
Di Rumah, Kedua orang tua Susan sudah dari tadi menunggu Susan dengan perasaan cemas dan Kwatir karena Susan sedikit telat pulang ke rumah mereka hari ini.
tidak seperti biasanya susan telat pulang kerumah. Dia selalu tepat waktu sehingga membuat mereka sedikit cemas dengan Susan, mereka cemas jika sesuatu yang buruk terjadi pada Susan.
Di saat kedua orang tuanya sedang cemas menunggu Susan di teras Rumah mereka, Tiba - tiba ada sebuah mobil masuk ke halaman Rumah mereka dan langsung parkir di depan. setelah itu Susan langsung turun dari mobil itu di susul oleh seorang laki - laki yang mengekor diri di belakangnya.
Susan langsung menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggunya di depan Rumah, di ikuti oleh Rio. Ayahnya tampak sangat Geram dengan Susan karena pulang ke rumah di antar oleh seorang cowok yang belum mereka kenal, berbeda dengan ibunya, Dia sangat senang melihat putrinya di dekati cowok.
"ko telat, nak. Kamu pengen di hukum lagi kayak kemarin" ucap ibunya pada Susan dengan cemas berbeda dengan ayah Susan yang menatap tajam pada dirinya dan juga Rio tanpa berbicara apapun
"Pi, jangan mara dulu. Susan bisa jelaskan semua ini" Keluh Susan pada ayahnya.
"masuk" ucap Ayah Susan singkat sambil menunjuk pintu depan rumah mereka
Mendengar ucapan ayahnya, Susan langsung berlari menghampiri ibunya sambil menangis. Dia takut pada ayahnya sehingga Dia berlari ke ibunya sambil memohon pada ibunya agar Dia di beri kesempatan untuk menjelaskan semuanya pada mereka.
"bu, tenangin ayah bu... maksud kak Rio baik kok, nganterin Susan pulang" Rengek Susan pada ibunya
Namun ayahnya tidak mempedulikan itu. Pak Beni langsung menyuruh Susan dan ibunya masuk meninggalkan Dia dan Rio di luar sehingga membuat Susan semakin Cemas dan panik.
"Ayah.... jgn mara sama kak Rio. Di tanya dulu sebelum memarahinya" ucap Susan sambil menangis sebelum di bawa masuk oleh Ibunya ke dalam Rumah meninggalkan Rio sendirian di luar bersama Ayahnya
"Silakan Duduk" ucap pak Beni tidak bersahabat pada Rio sambil mempersilakan Dia duduk setelah Susan dan ibunya masuk ke dalam Rumah
"terima kasih, Pak" sahut Rio dengan tenang sambil duduk
"kamu anaknya alm. Pak Minggus kan ?" lanjut ayah Susan menyelidiki Rio
"iya pak. Bapak kenal sama Alm. ayah saya ?" sahut Rio sedikit lebih percaya diri karena ternyata ayah Susan mengenal ayahnya.
"aku sama ayahmu beberapa kali bertemu. Namun tidak begitu akrab" sahut Ayah Susan singkat karena Dia masih ingin menguji Rio
"oh... gitu ya pak" sahut Rio kembali gugup karena jawaban ayah Susan yang tidak bersahabat itu
"jelaskan pada bapak, kenapa kamu yang mengantar Susan pulang dan juga kenapa kamu telat mengantarnya" ucap ayah Susan meminta penjelasa dari Rio
Rio lalu menceritakan semua yang tadi sore dia sama Susan lakukan hingga posisinya sebagai ketua dan Susan sebagai sekretarisnya sehingga mereka akan menghabiskan waktu bersama untuk waktu yang lama. itulah alasan Rio memberanikan diri untuk bertemu dengan orang Tua Susan meskipun Susan sudah mengingatkannya agar mereka tidak panik mencari Susan dan juga tidak marah jika Susan pergi dengannya.
Rio ingin mengenal mereka sehingga mereka bisa mempercayakan Susan kepada Rio, mengingat Susan adalah sekretarisnya sehingga ke depan mereka akan selalu bersama tentunya.
Rio ingin Ayah Susan mengetahuinya sehingga ke depannya, kedua orang tua Susan tidak mempersulit keduanya untuk melakukan aktifitas bersama di organisasi mereka. Dia jug ingin memberitahukan pada mereka agar tidak perlu mencemaskan Susan, jika Dia pergi bersama Rio.
