Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
23


__ADS_3

Berkat usaha keras yang di lakukan Susan dan Rio membuat Pihak kampus akirnya setuju untuk mengaktifkan kembali organisasi mereka. Namun, ada beberapa syarat yang harus di penuhi organisasi Rio untuk bisa di aktifkan kembali sehingga membuat mereka sangat sibuk.


Setelah Kampus Mengaktifkan kembali organisasi Rio, Riko langsung meresmikan Rio sebagai ketua baru menggantikan dirinya di saksikan oleh dosen Pembimbing organisa mereka dan juga semua anggota organisasi mereka karena Dia merasa bahwa sudah saatnya Rio mengambil alih kepemimpinan.


Terpilihnya Rio sebagai ketua baru organisasi mereka membuat dirinya semakin sibuk karena segala sesuatu tentang organisasinya kini harus di urus olehnya, termasuk beberapa syarat yang di bebankan Pihak kampus pada organisasi mereka.


Hal itu semakin membuat Rio dan Susan hampir setiap hari menghabiskan waktu di Sekret mereka untuk mempersiapkan semua yang menjadi persyaratan pihak kampus bersama beberapa anggota lainnya yang benar - benar niat untuk belajar berorganisasi dan mau bekerja sama.


Hampir setiap hari mereka menghabiskan waktu di kampus guna mempersiapkan segala sesuatunya untuk di presentasikan kepada semua dosen yang akan menguji mereka maupun dosen yang di tunjuk sebagai pembimbing di organisasi mereka.


Karena kesibukan Rio di organisasi mereka membuat Dia tidak pernah bertemu lagi dengan ketiga sahabatnya beberapa minggu terakir.


Mereka sangat sibuk karena harus mereview kembali program kerja lama mereka serta menyiapkan presentasi program kerja mereka yang di Minta oleh Dosen yang sudah di tentukan oleh kampus untuk menjadi pembimbing di organisasi mereka.


Hal itu membuat ketiga sahabatnya mulai merindukan Rio sehingga mereka mengirim pesan singkat padanya untuk nongkrong bersama. Mereka tidak ingin kesibukan Rio tersebut membuat hubungan persahabatan mereka menjadi renggang.


Apalagi Revan, Dia sangat menyesal karena telah menjebak sahabatnya itu hingga membuat mereka kini sudah jarang berkumpul bersama lagi. Seandainya Dia tau sejak awal, Mungkin Dia tidak akan melakukan Hal itu pada Rio.


Rio membalas pesan singkat dari ketiga sahabatnya itu sambil menentukan waktu untuk mereka bisa nongkrong bersama, mengingat jadwalnya yang masih padat tersebut dan juga Dia tidak ingin meninggalkan semua anggota organisasi mereka yang lagi bersemangat untuk bekerja tersebut sehingga membuat semangat mereka menjadi menurun.


Di selah mereka mengerjakan semuanya itu, Rio berbicara pada Susan katanya


"San.... nanti tolong kabarin pada papa-mama kamu di rumah kalau hari ini aku telat mengantarmu pulang" kata Rio pada Susan yang sedang sibuk mengetik di Komputer yang disiapkan khusus oleh pihak kampus di sekretariat mereka untuk segala keperluan organisasi mereka


"Kan kerjaan kita hari ini tidak terlalu padat kak. jadi kita bisa pulang seduh nantinya, kak" sahut Susan sambil menoleh pada Rio yang sudah ada di sampingnya


"Nih anak makin lama makin bawel aja. Aku mau ngajak kamu ketemu sama sahabat - sahabatku" sahut Rio sekalian mengutarakan niatnya yang hendak memperkenalkan Susan pada ketiga sahabatnya.


