
Setelah mengantar keluarga Pamannya kembali ke jakarta, Rio langsung pergi mendaftarkan dirinya di perguruan tinggi yang ada di kotanya. Meskipun kuliah di Jakarta lebih menjanjikan, Namun Dia lebih memilik kuliah di kampus yang ada di kota kecil mereka.
Sangat banyak, teman yang di jumpai Rio di kampusnya. Di antara banyak teman tersebut, ada 3 orang yang sangat akrab dengannya. Mereka adalah Heru, Dius dan Rivan. Mereka sangat akrab sehingga hampir setiap hari mereka selalu menghabiskan waktu bersama.
Mereka berempat, semuanya berbeda jurusan. Rio mengambil jurusan Ilmu Sosial Umum, Dius mengambil jurusan Fisika, Heru mengambil jurusan Teknik Informasi dan Komunikasi ( TIK ) dan Rivan mengambil jurusan Pertanian.
Mereka berempat juga berasal dari kota yang berbeda - beda meskipun mereka masih satu pulau. Persahabatan merekapun tanpa sengaja. Hanya kebutulan mereka selalu bertemu di kantin dan ngobrol bersama hingga akirnya mereka menjadi akrab.
Meskipun berbeda jurusan, Namun mereka berempat selalu akrab. Pertemuan mereka di mulai saat hari pertama kuliah karena mereka satu kelompon ketika OSPELMAB ( Orientasi Pengenalan Lingkungab Mahasiswa Baru ) di kampus mereka. Berawal dari pertemuan tersebut, hingga akirnya mereka menjadi sangat akrab.
Mereka juga memiliki sifat yang berbeda - beda. Dius orangnya ceria dan semangat, Heru orangnya pendiam dan juga dingin, Rivan anak yang lucu sedamngkan Rio adalah pribadi yang sangat susah di tebak. Dia bisa menyesuaikan diri dengan mereka semua.
Karena sifat Rio itulah yang membuat mereka selalu dan terus bersama. Rio mampu menjadi orang yang lucu, terkadang juga bisa menjadi orang yang pendiam dan juga bisa sangat bersemangat jika hendak melakukan sesuatu.
Setelah beberapa bulan kuliah, Mereka menjadi sangat akrab. Bahkan Rio sering mengajak mereka bertiga bermain ke rumahnya. Bunda Rida sama sekali tidak menolak kehadiran mereka di rumahnya. Bahkan Dia malah senang karena Rio punya Teman yang bisa di ajak ke rumahnya.
Semakin lama bersahabat, mereka lebih saling mengenal dengan baik satu dengan yang lainnya. Dius dan Heru ternyata anak yang Pintar sedangkan Rivan tidak begitu pintar, tetapi Dia anak yang cerdas begitu juga dengan Rio.
Karena kedewasaan Rio membuat mereka terus bersama dan selalu kompak. Rio juga selalu mengingatkan mereka untuk kuliah dan tidak boleh meninggalkan kuliah mereka. Nasehat dari Rio benar - benar mereka ikuti.
Karena Rio tidak segan untuk memarahi mereka ketika mereka melakukan kesalahan, apalagi kalau sampai tidak masuk kuliah. Hal itu bukannya menjauhkan mereka dari Rio, tetapi malah membuat mereka semakin dekat dengannya.
tidak terasa sudah setahun lebih mereka di bangku kuliah. Kini mereka sudah memasuk semester tiga. Banyak matah kuliah yang mereka ambil sehingga hampir setiap hari mereka menghabiskan waktu di kampus untuk mengikuti kuliah.
Rio beberapa kali mengenal cewek, namun hubungan Rio dengan mereka berakir dengan berbagai alasan. Hal itu karena Rio merupakan Pribadi yang sulit dan juga susah untuk di tebak.
Karena sifatnya itu yang membuat setiap cewe yang dekat dengannya selalu merasa tersiksa dan terkekang. Hingga akirnya mereka mulai mencari alasan untuk mengakiri hubungan dengan Rio. Rio tidak pernah serius menanggapi itu, bahkan Dia menerima keputusan mereka dengan baik tanpa sedikitpun marah atau kecewa sama mereka.
Yang membuat Rio dan Teman - temannya merasa aneh adalah Setelah putus dari Rio, Banyak dari mereka yang menyesal dan ingin kembali berpacaran dengan Rio. Akan tetapi Rio selalu menolak ketika mereka ingin kembali berpacaran dengannya.
