Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
34


__ADS_3

Di kamar, Susan langsung mengambil telfon genggam miliknya dan menghubungi Rio katanya 'Malam kak Rio, jangan Nakal di Jakarta. ada aku yang menunggumu disini. Susan' isi pesan Singkat yang di kirim Susan pada Rio


Mendapat pesan Singkat tersebut, Rio sangat kaget dan juga senang. Dia seperti tidak percaya dengan apa yang sedang di bacanya saat ini. Dia tidak menyangka bahwa Susan akan lebih dahulu menghubunginya.


Seketika itu juga Dia langsung menghubungi nomor yang tadi Di gunakan untuk mengirim pesan Singkat padanya tadi guna memastikan bahwa yang menghubunginya benar - benar Susan, bukan orang iseng yang ingin mendjailinya.


Susan yang mendapat telfon dari Rio dengan cemas mengangkat telfon tersebut


"hallo.... selamat malam kak Rio" sapa Susan sedikit terbata - bata karena Cemas dan juga gerogi takut dimarahi Rio


"ini benaran sama kamu,San ?" sahut Rio seakan masih belum percaya


"iyaaa kak. maafin aku ya kak, sudah lancang menghubung kak Rio" sahut Susan semakin cemas dan juga ingin menangis karena mendengar lagi Suara begitu di kenalnya setelah sekian lama


""iya... gk pa - pa. kamu apa kabar ? apa kuliahmu sudah selesai? kenapa baru menghubungiku sekarang ?" tanya Rio seperti seorang wartawan karena Sudah lama Dia menahan Rindunya pada Susan


"kak Rio, satu - satu nanyanya. Susan jadi pusing mana yang harus Susan jawab terlebih dulu" sahut Susan yang kembali Manja pada Rio


"hmmm... enak aja mau manja - manjaan. mana perginya tanpa ijin lagi" Sahut Rio dengan maksud bercandain Susan biar suasa


"kak Rio... maafin Susan kak. Susan benar - benar khilaf kak. Susan benar - benar menyesal ka" keluh Susan sambil terisak - isak karena sudah mulai menangis


"siapa yang ngijinin kamu nangis San ? aku belum marah sama kamu ? apa kamu selalu manja seperti ini, pada semua orang yang kamu temui, San ?" tanya Rio yang cemas sekaligus gemas dengan tingkah Susan itu


"gk kak. Aku cuma sedih aja di marah sama kak Rio. Mana sudah 2 tahun aku menahan rasa Rinduku, eh malah di balas dengan amara" keluh Susan semakin keras menangis karena sangat kesal dengan Rio


"hmmm.... aku pikir setelah berkenalan laki - laki di singapura, kamu bakalan berubah. ternyata dugaanku salah, kamu masih tetap Susan yang dulu" sahut Rio senang karena ternyata Susan tidak berubah setelah 2 tahun menghabiskan waktu di Singapura


"aku kan pergi kuliah bukan pacaran. Siapa yang pacaran di sana, kak ?" Sahut Susan yang mulai emosi dengan tuduhan Rio padanya


"aku gk menuduhmu. Kamu tau dari mana kalau besok aku akan berangkat ke Jakarta ?" tanya Rio pada Susan sekalian mengalihkan pembicaraan karena takut Susan semakin mara padanya

__ADS_1


"dari ibu" jawab Susan singkat dalam isak tangisnya


"hmm... mana mungkin ibu kamu tau aktifitasku San" sahut Rio tidak mempercayai Susan


"bukan ibuku, tapi ibumu. Dia baru mengabariku tadi sore" sahut Susan dengan kesal karena Rio tidak mempercayainya


"hmm... jadi ada yang Diam - diam bertemu dengan ibuku" sahut Rio kaget mendengar pengakuan Susan barusan


"astaga.... ko salah mulu ya. iya kemarin aku sempat bertemu sama ibumu. Kak Rio marah kalau aku bertemu ibumu ?" sahut Susan makin sewot pada Rio


"gk juga sih. selamat berpacaran sama ibuku, besok aku mau berangkat ke Jakarta" Ejek Rio pada Susan


"tapi nanti pulang kan ?" tanya Susan dengan serius pada Rio


"masih aku pertimbangkan" jawab Rio dengan Singkat dan santainya


"kak Rio serius pengen menetap di jakarta ?" tanya Susan sedikit panik dengan jawaban Rio barusan


"trus yang tadi maksudnya apa kak ?" tanya lagi Susan pada Rio


"aku juga pengen santai di jakarta. memangnya kamu sendiri yang bisa pergi, aku gk ?" Canda Rio pada Susan


