
Dalam perjalanan pulang, Susan terus Diam dan tidak mau berbicara karena masih mara pada Rio. Godaan Dias tentang bungan ke Rio membuat Susan kesal dan tidak ingin berbicara dengan Rio.
Susan merasa seperti orang bodoh karena selama ini di tipu oleh Rio. Bahkan Dia mau saja menuruti apa yang di katakan Rio padahal Rio sudah mendambakan orang lain. Memikirkan semua itu membuatnya ingin menangis.
Sesekali Dia menatap Rio dengan tatapan kesal, setelah itu kembali melihat ke jendela kaca samping mobil Rio. Dia tidak ingin melihat Wajah Rio karena hanya akan membuatnya menangis.
Rio sebetulnya menyadari Hal itu, namun Dia diam saja karena Dia tidak ingin membuat Susan semakin marah padahnya. apalagi sampai meluapkan emosinya pada Rio sekarang, itu pasti akan sangat menyeramkan karena selama ini Susan tidak pernah memarahinya.
Ketika melewati penjual Roti bakar di pinggir jalan, Rio menghentikan mobilnya dan turun hendak membelinya buat orang tua Susan dan juga ibunya di rumah. Dia mengajak serta Susan karena Susan yang biasanya memilih roti tersebut untuk orang tua mereka
"ayo turun. bantu aku memilih Roti yang Hendak aku kasih buat Papa-mamamu juga ibuku Di rumah" Ajak Rio pada Susan yang sejak tadi hanya duduk bengong.
"malas.... kamu aja yang kesana" sahut Susan jutek karena masih kesal dengan Rio
"kamu kenapa ? sejak tadi ko cuma diam. gk seperti biasanya" Rio pura - pura bertanya pada Susan yang sejak tadi hanya diam
"gk.... aku cuma lagi malas berbicara aja" jawab Susan singkat sambil terus menatap jendela karena Sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi
"astaga.... Sudah ku bilang kan. aku gk pandai berurusan dengan tangisan seperti ini. jika ada yang salah dariku, kamu bisa langsung mengatakannya padaku, Susan" Jawab Rio sambil membalikan Wajah Susan
"kamu kenapa, San?" tanya Rio lagi sambil mengusap air mata Susan
"yang di bahas kak Dias tadi, Kak bunga yang semester 5 kan ?, yang satu fakultas sama kak Dias itu, Kan ?" Sahut bunga sambil menatap wajah Rio yang sedang berada di sampingnya
"kamu kenal sama Dia ?" tanya Rio pada bunga sedikit kaget
"gimana aku gk kenal. Dia itu cantik dan primadona kampus kita lagi" sahut bungah yang merasa tidak ada apa - apanya di banding kak Bunga
"astaga.... jadi itu yang buat kamu kesal. Itu mantan pacarku. Sudah lama juga aku putus sama Dia, San" Bujuk Rio sambil memastikan kalau Dia sama bungan sudah tidak ada hubungan lagi
"tapi kak Rio masih sering bertemu dengannya kan ? kemarin aku sempat melihat kaka ngobrol sama Dia. mana akrab lagi" sahut bunga yang Mulai kesal pada Rio
"astaga bunga.... itu karena cuma kebetulan kami sedang berpapasan. Kalau gk, aku juga malas buat ketemu sama Dia. aku takut terjangkit Virus hitsnya Dia" sahut Rio memastikan lagi kepada Susan yang masih melototinya
"kak Rio gk bohong kan ?" tanya Susan serius pada Rio
"gk lah.... selama ini kita selalu bersama. mana mungkin aku bisa pergi sama Bunga, San ?" Sahut Rio yang mulai panik karena di cerca Susan dengan tatapan yang sangat menyeramkan dan itu baru pertama kali di lakukan untuk Rio
"Awas aja kalau bohong" Ancam Susan Sambil menghembuskan nafas Panjang
"iya.... gk bakalan. aku gk akan bohong sama kamu. ayo temani aku beli Roti buat orang tua kita" Ajak Rio pada Susan sambil turun dari mobilnya di susul Rio
Setelah Mereka kembali ke dalam mobil, Susan mengeluh lapar sehingga Rio mengajak Susan makan di Rumah Makan tempat mereka sering makan bersama.
