Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
38


__ADS_3

Setelah membasuh muka, Rio dan Susan langsung pergi ke Ruang keluarga Menemui Hans dan Ria yang sudah menunggu mereka disana. Mereka berdua sedikit gelisa karena secara tiba - tiba mereka di panggil.


Rio menggandeng tangan Susan dengan sedikit Erat untuk menutupi rasa gelisahnya. Susan sudah mengetahui jika Rio sedang panik sehingga Dia menggandeng lengan Rio karena biasanya Rio akan lebih tenang jika Susan melakukan hal itu.


Ternyata dugaan mereka benar, Hans dan Ria sudah menunggu mereka di Ruang Keluarga. setelah mempersilakan Rio dan Susan duduk. Hans langsung memberitahu mereka niatnya menyuruh mereka kemari


"Rio tujuan paman memanggil kamu sama Susan ke sini karena Paman ingin membicarakan sesuatu sama kalian" Hans membuka pembicaraan di antara mereka karena melihat Rio yang sedikit gugup


"iya boleh paman. apa yang ingin paman bicarakan" sahut Rio dengan penuh kewaspadaan


"ibu dari bibimu sedang terkena musibah di kota kelahirannya dan kami di minta secepatnya kesana" sahut Hans memberitahukan kabar tersebut pada Rio


"Bibi ingin kamu dan Susan ikut bersama kami kesana, Nak. Bibi harap kamu dan Susan menyetujuinya" sahut Rio sedikit memohon pada mereka karena Dia sangat ingin memperkenalkan pada mereka berdua kota kelahirannya


"Serius bi. aku mau bi" jawab Susan kegirangan mendengar ajakan Hans dan Ria tersebut


Hans dan Ria langsung menatap ke arah Rio ketika mereka mendengar jawaban dari Susan karena Rio seperti ingin mempertimbangkan lagi Niatnya. Namun cepat di tanggapi oleh Susan


"Yank... ikut ya. aku pengen lihat Suasana di kota kelahiran Bi Ria" rengek Susan pada Rio yang lagi duduk di sampingnya


"Apa Minggas dan Randy juga ikut ke sana bi ?" tanya Rio pada paman dan bibinya


"iya... pastinya mereka ikut. massa omanya terkena musibah dan mereka hanya berdiam diri disini" jawab Hans pada Rio


"kalau gitu boleh paman, Aku dan Susan akan ikut bersama paman dan bibi kesana. Tapi kami gk merepotkan paman dan bibi kan ?" tanya Rio karena Dia sebenarnya malu menerima ajakan Paman dan Bibinya


"sudah ku bilang, kamu itu anakku. jadi kamu gk usah menanyakan Hal itu Rio. itu sudah jadi kewajibanku sama bibimu. Bibimu juga ingin memperkenalkan kota kelahirannya pada kamu" jelas Hans pada Rio yang masih malu dan Ragu padanya


"iya Paman. kapan kita akan berangkat ke sana ?" tanya Rio pada Hans lagi


"Besok pagi kita akan berangkat dan kemungkinan akan tiba disana keesokan harinya. Paman sebenarnya ingin kita berangkat malam ini. Cuman paman kwatir dengan kondisi fisik Susan yang baru saja melakukan perjalanan yang jauh sehingga paman menundanya hingga besok" jelas Hans pada Rio dan Susan


"terima kasih paman, Sudah mengkwatirkan Susan. tapi gk pa - pa ko, kalau kita berangkat malam ini. Nanti aku yang akan nyetir, Susan akan beristrahat di atas mobil. bisa kan Yank" jawab Rio sambil melihat ke Arah Susan


Susan hanya menjawab Rio dengan anggukan sambil menyandarkan dirinya pada Rio yang duduk di sampingnya


"gk usah. kita berangkatnya besok pagi aja. soalnya perjalanannya cukup jauh dan sedikit memakan waktu. mobil juga lagi di titipin di tempat service biar gk mogok saat kita pake besok dan aku juga tidak ingin Susan keletihan dan jatuh sakit" jawab Hans pada mereka berdua


"iya paman. Terima kasih paman sudah mengkwatirkanku" sahut Susan


"iya. ayahmu tadi menelponku menanyakan kabarmu. jangan lupa kabarin ayahmu soal ini. tadi aku tidak sempat mengabarkan pada mereka karena baru ku dengar kabar musibah ini setelah mereka menelponku tadi" jelas Hans pada Susan

__ADS_1


"iya paman. nanti setelah ini, aku akan mengabarkannya pada papa-mama di rumah" sahut Susan pada Hans dan istrinya


"paman memanggil kalian berdua hanya untuk memberitahukan Hal ini. besok kita berangkatnya Jam 6 pagi" sahut Hans lagi pada mereka berdua


"oh iya paman. apa ada yang perlu aku dan Susan siapkan ?" tanya Rio pada Hans pamannya


