
Mereka di rumah Rio hanya sesaat, setelah itu langsung terus ke perkebunan Rio karena hari juga sudah sore. Kebetulah hari itu ada pembelian pupuk buat kebutuhan perkebunan sehingga Rio harus langsung mengeceknya.
Karena Susan tidak ada kesibukan, maka Rio mengajaknya untuk ikut bersamanya mengecek Pupuk yang baru datang tadi untuk memastikan bahwa jumlah pupuk tersebut cukup untuk kebutuhan perkebunan mereka.
Di perkebunan, Rio dan Susan sudah di tunggu oleh beberapa pekerja perkebunan. Mereka juga sudah menyiapkan buah - buahan buat mereka berdua. Karena sebelumnya Rio sudah mengabarkan kedatangan mereka ke perkebunan dan juga Dia meminta agar disiapkan buah - buahan untuk mereka berdua juga untuk kedua orang tua Susan.
Rio ingin mereka mengambil buah - buahan yang terbaik di perkebunan untuk mereka cicipi dan juga membawa pulang sehingga Dia menyuruh pekerja perkebunan untuk menyiapkannya karena merekalah yang selama ini di perkebunan di banding Rio sehingga mereka lebih mengetahuinya.
Susan lalu mencicipi buah - buahan tersebut sambil menemani Rio menghitung jumlah pupuk yang baru di pesan mereka tadi. sekalian bertanya pada mereka mengenai persedian pupuk tersebut sudah cukup atau belum dan bertanya mengenai apa saja keluhan para pekerja perkebunan.
Setelah mengobrol, Susan lalu mengajak Rio mengelilingi perkebunan miliknya. Awalnya Rio menolak karena perkebunan mereka cukup luas dan Dia tidak ingin Susan kecapaian.
Akan tetapi Susan terus memaksa sehingga Rio akirnya Menemani Susan mengelilingi perkebunan milik Rio.Hampir Sejam lebih mereka mengelilingi perkebunan milik Rio yang cukup luas tersebut yang di tanami berbagai jenis tanaman, Namun belum juga selesai dan Susan sudah keletihan sehingga Dia Meminta Rio untuk kembali ke tempat Istrahat yang biasa di gunakan Rio untuk beristrahat.
Di tempat peristrahatan, Susan menyandarkan diri sambil rebahan karena sangat keletiha sehingga membuat Rio kasihan padanya dan mulai memijat Susan sambil berkata
"tuh kan, sudah kuperingatkan tapi masih juga ngeyel" Ucap Rio yang kasihan melihat Susan keletihan sambil memijat bahu Susan
"aku kan cuma ingin mengelilingi perkebunan milikmu, yank" sahut Susan sedikit lemas karena Dia benar - benar kelelahan
"iya... aku tau itu. tapi gini kan, jadinya yank" sahut Rio kasihan melihat Susan
"gk pa - pa. kan ada kak Rio yang ngurutin aku" sahut Susan dengan Santainya sambil menikmati pijatan kekasihnya
"awas aja, kalau aku gk di pijitin balik" canda Rio pada Susan
"kamu juga mau di pijitin, yank ?" tanya susan pada Rio yang masih terus memijitnya
__ADS_1
"iya. tapi bukan disini. nanti kalau Sudah Di rumah" goda Rio pada Susan
" Huh... dasar cowok. itu aja yang di pikirin. iya, nanti aku pijitin" sahut Susan sambil mencubit gemas paha Rio
"awas salah pegang, yank" goda Rio lagi
"bodoh... ayo lanjut lagi pijitinnya yank" ucap Susan manja sambil sambil menunjuk bahunya.
tangan Rio mulai nakal meraba kesana kemari sehingga membuat Susan sedikit kesal dan berkata
"nakal bangat sih, tangannya. nanti aja kalau sudah di rumah" ucap Susan sambil memukul tangan Rio yang nakal tersebut
"iya bawel. kamu sih" sahut Rio yang terus melakukan aksinya itu tanpa mempedulikan Susan
"ayo pulang yank. sepertinya kamu sudah gk sabar aku pijitin" Ajak Susan yang sudah tidak bisa menahan tangan nakal Rio lagi
"huhhh... dasar. aku juga Susah buat nahannya kalau terus di sentuh kayak gini sama kamu. ayuk buruan, aku juga udah gk sabar" ajak Susan sambil menarik tangan Rio untuk pulang
Di dalam mobil Rio, mereka masih bermesraan karena Rio sudah tidak sabar begitu juga Susan. Namun Susan segera menghentikan Rio karena Dia malu jika di lihat pekerja perkebunan. Dia hanya berbisik pada Rio untuk bersabar hingga mereka tiba di rumah.
