
Susan sama sekali tidak keberatan dengan itu. Dia malah sangat senang karena bisa melakukan sesuatu untuk suaminya. Meskipun baru dinikahi Rio, Susan sudah mampu menggantikan semua peran yang dulu ibunya lakukan pada Rio.
Semua itu Dia lakukan demi memenuhi kewajibannya sebagai istri Rio. Dia juga sangat menyayangi Rio sehingga dia berusaha sebisa mungkin menggantikan posisi ibunya Rio untuk tetap membahagiakan suaminya.
Sehingga Rio tidak berlarut – larut dalam kesedihan serta cepat melupakan kesedihannya. Dia tidak ingin karena Hal sepeleh seperti ini membuat Rio teringat akan ibunya yang sudah meninggal dan bersedih lagi.
Rio juga sadar saat ini istrinya tengah mengandung anak pertama mereka. hal itu membuatnya tidak ingin berlalrut dalam kesedihannya. Karena sekarang dia sudah mempunya tanggung jawab lainnya yaitu istrinya dan juga anak yang ada di dalam kandungan istrinya.
Istrinya benar – benar pahan akan kesedihan suaminya sehingga dia selalu menemani kemanapun Rio pergi. Dia tidak ingin Rio sendirian. Dia ingin Rio selalu di temaninya karena Dia tidak keajadian kemarin menimpanya lagi.
Setelah kematian Bunda Rida, ibu Rio. Pak Mimin selalu berusaha menemani Rio dan isrtinya Susan. dia tidak ingin membiarkan mereka berdua merasa sendirian begitu juga dengan ke dua orang Tua Susan yang selalu berusaha untuk menghibur Rio.
Rio sangat terhibur dengan kehadiran mereka sehingga perlahan – lahan mulia melupakan kesedihannya. Rio dan istrinya berhasil melalui semua itu. Hingga anak pertama mereka lahir dan Rio memberi nama David.
Kelahiran anak pertama mereka membawa suasana baru dalam kehiduapan rumah tangga mereka mereka kini lebih bersemangat menghadapi hari – hari mereka di temani oleh pak mimin yang selalu setia menemani mereka.
Rio kini sudah sendirian mengambil semua tugas ayahnya dulu hanya di temani oleh Istrinya Susan. pak Mimin kini sudah tua sehingga dia lebih banyak menghabiskan waktu di Rumah ketimbang bepergian dengan Rio.
Rio sama sekali keberatan dengan itu begitu juga dengan Susan. Dia sama sekali tidak keberatan menemani Rio bepergian. Dia justru sangat senang bisa menemani setiap aktifitas suaminnya bersama Putra pertama mereka.
Hampir di setiap kesempatan mereka selalu bersama. Mereka juga sangat kompak di setiap kesempatan tersebut. keluarga mereka semakin bahagia setelah kehadiran anak Pertama mereka. kini keluarga kecil Rio semakin sempurna setelah kelahiran David Putra pertama mereka.
Tugas Pak Mimin yang dulu di gantikan oleh anaknya pak Mimin yaitu Pak Kasih. Rio tidak ingin membebankan dirinya dan istrinya pada pak kasih. Dia hanya meminta pak kasih untuk menemani Putra pertama mereka, David.
Rio dan istrinya bisa mengurus diri sendiri sehingga Dia hanya meminta pak kasih mendidik Ary putra pertama Rio dan Susan ketika Dia beranjak dewasa nanti. Pak Kasih tidak keberatan dengan itu semua dan menerimanya sebagai tanggung jawab yang harus dia jalani.
Karena David masih bayi dan sangat membutukan ibunya, Pak Kasih hanya mengurus perkebunan Rio sambil menunggu David beranjak dewasa. Ternyata Pribadi pak Kasih sama baiknya seperti Pak Mimin sehingga Rio mulai mempercayainya.
__ADS_1
Rio bahkan memberikan beberapa tugas pada pak Kasih untuk Dia kerjakan seperti ayahnya dulu. pak Kasih sangat senang menerima tugasnya itu karena kini dia sudah mulai di percaya. Selain itu, dia juga suda mulai punya pekerjaan di Rumah Rio.
2 tahun setelah kelahiran David, Susan hamil anak kedua mereka. Rio sangat senang dengan kehamilan kedua istrinya ini. Dia ingin David segera mempunyai mempunyai seorang saudara sehingga David bisa punya teman bermain tidak seperti Dia dulu yang sendirian. Dia tidak ingin anaknya nanti sendirian seperti dirinya.
Disisi lain, Rio juga sedikit kwatir karena harus membagi kasih sayang Antara kedua anaknya. Dia begitu kwatir, jika nantinya Dia tidak akan adil membagi kasih sayang pada anak – anaknya nanti. Dia tidak ingin itu terjadi.