Susan pernah bercerita kalau Dia mengidap penyakit Lambung sehingga membuat Rio langsung membawanya Ke rumah makan untuk makan. yang membuat Rio sedikit kaget dan Heran adalah Ini pertama kalinya Dia mengeluh lapar pada Rio setelah sekian lama mereka bersama.
Karena hal inilah yang membuat Rio Senang dan juga heran. Tingkah Susan menjadi sedikit aneh dan juga manja pada dirinya. Meskipun demikian, Rio tidak berani bertanya pada Susan karena Dia takut Susan akan kembali memarahi dan melototinya. itu sangat menyeramkan buat Rio.
Tujuan Susan meminta Rio untuk menemaninya makan karena Dia masih pengen cari tau tentang hubungan bungan dengan Rio. Dia tidak ingin mati penasaran setelah tiba di rumah sehingga Dia memilih untuk terus berdua dengan Rio sehingga Dia bisa mencari tau hubungan mereka.
Susan sudah tidak peduli mereka akan pulang telat atau tidak. yang di pedulikannya saat ini hanya ingin terus bersama Rio dan mencari tau hubungan Rio dengan bunga.
Susan seperti tidak rela jika membiarkan Rio dekat dengan cewek lain. Setelah sampai di rumah makan, barulah Susan tersadar kalau tingkahnya sekarang sudah sedikit berlebihan sehingga Dia langsung meminta maaf pada Rio ketika mereka menunggu masakan datang.
"kak... maafin Susan ya, karena sudah marah sama kak Rio, tadi" ucap Susan memecah keheningan diantara mereka berdua
"iya gk pa - pa San. Lain kali kalau kamu kesal Mandingan kamu nangis aja ya, biar kaka ngehibur kamu daripada harus mengeluarkan jurus tatapan membunuh seperti tadi. itu membuatku sangat takut San" Sahut Rio dengan penuh hati - hati karena takut di marahin Susan lagi
"enak aja. gk mau, nanti aku bisa di kerjain mulu sama kak Rio" sahut Susan keceplosan karena permintaan Rio yang di anggap merugikan dirinya
"Astaga San.... kamu bisa membuatku mati, kalau marahmu seperti tadi San" Sahut Rio yang mulai cemas karena takut Susan akan memarahinya lagi
"makanya, kaka jangan sering - sering membuatku kesal, biar aku gk marah" sahut Susan lagi dengan santainya Sambil menerima makanan yang di berikan pelayan kepada Rio
"apa kesalahanku tadi ?" tanya Rio yang keceplosan meskipun Dia sudah tau kalau Susan lagi cemburu Dengan Bunga mantan pacarnya
"pikir aja sendiri" jawab Susan dengan wajah memerah karena Dia akan ketahuan Cemburu jika Rio terus bertanya padanya
"Ko jadi seram ya. sekarang aku malah takut sama kamu San" sahut Rio sedikit ngeri memikirkan tatapan Susan tadi
__ADS_1
"baguslah. biar kak Rio gk macam - macam denganku. Ayo di makan makanannya. nanti bisa dingin" Sahut Susan Sambil menyuruh Rio makan sekalian mengalihkan pembicaraan yang sedang mereka bicarakan
Ketika Sedang makan, Bunga menelpon Rio dan Kebetulan Hp Rio di simpan di meja tempat mereka makan sehingga langsung membuat bungan membanting keras sendok yang sedang di pegangnya.
Dia begitu kesal melihat Nama bungan di panggilan Hp Rio sehingga membuat emosinya kembali tidak terkontrol.