Karena keseringan main ke rumah Rio membuat Susan bebas masuk ke kamar Rio. Bunda Rida juga sama sekali tidak melarang Rio untuk Hal itu, Dia hanya berpesan pada mereka agar berhati - hati karena mereka masih sekolah.
Di rumah Rio, Susan langsung di ajak Rio menuju kamarnya. Dia sudah tidak sabar karena sudah di tahannya sejak di perkebunan tadi. Susan hanya bisa mengikuti ajakan Rio karena Dia juga sudah tidak bisa menahan hasratnya karena terus di sentuh Rio sejak tadi.
Setelah selesai, Susan langasung pergi ke kamar mandi untuk Mandi karena keringat yang membasahi tubuhnya. Rio juga ikut mandi setelah Susan selesai mandi.
Ketika keluar dari Kamar mandi, Rio melihat Susan masih menggunakan handuknya dan belum memakai baju sehingga membuat Rio kembali memeluknya. Susan sedikit kaget dengan pelukan Rio yang tiba - tiba tersebut dan berkata
__ADS_1
"yank.... aku baru selesai mandi. nanti laja ya" sahut Susan sambil membalikan badannya menghadap Rio
"Siapa suruh belum memakai bajumu" sahut Rio sambil terus mencium Susan
"aku masih mengeringkan Rambutku, yank" sahut Susan yang terus menghindari Rio
namun Susan terus di serang Rio hingga akhirnya Diapun mengalah dan pasra dengan apa yang di lakukan Rio, karena sebetulnya, Dia juga masih ingin melakukannya bersama Rio.
Setelah selesai, Rio membantu mengenakan pakaian Susan atas permintaan Susan karena Dia sudah keletihan di lahap Rio dua kali. Sebelum di pakaikan, Rio mengecup ************ milik Susan sambil mengucapkan terima kasih sehingga di balas Susan
"di rawat juga, jangan cuman tau menggunakannya aja" sahut Susan sambil melihat selangkangannya
"iya bawel" sahut Rio sambil mengenakan Celana pada Susan yang masih rebahan di kasur karena keletihan
Setelah itu, mereka berdua ke Ruang makan untuk makan bersama ibunya yang sudah menunggu mereka makan di meja makan. Susan tidak merasa canggung ketika makan bersama Bunda Rida karena mereka sudah biasa makan bersama. Setiap kali Rio mengajak Susan ke rumahnya, mereka pasti makan malam bersama. setelah itu baru Rio mengantar pulang Susan ke rumah.
Meskipun Sering bermain ke rumah Rio, Susan tidak begitu akan dengan Bunda Rida. Mereka jarang berbicara berdua bahkan duduk bersama, Kecuali ada keperluan yang harus di bicarakan barulah mereka akan bercakap bersama - sama.
Rio sebenarnya mengetahui itu, Namun Dia tidak mempedulikan Hal itu. Dia juga tidak ingin memaksakan kehendaknya pada ibunya maupun Susan. Karena mereka berdua merupakan orang Rio sayang sehingga Rio ingin mereka berdekatan secara alamiah tanpa campur tangan dirinya.
Karena alasan itu jugalah, Rio sering mengajak Susan ke rumah. Dia ingin menunjukan pada ibunya kalau Susan adalah kekasihnya dan Dia sangat mencintai Susan kekasihnya itu. Akan tetapi ibunya tidak mengerti dengan maksud Rio sehingga Dia tidak terlalu berhasrat mengenal Susan terlalu jauh.
Bunda Rida juga terkadang cuek dengan Susan, Namun Susan tidak mempedulikan itu. Dia bahkan tidak pernah mengeluhkan hal itu pada Rio. Susan tidak ingin membebani Rio dengan masalah itu sehingga Dia memilih untuk mendekati Bunda Rida sendiri tanpa bantuan Rio.
Beberapa usaha Susan mulai dari membawa buah tangan buat Bunda Rida hingga mencoba berbicara dengannya, namun selalu saja gagal. Bunda Rida tetap tidak mau membuka hatinya buat Susan. Bahkan tatapannya terkadang begitu dingin pada Susan.
Susan tetap sabar menghadapi tingkah bunda Rida itu karena Rasa sayang yang begitu besar kepada Rio anaknya Bunda Rida.Dia tidak ingin hubungan yang tidak harmonis dengan Bunda Rida membuat hbungannya dengan Rio menjadi Retak sehingga terkadang Dia memaksakan diri untuk akrab sama Bunda Rida yang selalu cuek dengannya.
__ADS_1