
( sebenarnya ini Merupakan Episode ke 25 namun author lupa mengaploadnya karena baru menemukan Naskahnya. Kalau bisa, ini tolong di Pindahkan ke Episode 25 )
Keesokan harinya, Rio menjemput Susan di rumahnya seperti biasa. namun ada yang sedikit berbeda dari biasanya karena hari ini merupakan Hari pertama mereka menjadi sepasang kekasih setelah pertengkaran hebat semalam.
Susan sedikit malu dan canggung ketika hendak keluar menemui Rio di luar, karena ini merupakan pertama kali Dia di jemput oleh pacarnya. meskipun Rio sering mengantar jemputnya kemarin, namun itu masih sebagai teman bukan seorang Pacar.
Susan lalu meminta ijin pada ibunya karena Rio sudah menunggunya di depan. Dia sedikit gerogi saat bertemu dengan Rio, namun buru - buru Rio menyapa Susan
"pagi sayang" sapa Rio pada Susan yang datang menghampirinya
"sstt... pelan - pelan kak. aku belum mengabarkan hal ini pada ibuku" sahut Susan menghampiri Rio dan berbisik padanya
"oh gitu. Aku pikir kamu sudah memberitahunya semalam" sahut Rio dengan Cemas pada Susan
"mana sempat. kita aja kesini udah Jam 9 lewat, papa-mamaku sudah tidur semalam" sahut Susan sedikit kesal melihat ekspresi Rio tersebut
"ohh... ya sudahlah kalau gitu. ibu dan bapamu, mana ?" tanya Rio yang dari tadi tidak melihat kedua orang Tua Susan
"ayah lagi bertugas di luar kota sedangkan ibu lagi bersiap diri hendak ke kantor" jawab Susan singkat sambil membuka pintu mobil Rio
"ohh... gitu. ya sudah, ayo berangkat" ajak Rio sambil melajukan mobilnya meninggal Rumah Susan
"Kak Rio punya jadwal kuliah pagi ini ?" tanya Susan sedikit Heran karena Rio menjemputnya padahal setahu Susan, Rio akan kuliah Siang nanti
"sayang bukan lagi kaka. aku sengaja menjemput pacarku pagi ini" sahut Rio dengan santainya sambil terus melihat ke arah jalanan yang cukup ramai
"hmmm.... makasih sayang" Ucap Susan dengan senyuman yang paling manis buat Rio
"iya, sama - sama sayang. Karena kini aku pacarmu, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian atau sama siapapun selain aku atau kedua orang tua" jawab Rio hanya sekilas melihat Susan terus kembali lagi melihat Arah jalanan yang cukup Ramai dengan kendaraan
"oh... gitu. eh, cepat beritahukan hal ini pada ibumu ya, aku tidak ingin kita lama-lama menyembunyikan Hal ini dari papa-mama kamu" ucap Rio dengan serius pada Susan
"iya yank... nanti aku ceritain ke mama" sahut Susan dengan Manja
Ketika di kampus, Rio menuju ke sekretariat mereka menunggu jadwal kuliahnya disana sedangkan Susan menuju kelas karena sebentar lagi kuliah mereka akan di mulai. Susan sedikit terburu - buru karena Sudah Hampir terlambat sehingga Rio hanya berpesan kepadanya untuk menemuinya setelah kuliah di sekretariat.
Susan hanya menjawabnya dengan anggukan sambil berlari menuju kelasnya. Dia tidak ingin telat masuk ke kelas. Dosen pengampuh mata kuliah itu juga cukup killer sehingga Dia tidak ingin di usir karena terlambat.
Hampir seminggu telah berlalu, hubungan kedua sejoli itu semakin akrab dan sudah tidak saling canggung satu dengan yang lainnya lagi. Kini panggilan mereka juga dengan sebutan sayang tanpa rasa canggung lagi.
__ADS_1
Ketika Sedang berdua di Sekret, tanpa sengaja Susan menyentuh belakang Rio dengan dadanya. Hal itu karena Susan ingin bertanya mengenai draft yang sedang Rio kerjakan untuk mencocokan dengan jadwal kuliah mereka sehingga tidak bertabrakan.
Seketika itu juga, Rio tertegun dan tidak bergidik. Hasratnya langsung timbul Namun Rio menahannya dan dengan cepat menghilang hasrat itu dengan pura - pura bertanya pada Susan mengenai apa keperluannya menghampiri Rio.
