
"ayo turun" bisik Rio pada Susan sekaligus menyadarkan Susan dari lamunannya
"oh iya. Yank.... aku malu sama Paman dan bibimu" sahut Susan dengan perasaan tak menentu pada Rio saat hendak turun dari mobil
"kamu gk usah cemas dan kwatir. Kan ada aku disisimu" jawab Rio sambil mengecup kening Susan untuk menenangkan Susan karena Rio tau bahwa Susan cemas dan juga takut. Rio lalu turun dari mobil dan berjalan melingkari mobil untuk membuka pintu buat Susan.
Dia menggandeng tangan Susan dan mengajak Susan masuk ke dalam Rumah pamannya karena melihat Susan yang begitu gerogi sampai keringat membasahi wajah manis Susan. Rio tidak tega melihat Susan tersiksa seperti itu.
Mendapat gandengan dari Rio membuat Susan sedikit legah dan tenang untuk masuk ke dalam Rumah Hans, paman Rio. Mereka berjalan beriringan di susul Minggas yang sejak tadi hanya menonton dan menguping adegan Mesra sepupu dan kaka iparnya barusan tanpa bersuara.
Hans dan Ria sejak tadi sudah menunggu kedatangan Susan di Ruang keluarga sehingga ketika mendengar Rio dan Susan telah datang, mereka langsung menghampiri Susan untuk mengucapkan selamat datang di rumah mereka pada Susan.
Setelah bersalaman, Hans langsung mengajak Susan yang baru saja tiba ke Ruang keluarga untuk bercerita di sana karena melihat Susan, Minggas dan Ria istrinya yang sudah mulai asik berbicara.
"Ceritanya di ruang keluarga aja, masa kalian biarkan calon istrinya Rio cuma berdiri disini" Hans mengingatkan istrinya dan juga Minggas yang mulai asik bercerita dengan Susan
"oh iya, aku hampir lupa yah. ayo kita ke ruang keluarga nak" ajak Ria sambil menggandeng tangan Susan meninggalkan Hans, Rio dan juga Minggas di sana sehingga di tegur oleh Minggas katanya
"ko aku di tinggalin" keluh Minggas pada Ria ibunya
"astaga... Hampir lupa. ayo kesini anak mami" sahut Ria sambil menyulurkan satu tangannya lagi
Minggas langsung berlari menghampiri ibunya dan juga Susan yang masih dalam genggaman Ria. mereka bertiga langsung berjalan menuju Ruang keluarga meninggal Hans dan Rio yang hanya bengong melihat tingkah ketiga perempuan tersebut.
"bibi kamu sangat senang karena calon istrimu ada darah melayunya" ucap Hans sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Ria barusan
"habis mau gimana lagi, Cuma Dia yang membuatku nyaman, Paman" Keluh Rio dengan cemas pada Hans
"paman sih gk masalah tentang itu. yang terpenting buat paman adalah kebahagian dan kenyamanan kamu. itu yang paman utamakan nak" sahut Hans sambil menepuk pundak Rio
"terima kasih Paman. Aku akan membawa semua barang bawaan Susan ke kamarku" sahut Rio pada Hans
sebelum Rio mengangkat barang tersebut, Susan berteriak kecil sambil menghampiri Rio dan mengatakan bahwa yang di bawah masuk cuma covernya aja karena isinya merupakan pakaian ganti Susan sedangkan yang lainnya jangan karena merupakan oleh - oleh yang di berikan Bunda Rida dan juga kedua orang tua Susan buat Hans dan keluarganya.
__ADS_1
Susan langsung mengajak serta Rio dan Hans ke Ruang keluarga karena dia akan memberikan oleh - oleh yang di bawanya dari kampung buat masing - masing dari mereka. Dia sudah tidak begitu sungkan lagi pada Hans karena sambutan yang sangat hangat dari mereka padanya tadi.
Susan lalu membagikan buah tangan yang di bawanya tadi kepada mereka semua termasuk kepada Randi. Setelah membagi semua oleh - oleh tersebut, Hans langsung menyuruh Rio mengantar Susan ke kamar untuk beristrahat karena melihat Susan yang begitu keletihan.
Setelah ijin pada semua di ruang keluarga, Susan bersama Hans langsung menuju kamarnya. kamar yang di tempati sewaktu Dia masih tinggal dan bersekolah Di jakarta. Kamar itu sengajakan di khususkan untuk Rio sehingga tidak ada yang menempati kamar itu selain Rio.
Di kamar Susan langsung rebahan di tempat tidur karena sudah sangat keletihan setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh tadi. Rio juga kasihan dengan Susan yang sudah keletihan sehingga Dia terpaksa harus menyimpan pakaian Susan di Lemari kamar mereka.
