
( sebenarnya ini Merupakan Episode ke 26 namun author lupa mengaploadnya karena baru menemukan Naskahnya. Kalau bisa, ini tolong di Pindahkan ke Episode 26 )
Setibanya di rumah Susan, Pak Beni dan juga bu Marlin sedikit kaget melihat wajah Susan yang sangat pucat dan juga cara jalannya yang sedikit berbeda dari biasanya sehingga langsung di tegur oleh Pak Beni ayah Susan
"Susan, kamu kenapa. ko wajah kamu sangat pucat. apa kamu masuk angin ?" tanya pak Beni dengan cemas pada Ayahnya
"gk ko pa. Susan gk pa - pa ko. Susan cuma sedikit keletihan dan juga masuk angin pak" Sahut Susan langsung masuk ke rumah setelah berpamitan pada Rio dan juga ayah ibunya di depan Rumah
"hmmm... Keletihan apa kelelahan karena di jebol" goda ibunya pada Susan yang sedikit kesusahan saat berjalan dan juga melihat ke arah Rio sehingga membuat Rio hanya tertunduk malu menatap wajah Bu Marlin
"ibu.... maksudnya apa sih" protes Susan pada ibunya dan langsung masuk ke dalam Rumah
"ayo.... masuk dan beristrahatlah nak" pinta Pak Beni pada putrinya itu karena Dia kasihan melihat kondisi putrinya dan tidak mengerti dengan apa maksud dari godaan istrinya pada Susan barusan
Susan Langsung masuk ke dalam Rumah di susul ibunya. mereka berdua meninggalkan Pak Beni dan juga Rio Di luar. Susan langsung menuju kamarnya untuk beristrahat Di Susul Bu Marlin yang kasihan melihat kondisi putrinya
Setelah mengobrol sesaat bersama Pak Minggus di depan, Rio lalu berpamit pulang karena Sudah malam juga. Dia tidak ingin mengganggu waktu istrahat pak Beni dan juga Rio masih memikirkan kondisi Susan sehingga membuatnya sedikit tidak fokus saat berbicara dengan Pak Beni.
Rio ingin buru - buru pulang sehingga bisa menelpon Susan dan menghiburnya agar Dia tidak terus - terusan memikirkan kejadian sore tadi bersamanya. Dia tidak ingin Susan jatuh sakit hanya karena memikirkan kejadian sore tadi.
Ibunya langsung menghampiri Susan dan membantu memapahnya menuju kamar Susan. setelah di kamar ibunya langsung bertanya pada Susan
"sejak kapan, kamu berpacaran dengan Rio, San ?" tanya bu Marlin pada Susan yang sudah rebahan di tempat tidurnya
"dua minggu yang lalu bu" jawab Susan singkat
"apa yang tadi kamu lakukan bersama Rio ?" selidik ibunya lagi pada Susan dan karena Bu marlin sudah curiga dengan Susan akan tetapi dia ingin memastikannya pada putri kecil mereka
"gk kok. Susan gk ngapa - ngapain sama kak Rio, bu. Kami cuma kerja tugas kami setelah itu pulang" sahut Susan mulai berbohong pada ibunya
"hmmm... sepertinya putri kecil ibu mulai berbohong pada ibu karena seorang cowok. jangan bohong sama ibu nak, ibu juga pernah muda seperti kamu" Sahut bu Marlin yang kecewa karena Susan telah berbohong padanya
__ADS_1
"bu... maafin Susan bu. ibu jangan marah ya, kalau Susan Jujur sama ibu" sahut Susan yang mulai menangis sambil memeluk ibunya
"ibu bakalan maafin dan gk marah kalau kamu jujur sama ibu, tapi kalau gk ibu bakalan marah benaran sama kamu, san" jawab ibunya yang tidak terlalu bersemangat karena sudah terlanjur kecewa dengan Susan
"iya bu. jangan marah lagi. Susan bakalan cerita semuanya pada ibu tanpa Susan tutupin dari ibu. Susan janji bu" Susan meyakinkan ibunya Lalu dengan polosnya Susan mencertika sedetail mungkin kejadi sore tadi hingga mereka kembali ke rumah tanpa sedikitpun berbohong pada ibunya.