"tidak perlu. paman dan bibi sudah siapkan semuanya. kehadiran kalian berdua menemani paman disana saja sudah cukup bagiku" sahut Hans pada mereka


"iya... terima kasih paman" sahut Rio pada Susan


"oh iya. jangan lupa pakaian ganti soalnya kita akan sedikit lama disana" Lanjut Ria memberitahu mereka


"iya paman. aku akan menyiapkannya nanti" sahut Susan pada bibi Ria


"bagaimana kabar kampung Halaman kita" tanya Hans pada Susan yang baru saja datang dari kota kelahiran mereka


Susanpun menjelaskan dengan panjang lebar kepada Hans mengenai kampung halaman mereka. Hans juga bertanya keadaan kedua orang tuanya Susan juga ibu Rio hingga seluruh penghuni di kota kecil mereka.


Mereka bercerita dengam serunya hingga tidak terasa waktu sudah Hampir magrib. di selah cerita mereka, Hans juga mengeluh kepada Susan karena Rio selama di jakarta selalu keluar sehingga membuatnya dan juga Rio sulit sekali untuk berkomunikasi dengan Rio.


Mendapat keluhan itu membuat Susan menjadi sangat kesal pada Rio. Dia menatap tajam ke arab Rio setelah itu kembali bercerita bersama paman dan bibinya lagi.


Hans yang melihat kepanikan dan ketakutan pada Rio keponakannya membuat dirinya cengengesan menertawai Rio. Dia seakan tidak percaya orang yang mempunyai watak sekeras Rio takluk kepada Susan gadis kecil nan mungil.


Susan yang menyadari itu langsung menggenggam erat tangan Rio dan memeluknya karena sebetulnya Susan juga sangat takut pada Rio, namun karena Cintanya yang begitu besar pada Rio dan takut kehilangan juga yang membuat nyalinya menjadi sebesar itu.


melihat semua itu membuat Ria menjadi sangat kagum pada Susan. kekaguman Ria pada Susan tersebut karena Dia mampu menjinakan Rio yang sangat keras kepala dan juga terkesan dingin dan cuek. Bahkan Ria sendiri sedikit segan dengan Rio karena sifatnya tersebut.


Beberapa saat kemudian Rio dan Susan pamit ke kamar mereka untuk Mandi sekalian menyiapkan pakaian yang hendak mereka bawa besok karena waktu sudah menunjukan Pukul 06.15. Rio tidak ingin mereka terlambat makan malam karena kelamaan mandi.


Di kamar, Susan langsung menyerbu Rio dengan berbagai pertanyaan mengenai aktifitas Rio selama di Jakarta. apalagi keluhan Paman Hans barusan, membuat Susan ssmakin ingin tahu aktifitas kekasihnya itu. Dia tidak ingin membohonginya sehingga membuat mereka menderita saat setelah mereka menikah nanti.


Rio yang melihat ekpresi Susan kesal tersebut membuat sifat djailnya kambu sehingga Dia mulai menggoda Susan hingga mengungkit lagi masalah kemarin saat di tinggal pergi ke Singapura hingga tentang cowok - cowok di singapura hingga Susan mulai mengeluarkan jurus mautnya yaitu menangis.


Melihat Susan yang sudah mulai menangis membuat Rio kasihan pada Susan sehingga langsung menghampirinya dan menjelaskan semua aktifitasnya pada Susan selama Dia di Jakarta hingga kenapa Dia masih bertahan di Jakarta.


Susan mendengarkan penjelasan Rio dengan saksama bahkan sekali - sekali Dia melontarkan pertanyaan pada Rio. namun Rio selalu punya jawaban atas pertanyaan Susan sehingga membuat Susan hanya bisa mengangguk. Susan hanya mengancam Rio untuk tidak membohonginya dan meminta kepada Rio untuk menemani Rio di setiap aktifitasnya di Jakarta.


Susan tidak ingin membiarkan Rio sendirian lagi. Dia sangat kwatir dengan Rio karena Selain tampan, Kharisma Rio dalam memikat hati cewek sangat besar sehingga membuat Susan semakin waspada terhadap kekasihnya itu.


tidak terasa waktu Sudah menunjukan pukul 07.05 sehingga Rio langsung berlari ke kamar mandi untuk Mandi. Dia tidak ingin terlambat makan malam sehingga membuat Hans dan Ria harus menunggu mereka berdua di meja makan.

__ADS_1


Susan hanya membasuh mukanya karena sudah hampir waktunya untuk mereka makan malam. jadwal makan malam di rumah Hans yaitu tepat jam 08.00 malam. kecuali mereka ada kesibukan di luar, makan waktunya bisa berubah.


Mereka berdua lalu turun ke bawah dan mengobrol bersama paman dan bibinya di Ruang keluarga sambil menunggu Makan Malam mereka di siapkan bersama Randy dan juga Minggas. Rio langsung menghampiri Hans dan Randy yang sudah ada di situ sedangkan Susan duduk di sebelah Ria dan Minggas.


