Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
12


__ADS_3

Setelah di makamkan, Mereka semua kembali ke rumah pak Minggus. Disana, Mereka mengadakan upacara yang merupakan tradisi mereka sejak dulu. Rio mengikuti upacara tersebut dengan pasrah karena masih di liputi dengan kesedihan atas peristiwa yang menimpah ayahnya.


Awalnya Rio menolak untuk mengikuti upacara tersebut, Namun karena terus di rayu oleh paman dan bibinya, akhirnya Rio dengan terpaksa mengikuti upacara tersebut meskipun Dia sama sekali tidak menginginkan itu.


Semua itu Rio lakukan demi membanggakan ayahnya yang baru saja meninggal Dunia. Karena sebelumnya meninggal Dia selalu berpesan pada Rio agar Dia jangan pernah berpikir untuk meninggalkan semua yang sudah ada sejak kakek buyutnya apalagi menghindarinya sehingga dengan terpaksa Rio mengikuti upacara tradisi mereka tersebut.


Rio belum bisa menerima kematian ayahnya yang sangat mendadak. Dia juga masih menyalahkan ibunya dan juga pak Mimin karena menyembunyikan penyakit yang di derita ayahnya dari dirinya. Hal itu semakin membuat Rio tidak bersemangat untuk mengikuti upacara tersebut.


Setelah upacara berakir, Rio kini menggantikan posisi yang di tempati ayahnya dulu. Namun Dia tidak menginginkan posisi tersebut yang sebetulnya sangat di inginkan oleh semua orang yang hadir disitu. Kecuali ibunya, Pak Mimin dan juga Hans pamannya.


Meskipun dengan penuh keraguan dan kecemasan, Namun mereka tetap menyetujui posisi tersebut di gantikan oleh Rio karena itu sudah merupakan Hak Rio, Sehingga Mereka tidak bisa menghentikannya dan hanya bisa menyetujuinya. Setelah upacara berakir, Riopun kini resmi menggantikan posisi ayahnya dulu.


Dua Hari setelah penguburan jenasah Pak minggus kakanya, Hans langsung balik ke jakarta. Kepulangan mereka atas perintah dari direktur perusahaan tempat dimana mereka bekerja. Supaya bisa kembali bekerja di kantor secepatnya.


Direktur perusahaan tempat dimana mereka bekerja tidak ingin kehilangan Hans dan Ria yang merupakan pegawai yang pintar dan telaten. Dia juga tidak ingin mereka meninggalkan kantor terlalu lama sehingga membuat pekerjaan di kantor mereka semakin menumpuk.


Hans sangat senang mendengar kabar tersebut sehingga Dia langsung pulang bersama keluarganya ke Jakarta. Dia tidak ingin di pecat dari kantornya saat ini, begitu juga dengan istrinya. Mereka berdua masih sangat ingin bekerja di kantor tersebut.


Hanya Pak Mimin yang Mengantar keluarga Hans ke bandara bersama keluarga dan tetangga lainnya, sedangkan Rio dan juga Bunda Rida masih di liputi kesedihan sehingga mereka tidak ingin pergi kemanapun.


Hans dan keluarga kecilnya sangat mengerti tentang itu sehingga mereka tidak memaksa Bunda Rida dan Rio untuk mengantar mereka ke bandara. Hans hanya berharap dalam hatinya agar Rio mampu melewati masa sulitnya ini.


Sebelum pulang, Hans berpesan kepada mereka agar selalu kuat dan tegar menghadapi semua ini. Tidak lupa juga Hans memberitahu bunda Rida agar menghibur Rio, Karena Rio begitu terpukul dengan kematian ayahnya.


"kak, Aku titip ponakanku padamu ya" Kata Hans pada bunda Rida


"iya Hans. Rio juga dara dagingku. aku akan menjaganya seperti kakamu menjaganya dek" sahut Bunda Rida


"iya kak. aku sangat mencemaskan dirinya kak" sahut Hans yang terlihat sangat Cemas dan juga sedih

__ADS_1


"kamu gk usah kwatir. masih ada aku dan Pak Mimin yang akan merawatnya disini" sahut Bunda Rida menanggapi kekwatiran Hans tersebut.


"iya kak. Terima kasih ya. Aku akan selalu berusaha untuk mengeceknya ka" sahut Hans


"iya Hans. aku juga akan selalu mengabarkan kondisinya pada kamu dek" sahut Bunda Rida


"Pak Mimin.... titip Bunda Rida dan Ponakanku Rio pada kamu ya" kata Hans pada pak Mimin sedikit memohon


"iya Hans. Kamu gk perlu meminta itu. itu sudah jadi kewajibanku, Hans. Kamu bisa mempercayaiku" sahut Pak Mimin


"Terima Kasih pak Mimin. aku percaya sama kamu" sahut Hans


Setelah berbicara pada Bunda Rida dan Pak Mimin, Hans langsung menghampiri Rio yang sejak tadi hanya Diam tanpa berkata sekatapun. Dia lalu memeluknya dan mencium kepalanya sekalian pamit kepada ponakannya.