"tuh kan. kak Rio masih sering telfonan sama bunga" Ucap bunga dengan kesal dan mulai menangis sambil pergi meninggalkan Rio yang hanya bengong melihat tinggka bunga barusan
"bunga.... kamu kenapa. kok hari ini perilaku kamu sangat berbeda, tidak seperti biasanya" Sahut Rio sambil berusaha menghentikan bungah
Namun Rio tidak dapat menjangkau Susan sehingga Dia harus bangun dan mengejarnya untuk bisa menghentikan Susan yang sudah pergi meninggalkan dirinya
"San.... ada apa sama kamu ? kenapa tingkah kamu hari ini sangat berbeda ?" tanya Rio pada Susan sedikit heran melihat tingkah Susan sejak sore tadi yang sangat berbeda, tidak seperti biasanya
"pokoknya aku gk suka, kalau kak Rio dekat sama cewek lain" jawab Susan sambil menangis
"Kamu cemburu sama bunga ?" tanya Rio langsung memeluk Susan yang masih terus menangis
"kalau iya kenapa, emang gk boleh ?" tanya balik Susan karena sudah tidak bisa menahan Rasa kesalnya pada Rio
"aku juga sayang sama kamu San, tapi gk kayak gini cemburumu, San. ini gk normal San" jawab Rio sambil mengusap Air mata di Wajah Susan
"terua aku harus gimana, apa aku harus pulang dan menangis sendirian di rumah tanpa di ketahui oleh kak Rio dan aku akan terus menjadi orang bodoh ?" tanya Susan yang sudah mulai kesal lagi dengan Rio yang ngatain rasa cemburunya tidak normal
"iya sudah. tunggu disini ya, kaka ambilin Air di warung buat basuh mukamu. gk enak sama papa-mama di rumah kalau melihat matamu merah kayak gini. mereka bakalan mencurigai kamu yang tidak - tidak dan mungkin mereka gk bakalan ngijinin kita buat pergi bersama lagi" ijin Rio pada Susan ketika tangisnya Suda mulai redah
Susan hanya menjawabnya dengan anggukan karena Dia juga tidak mau hal itu terjadi. meskipun Dia sangat kesal dengan Rio, Namun Dia masih ingin tetap bersama Rio bahkan Dia ingin terus bersama Rio sehingga bisa mengawasinya agar tidak di dekati cewek lain.
Saat dalam perjalanan membeli aqua untuk Susan, Tiba - tiba ada pesan singkat yang masuk ke Hp Rio sehingga Dia buru - buru membacanya
'Sudah berantem apa belum' isi pesan Singkat yang di kirim Revan buat Rio
'maksud kamu apa, ngirim pesan kayak gini' sahut Rio yang masih belum mengerti dengan isi pesan dari Revan sahabatnya itu
'maksud kami, kamu sudah berantem sama Susan apa belum' balas Revan menjelaskan maksud isi pesan singkatnya tadi
'Huhh... sialan, aku sama bunga kena prank lagi. Dasar bajingan kalian. awas aja, akan ku balas kalian' gerutu Rio pada ketiga sahabatnya dan langsung pergi menghampiri Susan setelah membeli aqua buat Susan
"ternyata kita di kerjain Sih Revan, Dias dan Heru San" jawab Rio sambil membantu merapikan Rambut bungan yang sedikit berantakan saat Dia menunduk untuk membasuh mukanya
"astaga...." jawab Susan kaget karena baru menyadari kalau sejak tadi Dia sedang memarahi Rio dengan hebatnya
"kamu kenapa San" tanya Rio sedikit kaget mendengar apa yang di katakan Susan barusan
Susan langsung menghampiri Rio dan langsung memeluknya sambil berkata
"kak... jangan marah ya, karena aku sudah memarahi kak Rio" Ucap Susan yang menyesal dan juga malu atas prilakunya tadi
"iya gk pa - pa. kaka pantas di marahin sama kamu. Lagian, ini semua karena ulah Si revan sama yang lainnya" sahut Rio yang kesal dengan ketiga sahabatnya itu