Susan lalu mengatakan maksudnya dan di jelaskan oleh Rio dengan posisi masih tetap sama sehingga membuat Rio sedikit gerogi menjelaskannya pada Susan. namun Susan tidak mempedulikan itu. Dia terus saja menempelkan dadanya pada Rio.
Susan malas tau denga Rio yang lagi tidak fokus.Dia pura - pura tidak tau dengan itu. Dia terus saja bertanya sehingga Rio terpakasa harus menjawabnya meskipun dalam keadaan tidak fokus karena Hasratnya yang terus bertambah meskipun Dia sudah mencoba mengusirnya.
Setelah selesai bertanya, Susan lalu kembali ke tempat duduknya untuk melihat Draft yang sedang di ceknya. Baru juga Dia membaca sebentar, Dia sudah kembali ke tempat Rio untuk bertanya karena bingung dengan isi draft tersebut.
Kali ini Dia Berdiri di samping Rio karena Dia tidak ingin membuat pacarnya tersiksa lagi seperti tadi sehingga Susan memilih untuk berdiri di sampingnya saja sambil menunjukan berkas yang membuatnya bingung. Dia sedikit berjongkok karena Rio lagi duduk di kursi sehingga jika Dia berdiri, maka Rio tidak bisa melihat draft itu karena ketinggian.
Susan menggunakan baju yang sedikit terbuka hari itu sehingga ketika Dia berjongkok, sebagian dari buah dadanya kelihatan. Rio yang melihat itu semakin tersiksa karena hasratnya 'astaga.... kamu mau menyiksaku hari ini, yank' pikir Rio dalam hatinya
"yank...." tegur Susan mengagetkan Rio dari lamunannya
"astaga.... Perbaiki bajumu Yank. aku ini laki - laki normal yang punya hasrat" sahut Rio sambil memperbaiki baju Susan yang kendor tersebut
"Kita kan sudah pacaran jadi gk ada salahnya kan, kalau kamu melihatnya. kamu aja yang selama ini gk memintanya" goda Susan sambil melihat ke arah Rio yang lagi memperbaiki bajunya
"jadi kamu mengijinkan buat aku menyentuhnya" sahut Rio kaget mendengar jawaban Susan
"hmmm.... "Gumam Rio sambil menarik tangan Susan hingga Dia terduduk di pangkuaan Rio
mendapat lampu hijau tersebut membuat tangan Rio pesiar hampir ke seluruh tubuh Susan sehingga membuat Susan sedikit mengerang geli. Mendengar Susan yang mengerang geli tersebut membuat tangan Rio semakin nakal untuk pesiar mengelilingi tubuh Susan sehingga membuat Susan berbalik badannya menghadap Rio dengan niat ingin menghentikan perbuatannya namun sebelum Dia berbicara, Rio langsung menciumnya sehingga mereka saling berciuman mesrah di sekret mereka itu.
Susan yang menyadari jika mereka saat ini lagi di sekretariat mereka langsung melepas ciumannya bersama Rio. Dia langsung berdiri dari pangkuan Rio dan merapikan lagi bajunya yang kusut karena ulah Rio barusan sehingga membuat Rio sedikit kaget dengan tingkah Susan tersebut.
Seketika itu juga muka Rio langsung pucat. Dia takut Susan akan marah dengan perbuatannya yang barusan sehingga Dia hanya terpaku melihat Susan tanpa berkata apapun.
Susan yang melihat ekpresi Rio tersebut langsung kembali memeluk Rio dari belakang sambil berbisik dj telingah Rio
"jangan disini, nanti bisa ketahuan teman - teman kita yank" goda Susan masih terus memeluk Rio
"pulang yuk" ajak Rio yang sudah sangat berhasrat pada Susan sehingga kembali memeluk Susan
"yank... tahan dikit napa" ucap Susan berusaha melepaskan diri dari pelukan Rio
"kamu sih, buat hasratku jadi tidak tertahan" bisik Rio di telingan Susan
__ADS_1
"eheheh... maaf ya, yank. gk sengaja tadi" ucap Susan dengan wajah yang memerah menahan malu
"hmmm.... tanggung jawab ya. Kalau gk, aku bakalan berlari ke Bunga" goda Rio pada Susan yang berusaha menghindarinya
"gk.... awas aja kalau berani. iya, aku akan tanggung jawab. ayo buruan pulang" Ajak Susan yang langsung menghampiri Rio dan menggandeng tangannya.
Susan seakan tidak ingin melepas Rio berlari ke pelukan Bungan dan membuat Rio nyaman karena itu akan membuat Rio meninggalkan Susan dan Dia sangat tidak ingin hal itu terjadi padanya.