__ADS_1
Mendengar semua penjelasan Rio membuat Pak Beni mulai tertarik dan mengaguminya. akan tetapi Dia tidak terlalu mempercayai Rio sehingga Dia mengingatkan Rio untuk tidak Larut malam mengantar Susan pulang, Ketika mereka ada kegiatan di organisasi mereka.
Pak Beni baru mengenal Rio, sehingga Dia tidak ingin menyerahkan anak gadisnya pada orang yang salah. Apalagi Rio dan Susan masih sangat mudah sehingga Dia sangat waspada jika mereka akan melakukan sesuatu di luar batas mereka sehingga dapat menimbulkan Aib bagi keluarga kedua belah pihak.
Ayah Susan juga berpesan kepada Rio agar Dia yang harus menjemput dan mengantar Susan ketika ada kegiatan di organisasi mereka. Dia tidak ingin orang lain yang menjemput Susan kecuali Rio. Jika itu terjadi, maka Dia akan marah pada Rio, Pinta ayah Susan pada Rio dengan sedikit mengancam Rio.
Rio menyetujui permintaan ayah Susan dengan senang Hati sehingga membuat hubungan mereka kini sudah sedikit mencair tidak seperti tadi yang selalu tegang.
Ayah Susan lalu mempersilakan mereka untuk meminum kopi yang sejak tadi di sediakan buat mereka oleh pelayan sekaligus Snak yang juga ikut di hidangkan bersama minuman tersebut.
Saat sedang asik minum bersama, ayah Susan menawarka Rokoknya pada Rio. Rio lalu ikut mengeluarkan roko dari sakunya buat di bakar karena sudah sejak tadi Dia menahan hasratnya untuk merokok namun karena perasaan dengan ayah Susan, Dia akirnya hanya bisa menahan hasratnya tersebut.
Mereka lalu mengobrol bersama di teras tersebut dengan akrabnya. terkadang juga tawa kecil menghiasi cerita mereka. 'ternyata ayah susan tidak sejahat itu, Hanya saja Dia tidak ingin putrinya jatuh dalam pergaulan yang salah sehingga dia lebih protektif terhadap putrinya. Aku akan Menjaga putrimu seperti kamu menjaganya' kata Rio dalam hatinya.
Akan tetapi Susan tidak mengetahui itu semua, karena Susan sudah terlanjur kecewa sama ayahnya yang langsung memarahi dirinya dan juga Rio ketika melihat mereka datang berdua tanpa bertanya dulu sehingga membuatnya langsung masuk ke kamar dan menangis.
Susan sangat kasihan pada Rio yang harus terkena amarah dari ayahnya, padahal niatnya baik. Hal itulah yang membuat Susan sangat Kecewa dengan ayahnya sehingga memilih untuk mengurung diri di kamarnya tanpa memberi ijin semu orang untuk masuk ke kamarnya.
Susan juga merasa sangat malu, karena dirinya Rio menjadi sasaran amukan ayahnya. Itu membuatnya sangat malu untuk bertemu dengan Rio lagi. memikirkan itu membuat Susan semakin sedih hingga membuatnya semakin menangis dan ingin mengurung dirinya di kamar.
Setelah menghabiskan kopinya, Rio lalu berpamitan kepada Ayah Susan untuk pulang karena hari juga sudah malam. Namum sebelum pergi, Ayah Susan memanggil Susan dan ibunya untuk mengantar kepulangan Rio.
Awalnya Susan menolak namun karena tujuan Susan di panggil untuk mengantar kepulangan Rio, Diapun berlari turun menyampari ibunya untuk bersama mengantar kepulangan Rio karena sudah mengantarnya pulang.
Susan hanya berpesan kepada Rio untuk berhati - hati di jalan sambil menyembunyikan wajahnya dari ayahnya karena Dia masih kesal pada ayahnya.
Setelah Rio Pergi, Susan langsung berlari menuju kamarnya dan mengurung diri disana. Dia tidak ingin keluar dan berjumpa dengan ayahnya. Dia tidak ingin bertemu dengan ayahnya ataupun ibunya.