"oh... iya ka. emang, nongkrongnya dimana kak ?" tanya Susan yang mulai penasaran dan juga kepo pada Rio


"di tempat biasa kami nongkrong" jawab Rio Singkat karena sibuk menempel stiker di dinding sekret mereka yang baru saja Dia terima dari pihak Kampus


"oh iya ka. Emang gk pa - pa kalau aku ikug, kak ?" tanya Susan lagi pada Rio


"iya gk pa - pa. dari pada kamu pulang sendirian dan aku di tanya sama papamu. Ribet buat petanggung jawabnya nanti" sahut Rio melirik sekilas pada Susan terus lanjut menempel lagi Stiker yang sedang di pegangnya


"ya sudah kak. akan ku kabarkan pada papaku sekarang" sahut Susan sambil mengeluarkan telfon genggam miliknya.

__ADS_1


Karena keseringan bersama, membuat Susan dan Rio kini semakin akrab. Pak Beni juga kini sudah mengijinkan Susan untuk bebas pergi dengan Rio, asalkan mereka harus selalu mengabarkan pada Pak Beni kemana mereka pergi dan jam berapa mereka akan pulang.


Susan juga sudah sangat nyaman dengan Rio karena setelah mengenal Rio lebih jauh, Ternyata Rio orang yang sangat baik dan juga penyayang. Perlakuan Rio pada dirinya juga sangat baik, Rio memperlakukan Susan seperti pak Beni memperlakukan Susan sehingga membuat Susan semakin nyaman.


Meskipun mereka sangat dekat, Namun hubungan mereka masih sebatas teman alias belum pacaran karena belum ada pengakuan Cinta antara mereka, baik dari Susan maupun Rio. Namun hal itu tidak begitu di tanggapi oleh Susan maupun Rio karena kesibukan mereka yang sangat padat di organisasi mereka.


Ketika melihat Jam tangannya, Sudah hampir Jam enam sore sehingga Rio langsung membubarkan semua yang sementara bekerja di sekret mereka, Mereka di biarkan pulang seduh karena kebetulan pekerjaan mereka hari ini juga tidak sebanyak kemarin.


Sehabis mengunci sekret mereka, Rio langsung mengajak Susan pergi ke tempat di mana mereka sering nongkrong bersama karena Dia sudah di tunggu ketiga sahabatnya disana.


Munculnya Rio membawa cewe baru di sampingnya langsung mengundang penasaran pada Diaz sehingga Dia langsung bertanya pada Rio


"wah.... ini pacar barumu, Rio ?" tanya Diaz sambil menatap Susan bersama Rio yang sudah ada di samping mereka


"bukan.... ini teman di organisasiku. ayo kenalan sama sahabat - sahabatku" sahut Rio sambil menyuruh Susan berkenalan sama mereka


"uhu.... Cantiknya kamu, dek" Goda Revan sambil menyodorkan tangannya pada Susan


"makasih kak"sahut Susan tersipu malu dengan godaan Revan


"hmmm... aku Diaz" dehem Dias melihat ekpresi Rio pada Revan yang menggoda Susan sekaligus menyodorkan tangan untuk berkenalan dengan Susan


"hmmm.... Stop godain punya orang" selah Heru Sambil menyodorkan tangannya buat kenalan sama Susan


"ehehe.... gk pa - pa kok kak. emang aku belum punya pacar kak" Sahut Susan sedikit genit menanggapi godaan Revan


"hmm.... tumben kamu sekarang genit. mau aku aduin sama papa kamu ?" sahut Rio yang mulai panas karena cemburu


"Widihhh.... udah dekat aja sama calon mantu" Goda Diaz pada Rio


"ah... kalian ini.suka sekali menggoda cewek cantik kalau cewek itu ada di depan kalian. apa kabar kalian semua" sela Rio mengalihkan pembicaraan sambil menanyakan kabar sahabat - sahabatnya dan menyodorkan tangannya buat menyapa ketiga sahabatnya itu


Susan tersipu malu mendengar Pujian Rio yang mengatakan kalau Dia cantik. Dia sangat senang mendengar pujian itu karena Rio tidak pernah memuji kecantikannya selama ini, Dia hanya memuji kinerja Susan yang di nilainya cukup baik.


