
Bunga memanfaatkan keretakan hubungan Susan dengan Rio untuk kembali Rujuk dengan Rio. Dia lalu memanfaatkan kedua orang tuanya untuk bisa berdekatan dengan Rio, karena status mereka yang sederajat.
Berkat bantuan orang tua Susan, dengan Mudahnya Bunga mendapat persetujuan dari Bunda Rida ibunya Rio. Bahkan Bunga sering mengunjungi Rumah Rio sehingga membuat bunga semakin dekat dengan Rio.
Bunda Rida juga sering menyuruh Bunga untuk menemani Rio mengecek perkebunan mereka dan juga menemani Rio menghadiri undangan yang datang untuk keluarga mereka menggantikan Bunda Rida.
karena mereka terus bersama juga berkat kesabaran bunga menghadapi Sifat Rio membuat perasaan Cinta mulai tumbuh hingga merekapun mulai berpacaran. Hampir semua keluarga besar Rio menyetujui hubungan bunga dengan Rio karena mereka berasal dari kalangan yang sama.
Susan yang mendengar kabar bahwa Rio telah berpacaran dengan bunga Hanya bisa meratapi kesedihannya. Dia tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa menangis dan terus menangis ketika melihat Foto yang selalu di posting bunga di sosial medianya.
Hatinya sangat Hancur melihat kemesraan mereka. Namun tidak ada yang bisa dia lakukan. Apalagi jarak antara mereka yang kini sangat jauh. Susan juga sudah malu untuk kembali menghubungi Rio. mengingat kini Rio sudah menjadi pacar orang.
Meskipun Di liputi Kesedihan, Susan tidak patah semangat menghabiskan kuliahnya. Malah Susan ingin cepat menghabiskan kuliah S2nya sehingga Dia bisa pulang untuk bertemu lagi orang orang tua. Dia tidak ingin berlama - lama meninggalkan kedua orang tuanya sendirian di kota kecil mereka.
Setahun Setelah Rivan menikah, Dias Mengirim surat undangan pernikahan pada Rio. Rio sangat keget mendapat surat undangan tersebut karena gadis yang di bawah Dias ke pernikahan Rivan ternyata menjadi jodohnya. Dia tidak menyangka bahwa Dias akan menikah secepat itu.
Rio, Rivan dan Heru datang menghadiri acara pernikahan Dias. kali ini Rivan datang membawa serta istrinya dan juga bayi mereka yang baru lahir beberapa bulan yang lalu sedangkan Heru datang dengan menggandeng cewek baru. Mereka tidak terlalu kaget karena dari dulu, Heru selalu bergonta - ganti pasangan.
yang mengagetkan adalah Rio yang datang ke acara pernikahan Dias bersama Bunga yang kini sudah menjadi pacarnya. Melihat Rio yang datang membawa Bunga ke acara pernikan Dias membuat ketiga sahabatnya itu sangat kaget Terutama Dias, Dia tidak menyangka bahwa Rio akan jatuh kembali ke pelukan Bunga.