"berapa lama kak Rio di jakarta ?" tanya Susan semakin penasaran dengan Rio


"mungkin 2 tahun. aku juga belum bisa pastiin. pokoknya lama" sahut Rio lagi pada Susan


"ya silakan. Nanti aku sama ibu akan menyusul Kak Rio ke jakarta" sahut Susan yang mulai curiga jika Dia sedang di kerjain Rio


"gk... gk usah. aku kesana cuma buat pelatihan. Nanti habis pelatihan aku langsung pulang. Jadi kamu tolong jaga ibu disini aja selama aku pergi" jawab Rio dengan Serius pada Susan karena Dia Tau bahwa Susan orang yang sedikit Nekat


"kak Rio.... Susan kangen kak" Rengek Susan pada Rio

__ADS_1


"Sabar ya. kamu sudah menyiksaku 2 tahun lebih tanpa kabar sedangkan aku hanya 2,5 bulan dan pasti aku akan mengabarkan dirimu setiap harinya biar kamu gk tersiksa disini. Lagian aku kesana kan buat Pelatihan bukan buat jalan - jalan San" jawab Rio menjelaskannya pada Susan


"iya, aku tau itu kak. aku hanya mengingatkan kak Rio biar gk macam - macam di Jakarta. apalagi Teman kak Rio kan banyak disana" Rengek Susan yang mulai cemas dengan Rio


"kalau untuk itu aku gk janji ya, San. Soalnya aku masih mudah dan jomblo lagi. Jadi kalau disana ada yang cocok denganku maka tidak akan menutup kemungkinan untuk memboyongnya bersamaku pulang" sahur Rio dengan maksud ingin bercanda dengan Susan


"iya sudah... terserah kak Rio. Asalkan aku sudah berusaha memperjuangkan apa yang aku anggap benar" Sahut Susan yang sudah mulai kesal lagi dengan Rio


"aku cuma bercanda San. ternyata kamu masih suka cemburuan seperti dulu ya" Ledek Rio pada Susan


"gk lucu bercandanya" sahut Susan ketus


"hmmm.... kamu juga jangan nakal disini ya, saat aku tinggal pergi" sahut Rio serius pada Susan


"iya kak. Awas aja, kalau macam - macam disana aku akan langsung nyusul ke jakarta" ancam Susan pada Rio


"gk... aku gk bakalan. Aku tutup telfonnya ya San. Soalnya aku belum mengemas baramg hendak aku bawa besok" Sahut Rio pada Susan sambil menghampiri Lemari pakaiannya


"emang Kak Rio belum menyiapkan semuanya ?" jawab Susan kaget dan juga kasihan pada Rio


"habisnya gk ada yang bantuin. coba kalau kamu telfon aku sore tadi, pasti sudah ku jemput buat bantuin aku" keluh Rio pada Susan


"eheheh maaf kak. sahut Susan tersipu malu pada Rio. ya udah, tutup telfonnya ya Kak biar kak Rio bisa mengepak pakaian yang akan di bawah besok" sahut Susan


"iya... selamat bobo. besok akan aku hubungi lagi" sahut Rio sambil mematikan Telponnya.


Rio dengan cekatan dan semangat Mengemas pakaiannya, Karena sebelum pergi ke Jakarta Dia sudah baikan dengan Susan. Itu membuatnya sangat bahagia. Meskipun tidak bertemu secara langsung, Namun Dia yakin bahwa Susan pasti akan menunggunya hingga Di kembali ke kota kecil Mereka.


Kini Dia bisa pergi ke Jakarta dengan tenang tanpa mencemaskan Susan karena mereka sudah berkomunikasi satu sama Lain. Sebelum berangkat Jakarta, Rio juga Sudah memesan pada Pak Mimin untuk menjaga dan Membantu mengawasi Susan selagi Dia Berada Di Jakarta. Rio tidak ingin Susan melakukan sesuatu yang akan membuat Rio malu ketika Rio berjalan bersamanya nantinya.


Sebelum pergi ke Bandara Rio bahkan Sempat mengirim pesan Singkat pada Susan

__ADS_1


'San aku berangkat ke jakarta sekarang. Kamu baik2 disini ya. Sekali - kali tengoklah ibu di Rumah dan jangan berbuat sesuatu yang membuat kita menjadi bahan gosip saat aku berjalan bersamamu nanti. Aku juga sudah berpesan pada pak Mimin untuk menjaga dan mengawasimu sehingga apa yang kamu lakukan disini bisa aku tau di Jakarta. Aku tinggal sebentar ya, Jaga kesehatan. aku syang kamu, selamat pagi' isi pesan Singkat Rio pada Susan karena Dia sangat mencemaskan Susan. Rio tidak ingin kehilangan Susan lagi.


__ADS_2