Entah mengapa Rio selalu menolak ketika mereka meminta Rio untuk kembali menjadi kekasihnya terutama Susan, salah satu mantan kekasih yang sangat tergila - gila pada Rio sehingga membuat ketiga sahabatnya mulai bertanya padanya
"Rio, sepertinya Intan sangat mengharapkan untuk bisa balikan sama kamu, brother" Rivan membuka obrolan dengan Rio
"ah.... masa sih" jawab Rio pura - pura tidak tau
"benaran. Nih lihat saja pesan singkatnya denganku" Sahut Rivan sambil menunjukan telfon genggam miliknya pada Rio
"gk usah di respon. bilang sama Intan, kalau kami lebih baik berteman saja. semenjak putus, Dia sudah kuanggap sebagai saudariku sendiri" sahut Rio dengan santai menanggapi Rivan
__ADS_1
"oh iya.... si bungan juga sama. Dia sering menanyakan kabarmu ke aku. Bahkan terkadang aku di buat pusing olehnya karena kamu, Rio" sahut Dius menanggapi obrolan Rivan dan Rio
"bunga mantan pacar Rio saat baru masuk kemarin ?" tanya heru yang sedikit kaget
"yang itu. kamu naksir sama Dia, ru ?" sahut Dius melihat Heru yang sedikit terkejut
"gk lah. cuman Dia salah satu idola di kampus kita ini loh, Rio. Emang Dia benaran mau balikan sama Rio ?"tanya Heru lagi
"sepertinya gitu. Dia sering bertanya mengenai kabar Rio" jawab Dias
"astaga... sudah setahun, belum juga move on tuh anak" sahut Rivan
"menurutmu gimana, Rio" tanya Dius
"ah.... gk usah. aku gk mau ketularan Hitsnya. Ribet nantinya" sahut Rio dengan santai menanggapi mereka
"padahal mereka semua adalah idola kampus kita, Rio" Sahut Rivan
"ya mau gimana lagi Van. percuma juga aku jalani hubungan dengan perasaan yang tidak nyaman" sahut Rio sedikit mengeluh ke temannya
"iya juga ya" sahut Heru
"itu yang sering membuatku cemas, Dius" sahut Rio
"ah.... bodo amatlah sama mereka. yang penting bukan kamu yang putusin mereka, Rio" sahut Rivan menyelah mereka
"iya juga sih. jadi itu semua bukan kesalahan kamu" sahut Heru sambil memain Hp'nya yang sejak tadi terus berdering
"itu yang aku pikirkan. mereka aja yang dulu kegatalan" umpat Dius membuat mereka semua tertawa
mereka terus bercanda bersama Hingga mereka kembali ke kampus untuk kuliah karena semua dari mereka kebetulan memiliki jadwal kuliah yang sama hari itu sehingga sebelum masuk, mereka mengobrol di kantin kampus mereka.
Ketika semester 4, banyak tawaran yang datang pada Rio dan teman - temannya untuk mengikuti organisasi baik dari kampus mereka maupun Luar kampus. Namun Rio selalu menolak dengan alasan kalau Dia tidak pandai berhubungan dengan banyak orang secara langsung, tidak dengan ketiga sahabatnya yang sangat berhasrat ingin mengikuti organisasi.
ketiga sahabatnya sedikit kecewa dengan Rio yang tidak mau bergabung dengan beberapa organisasi yang mereka tawarkan karena Rio lebih memilik untuk bersantai di rumah dari pada harus sibuk di kampus. belum lagi Dia harus mengurus perkebunan milik mereka.
Rio juga pribadi yang sangat keras kepala sehingga akan sangat susah bagi mereka untuk membujuk Rio jika dia sudah mengatakan tidak pada hal itu. Karena sebetulnya perkebunan mereka bisa di urus oleh Pak Mimin.
Ketiga sahabat yang selalu bersamanya memilih untuk bergabung dengan salah satu organisasi yang tawarkan pada mereka untuk mengasah kemampuan mereka, sedangkan Rio tetap pada pendiriannya, yaitu itu ingin hidup bebas dan tidak ingin menyibukan diri dengan mengikuti organisasi.
__ADS_1
Karena kesibukan ketiga sahabatnya di organisasi mereka masing - masing membuat mereka berempat jarang bertemu. Terkadang seminggu sekali, terkadang juga dua minggu sekali baru mereka berkumpul bersama.
Meskipun mereka sibuk dengan kegiatan masing - masing, mereka selalu berusaha meluangkan waktu untuk berkumpul bersama dengan Rio sahabat mereka. mereka tidak ingin mengakiri hubungan pertemanan mereka yang sudah lama terjalin hanya karena kesibukan mereka di organisasi.
Ketika berkumpul bersama, mereka mulai mengintrogasi Rio, mengapa Dia selalu bersikukuh untuk tidak bergabung dengan organisasi yang di tawarkan padanya
"pengetahuan kamu cukup luas. gaya bicara kamu juga cukup lugas, tapi kenapa kamu gk mau ikut satupun organisasi di kampus ataupun luar kampus kita, Rio" tanya Heru yang sejak tadi mendengar percakapn antara Rio dan Revan
"itu juga yang lagi saya pikirkan. Pembawaan diri kamu juga bagus" sahut Rivan
"nah itu yang membuat aku jadi bingung sama kamu, Rio ?" sahut Rivan
'bukannya gk mau ikut, brother. cuma, aku punya banyak kesibukan di rumahku. kamu tau kan ? semenjak kematian ayahku, semua pekerjaannya dulu aku yang kerjakan sekarang. kalau semua itu ku tinggalkan, bakalan berantakan semuanya, brother" jelas Rio pada ketiga sahabatnya itu
"oh... jadi itu alasan kamu gk mau gabung di organisasi ?" sahut Dias
"iya. kalau aku ikut, perkebunan papaku siapa yang ngurus ?" sahut Rio dengan sedikit memelas
"ah... ko perkebunan papamu ? sekarang kan sudah jadi milikmu, Rio" sahut Heru
"kan masih ada pak Mimin" sahut Revan
mendapat serangan yang bertubi - tubi dari ketiga sahabatnya, akirnya Riopun mulai jujur alasan kenapa dia tidak ingin bergabung dengan organisasi mereka
"sebenarnya saya malas menyibukab diri dengan hal - hal seperti itu yang hanya akan menguras energi dan juga membuat pusing" sahut Rio yang mulai jujur pada teman - temannya
"sudah ku duga itu" sahut Dias
"ayolah.... bermain ke sekretku. siapa tau kamu nanti tertarik buat bergabung dengan salah satu organisasi" ajak Revan
"aku juga pengen ajak kamu ke sekretku buat kenalan sama teman - temanku" sahut Dias
"iya... nanti kapan - kapan aku akan kesana" sahut Rio
"ok... seap brother" sahut Revan
mereka bercanda bersama hingga larut malam baru membubarkan diri untuk kembali ke tempat mereka masing - masing.
Hallo Readers... Jangan Lupa Like dan Vote'nya ya
__ADS_1