Bu Marlin tertawa gemas mendengar cerita putri kecilnya sehingga membuat Susan kaget dan bertanya pada ibunya
"ibu gk marah sama Susan ?" tanya Susan pada ibunya yang lagi menertawai putri kecilnya itu
"gk... itu artinya kamu sudah menjadi wanita seutuhnya putri kesayangan mama. Pak.... Susan sudah di perawanin Rio pak" Peluk ibunya pada Susan dan tanpa sadar Dia berteriak memanggil Suaminya yang sedang menonton Di ruang keluarga rumah mereka
"ibu..." keluh Susan atas tingkah ibunya barusan, soalnya Dia takut ayahnya bakalan marah kalau mengetahui semua ini
"astaga.... maafin ibu San, ibu keceplosan nak. anggap aja itu hukuman buat kamu yang sudah tegah berbohong padaku. tenang aja, nanti ibu akan membantu membelah kamu dari amukan ayahmu" sahut bu Marlin yang menyesal dengan tingkahnya barusan dan berusahan untuk menghibur Susan agar tidam cemas
"San.... Apa benar yang di katakan ibumu barusan ?" tanya Pak Beni yang Sudah ada di hadapan Susan dan ibunya karena kaget
"Hallo...." sapa pak Beni pada Rio
"malam pak. maaf ganggu, Susannya ada ?" tanya Rio dengan gugup karena tidak seperti biasanya pak Beni memegang HP Susan putrinya
"iya ada. Sekarang Susan lagi ada di sampingku tepatnya di pelukan istriku. besok pagi temui bapak di rumah. Awas kalau sampai gk datang" ancam pak Beni pada Rio
"iya pak. besok pagi aku akan kesana setelah sarapan" sahut Rio yang sudah ketakutan karena Obrolan Pak Beni barusan
"istrahatlah yang cukup. jangan mencemaskan Susan. Biar aku dan istriku yang akan merawatnya" jawab Pak Beni lalu mematikan telfon Genggam milik Susan
Setelah itu Pak Beni mulai menghampiri Susan dan bertanya mengenai keadaan putri kecilnya itu karena Dia terlihat sangat Pucat dan lemas. sehingga membuat pak Beni menjadi kasihan pada putrinya itu dan membentak Bu Marlin yang dari tadi terus menggoda Susan hingga lupa untuk menelpon Vallen putra Sulung Mereka menanyakan kondisi susan ini pada Vallen
'percuma punya anak dokter, kalau kayak gini kamu tidak bisa menghubunginya' gerutu Pak Beni pada Istrinya
__ADS_1
'huh... gara-gara kamu, ibu harus di bentak ayahmu.' gerutu bu Marlin pada putrinya itu dan langsung mengambil telfon genggam miliknya dan menelpon Vallen.
Selang beberapa saat kemudian, Vallen mengangkat telfonnya
"hallo.... ada apa bu ?" tanya Vallen pada ibunya
"Nak... ade kamu baru saja di perawanin pacarnya dan sekarang Dia pulang ke rumah dalam keadaan Lemas dan sangat pucat. ayahmu sangat panik sehingga menyuruh aku menelpon kamu. Apa yang harus kami lakukan pada adekmu, sekarang ?" Jawab bu Marlin dengan polosnya Jujur pada Vallen kaka pertama Susan tanpa menyembunyikan
'astaga..... si bocah itu memang benar - benar ya. Kasih tau sama Dia bu, minggu depan aku akan pulang dan bertemu dengan pacarnya itu' sahut Vallen yang marah dengan kelakuan ade bungsunya itu
"putri kesayangan bapamu ini masih sakit, jadi kamu kasitau aja resep obatnya sebelum kamu ikutan di bentak sama ayahmu, vall" jawab ibunya menenangkan Vallen yang sedang marah pada Susan
"eh iya.... hampir lupa. Di kasih Susuh aja bu. itu sudah biasa bu, nanti besok sudah baikan lagi ko bu" sahut Vallen pada ibunya sambil menyuruh ibunya untuk mengambil di kotak P3K milik mereka saja karena semua obatnya sudah tersedia disana.
Setelah menghabiskan susu yang di berikan ibunya, Susan langsung rebahan lagi dan tertidur pulas. Dia benar - benar keletihan sehingga Dia langsung tertidur pulas setelah menghabiskan Susu yang di berikan ibunya.
Melihat putri mereka yang sudah tertidur pulas, Bu Marlin dan Pak Beni langsung kembali ke kamar untuk beristrahat karena sudah larut malam juga sehingga sudah waktunya untuk mereka beristrahat.
"Huh... ternyata putri kecil kita sudah dewasa ya, sekarang" Kata Bu Marlin sambil rebahan di tempat tidur mereka
"iya. ayah harap Rio bisa bertanggung jawab untuk semuanya" sahut Pak Beni sedikit Cemas
"ibu yakin akan itu yah. Rio orang yang baik dan bertanggung jawab. tidur yuk, udah ngantuk yah" sahut bu Marlin dan meredupkan Lampu Kamar mereka sehingga mereka bisa tidur.
Keesokan paginya, Rio menemui pak Beni. Pak Beni sama sekali tidak memarahi Rio dan Susan. Dia hanya menasehati mereka berdua agar menggunakan pengaman karena mereka masih bersekolah dan umur mereka juga masih Mudah sehingga belum waktunya buat mereka menikah sekarang.
Pak beni juga Mulai jujur pada Rio, kalau mereka masih mempunyai hubungan darah dengan ayahnya pak Rio, Pak Minggus. Namun karena satu dan dua hal lainnya, Pak Beny akirnya di hapus dari keluarga mereka.
Karena Tuntutan Pak Beni pada Rio untuk memperkenalkan keluarga Rio dengan keluarganya, akhirnya Rio tidak punya pilihan selain memperkenalkan Keluarganya pada keluarga Susan, Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab Rio atas perbuatannya pada Susan.
Rio lalu membawa bunda Rida di temani Pak Mimin untuk makan malam bersama keluarga Pak Beni sekalian Silahturami antara Calon besan atas permintaan Pak Beni.
__ADS_1
Bunda Rida sama sekali tidak keberatan dengan permintaan Rio untuk makan malam bersama Keluarga Susan karena Rio jarang melakukan permintaan sehingga ibunya merasa sangat terhormat untuk menghadiri acara makan malam tersebut.