
Setelah lulus SMP, pak minggus meminta Rio kembali ke kampung halaman untuk menemani mereka di rumah. mereka begitu kesepian setelah di tinggal pergi Rio ke jakarta mengikuti Hans dan istrinya.
Rio mengabulkan permintaan ayahnya dan memilih untuk kembali ke kota kecil tempat dimana Dia di lahirkan. Dia ingin kembali kesana dan menemani kedua orang tuanya karena Dia juga sudah sangat Rindu dengan kampung halaman mereka meskipun kota Jakarta sungguh sangat membuatnya Nyaman.
Rio akan melanjutkan sekolahnya disana dan tinggal bersama kedua orang tuanya lagi di rumah mereka setelah 3 tahun meninggalkan kedua orang tuanya untuk datang bersekolah di Jakarta bersama Pamannya Hans dan tinggal di rumah pamannya.
Kedua orang tua Rio sangat kesepian di Rumah semenjak di tinggal pergi Rio ke jakarta. Bunda Ria juga tidak ingin Rio terlalu lama pergi jauh dari mereka berdua. Dia berharap Rio segera pulang dan tinggal bersama mereka lagi.
Pak Minggus juga sudah sangat rindu akan putranya sehingga Dia sampai memohon pada Hans adiknya agar mengembalikan putranya ke rumah. Semua itu pak Minggus lakukan karena Dia benar - benar sudah sangat rindu dengan putranya dan tidak ingin membiarkam Dia pergi meninggalkan mereka untuk waktu yang lama lagi.
Hans dan Ria juga tidak bisa memaksakan diri untuk menahan Rio tetap tinggal bersama Mereka di Jakarta sehingga dengan terpaksa mereka berdua membiarkan Rio kembali ke kampung dan tinggal bersama kedua orang tuannya lagi.
Hans dan Ria benar - benar disibukan dengan pekerjaan di kantor sehingga tidak bisa mengantar Rio kembali ke kampung halamannya. mereka sudah beberapa kali mengajukan cuti ke kantor tempat mereka bekerja namun selalu di tolak dengan alasan pekerjaan yang menumpuk sehingga tidak bisa di tinggalkan.
Hans sangat kecewa dengan pihak kantor, Namun dia tidak bisa berbuat banyak karena memang pekerjaan di kantor sangat menumpuk. Dia hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada sambil berharap kakanya tidak marah karena mereka tidak bisa mengantar Rio pulang.
Karena hal itulah, dengan terpaksa mereka membiarkan Rio berangkat sendirian kembali ke kampung halamannya. Hans begitu mengkwatirkan kakanya mengenai Rio yang sendirian kembali ke kota kecil mereka sehingga Dia dengan Hati - hati mengabarkan hal ini pada kakanya
Hans lalu mengabarkan hal itu pada pak Minggus ayah Rio melalui telfon genggam miliknya. setelah berbasa - basi dengan kakanya, Hans langsung memberi tahu tujuan utama Dia menelpon kakanya
"kak. kami gk bisa mengantar Rio pulang" Hans mengatakan hal ini pada Pak Minggus dengan hati - hati berharap pak Minggus tidak marah
"kok bisa, Hans ?" tanya pak Minggus sedikit kwatir
"kami sudah beberapa kali mengajukan cuti namun selalu di tolak pihak kantor ka" jawab Hans sedikit mengeluh pada kakaknya
"ya gk pa - pa dek. Apa Dia bisa sendirian kesini ?" tanya pak Minggus pada adeknya Hans
"iya bis kak. Rio bukan lagi bocah kecil seperti waktu pertama kali kesini kak" Sahut Hans meyakinkan kakanya
"Kamu yakin, Hans" tanya pak Minggus yang mulai kwatir pada putranya
"sangat yakin ka. Kemarin mereka melakukan study tour ke Bali menggunakan pesawat. Dia sendirian kesana bersama teman - temannya ka" sahut Hans meyakinkan kakanya
"ya sudah. Kamu tolong pastikan saja dia naik pesawat disana. mengenai penjemputan, biar kaka yang akan mengurusnya disini" Jawab pak Minggus yang mulai yakin dengan Hans
__ADS_1
"iya ka. aku janji untuk itu" sahut Hans yang mulai lega
"iya dek. aku dan kaka iparmu disini sudah sangat merindukannya" sahut Pak Minggus pada Hans saudaranya
"iya ka. aku bisa mengerti akan hal itu" Sahut Hans
"terima kasih Hans" jawab pak Minggus sambil menutup teleponnya bersama Hans saudara laki - lakinya.
Dengan susah payah, Akhirnya Hans mendapat ijin stengah Hari dari kantor untuk bisa mengantar keponakannya ke bandara. Karena keseriusan Hans, kantor mengijinkan Dia mengambil cuti stengah hari sehingga Dia mempunyai waktu mengantar Rio ke bandara.
Hari itu Randy tidak bersekolah sehingga Hans mengajak serta Randy untuk mengantar Rio ke bandara. mereka hanya mengantar Rio ke bandara dan membantunya check in serta menunggu Rio hingga pergi ke Ruang tunggu. setelah itu baru mereka akan pulang karena Hans harus kembali masuk kantor untuk bekerja.
Begitu mendapat telepon dari Hans kalau Rio sudah berangkat dari Jakarta, kedua orangtua Rio dan juga pak Mimin segera bergegas berangkat ke bandara menjemput putra mereka. mereka tidak ingin membiarkan putra mereka menunggu di bandara.
