Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
14


__ADS_3

Suatu sore ketika Rio pulang kerumah, Tanpa sengaja Dia melihat ibunya sedang berdoa kapada Tuhan sambil menangis. Dia juga mendengar ibunya merintih memanggil nama ayahnya, Karena kepergiannya membuat Kehidupan dirinya dan Rio menjadi sangat berantakan.


Rio melihat ibunya kini semakin kurus dan tampak sangat berantakan. Tidak seperti ibunya dulu yang sangat memperhatikan penampilannya. Hatinya sangat Hancur melihat kondisi tersebut sehingga dengan kondisi yang sempoyongan karena masih terpengaruh alkohol, Rio langsung berlari menghampiri ibunya yang sedang berdoa tersebut.


Sambil menangis, Dia berbicara pada ibunya


"Bu, Maafkan Rio atas perbuatan Rio selama ini" ucap Rio sambil memeluk ibunya


"kamu gk salah nak, ibu yang salah" sahut ibunya sambil membelai kepala putra semata wayangnya tersebut


"gk bu. Rio yang salah bu. maafkan Rio bu" sahut Rio sambil mengecup kening ibunya


"ibu sudah memaafkan kamu sebelum kamu memintanya, Nak. ibu hanya ingin kamu kembali lagi seperti dulu, Nak" Sahut ibunya dengan suara yang tersendat - sendat karena tidak bisa lagi menahan rasa haru dan juga senang bisa berbicara lagi dengan Putranya setelah sekian lama


"Terima kasih bu. Rio janji akan berubah mulai dari sekarang" sahut Rio sambil menatap ibunya dengan sungguh - sungguh


"benaran ya nak. Bunda gk ingin kamu terjerumus dalam Hal - Hal negatif. Bunda ingin kamu meneruskan apa yang di harapkan ayahmu dari kamu, Rio" sahut ibunya sedikit memohon pada Rio


"iya bunda. aku janji akan berubah mulai dari sekarang bu. aku akan meninggalkan semua kebiasaan burukku sekarang" sahut Rio sambil memeluk ibunya


"terima kasih nak. sudah lama ibu mengharapkan kalimat ini keluar dari mulutmu" sahut Bunda Rida senang mendengar apa yang baru saja di ucapkan putranya


"iya bu. aku juga sudah lelah dengan semuanya bu" sahut Rio pasrah menerima semua keadaan

__ADS_1


"ibu akan selalu ada disisimu nak. ketika kamu lelah, Kamu bisa datang ke ibu atau ke pak Mimin nak. kami siap mendengar keluh kesahmu" sahut Bunda Rida dan juga Pak Mimin yang sedari tadi menangis melihat Rio yang sudah ingin berbicara lagi dengan ibunya


"terima kasih ya pak. sudah menjaga ibu selama ini" kata Rio pada pak Mimin


"iya nak. itu sudah merupakan kewajiban dari bapak. kamu gk perlu berterima kasih untuk itu, Rio" jawab Pak Mimin


"hanya itu yang bisa saya sampaikan untuk semua yang sudah bapak lakukan pada keluargaku" sahut Rio penuh Rasa hormat


"iya Rio. terima kasih Nak. Bapa merasa bangga dengan kerendahan hatimu, nak" sahut pak Mimin pada Rio


"iya pak" sahut Rio sambil mengajak ibunya untuk mengakiri Doa bersama - sama.


Sebelum pergi ke ruang keluarga, Bunda Rida menyuruh Pak Mimin untuk menyiapkan makan yang enak malam ini. Karena malam ini, Dia ingin merayakan putranya yang sudah berubah dan semakin dewasa bersama mereka semua yang ada di rumahnya.


Pak Mimin langsung memerintahkan semua yang ada di rumah mereka untuk menyiapkan makan yang enak malam itu. Dia juga mengundang semua pekerja di perkebunan mereka untuk datang dan ikut merayakannya bersama Rio dan Bunda Rida.


Bunda Rida juga memberikan semua tanggung jawab yang dulu di emban Almarhum ayahnya dulu pada Rio. Semua itu Bunda Rida lakukan demi menyibukan anaknya sehingga Rio cepat melupakan kehidupan masa kelamnya dulu.


Sehabis acara kecil - kecilan tersebu, Rio berjanji pada ibunya untuk berubah mulai saat ini. Dia tidak ingin membuat ibunya bersedih lagi. Dia hanya berharap ibunya bisa memaafkan semua kesalahan yang di perbuatnya selama ini. Rio juga berjanji pada ibunya bahwa Dia akan berusaha sebisa mungkin untuk menggantikan sosok ayahnya dulu buat ibunya dan juga buat semua yang sudah mempercayainya.