Kini malah Susan yang memeluk Rio dan sedikit memaksa untuk mereka pulang. Sehingga Rio langsung buru - buru pulang tanpa menyimpan dulu berkas yang masih berantakan. Dia hanya sempat mematikan komputer yang sedang di gunakannya.
Karena sejak tadi, Dia sudah tidak sabar dan terus menatap tubuh seksi Susan. bahkan tangannya juga selalu nakal dan pesiar ke tubuh Susan yang sedang berdiri di dekatnya tanpa terkontrol. Susan juga menikmati sentuhan tersebut sehingga Dia tidak berusaha untuk menghentikan Sentuhan Rio tersebut.
Setelah komputer dimatikan, Rio langsung buru - buru menggandeng Susan pulang. Rio membawa Susan ke sebuah hotel di pinggiran kota karena Dia tidak ingin mereka ketahun check ini di hotel oleh keluarga Rio dan juga keluarga Susan.
Setelah selesai bergumul, Susan langsung segera beranjak ke kamar mandi untuk membersikan badannya yang Sudah lengket dengan keringat, cairan klimaksnya dan juga cairan kejantanan Rio yang berkumpul di perut dan paha Susan.
Selain itu, Susan juga takut bakalan di hajar lagi sama Rio sehingga Dia buru - buru ke kamar mandi untuk menghindarinya. Namun baru juga berdiri, Dia langsung Hampir terjatuh karena perih di selangkangannya, untung cepat di tangkap Rio.
Rio lalu dengan pelan menggiring Susan ke kamar mandi untuk mandi. Setelah Mandi, badan Susan sudah lebih segar sehingga Dia sudah mulai bisa berjalan meskipun harus tertatih - tatih karena masih terasa sakit di selangkangannya.
Rio yang melihat itu, menggiring Susan menuju tempat dimana Susan menyimpan pakaiannya. Dia lalu memakaikan seluruh pakaiannya Pada Susan dengan sangat berhati - hati karena Dia tidak ingin Susan kesakitan lagi.
Susan yang melihat semua yang Rio lakukan mulai menangis memeluk Rio sambil berbicara padanya
"yank.... jangan pernah tinggalin aku ya. semuanya sudah ku berikan kepadamu" Bisik Susan dalam isak tangisnya dan masih dalam pelukan Rio
"Gk akan San. Terima kasih yank. aku akan menjagamu dan merawatmu sama seperti kedua orang tuamu lakukan padamu" sahut Rio dengan mesra sambil mencium bibir Susan dan di balas Susan dengan mesrahnya. karena ciuman tersebut membuat tangan Rio kembali nakal sehingga di harus di hentikan oleh Susan lalu berbisik ke telingan Rio
"besok aja ya, baru di lanjutin. aku sudah sangat keletihan" bisik Susan dengan Wajah Memelas
"iya sayang. terima kasih ya, buat hari yang indah ini" sahut Rio mengecup kening Susan sambil memakaikan lagi baju Susan yang belum terpakai
Setelah semua pakaian Susan terpakai, Rio langsung bergegas mengajak Susan pulang karena waktu juga sudah menunjukan Hampir pukul 07.00 sehingga Rio takut kedua orang Tua Susan akan mencarinya.
Susan berjalan dengan sangat lambat karena masih terasa sakit di selangkangannya sehingga membuat Dia menggerutui Rio katanya
Rio tidak ingin menyiksa pacarnya lebih lama sehingga Dia langsung mengantar pulang Susan setelah membayarnya di Kasir. Di dalam perjalanan pulang juga, Rio Terus mengecup kening Susan untuk menenangkan pikirannya sehingga Susan tidak stres atas kejadi yang barusan terjadi antara mereka.
Rio tidak ingin kejadian sore tadi menjadi beban pikiran buat Susan. Karena sejak tadi, Susan hanya terus diam tanpa berbicara seperti biasanya sehingga membuat Rio merasa tidak tenang dan Dia tidak tau bagaimana cara menghibur Susan sehingga Dia hanya mengecup keningnya sambil terus membelai Susan dengan mesrah.
__ADS_1
Mendapat perlakuan seperti itu membuat Susan agak lebih tenang dan sesekali menggenggam tangan Rio yang di gunakan untuk membelai rambutnya, bahkan terkadang menciumnya. tingkah Susan itu membuat Rio merasa lega, karena Dia berhasil menenangkan Susan dengan caranya itu.