Di bandara, ternyata pesawat yang di tumpangi Rio belum Landing sehingga mereka harus menunggu dengan perasaan cemas berharap pesawat yang di tumpangi putra semata wayangnya baik - baik saja hingga landing nantinya.
Harapan cemas mereka berakir ketika melihat Rio datang dari Ruang keluar bandara. Banyak yang berubah pada diri Rio. Dia semakin tinggi juga semakin gemuk. Dia juga terlihat rapi dan dewasa, tidak seperti saat dia pergi 3 tahun yang lalu.
Rio terlihat begitu rapi dan modis. Pak Minggus terkagum - kagum melihat perubahan pada anaknya. Dalam hatinya pak Minggus berkata 'ternyata Hans dan istrinya benar - benar merawat putraku di jakarta.'
Rio sangat senang ketika melihat mereka dan langsung buru - buru menghampiri mereka. Hendak rasanya Dia berteriak memanggil kedua orang tuanya yang sudah lama Dia tinggalkan. Dia benar - benar senang melihat kedua orang tuanya.
Bunda Rida yang seperti baru sadar langsung mengajak mereka kembali ke rumah dengan perasaan gembira karena sudah kembali bertemu dengan putra semata wayang mereka setelah 3 tahun Dia pergi meninggalkan mereka ke Negeri yang sangat jauh.
Di rumah, sudah banyak keluarga mereka yang menunggu disana. Mereka satu persatu menyalami Rio dan menanyakan keadaannya di Jakarta serta kabar paman dan bibinya di Jakarta pads Rio yang baru saja tiba di rumah.
Rio hanya menjawab seadanya pertanyaan mereka semua karena dia begitu kelelahan setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh. Pikirannya juga masih terbayang akan suasana kota Jakarta sehingga menambah rasa lelah dan katuk dirinya.
Melihat anaknya yang begitu kelelahan, Pak Minggus meminta kepada mereka yang datang kerumah untuk mengobrolnya nanti. sekarang biarkan Rio untuk pergi beristrahat karena Dia sangat kelelahan setelah melakukan prrjalanan yang jauh dan butuh istrahat.
Semua mengikuti saran pak Minggus sehingga pak Mimin langsung mengantar Rio menuju kamarnya. Ternyata itu kamar masah kecilnya sehingga membuat Dia kembali mengingat akan masaa kecilnya waktu dulu.
Tidak begitu banyak yang berubah dari kamarnya itu sejak di tinggal pergi 3 tahun yang lalu. Riopun langsung berbaring di kasur empuk miliknya karena dia benar - benar mengantuk dan juga lelah setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh.
Ketika Rio bangun, ibunya sudah menyiapkan makanan buatnya sehingga Rio langsung di suruh ibunya ke ruang makan untuk makan di temani ibunya. Bunda Rida tau jika putra semata wayangnya belum makan sehingga Dia menyiapkan makan untuk Rio sewaktu Dia tidur.
__ADS_1
Hari sudah mulai sore ketika Rio bangun sehingga semua sudah makan siang.tertinggal dirinya yang belum makan karena tertidur. bunda Rida hendak membangunkannya, Tapi Dia tidak ingin mengganggu istrahat Rio sehingga terpaksa membiarkannya.
Di rumah makan, Rio duduk di kursinya tanpa disuruh oleh ibunya ataupun pak Mimin. Ibunya hanya tersenyum melihat anaknya menyadari hal itu tanpa di peringatkan oleh ibunya ataupun pak Mimin. Mereka pikir setelah di Jakarta, Rio akan melupakan semua kebiasaan yang selama ini di jalani mereka.
Rio langsung menyantap makanan yang sudah disediakan ibunya dengan lahap. Dia belum makan sejak tadi siang sehingga Dia benar - benar lapar. Pak Mimin dan ibunya hanya melihat Rio yang sangat lahap menyantap makanan yang di sediakan ibunya.
Riopun langsung bercerita kepada ibunya dan pak Mimin
"aku juga duduk di kursi yang sama seperti ini saat di rumah paman" kata Rio pada bunda Rida dan juga pak Mimin yang sejak tadi menemaninya makan
"apa bibi kamu gk keberatan, Rio ?" tanya Bunda Rida pada Rio
"gk bu. Dia malah menyetujuinya" Sahut Rio.
"Wah.... ternyata paman dan bibi kamu baik ya" sahut bunda Rida
"iya bu. mereka sangat baik padaku" sahut Rio
"tapi kamu gk berniat untuk balik kesana kan, Rio ?" tanya bunda Rida sedikit cemas
"gk lah bu. aku pengen menemani dan menjaga ibu juga ayah disini. aku juga sudah bosan di Jakarta" sahut Rio menghibur ibunya yang terlihat cemas
"terima kasih ya nak" sahut ibunya
"iya bu, sama - sama. aku sayang sama ibu dan ayah" sahut Rio
"kami juga nak" sahut ibunya
"iya bu. Ayah mana ?" tanya Rio pada ibunya
"lagi di depan sepertinya, Io" jawab ibunya
"oh gitu. ayo kita kesana menemui ayah" ajak Rio pada ibunya
"ayo" ajak balik ibunya buat menemui ayah Rio di depan
__ADS_1
ibunya dan juga pak Mimin sangat lega setelah mendengar apa yang baru saja di ceritakan Rio tadi. Dalam hatinya Dia berkata 'ternyata Hans benar - benar sangat baik dan menjunjung tinggi semuanya meskipun dia sudah terpengaruh dengan perkembangan jaman'. Hal itu juga yang membuat dia sangat mengagumi keluarga suaminya.
Hallo Readers.... jangan lupa untuk Like dan Vote ya 🙂🙂😉😉😉