Rio sangat mengkwatirkan itu sehingga Dia bertanya pada pak Kasih meminta pendapatnya
“kasih, apa aku bisa adil pada kedua anak aku nanti, setelah anak keduaku lahir ?” tanya Rio pada pak Kasih
“menurutku, kamu Bisa pak” sahut Pak Kasih
“kamu yakin ?”
“iya pak. Bapa hanya kwatir karena kemarin bapa sendirian makanya takut akan salah menempati diri sebagai orangtua. Iya kan, pa ?”
“iya kasih. Aku sangat mengkwatirkan itu” sahut pak Rio
“terus ?” tanya Rio yang kaget dengan Kemampuan Pak Kasih sekalian ingin mencobanya
“ya bertanggung jawab harus bapa perlakukan dengan bijak dan Mandiri sedangkan yang harus menurut bapa lakukan dengan sopan dan tertib” lanjut Pak Kasih
“kasih, setelah anak keduaku Lahir. Ary akan kuserahkan padamu. Buat kamu didik” sahut Rio mulai mempercayai Pak Kasih
“iya pak. Aku sudah Siap dan sangat menunggu itu” sahut Pak Kasih
“aku titip putraku padamu. Tolong didik dia dengan baik ya, kasih” sahut Rio sedikit memohon pada pak kasih
__ADS_1
“iya pak. Itu sudah jadi tanggung jawabku” sahut pak kasih
“iya. Aku mempercayaimu, kasih” sahut Rio
“iya pa. Aku tidak akan mengecewakan bapa” sahut pak Kasih
“iya kasih. Kamu tau kan kalau dia sampai gagal”
“itu yang tidak aku inginkan bapa. Aku akan berusaha semampuku”
“iya kasih. Ayo kita pulang. Hari sudah sore. Ibu pasti menunggu kita di Rumah” ajak Rio pada pak Kasih
Mereka berdua lalu kembali ke rumah karena saat itu mereka lagi di perkebunan mengecek keadaan perkebunan serta keadaan para pekerja. Rio sudah mempercayai Pak kasih termasuk untuk membatu mengurus perkebunan milik keluarganya.
Semenjak obrolan itu, Rio semakin mempercayai Putra sulung pada Pak Kasih untuk mendidiknya. Dia ingin David tumbuh menjadi laki - laki yang tangguh, mandiri dan bertanggung jawab.
Rio sangat mengharapkan putra pertamanya bisa mempertahankan semua Tradisi yang sudah lama mereka jalani nantinya.. Rio juga sudah yakin bahwa pak kasih mampu mendidik anaknya. Dia juga akan berusaha untuk membantu mendidik David.
Ternya benar, Susan sudah menunggu mereka di rumah. semenjak kehamilan anak kedua mereka, Susan sangat mengkwatirkan Rio. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Rio. Dia tidak ingin Rio pergi meninggalkan mereka berdua untuk waktu yang lama.
Rio sangat mengerti dengan itu sehingga dia selalu berusaha untuk menenangkan Susan agar tidak terlalu mengkwatirkan dirinya. Namun Rio agak bingung, kenapa setelah kehamilan keduanya, Susan begitu mengkwatirkan dirinya.
Ketika Dia bertanya pada pak Kasih, pak kasih hanya menjawab itu bawaan hamil atau orok sehingga Rio tidak perlu mencemaskannya. Setelah mendengar penjelasan dari pak kasih, Rio lebih tenang dan tidak kwatir lagi. Rio hanya berusaha untuk selalu ada disisi Susan sehingga dia tidak terlalu mengkwatirkan dirinya.
Selama masa kehamilan kedua Susan, Rio sangat tersiksa dengan bawaan hamil tersebut. dia tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik. Ketika Rio pergi selalu di tanya oleh Susan dan di suruh cepat pulang sehingga Rio hanya Pasra dengan kehendak istrinya.
Karena bawaan hamil tersebut membuat banyak dari keluarga besar mereka yang menebak jika anak kedua nanti adalah seorang cewe. Maklum di kota kecil, segala sesuatunya menggunakan prediksi dan tanda – tanda Alam.
__ADS_1
Rio juga sangat mengharapkan itu. Dia mengharapkan anak keduanya nanti adala seorang cewe sehingga bisa menemani ibunya nanti. Dia sangat mengharapkan itu, karena selama ini, ibunya dan juga dirinya sangat menghambat semua aktifitasnya, pikir Rio dalam Hati.
Ternyata semua tebakan itu benar. Anak kedua mereka yang Lahir cewe. Rio sangat senang dengan kehadiran anak kedua mereka. Rein melahirkan seorang bayi perempuan yang merupakan anak kedua mereka di Rumah sakit dalam keadaan sehat dan Normal.