"yank... gk usah. biar aku aja" Susan langsung bangun dan menuju Rio yang sedang merapikan bajunya di lemari
"gk pa - pa yank. kamu istrahat aja" jawab Rio sambil melihat ke arah Susan yang sudah di sampingnya
"gk pa - pa. setelah menyimpan barulah aku istrahat" sahut Susan sambil membantu Rio menyimpan pakaiannya
"kamu gk cape, yank" tanya Rio pada Susan
"capeh sih, yank. tapi setelah mendapat sambutan hangat tadi membuat semua rasa capeku hilang" Sahut Susan yang sangat bersemangat merapikan pakaiannya di Lemari
"biar ini aku yang selesaikan. kamu mandi sana, biar segar badanmu" Perintah Rio pada Susan sambil menunjuk kamar mandi pada Susan
setelah selesai menyimpan, Rio langsung berbaring di tempat tidur karena sudah kelelahan sambil menunggu Susan yang lagi Mandi hingga Dia ketiduran.
Susan yang keluar dari kamar mandi kaget melihat Rio yang sudah ketiduran namun di biarkan oleh Susan. setelah berganti piyama, Dia hendak memperbaiki tubuh Rio agar bisa ikut berbaring di samping Rio Namun dengan cepat Rio memperbaiki sendiri tidurnya dan langsung menarik Susan hingga Susan terjatuh di pelukannya.
"ayo tidur. jangan berisik" sahut Rio sambil mengecup keningnya Susan yang ada dalam dekapannya
"huh... aku pikir udah tidur benaran" gerutu Susan sambil berusaha untuk menjangkau kasur karena tubuh mungil Susan masih berada di atas tubuh Rio
"eheheh... tapi kamu senangkan berada di pelukanku" Goda Rio yang tidak begitu jelas mendengar Gerutu Susan barusan
"ayo tidur yank. seluruh tubuh pegal karena perjalanan yang jauh tadi" sahut Susan sambil menyembunyikan wajahnya di dada Susan
"selamat bobo sayang" sahut Rio sambil mengecup mesrah kepala Susan
Siang itu merupakan Siang yang paling membahagiakan bagi Susan karena Dia tidur lagi di pelukan orang yang paling Dia sayang setelah sekian lama. Dia sangat nyaman berada di pelukan Rio hingga tertidur dengan nyenyak. Begitu juga Rio, Dia juga tertidur dengan pulasnya di pelukan Susan.
__ADS_1
Rio terjaga lebih dulu. Dia sedikit kaget karena Susan ada di sampingnya dan tertidur dengan nyenyak di pelukannya. Rio mengecup mesra kening Susan lalu hendak pergi ke kamar mandi akan tetapi ketika hendak pergi, Susan malah semakin mempererat pelukannya sehingga Rio mengurungkan niatnya untuk bangun.
Dia tidak ingin membangunkan Susan yang sedang tidur pulas tersebut. Dia memandang wajah cantik Susan yang masih tertidur pulas di pelukannya itu sambil sekali - sekali mengecup kepala Susan. Dia begitu bahagia melihat gadis mungil yang sedang di pelukannya itu.
Rio berkali - kali menatap wajah Susan yang lagi di pelukannya itu. sesekali Dia melepaskan ciuman hingga membuat Susan terjaga dari tidurnya
"yank..." kecupan Rio membuatnya terjaga dari tidurnya
"maaf ya, sudah membangunkanmu" Sahut Rio sambil membelai Rambut Susan
"iya gk ap yank. Hpku mana ? aku ingin mengarkan pada papa-mama di rumah. mereka pasti panik menunggu kabar dariku" sahut Susan ingin bangun mencari hp untuk menelpon ayah dan ibunya di rumah
"su ku kabarkan tadi dan sudah kutakan pada mereka untuk tidak mencemaskanmu karena kamu sudah di sisiku" sahut Rio sambil menarik Susan kembali ke pelukannya
"makasih yank. aku tadi lupa mengabarkannya pada mereka" sahut Susan sambil mengecup bibir Rio dengan lembut
Rio membalas ciuman Susan dengan begitu semangatnya namun cepat di hentikan oleh Susan sambil berbisik di telinganya
"jangan sekarang, aku lagi datang bulan" bisik Susan pada Rio
"huh..." Rio menghembuskan napas yang panjang mendengar bisikan tersebut
"yank... maafin Susan ya" sahut Susan samakin erat memeluk Rio
"iya gk pa - pa yank. di samping kamu aja aku sudah merasa nyaman" sahut Rio sambil membelai mesrah rambut Susan
Mereka berdua terua bermesraan di tempat tidur hingga terdengar Suara panggilan dari luar kepada mereka berdua untuk segera bergabung karena sudah di tunggus oleh Hans, Ria dan yang lainnya di Ruang keluarga.
"jangan senang dulu ya, kamu masih berhutang penjelasan Siang tadi padaku" Jawab Susan sambil melepaskan pelukan dari Rio menuju kamar Mandi untuk membasuh wajahnya
"kamu lagi datang bulan dan ini di rumah paman bukan di rumahku" sahut Rio antara bercanda dan serius
"pokoknya aku gk mau tau" teriak Susan dari kamar mandinya
"ayo cepat... kita sudah di tunggu paman dan bibiku di bawa" pinta Rio pada Susan
__ADS_1
Rio juga ke kamar mandi untuk membasuh mukanya, setelah itu barulah mereka berdua sama - sama turun ke bawah menemui Hans, Ria dan yang lainnha yang sudah menunggu mereka di bawah.