Setelah kejadian sore itu, Rio benar - benar bertobat dan sudah tidak keluyuran seperti dulu lagi meskipun beberapa temannya datang untuk mengajaknya, Dia selalu menolak dengan alasan ingin menjaga ibunya dan juga menjaga apa yang mereka punya saat ini.


Selain itu, Pqk Mimin juga menekan dan mengancam orang tua dari teman - temannya agar jangan membawa pengaruh buruk buat Rio dan pada akirnya hanya akan membuat repot mereka semua.

__ADS_1


Di bantu oleh Pak Mimin, perlahan Rio kini menyesuaikan diri dengan kehidupan dan peran barunya. Dia kini lebih Rajin menengok perkebunan Mereka.


Rio juga kini sudah rajin pergi kesekolah lagi seperti dulu. Bahkan Dia juga sekarang sudah mulai mendekati beberapa guru untuk meminta beberapa materi yang selama ini Dia lewatkan. Hal itu membuat beberapa guru heran namun mereka juga bersyukur karena Rio berubah tepat pada waktunya.


Semua orang seakan tidak percaya melihat perubahannya saat ini. Dia yang dulu di kenal sebagai anak yang nakal dan juga bandel, kini sudah menjadi anak yang rajin dan juga baik. Bahkan Rio sering pergi bedoa bersama ibunya di Hari Minggu.


Rio sangat menikmati peran barunya sekarang sehingga Dia sudah melupakan kebiasaannya dulu. Melihat Hal itu membuat bunda Rida sangat senang dan bahagia, begitu juga dengan Pak Mimin.


Rio juga sangat telaten mengurus perkebunan milik mereka. Hal itu membuat bunda Rida semakin bangga pada Rio. Bahkan Rio kini sudah lebih dari apa yang mereka harapkan padanya. Bunda Rida hanya berharap dalam Hati agar Rio terus seperti ini hingga hari tuanya nanti. Dia sangat mengharapkan itu.


Ujian Akhir Nasional ( UAN ) semakin dekat. Rio mempersiapkan dirinya dengan serius, karena Dia ingin lulus ujian itu. Dia tidak ingin mengecewakan ibunya maupun semua orang yang telah mempercayainya sehingga Dia benar - benar mempersiapkan diri dengan sungguh - sungguh agar bisa Lulus Ujian Akir Nasional SMA nanti. Untuk itu, Dia benar - benar mempersiapkan dirinya.


Semua itu Rio lakukan untuk membuat ibunya bangga padanya dan juga tidak malu karena kegagalan dirinya. Dia ingin mempersembahkan kelulusannya untuk ibunya yang selama ini telah sabar menghadapi tingkah lakunya.


Di sela - sela menyiapkan diri menghadapi Ujian Nasional, Rio selalu menyisihkan waktu menengok perkebunan milik mereka. Dia juga sering menghadiri Undangan yang di berikan kepada keluarga mereka bersama Pak Mimin.


Namun dia belum sepenuhnya siap mengambil tugas ayahnya dulu karena Dia masih sibuk dengan persiapannya menghadapi Ujian Akhir Nasional ( UAN ). Pak Mimin juga tidak memaksakan kehendak pada Rio untuk mengambil sepenuhnya tanggung jawab yang di emban ayahnya dulu.


Rio hanya sesaat menghadiri undangan tersebut lalu berpamit pulang. Karena Dia harus pergi kesekolah keesokan harinya. Mereka mengerti tentang hal itu sehingga membiarkan Rio Pergi sebelum acara di bubar bersama Pak Mimin. Semua terus berlanjut hingga Rio habis mengikuti Ujian Akir Nasional ( UAN ).


Ternyata Rio lulus Ujian Akir Nasional ( UAN ) dengan nilai yang sangat memuaskan. Hal itu membuat Pak Mimin dan Bunda Rida sangat bangga padanya. Begitu juga dengan semua guru Rio yang ikut merasa bangga dengan Rio. Mereka tidak menyangka bahwa Rio akan lulus ujian tersebut dengan nilai yang sangat memuaskan.


Mengingat selama ini Rio sekolahnya tidak jelas, bahkan Dia lebih sering tidak masuk sekolah di bandingkan pergi ke sekolah. Setiap kali ujian kenaikan kelas, Nilainya juga sangat jelek. Bahkan saat ujian kenaikan kelas kemarin, Rio dengan terpaksa di naikkan ke kelas XII dengan dengan prestasi yang tidak terlalu memuaskan.

__ADS_1


Hal itu membuat guru - gurunya di sekolah sangat bangga padanya. Terutama Kepala Sekolah dan beberapa guru lainnya yang selama ini mempertahankan Dia di sekolahnya itu setiap kali rapat bersama guru - guru mengenak siswa.


Hallo Readers.... jangan lupa like dan vote'nya ya


__ADS_2