Pak Beni dan bu Marlin hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah putri kecil mereka itu. Karena makan malam juga sudah di siapkan, Bu Marlin pergi memanggil Susan yang sejak tadi sudah mereka tungguin tapi belum juga keluar dari kamarnya
"Susan... ayo makan malam. kamu sudah di tunggu ayahmu nak" panggil ibunya pada Susan
"gk. Susan gk mau" sahut Susan sedikit berteriak sambil menangis
"susan... Ayo makan malam nak. makanannya sudah disiapkan bibi" Ayahnya juga ikut datang untuk membujuk Susan
"gk... Gk mau. aku gk mau keluar, aku benci sama ayah" sahut susan dengan tangisan yang semakin keras karena merasa kecewa dengan ayahnya yang tidak mau mendengarkan penjelasannya tadi
"astaga.... Susan. Kamu belum juga di siksa sama ayahmu. ko udah duluan menyiksa dirimu, nak" Ledek ibu Susan pada putri kecilnya yang sedang mengurung diri di kamarnya sambil menangis
"ibu... jangan ledekin Susan bu. Susan benci sama ayah. Susan gk mau keluar" jawab Susan yang masih kesal dengan Ayahnya
__ADS_1
"Ayo keluar Nak. kalau gk makan malam, kamu bisa Sakit San" nasehat ibunya
"nanti aja susan makannya, bu" sahut Susan Lagi sambil merapikan tempat tidurnya
"Susan... kamu keluar atau papi akan melarangmu untuk ikut semua aktifitas di kampusmu selain kuliah" Panggil ayahnya lagi pada Susan dengan sedikit mengancamnya
Mendengar ancaman ayahnha, Susan langsung berlari keluar untuk Makan malam bersama kedua orang tuanya tanpa menjawab ayahnya. Dia tidak ingin membuat ayahnya semakin marah dan membuat semuanya semakin berantakan.
Mereka lalu makan malam bersama. namun Susan masih kesal sama ayahnya sehingga Dia tidak ingin menatap wajah ayahnya, Dia hanya menunduk sambil mengambil lauk yang ada di Meja makan mereka. Hal itu membuat ayahnya merasa sedikit Risih sehingga langsung bertanya pada Susan
"kenapa kamu terlihat kesal pada Papi ?" tanya Pak Beni pada Susan
"Pi kenapa memarahi kak Rio. maksud Dia baik, mengantar susan pulang. Dia itu ketua persiapan di organisasi kami dan aku di tugaskan kak Riko buat membantunya ayah" keluh Susan menuangkan kekesalan yang sejak tadi di tahannya
"siapa yang memarahi Rio, temanmu itu ?" tanya balik ayahnya pada Susan
"Emang ayah gk memarahinya ?" tanya susan yang kaget mendengar apa yang di tanyakan balik padanya
"Ngapain ayah memarahinya, kalau Dia tidak bersalah" jawab ayahnya dengan santai
"Astaga ayah.... aku pikir papi akan memarahi kak Rio. habisnya papi tadi gk mau mendengar penjelasan Susan. itu yang membuat Susan kesal, ayah" jelas Susan yang sudah mulai bersemangat lagi pada ayahnya
"Wah ayah..... Susan benar - benar minta di hukum ayah karena dia udah sembarang menuduh ayah" Canda ibunya ketika melihat Susan sudah mulai bersemangat lagi
"ibu.... ko ibu gitu sih sama Susan. benaran ayah gk marah sama kak Rio, kan ?" tanya susan seakan belum percaya
"kalau gk percaya. Di telfon Rio'nya. biar kamu lebih yakin" jawab ayahnya sambil menyendok makan yang sudah di siapkan istrinya di hadapannya
"tapi aku gk punya nomornya ayah" Keluh Susan pada ayah dan ibunya
"astaga Susan.... udah di anterin, kok gk minta nomornya " sahut ibu susan seakan meledek putrinya Lagi
"habisnya kak Rio itu gimana gitu, jadi Susan malu buat minta nomornya ma" sahut Susan mengeluh pada ibunya
"Ayo... selesaikan makanannya. nanti ayah berikan Nomor Rio padamu" selah ayahnya pada mereka Sambil mengajak mereka makan makanan yang sejak tadi sudah ada di depan mereka
"Bu.... stop ledekin Susan. iya ayah, terima kasih. Susan sayang ayah" jawab susan sumringan karena ayahnya menyimpan nomor Rio
"ya udah. ayo makan ma, Susan" Ajak ayahnya lagi mereka berdua yang masih saling meledek
Setelah makan malam, susan langsung meminta nomor Rio pada ayahnya. Dia ingin meminta maaf atas perlakuan ayahnya tadi sekaligus memastikan padaRio kalau tadi ayahnya tidak benar - benar memarahinya.
__ADS_1
Setelah mendapat nomor Rio, Susan langsung berlari menuju kamarnya. Karena Dia tidak ingin telfonnya bersama Rio di dengar oleh kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya hanya tersenyum gemas melihat tingkah putri kecil mereka itu.
Hallo Readers Semuanya.... jgn lupa like dan vote'nya ya 🙂🙂😉😉😉