
Malam harinya, kaka sulung Ria datang menemui mereka di rumah. kaka sulungnya menikah dengan perempuan dari kota asal mereka dan juga tinggal di kota itu. Rumahnya tidak begitu jauh dari Rumah Pak Frengki orang tua mereka. Kaka sulung Bibi Ria bernama Pak Dovan.
Merek duduk bersama dan bercerita bersama - sama di Ruang keluarga rumah Pak Frengki. Di tengah mereka bercerita, Pak Dovan mengundang mereka semua untuk ikut menghadiri acara Pernikahan Putra sulungnya yang akan di adakan 2 hari lagi.
Mereka tidak bisa menolak permintaan Pak Dovan sehingga Mereka hanya menyetujuinya. Apalagi Dia merupakan Kaka pertama dari istri pamannya. Hanya saja Rio sedikit ragu mengingat ini adalah tempat baru dan Dia tidak tau apa yang harus Dia dan pamannya Siapkan.
Melihat keraguan di mata Rio, Pak Frengki langsung mengatakan pada Rio bahwa Dia tidak perlu cemas dan kwatir karena Pak Frengki juga akan ikut hadir disana bersama mereka. pernyataan pak Frengki itu membuat Rio sedikit Legah karena Dia saat ini berada di tempat baru serta budaya yang sepertinya baru juga bagi Rio sehingga Dia benar - benar tidak tau mengenai budaya bibinya.
Hans ikut memastikan pada Rio bahwa semuanya sudah Dia dan Bibinya serta pak Frengki persiapkan sehingga Rio tidak perlu mencemaskan itu. Mendengar penjelasannya pamannya membuat Dia lebih lega mengingat ini merupakan tempat baru baginya.
Rio di minta oleh Hans untuk menggunakan baju setelan Jas begitu juga dengan Susan untuk berdandan serapi mungkin Karena Kaka sulung Ria merupakan orang terpandang juga merupakan salah satu dari orang terkaya di kota asal mereka ini.
Rio dan Susan tidak sempat menyiapkan semua itu karena ini merupakan undangan dadakan sehingga mereka tidak menyiapkannya. mereka kesini hanya membawa pakaian Rumah dan juga pakaian untuk jalan - jalan.
Susan dan Rio memutuskan untuk berbelanja di kota keesokan harinya karena mereka tidak membawa jas maupun Gaun, Namun tiba - tiba Pak Bagas meminta ukuran baju mereka masing - masing karena Pak Frengki yang akan mengakomodir semua pakaian mereka.
Awalnya Rio menolak Namun karena di pastikan oleh Hans dan Ria, Rio dengan malu - malu memberikan ukuran baju pada Pak Bagas dan juga Susan karena sebenarnya dia malu menerima pemberian dari Pak Frengki.
Keesokan harinya Pak Frengki, Rio dan semua penghuni Rumah Pak Frengki terpaksa menyerbu toko pakaian langganannya Pak Frengki karena di minta untuk kesana dan melilih serta mengukur pakaian mereka sendiri.
sehabis mengukur dan memilih pakaian, Mereka langsung kembali ke Rumah Pak Frengki. di Rumah ada bu Hanna sendirian bersama pembantu dan tidak bisa ikut bersama rombongan ke tokoh pakaian karena masih belum begitu Pulih. Dia juga ingin menghadiri acara Pernikahan cucu pertamanya sehingga Dia menyimpan tenaganya untuk menghadiri acara besok.
__ADS_1
Malam sebelum acara Pemberkatan Nikah, Keluarga mempelai perempuan dan laki - laki di undang untuk duduk bersama sebagai malam ramah antar keluarga kedua mempelai dan meminum arak bersama - sama sebagai pengikat tali hubungan persaudaraan antar mempelai laki - laki dan perempuan di Rumah mempelai perempuan.
Pak Frengky mengajak serta Rio untuk ikut bersamanya pergi mengikuti acara itu meskipun acara itu di adakan secara tertutup dan hanya di hadiri oleh beberapa orang saja dari keluarga kedua bela pihak.
Pak Frengki ingin memperkenalkan sedikit pada Rio tentang kebiasaan mereka. Dia ingin Rio mengikuti acara itu agar Dia mempunyai cerita ketika kembali ke kampung halamannya nanti.
Hans tidak bisa ikut bersama Rio dan pak Frengki karena malam itu Dia ada jadwal bersama Ria dan yang lainnya. Hans juga tidak begitu tertarik dengan hal seperti itu sehingga Dia memilih untuk mengantar istrinya ketimbang menghadiri acara itu.
Acara bincang - bincang antar keluarga mempelai laki - laki dan perempuan berjalan dengan cukup baik. Bincang - bincang mereka juga di penuhi dengan canda tawa serta di temani arak minuman keras khas kota mereka. Setelah selesai acara itu barulah Rio mengetahui fakta jika Bibinya berasal dari keluarga yang cukup terpandang di kotanya.