Ria sangat kaget ketika mendengar jika Susan baru saja menghabiskan Kuliah S2'nya di singapura sehingga langsung mengabarkan Hal ini pada Hans suaminya


Mereka semua sangat kaget mendengar Hal itu, kecuali Susan dan Rio. Hans sangat senang dan juga bangga pada Rio karena ternyata keponakannya itu pintar mencari Istri. Begitu juga Susan yang bangga akan prestasi akademik Susan.


Saat sedang asik mengobrol, tiba - tiba ART memanggil mereka semua karena makanan sudah di siapkan. mereka semua langsung menyerbu meja makan untuk makan bersama seperti biasanya.


Setelah makan malam, mereka semua langsung menuju kamar mereka masing - masing untuk beristrahat mengingat mereka akan mengadakan perjalanan yang cukup jauh keesokan harinya.


Di kamar, Susan menyiapkan semua pakaian yang hendak mereka bawa ke kota kelahiran Bibi Hans di bantu oleh Rio. Susan dengam cekatan tanpa protes menyimpan semua pakaian mereka karena sewaktu kuliah S1 dulu, Susan sering melakukan Hal ini.


Setelah selesai, Susan sedikit lelah sehingga langsumg berbaring di atas tempat tidur di ikuti oleh Rio. Susan langsung mendekatkan tubuhnya ke tubuh Rio dan Langsung memeluknya. Dia sangat nyaman tidur di pelukan Rio.


Rio langsung menggoda Susan yang ada di pelukannya


"gimana kabarmu selama di singapura ?" bisik Rio ke telingah Susan


"Hampir setiap malam aku nangis. apalagi setelah melihat fotomu bersama bunga" sahut Susan sambil menatap ke arah Rio


"makanya lain kali kalau mengambil keputusan itu, Berpikirlah terlebih dahulu" goda Rio sambil mencubit hidung Susan


"ahhh... sakit" erang Susan sambil memukul pelan tangan Rio


"jangan berpikir untuk membalasku dengan meninggalkanku ya, kak Rio. Susan benar - benar sayang kak Rio" keluh Susan pada Rio sambil mempererat pelukannya pada Rio


"aku gk sebodoh kamu yang tegah menyiksa diriku sendiri hanya untuk sesuatu yang sebenarnya bisa di selesaikan. aku juga tersiksa selama ini, bukan Cuman kamu" jawab Rio dengan serius sambil melihat ke Wajah Susan yang sangat erat memeluk dirinya sambil menangis


"kamu kenapa nangis ?" lanjut Rio bertanya pada Susan karena kaget melihat air mata yang sudah menetes di wajah Susan sekalian mengelap Air mata Susan


"aku kangen Yank. setelah semua yang aku lakukan, aku pikir kita tidak akan bersama lagi. ternyata Tuhan Yesus masih baik pada kita berdua" Jawab Susan sambil terus memeluk Rio dengan sangat Erat


"jangan sedih lagi donk. Kan sekarang kita sudah bersama dan itu sudah cukup bagimu dan bagiku. jadi jangan menyiksa dirimu lagi seperti ini, aku tidak tegah melihat orang yang aku sayangi menangis di depanku. itu akan membuat hatiku menjadi sangat terluka. Aku ingin kamu terus tersenyum disisiku karena itu cita - citaku, membuatmu selalu tersenyum. aku sayang sama kamu, San" jawab Rio yang mulai ikutan sedih melihat Susan menangis di pelukannya


"makasih kak Rio. aku juga sayang bangat sama kak Rio. Aku gk akan menangis lagi kak" jawab Susan pada Rio sambil mengelap Air mata yang masih tersisah di pipinya


"makasih sayang. ayo tidur, besok kita akan melakukan perjalanan yang cukup jauh dan pastinya akan sangat melelahkan bagi kita" ajak Rio pada Susan sambil mengecup bibir mungil Susan


Susan juga memang sudah cukup kelelahan sehingga Dia langsung menganggguk dan beberapa saat kemuadian langsung tertidur di pelukan Susan. Namun, Air mata Susan masih menetes meski Dia sudah nyenyak membuat Rio sedikit Heran sekalian mengelap air matanya tersebut.

__ADS_1


Rio langsung mengecup kening Susam sambil berkata "mulai sekarang kamu gk usah cemas lagi. aku akan selalu berada di sisimu dan selamanya akan bersamau, karena aku juga sayang sama kamu. selamat bobo sayang" ucap Rio sambil berusaha memejamkan matanya karena malam itu Dia sedikit kesulitan untuk tidur dan terus terjaga meskipun sudah larut malam. Mungkin karena baru bertemu lagi dengan Susan dan juga rasa rindu serta senang karena Susan sudah kembali lagi di sisinya.


__ADS_2