"Baik. kalau kamu sendiri gimana" sahut mereka bertiga bersamaan


"baik juga. Cuma sedikit sibuk, makanya jarang buat menghubungi kalian" sahut Rio sedikit mengeluh pada teman - temannya

__ADS_1


"hmmm... sibuk berduaan sama Susan ?" goda Heru pada mereka


"yah... andai saja kamu tau gimana memperbaiki sesuatu yang rusak, pasti kamu bakalan tau gimana cape dan ribetnya" sahut Rio sambil menghembuskan napas panjang


"ehehehe.... semangat big bos. Kan selalu ada cewek cantik yang setia menemani kamu disisimu" Goda Revan sambil melirik pada Susan yang hanya tersenyum menanggapi godaan Revan


"Van.... stop godain Susan. kalau gk, aku bakalan aduin kamu ke Hanna. kamu gk tau gimana Susahnya ngijin sama orang tuanya buat membawa Dia keluar" Keluh Rio yang sudah mulai kesal dengan Revan yang selalu menggodanya. apalagi Susan yang selalu membalas godaan Revan dengan senyum membuat Rio semakin panas


"makanya di sahkan donk, biar usaha kamu gk sia - sia" goda Revan Lagi


"astaga.... jangan ngegoda mulu ka. aku bisa berantam sama kak Rio saat pulang nanti ka" keluh Susan pada Revan karen Dia dan Rio pernah berantem di mobil sewaktu Rio memergoki Susan sedang asyik bercanda bersama teman Susan saat Dia hendak menjemput Susan


"Astaga.... Susan. Hmmm gimana perkuliahan kalian" selah Rio sambil mengalihkan pembicaraan lagi


"baik, sejauh ini Rio. kalau kamu gimana ?" sahut Diaz


"baik juga. Apa yang sedang kalian kerjakan hingga kalian terlihat sangat sibuk ?" tanya heru yang penasaran dengan Rio yang selalu sibuk


"ahhh.... banyak kak" sahut Susan menanggapi pertanyaan Heru


"tapi sudah hampir kelar. tinggal presentasi bersama pembimbing dan pihak kampus. setelah itu semua akan berjalan normal lagi" lanjut Rio menanggapi pertanyaan Heru tadi


"oh gitu. Pantas kamu susah di hubungi Rio" selah Dias sedikit mengeluh tentang Rio


"kalian juga yang memaksaku buat gabung organisasi, jangan jangan protes dengan kesibukanku sekarang" protes Rio menanggapi keluhan sahabat - sahabatnya


"oh iya betul.... hampir lupa. selamat ya, buat terpilihnya kamu menjadi ketua di organisasi kalian" ucap Heru sambil memberi selamat pada Rio.


"iya terima kasih" sahut Rio


"eh..... Si bungan kemarin nanyain kabarmu Rio. katanya kamu gk balas pesan singkatnya" selah Dias menanyakan alasan Rio gk balas pesan singkat bunga tanpa menyadari Susan yang lagi ada di dekat Rio


"astaga.... anak itu. Udah hampir setahun, belum juga move on" selah Revan menanggapi Diaz


Rio hanya menanggapi Pertanyaan Dias itu dengan senyum karena Susan langsung mencubit Rio dan menatapnya dengan tatapan membunuh sehingga membuat Rio gk berani buat membahas bungan di depan Rio.


'Dias, apa kamu ingin membunuhku' ucap Rio dalam hatinya sambil melirik Dias yang sedang asyik menggoda Rio karena bunga yang masih sering menanyakan kabarnya. Dias yang menyadari itu, langsung mengalihkan pembicaraan mereka. Dia takut Rio akan berantem sama bungah saat dalam perjalanan pulang nanti.

__ADS_1


Mereka mengobrol bersama hingga Jam delapan, Rio Meminta bubar karena Dia harus mengantar Susan pulang. Dia tidak ingin mereka dimarahi ayah Susan karena terlambat mengantar pulang Susan kembali ke rumahnya.


Haii Readers.... jangan lupa like dan votenya ya


__ADS_2