Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
22


__ADS_3

Setelah di kamar, Susan langsung menelpon Rio karena Dia begitu cemas dan juga malu atas tindakan ayahnya tadi sehingga Dia tidak ingin menunda permintaan maafnya pada Rio.


"Hallo... ada apa Susan ?" tanya Rio pada Susan ketika menerima telfon dari Susan


"kak... aku pengen minta maaf kak" Jawab Susan dengan nada memohon pada Rio


"memangnya apa yang sudah kamu perbuat, San ?" tanya Rio sedikit heran karena Susan tiba - tiba meminta maaf padanya


"Bukan aku, kak" jawab Susan agak kaget karena Rio tidak tau apa tujuannya meminta maaf


"terus Siapa ?" tanya Rio sedikit kebingungan


"Soal ayahku tadi, Kak Rio" Jawab Susan dengan nada sedikit memohon


"oh.... itu. ternyata ayahmu orang yang baik dan penyayang ya" Sahut Rio yang tidak begitu mengerti dengan maksud Susan sehingga dengan polosnya memuji Ayah Susan


"kok... kaka muji ayahku. Tadi kaka benaran gk dimarahin sama ayahku ?" sahut Susan kaget mendengar Rio memuji ayahnya


"gk lah..... oh, jadi matamu sembab tadi karena kamu nangis mikirin kaka yang sedang di marahin sama ayahmu" sahut Rio kaget mengingat kembali saat Dia hendak pamit pulang, Dia melihat mata Susan memerah seperti orang yang sedang menangis


"eheheh.... iya kak" Jawab Susan dengan malu - malu


"astaga Susan.... saat kamu sedang menangis di kamarmu tadi, aku dan ayahmu lagi ngobrol dengan santainya sambil minum kopi di teras rumah kamu. Bahkan kaka sempat ngerokok juga sama bapak di depan tadi" Sahut Rio tertawa gemas mendengar apa yang baru saja di katakan Susan


'huh.... dasar ayah. bikin aku panik aja tadi. Lagian kenapa ya, ko aku bisa nangis gitu ya saat tau kak Rio bakalan di mara sama ayah' gerutu susan pada ayahnya juga Rio


"Maksud kamu apa dek, kaka gk jelas dengarnya" jawab Rio karena tidak begitu jelas mendengar Rio tadi


"gk kak. Susan gk ngomong apa - apa tadi. itu mungkin suara angin kak" sahut Susan yang mulai takut ketahuan menggerutu Ayahnya juga Rio


"ya sudah.... emang kamu secemas itu ya, sama kaka tadi ?" tanya Rio sedikit penasaran


"ah... sudahlah. gk usah di bahas kak. tadi kakak asyik cerita sama papa di depan, aku stengah mati nangis di kamarku" jawab Susan yang sudah tidak dapat menahan kesalnya lagi


"ya udah.... segera baikan sama papa kamu. Dia sangat menyayangimu" sahur Rio menasehati Susan


"sudah kak. saat makan malam tadi. Bahkan papa yang ngasih nomor kaka ke aku" sahut Susan yang sudah bersemangat lagi karena ayahnya benaran tidak mara sama Rio

__ADS_1


"oh iya... tadi papa kamu save nomor kaka tapi kaka gk sempat save nomor papa kamu. nanti habis telfon, kirimin nomor papa kamu ke kaka ya" jawab Rio pada Susan sekalian meminta nomor ayah Susan


"iya kak. nanti aku kirimin" sahut Susan


"oh iya..... nanti kalau kaka salah ngomong atau apa gitu, langsung ngomong aja ke kaka ya. jangan ngeluh sama ibu atau bapamu, kaka gk enak nantinya. juga jangan cengen ya sama kaka, soalnya kaka gk pandai menghadapi Hal itu dek" sahut Rio jujur pada Susan karena melihat Susan menangis tadi membuatnya sedikit Resah, apalagi pesan ayah Susan tadi padanya


"iya kak. Tapi Susan gk janji ya, soalnya Susan sering Curhat sama ibu kak" sahut Susan jujur pada Rio tentang kedekatannya dengan ibunya


"oh... ya sudah. gk pa - pa. tapi kalau sama ayah, mikir dulu ya dek" sahut Rio


"iya kak" sahut Susan


"ya sudah.... kaka tutup telfonnya ya dek" sahut Rio langsung mematikan telfon genggam miliknya


Sehabis telfon sama Rio, Susan sangat kesal sama Ayahnya dan juga Rio yang tadi membuat batinnya tersiksa sehingga Dia langsung berlari keluar dari kamarnya dan langsung berteriak memanggil ibunya


"mami... mami" panggil Susan pada ibunya


"San... ada apa nak. kok, mami di teriakin malam - malam kayak gini" sahut ibunya dari Ruang keluarga mereka, karena ayah dan ibunya sedang bersantai di Ruang keluarga sambil menonto Tv


Susan langsung berlari menghampiri ibunya dan memeluknya sambil berkata


"apa salahku San" elak ayahnya


"hmmm.... aku pikir tadi ayah bakalan marah sama kak Rio. jadi aku kecewa sama ayah dan nangis di kamarku. apalagi tadi ayah gk mau mendengar penjelasan aku. eh... taunya gk" sahut Susan mengeluarkan semua unek - uneknya tadi


