lagi" Jawab Rio sambil terus melihat ke arah jalan karena mereka bisa kecelakaan jika Rio tidak fokus menyetir


"lain kali kalau kamu ke jakarta lagi, aku akan bersamamu. jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku di rumah" jawab Susan sambil melihat Ke arah Rio


"iya yank. aku cuma makan malam bersama mereka, gk lebih kok" jawab Rio memastikannya pada Susan


"pokoknya aku gk mempedulikan itu. yang pastinya mulai sekarang jika kamu ingin menemui mereka lagi, ajak aku bersamamu" jawab Susan kembali melihat isi pesan Rio

__ADS_1


"iya yank. itu pasti" sahut Rio meyakinkan Susan


ternyata di antara beberapa cewek yang ngajak Rio ketemuan, ada dua orang yang sangat akrab dengan Rio bahkan mereka lebih dari sekali bertemu dengan Rio dan jalan bersama. Hal itu membuat Susan sangat kesal namun Dia menahannya karena Dia tidak ingin emosinya dapat membuat mereka menjadi Celaka.


Meskipun kesal dengan Rio, Namun Susan tetap setia menemani Rio menyetir. Dia tidak ingin membiarkan Rio terjaga sendirian dan menyetir apalagi sekarang sudah larut malam.


Dalam keheningan mereka Susan kembali mengingatkan Rio


"awas ya, kalau kamu sampai jatuh Cinta pada Sih Sovi atau Luna" kata Susan pada Rio memecah keheningan di antara mereka karena Dia di benaknya masih terngiang kedua nama itu


"gk ko yank. kami cuman temanan. serius yank" jawab Rio sambil membelai mesrah Rambut Susan


"iya... aku percaya sama kamu. kalau kamu gk sayang sama aku, Pasti kamu gk akan nyuruh aku buat nyusul sama kamu. tapi aku perlu waspada kan, biar kamu gk sampai nyaman sama mereka ?" keluh Rio pada Susan


"kamu gk usah mencemaskan mereka, karena cuma kamu yang selalu ada di benakku meskipun aku sering bersama mereka" sahut Rio sambil menatap mesrah ke arah Susan


"iya sayang, aku percaya itu. Terima kasih yank" sahut Susan pada Rio yang sudah kembali bermain game.


sedang serius menyetir, Rio di kagetkan oleh mobil pamannya yang tiba - tiba menyalakan lampu Sein yang menandakan bahwa mereka harus menepi. padahal saat itu sudah menunjukan pukul 04.00 pagi.


Rio hanya mengikut arah pamannya dan memarkirkan mobilnya di samping mobil pamannya. mereka berhenti di sebuah Warung yang cukup kecil karena mereka berada di daerah pedalaman dan tidak ada rumah makan ataupun tempat istrahat di sekitar situ.


Hans lalu memberi isyarat kepada Rio dan yang lainnya untuk segera turun menemui mereka. setelah bergabung bersama Hans, mereka langsung masuk ke dalam warung kecil itu bersama - sama.


ternyata Hans menyuruh mereka singga di warung itu untuk sekedar ngopi menghilangkan rasa kantuk dan lelah mereka. Karena perjalanan mereka masih memakan waktu sekitar 4 jam lagi. jadi jika mereka beristrahat sejam, maka mereka akan tiba di sana antara pukul 08.00 hingga pukul 09.00 nantinya.


Rio langsung memesan kopi Hitam kesukaannya serta Rokok karena Rokoknya habis saat dalam perjalanan tadi begitu juga dengan Hans dan sopir sewaan yang di sewa. Susan memesan Susu Jahe begitu juga dengan Ria dan Minggas yang ikut memesan Susu jahe sedangkan Randi memesan Nutri jeruk dingin karena cuma itu yang ada di warung kecil tersebut.


Mereka juga memesan snack dan Roti yang di jual disitu buat mengisi perut mereka yang kosong karena terus begadang sehingga membuat mereka lapar, apalagi Hans dan Rio yang sejak tadi menyetir mobil.


Susan yang duduk di samping Rio sedikit memaksa Rio untuk makan Snack yang di belinya tadi karena Dia kwatir dengan kondisi fisik Rio yang sejak tadi menyetir dan belum tidur. Dia bahkan mengambil rokok yang di beli Rio tadi dan menyodorkan Snack serta Susu jahenya buat Rio.


Rio hanya menurut pada Susan karena Dia juga sudah menahan rasa laparnya sejak tadi. Dia lalu mengunyah snack tersebut serta sesekali meneguk teh jahe milik Susan. setelah menghabiskan beberapa Snack tersebut, Susan mengembalikan Rokok yang di beli Rio tadi.


Ria dan Hans hanya tersenyum melihat apa yang Susan lakukan pada Rio. Mereka sangat senang kasih sayang yang di berikan Susan pada Rio. Susan tidak menyadari jika mereka sedang di perhatikan oleh Hans dan Rio sehingga di tampak biasa saja, berbeda dengan Rio yang sedikit malu karena menyadari mereka sedang di perhatikan oleh paman dan bibinya.


Karena tingkah Rio tersebut membuat Susan menjadi sadar kalau mereka sedang di perhatikan oleh Hans dan Ria. Dia langsung meneguk Kopi jahe miliknya dan juga mengunya snack yang di pegangnya untuk menghilangkan rasa canggung karena di perhatikan tadi. Begitu juga dengan Rio yang langsung membakar rokok dan juga meneguk kopinya.


Melihat tingkah keponakannya itu membuat Hans langsung bertanya kepada mereka mengenai kapan Rio mengikat hubungan mereka dalam tali pernikahan mengingat mereka berdua yang sudah cukup dekat dan akrab.


Rio lalu menjelaskan kepada Hans dan Ria mengenai perjalanan Cinta mereka hingga kenapa mereka belum menikah saat ini. Hans dan Ria tertawa terbahak - bahak ketika Rio bercerita jika Dia baru bertemu kembali dengan Susan setelah Hampir 3 tahun mereka tidak bertemu karena kekonyolan Susan dan keluarganya.


Berbeda dengan Susan yang hanya tersipu malu karena kekonyolannya itu. Dia hanya memeluk Rio dengan mesrah karena malu dengan cerita Rio pada paman dan bibinya tadi. sehingga Ria mengingatkan pada Rio untuk segera meresmikan Susan dengan ikatan pernikan karena Cewek akan lelah dan bosan jika terus menunggu Di jawab Rio dengan anggukan.

__ADS_1


Karena tujuan Rio menyuruh Susan menyusulnya ke jakarta agar Dia bisa memperkenalkan Susan pada mereka sehingga mereka tidak kaget ketika mendengar kabar Rio akan menikah sekaligus mengakrabkan Susan pada Hans dan keluarganya yang merupakan satu - satunya kerabat dekat yang Dia miliki saat ini dari ayahnya Alm. Pak Minggus.


__ADS_2