Dias langsung menggoda Bunga yang sedang menggandeng tangan Rio
"wah... ternyata impian kamu jadi kenyataan ya, bunga" goda Dias pada Bunga
"Mungkin ini sudah jalannya" sahut Bungan Singkat
"iya. aku tidak menyangka bahwa kamu akan kembali berpacaran sama Bunga, Rio" Sahut Rivan sambil melihat ke arah Rio
"ya.... mau gimana lagi. Dia yang selalu ada di sisiku dan menemaniku selama ini" sahut Rio sambil melihat ke arah Bunga yang sedang menggandeng tangan Rio
__ADS_1
"Hmmm.... kalau kamu bahagia, aku ikut senang" sahut Dias sedikit kecewa karena sejujurnya Dia lebih menyetujui Rio bersama Susan ketimbang Bunga
"Bunga.... jaga sahabatku Rio. Meskipun Dia orang yang dingin dan Cuek, sebetulnya Dia orang yang baik dan sangat penyayang. kamu beruntung bisa menjadi pacarnya" Nasehat Rivan pada Bunga, karena Dia sangat kasihan pada Rio yang kini sudah tidak seceriah dulu, Dia tau bahwa hanya Susan yang Rio sayang dan hanya Susan jugalah yang paling mengerti tentang Rio
"iya, tolong jaga Sahabatku" sahut Heru dengan nada sedikit sedih karena melihat Rio yang tidak terlalu bersemangat
Menyadari bahwa teman - temannnya kecewa dengan Rio yang berpacaran dengan Bunga membuat Dias langsung menggoda Heru yang menggandeng cewek baru lagi
"Pacar baru lagi Ru ? Sah kan biar hidupmu lebih tenang" Goda Dias pada Heru karena Dia tidak ingin membuat Rio semakin bersedih. karena Dia tau bahwa sebetulnya Rio sangat sedih kehilangan Susan, cewek yang paling mengerti tentang pribadi Susan
"ah kamu.... aku baru juga kenal Dia sebulan yang lalu" sahut Heru sambil tersenyum
"terus yang kemarin, mana ?" tanya Rivan keceplosan
"sudah lama kami mengakiri hubungan kami" sahut Heru sedikit gerogi dengan cewek yang di gandengnya sekarang karena cewek yang di gandeng Heru sekarang sedikit galak
"aku harap kamu bisa betah sama yang ini, Heru" sahut Rio sambil menepuk bahu Rio
"iya kak.... Santai aja kak. kalau Dia nakal, akan ku ikat Dia dengan Rantai Kak" Sahut Pacar baru Heru sambil melihat ke arah Heru
"mantap... sepertinya kamu bakalan bisa menjinakan si heru dek" sahut Rivan menertawai Heru yang mati kutu di hadapan Pacar barunya
Dias menyediakan Minuman keras sehingga mereka berempat mengobrol sambil minum minuman keras. Dia antara mereka berempat, Rio yang paling banyak minum minuman keras tersebut. Dia sangat menikmati minuman keras yang di sediakan Dias untuk mereka.
Mereka bertiga minum minuman alkohol tersebut sambil bercanda bersama untuk menghibur Rio karena mereka tau kalau sebetulnya Rio sangat sedih dan terluka di tinggal pergi Susan, Hanya saja Dia malu untuk menceritakan pada Orang - orang. mereka juga takut untuk bertanya padanya secara langsung sehingga memilih untuk menghiburnya.
Rio terus meminum minuman keras yang di sediakan Dias sehingga Rio harus di ingatkan Dias karena Rio datang sendirian bersama bungan. Dia juga yang menyetir mobilnya sendiri sehingga Dia takut terjadi sesuatu di perjalanan pulang nanti. Namun cepat di ingatkan Bungan jika nanti mereka akan menginap di penginapan sehingga Dias tidak perlu mengkwatirkan dirinya dan juga Rio.
Ternyata mereka bertiga Sudah memesan penginapan tanpa sepengetahuan Dias. Dias yang baru mengetahui itu langsung menyuruh pelayan membawa lagi minuman buat mereka. Dia ingin menjamu ketiga sahabatnya itu dengan minuman keras karena sebelumnya sudah di pesan oleh mereka.
__ADS_1
Melihat pelayan membawa lagi minuman keras membuat Hanna memperingati Rivan untuk tidak terlalu banyak meminum minuman keras tersebut karena bayi mereka yang masih kecil. Sehingga Dias mengurangi porsi minuman buat Rivan.
Hampir tengah malam, ketiga sahabatnya yang sudah teler minuman keras tersebut pamit pulang. Mereka pulang lebih awal karena Bayi Rivan yang masih kecil juga Perjalanan mereka yang cukup jauh sehingga mereka butuh waktu untuk beristrahat.
Dias dan istri yang baru di nikahinya mengantar ketiga sahabatnya itu hingga ke depan pintuh barulah mereka kembali. Dias menyuruh salah seorang keluarga dekatnya menemani mereka hingga tiba di penginapan karena kondisi mereka yang terpengaruh alkohol. Dia sebisa mungkin menjaga ketiga sahabatnya itu agar tiba di penginapan mereka dengan selamat.
Susan tidak tau, kepergiannya ke singapura meninggalkan luka yang cukup dalam pada Rio. Luka yang ditinggalkan Susan tersebut tidak dapat di obati baik oleh Bunda Rida maupun Bunga. Rio terlihat sangat bahagia ketika di hadapan orang banyak maupun di hadapan Bunga. akan tetapi ketika Dia sendirian, dia sering termenung dan juga sedih.