"oh itu.... emang di awal ayah sempat marah sama Rio. tapi setelah mendapat penjelasan darinya, Ayah akirnya mengerti dan memaafkannya" jawab ayah Susan membela dirinya


"terus ayah bersantai bersamanya di depan sambil minum kopi dan ngerokok ?" sahut Susan melanjutkan kata - kata ayahnya


"nah itu, kamu tau" sahut ayahnya dengan senyum


"huh.... ayah gk tau aja, gimana perasaanku tadi" Sahut Susan menanggapi ayahnya dengan sedikit kesal


"hmmm.... sepertinya anak ibu mulai jatuh Cinta" Sela ibunya sedikit mengejek putri kecilnya itu


"mami.... gk ko. tadi Susan cuma merasa cemas aja sama kak Rio. gk lebih kok, mi ?" jawab Susan sambil menyembunyikan wajah merah Susan di dada ibunya

__ADS_1


"hmmm.... mami penasaran, siapa sih cowo yang sudah berani buat putri kecil mami nangis tadi" sahut ibunya semakin meledek putrinya


"mami.... bukan kak Rio. Tapi ayah mi. ayah yang membuat susan nangis mi" jawab Susan membela Rio


"oh.... jadi gara - gara cowo itu, sekarang kamu nyalahin papi, San ?" sela papanya yang dari tadi hanya mendengar percakapan Susan dan ibunya


"bukan gitu, maksud Susan pi. ko Susan ngerasa di serang papi dan mami ya" jawab Susan yang mulai kebingungan


"Pi.... sepertinya Susan minta di hukum pi. Dia sudah sembarang menuduh papi. Sepertinya menghukum dirinya sendiri tadi belum cukup, pi" Ledek ibunya lagi pada Susan


"ah... mami" keluh Susan sambil memeluk ibunya


"Rio anak yang baik. Papa juga mengenal almarhum ayahnya. Tapi ingat.... jangan sampai kamu melakukan sesuatu yang berlebihan hingga merusak masa depan kalian ya" Nasehat papi Susan yang sedikit mencemaskan putri kecilnya itu


"gk ko pi. Susan Cuma temanan aja sama kak Rio. Dia juga dingin bangat ko, sama Susan pi" sahut Susan jujur pada ayahnya


"Cup cup cup.... anak ibu yang cantik ini di cuekin sama cowok yang udah di belain mati - matian" ejek ibunya sambil mencubit pipi putri kecilnya


"bukan gitu mi. Cuma kak Rio itu gk terlalu banyak bicara sama Susan. tapi tadi pas di dalam mobil, Dia ngelucu hingga susan tertawa mi" jawab Susan dengan polos pada ibunya


"astaga pa.... anak kita sepertinya benar - benar sedang jatuh cinta, Pi" kata bu marlin pada suaminya ketika melihat tingkah malu - malu putrinya tersebut


"Susan.... jangan aneh - aneh ya, saat kamu sama Rio" Pak Beny memperingatkan Susan yang sepertinya benar - benar jatuh cinta sama Rio


"gk ko, ayah" sahut Susan mengelak apa yang di bicarakan ayahnya


"ya sudah. ayah percaya kamu sama Rio" sahut ayah susan sambil lanjut nonton televisi begitu juga dengan Susan yang bermanja - manjaan dengan ibunya.


Belum lama menonton, Susan sudah ngantuk sehingga Dia pamit duluan kepada ayah dan ibunya untuk lebih dulu beristrahat. Susan tidak ingin ayahnya harus membopongnya ke kamar tidur seperti waktu masih SMA dulu karena ketiduran di ruang keluarga mereka.


Setelah Susan pergi, Ibunya langsung bertanya mengenai Rio pada suaminya, karena Dia tidak ingin putrinya sala bergaul sama orang. Apalagi melihat ekpresi dan gelagat putrinya tadi membuat ibu susan semakin cemas.


ayah susan lalu menceritakan tentang Rio pada ibunya. karena ayah Susan mengenal pak Minggus cukup baik sehingga Dia yakin sifat Pak Minggus yang baik akan di turunkan pada anaknya Alias Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya.


Seperti itulah pemikiran ayah Susan sehingga Dia membiarkan putrinya bergaul sama Rio, tapi cuma sama Rio. yang lainnya, Ayah Susan tidak memperbolehkannya. bahkan cuma sekedar mengantar atau menjemputnyapun tidak di perbolehkan oleh ayah Susan.


Bu Marlin merasa lega setelah mendengar apa yang di ceritakan suaminya tentang Rio. ternyata Rio cowok yang sedang mendekati putrinya merupakan laki - laki yang berasal dari keluarga baik - baik dan cukup terpandang di kota mereka.

__ADS_1


Bu Marlin menanyakan tentang Rio karena Dia benar - benar cemas dengan putri kecilnya itu. Dia tidak ingin putri kecilnya di kecewakan apalagi sampai menangis, karena itu akan sangat menyakitkan baginya.


#Hallo Readers, Jangan lupa Vote dan Likenya ya 🙂🙂😉😉😉


__ADS_2