"maafin Susan ya kak, Susan lagi datang bulan kak. makanya Susan gk bisa menahan emosi Susan" ucap Susan yang mulai menyesal dan juga malu dengan perbuatannya tadi
"iya gk pa - pa. setidaknya sekarang aku tau kalau selain cengeng, pacarku ini ternyata sangat galak dan cemburuan" sahut Rio sambil membelai rambut Susan dengan mesrah
"kaka, jangan gitu. malu tau, dilihatin orang" sahut Susan sambil menyingkirkan tangan Rio dari kepalanya
"bodoh.... yang ku belai kan pacarku, bukan pacar orang" sahut Rio yang terus membelai rambut Susan bahkan mengecup kepala Susan
"hmmm.... tapi aku malu kak" sahut Susan menyingkirkan tangan Rio dari kepalanya
"ya sudah.... akan ku belai rambut Bunga aja, nantinya" jawab Rio dengan maksud bercanda sambil berjalan menuju mobilnya
"gk... gk boleh. belai aja rambutku, jangan rambut bunga" jawab Susan dan langsung berlari mengejar Rio dan memeluknya
"iya sayang. aku cuma bercanda kok. sekedar bertelfonan aja sudah gk di ijinin apalagi sampai membelai rambutnya, mungkin bisa pecah perang dunia ketiga" sahut Rio sambil mengecup kening Susan yang sementara ada di pelukannya
"kak Rio gk bohong kan ?" tanya Susan yang sudah mulai cemas lagi
"iya... mana mungkin aku bohong. aku juga takut kali, dimarahin orang yang aku sayang. Ayo pulang, Sudah telat kita pulangnya. Sudah jam sembilan lebih sekarang" ajak Rio pada Susan karena mereka sudah telat pulang ke rumah Susan
__ADS_1
"ayo kak" sahut Susan melepas pelukannya bersama Rio dan langsung menuju mobil Rio
Ketika tiba di rumah, Rio langsung mengantar Susan hingga ke depan Rumah dengan perasaan sedikit cemas karena dia telat mengantar pulang Susan ke rumahnya.
Rio bersama Susan menyalami kedua orang tua bungan yang sudah menunggu mereka di depan sekalian memberi roti yang mereka belih tadi sambil berkata
"tante, om... maaf ya, aku telat mengantar pulang bunga" ucap Rio pada kedua orang tua Susan sambil menyalami mereka
"iya, gk pa - pa. kami juga ngerti ko" sahut ibunya membalas apa yang baru saja di katakan Rio
"makasih ya bu, sudah mau ngerti tentang kami. kami sedikit lupa waktu tadi, bu" sahut Rio lanjut menjelaskan alasan mereka terlambat
""iya gk pa - pa. lagian kalian besok libur kan ?" tanya balik pak Beni pada Rio
"iya om. besok kita libur, om" Sahut Rio pada pak Beni
"kok cuma berdiri, kamu gk mau masuk dulu ke dalam rumah" Ajak pak Rio yang sejak tadi hanya berdiri di depan
"ah gk usah om. sudah larut malam juga om" sahut Rio sambil melihat jam tangan yang sedang di pakainya
"ya sudah. kamu hati - hati di jalan ya nak. sampaikan salam pada ibumu" sahut bu Marlin mendengar Rio yang akan langsung pulang
"iya bu, akan aku sampaikan. Pamit ya om, tante" Pamit Rio pada kedua orang tua bunga
"iya. kamu hati - hati di jalan ya, kak Rio. jangan ngebut - ngebut kak" sahut Susan yang cemas dengan Rio yang pulang ke rumahnya sendirian
"iya San. terima kasih ya. aku pamit" ucap Rio sambil meninggalkan mereka bertiga.
Rio langsung menjalankan mobilnya menuju rumah mereka karena sudah larut malam dan juga Dia sudah keletihan sehingga membuatnya ingin cepat tiba di rumah dan beristrahat.