Kini Rio juga sudah menjadi anak yang pendiam. bahkan, Dia lebih suka bekerja dan menghabiskan waktu di perkebunan ketimbang di rumah. Dia berusaha untuk bekerja sekeras mungkin demi menutupi kesedihannya atas kehilangan Susan.
Bunda Rida mulai kasihan Melihat Rio seperti itu. meskipun Rio mencoba memaksakan diri untuk pura - pura bahagia di depan ibunya namun ibunya tau bahwa Rio sebetulnya hanya berpura - pura untuk bahagia. Hal itu karena Dia sering memergoki Rio yang termenung ketika menghabiskan kopinya di teras rumah mereka.
Bunda Rida juga kini melihat perubahan Rio yang cukup drastis setelah kepergian Susan. Rio kini berubah jadi anak yang lebih pendiam dan Rajin. melihat perubahan Rio tersebut membuat Bunda Rida sangat menyesal atas perbuatannya pada Susan hingga menyebabkan hati putranya kini harus terluka lagi. namun Dia tidak bisa berbuat apa - apa karena semuanya sudah terjadi.
Dia hanya bisa melakukan sesuatu yang sebisa mungkin membuat Rio tersenyum yaitu mendekatkan Bungan dengan Rio dengan maksud ingin membuat putranya kembali ceria seperti dulu lagukarena sebetulnya Dia sangat ingin melihat putranya hidup dengan bahagia di masa tuanya nanti, namun sepertinya itu sudah tidak bisa terjadi lagi.
Usaha Bunda Rida itu berhasil untuk khalayak umum tapi tidak bagi orang - orang terdekat Rio. Karena meskipun Sudah berpacaran dengan Bunga, Rio masih tetap menjadi Sosok yang pendiam dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu di perkebunan mereka.
apalagi setelah mengetahui bahwa Bunga sebenarnya Gadis yang sombong dan angkuh, itu semakin membuat hati bunda Rida sakit. Namun Dia tidak bisa berbuat apa - apa selain meratapi kebodohannya.
Meskipun dalam keadaan terluka seperti itu, Rio tidak pernah mengeluh pada Pak Mimin. Dja memilih untuk memendam rasanya itu sendirian. Dia tidak ingin orang merasa kasihan padanya sehingga Dia memilih untuk menutup rapat isi hatinya itu.
Pak Mimin sebetulnya tau, namun Dia tidak pernah menegur Rio karena Dia sudah pernah di bentak oleh Rio sewaktu Dia hendak membahas tentang Susan. Hal itu membuat Pak Mimin menjadi segan dan tidak ingin membahas Susan lagi.
Pak Mimin takut akan membuat Rio marah lagi dan membentak dirinya. Pak Mimin yang melihat keadaan Rio hanya bisa Diam karena tidak ada yang bisa Dia lakukan.
Kini Rio sudah semakin dewasa sehingga Dia kini lebih pintar menyembunyikan rasa sedihnya. tidak seperti kemarin saat kematian ayahnya, Dia menyalurkan rasah sedihnya dengan cara yang negative, akan tetapi sekarang Dia menyalurkan semua rasa sedihnya dengan cara yang positif yaitu Rajin bekerja untung menghilangkan semua kesedihannya itu.
Pak Mimin sebetulnya tau jika Susan sudah kembali ke kota kecil mereka. Namun Dia tidak mempunyai kesempatan untuk mengatakannya pada Rio yang selalu saja menolak Jika sudah menyebut nama Susan di hadapannya. Rio seakan ingin menghilangkan nama Susan di benaknya sehingga Dia sangat Alergi ketika mendengar nama Susan.
__ADS_1
Bunda Rida yang melihat Putranya terus bekerja di perkebunan mereka tiada henti membuatnya kasihan sehingga menyarankan Rio untuk bekerja di kantoran karena mengetahui ketiga sahabat Rio yang sudah bekerja di kantoran.
Rio dengan Halus menolak saran ibunya tersebut karena Dia ingin mengembangkan perkebunan milik mereka. Dia juga malas jika harus membagi waktu antara bekerja di perkebunan dan di kantoran