Bincang - bincang keluarga hanya sampai jam 11.00 malam karena keesokan paginya mereka harus ke gereja mengikuti pemberkatan nikah kedua mempelai di gereja.
Ada fakta yang cukup menarik yang Rio dapatkan dari bincang - bincang keluarga itu. Ternyata merekalah yang akan bertanggung jawab untuk pernikahan kedua mempelai dan sebisa mungkin menjauhkan mereka dari perceraian.
Susan langsung menghampiri Rio dan bertanya mengenai keadaan Rio karena Dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Rio mengingat dulu Susan sangat melarang Rio untuk minum minuman Keras apalagi Rio mempunyai sejarah penyakit jantung. Rio yang melihat Susan panik langsung menenangkan Susan
"kamu gk usah panik. Semenjak kamu pergi, Aku sudah kembali Minum minuman keras untuk menenangkan diriku sehingga aku tidak semabok yang kamu pikirkan" ucap Rio sambil menggiring Susan ke Ranjang mereka
"kalau aku melarangmu lagi, apa kamu mau menurutiku ?" tanya Susan yang sudah mulai menangis
"kenapa kamu selalu menangis San ? tadi itu karena acara jadi gk enak kalau aku harus menolak minuman yang di berikan. Lain kali aku gk akan minum lagi karena aku tau kamu membenci Hal itu. Lap air matamu itu San. Aku paling gk suka melihat kamu menangis di hadapanku karena itu menandakan sebuah kegagalan bagiku. Ayo bobo, kamu gk ngantuk" ajak Rio sambil membaring Susan yang masih terduduk di atas ranjang mereka
__ADS_1
"janji ya kamu gk bakalan miras lagi" sahut Susan ketika sudah berada di pelukan Rio
"iya Yank. kurangi juga cengengmu itu. Tujuanku membuatmu tertawa bahagia bukannya menangis" keluh Rio pada Susan
"iya yank, aku akan mencobanya" sahut Susan sambil mempererat pelukannya
"ayo tidur biar gk telat besoknya" ajak Rio sambil mengelap sisa air mata di wajah Susan sambil mengecup bibir mungil Susan. Susan hanya menjawabnya dengan anggukan karena Dia juga sudah ngantuk.
Keesokan paginya, Mereka sama - sama pergi ke gereja mengikuti Misa pemberkataan Nika anak Pak Dovan. Susan yang melihat kedua mempelai berjalan beriringan menuju Altar langsung mempererat gandengannya pada Rio sambil mencium lengan Rio.
"kamu gk usah cemas. secepatnya kita akan menyusul mereka. jangan kabur lagi" Ucap Rio pada Susan sambil mengecup kepalanya setelah menyadari apa yang di lakukan Susan Padanya. Susan hanya menjawabnya dengan anggukan karena saat itu mereka sedang Misa pemberkatan Nikah.
sehabis Misa pemberkatan Nikah, Mereka langsung menuju ke Ruang serba guna untuk mengikuti Acara pernikahan kedua mempelai. Acaranya tertutup sehingga hanya di hadiri oleh tamu undangan Resmi dan kerabat dekat kedua mempelai.
Acara itu sedikit membosankan bagi Rio dan juga Susan karena perbedaan kebiasaan namun mereka tetap berusaha menikmatinya hingga acara itu usai karena mereka tidak punya pilihan selain mengikuti acara pernikahan itu hingga selesai.
Setelah bubar, Mereka semua langsung kembali ke rumah pak Frengki karena sudah cukup kelelahan. Sejak melihat pengantin di altar tadi membuat Susan kini terus menempel pada Rio seperti perangko. Dia seakan tidak melepaskan Rio lagi dan ingin mereka cepat menyusul kedua mempelai tadi.
Rio yang menyadari tingkah Susan hanya bisa menurutinya. Dia tidak ingin menggoda Susan dan membuat hatinya kembali terluka seperti semalam. Kejadian semalam cukup membuat Rio tersadar jika Mental Susan pada Rio mulai sedikit menurun semenjak Dia pergi meninggalkan Rio tiga tahun lalu dan Rio tidak ingin membuat Susan semakin terpuruk dengan mentalnya itu.
Rio sangat mencintai Susan sehingga melihat tingkah canggung dan panik Susan semalam cukup membuat hatinya tergugah. Rio malah menghibur Susan dan menjanjikan padanya untuk mengunjungi Rumah Revan setelah mereka kembali ke kota kecil mereka demi membuat Mut Susan kembali seperti dulu lagi.
__ADS_1
Karena kelelahan mengikuti acara pernikahan putra Pak Dovan, mereka semua langsung beristrahat ketika sudah kembali ke Rumah Pak Frengki.