Setelah berpamitan, Mereka langsung pergi ke bandara menggunakan mobil pribadi milik almarhum Pak Minggus. Rio dan Bunda Rida hanya mengantar mereka sampai di depan Pintu rumah dan berpesan kepada mereka agar mereka berhati - hati dalam perjalanan mereka.


Selama ini, Pak Minggus merupakan satu - satunya harapan dan juga kebanggaan Hans sehingga Dia benar - benar kehilangan sosok yang selama ini menjadi kaka sekaligus ayah dan ibu bagi dirinya semenjak kematian kedua orang Tua mereka beberapa tahun yang lalu.


Dia juga sangat mencemaskan Rio yang saat ini masih terlihat shok karena kehilangan ayahnya yang begitu cepat dan juga secara mendadak. sehingga membuat Hans semakin cemas ketika memikirkan keadaan Rio keponakannya.


Pak Minggus yang selama ini menjadi sosok ayah bagi Hans dan Rio sudah di panggil Tuhan Yang Maha Esa lebih cepat sehingga membuat Hans sangat bingung dengan apa yang harus Dia lakukan pada dirinya dan juga keponakannya Rio. Dia hanya pasrah pada Waktu dan Berharap Waktu juga yang akan membawa keduanya berjalan kearah yang tepat.


Melihat Suaminya yang begitu terguncang saat kehilang sosok yang selama ini Menjadi kaka, ayah sekaligus ibunya tersebut, Ria menghibur suaminga agar tidal larut dalam kesedihan


"Hans.... Kamu gk boleh larut dalam kesedihan gitu yank. kamu masih punya kami dan juga Rio yang akan menjadi tanggung jawabmu sekarang yank" Hibur istrinya


"iya, yang. makasih ya udah mengingatkanku untuk itu" sahut Hans dengan raut wajah yang masih sedih


"iya yank. jangan aneh - aneh yank, aku gk mau jadi janda yank dan juga kasihan anak kita yang masih kecil" Nasehat Ria dengan sedikit bercanda pada Hans

__ADS_1


"pikiranmu terlalu jauh yank. Aku hanya belum bisa menerima kepergian abangku aja. Aku juga masih memikirkan Rio yang sendirian disana Ria" sahut Hans menanggapi Pikiran Negative istrinya


"ya boleh. aku gk ngelarang itu semua. tapi kamu juga harus perhatikan pola makan dan juga waktu istrahatmu. kamu gk bisa kayak gini yank. aku, anakmu dan juga Rio masih sangat membutuhkanmu yank" Keluh istrinya yang mulai ikutan nangis melihat keadaan suaminya yang sangat berantakan setelah kakanya meninggal


"iya yank. maafkan aku ya" sahut Hans sambil memeluk istrinya


"iya yank. Aku harap kamu bisa kembali ceria seperti dulu yank" sahut Ria sambil memeluk Erat suaminya


"iya yank. aku janji untuk hal itu" sahut Hans pada istrinya sambil mengecup keningnya


"Terima kasih yank. aku akan selalu berada di sisimu dan menemanimu" sahut Ria sambil membalas kecupan Hans tersebut


"terima kasih Yank. aku sangat membutukanmu yank" sahut Rio sambil mengecup kening istrinya


"iya yank. tidur yuk, ngantuk" ajak Ria pada Hans suaminya Hans


"ayo. aku juga uda ngantuk" ajak balik istrinya.


Ria selalu berusaha untuk berada disisi suaminya setelah kematian kaka iparnya, Pak Minggus. Karena Suaminya saat ini begitu rapuh. Jika sedang sendirian, Hans terkadang menangis sehingga Ria tidak ingin membiarkan semua itu terjadi pada suaminya.


bahkan karena hal itu membuat Hans menjadi kurang memperhatikan polah makannya bahkan di saat tengah malam dia terjaga dari tidurnya dan menangis, sehingga membuat Ria semakin cemas dengan kondisi suaminya.


Dia tidak ingin suaminya jatuh sakit atau Hal yang lebih buruk terjadi pada suaminya sehingga Dia sebisa mungkin berusaha untk selalu ada disisinya dan menghibur suaminya sehingga kembali menjadi seperti Dirinya yang dulu yang periang dan penuh semangat.


Setelah sebulan lebih berlalu, perlahan - lahan situasi mulai kembali normal. Hans juga kini sudah bisa menemukan kembali dirinya yang dulu. Dia sudah tidak larut dalam kesedihan lagi.


Apalagi setelah istrinya memberitahukan kepadanya mengenai kehamilan anak kedua mereka pada dirinya, membuat Dia semakin bersemangat untuk bekerja demi menghidupi istrinya dan juga kedua anaknya setelah anak yang di kandung istrinya Lahir. Hari - hari merekapun kembali Normal seperti sediakala.


Hallo guys.... jangan lupa Like dan Vote'nya ya 🙂🙂😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2