Ketika tiba dk rumah, ibunya sudah tertidur namun Rio bisa masuk ke dalam rumah dengan mudah tanpa menggangu tidur ibunya karena sejak kejadian itu, Bunda Rida ibu Susan tidak pernah mengunci pintu depan rumah mereka.
Dia membiarkan pintuk itu tidak boleh terkunci sehingga Rio bebas keluar masuk ke rumah mereka. Dia tidak ingin kejadian kemarin terjadi lagi pada Rio karena itu sangat menyakitkan bagi Bunda Rida ibunya Rio.
Setelah di kamar, Rio langsung menelfon Revan yang tadi sudah behasil ngeprank Dia sama Susan yang berujung Manis karena kejadian itu membuat mereka saling jujur akan perasaan mereka masing - masing sehingga membuat mereka resmi berpacaran
"hallo Rio, gimana tadi" sapa Revan sekaligus bertanya pada Rio mengenai kejadian Rio bersama Susan tadi
"ahh.... sialan lu, Van. aku tadi di ambek habis - habisan oleh Susan. Mana Dia datang bulan lagi, membuat emosinya semakin tidak terkontrol Van" Keluh Rio atas perlakuan Susan padanya tadi
"astaga.... sorri ya bro. aku gk bermaksud tadi. cuma aku ngeliat Susan tampak sangat kesal ketika kita membahas tentang Bunga sehingga membuat sifat djailku kambu Rio" sahut Revan jujur pada sahabatnya, Rio
"iya gk pa - pa bro. tapi terima kasih ya Van" sahut Rio dengan penuh semangat pada Revan
"kok berterima kasih ?" sahut Revan sedikit berterima kasih karena sudah di kerjain, eh malah di mengucapkan terima kasih
"iya.... habisnya gara - gara kejadian tadi, aku jadi gk repot lagi mikirin gimana caranya buat nyatain cinta ke Susan" sahut Rio penuh semangat pada Revan
"ah... sialan loh, Rio. ngambil kesempatan dalam kesempitan" umpet Revan pada Rio
"ahh... kamu gk tau aja, gimana keadaan Susan tadi. Perasaannya jadi campur aduk, menangis, kesal dan juga malu. ah.... banyaklah. aku sampai kasihan pada pacarku tadi" sahut Rio sedikit sedih mengingat kembali keadaan Susan tadi
"iya.... maafkan aku Rio. aku gk bakalan mengulangnya lagi" sahut Revan sedikit kwatir Rio akan marah padanya
"iya Revan. kali ini aku maafkan, tapi lain kali jangan di ulangi lagi ya. pacarku itu cengeng dan cemburuan, aku gk mau nyakitin hatinya Van. kamu bisa ngerti itu kan ?" jawab Rio serius mengingatkan Revan
"iya Rio. kamu masih di rumah Susan atau sudah balik ke rumahmu ?" tanya Revan pada Rio
"aku sudah di rumahku. aku tutup telfonnya ya. mau istrahat" jawab Rio pada Revan
"ya sudah..... selamat malam" ucap Revan sambil menutup telfonnya
Sebelum Tidur, Rio mengirim pesan singkat pada Susan katanya
'selamat malam yank, selamat tidur. gk usah mencemaskanku, rasa sayangku terlalu dalam untukmu, aku sayang kamu' isi pesan singkat Rio
Susan sangat kaget membaca isi pesan Rio tersebut, Karena Rio seakan tau apa yang sedang ada di pikiran Susan sehingga membuat Susan tersenyum lega.
Dia lalu membalas pesan singkat dari Rio 'selamat malam juga yank. aku juga sama, aku sayang kamu' balas Susan dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur karena Dia sudah sangat kelelahan dan juga ngantuk begitu juga dengan Rio
__ADS_1
Hallo Readers....... jangan lupa like dan vote'nya ya 😊😊😉😉😉